Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS PEMETAAN E-COMMERCE KECANTIKAN BERDASARKAN BRAND EQUITY Salsabila , Syadza Nadhirah; Suyanto, AMA
Jurnal Mitra Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Mitra Manajemen Edisi Februari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.246 KB)

Abstract

Besarnya pengguna aktif sosial media di Indonesia membuat perusahaan memanfaatkan sosial media sebagai tempat untuk melakukan branding. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh e-commerce kecantikan dengan gencar melakukan promosi di media sosial. Merek-merek tersebut sedang bersaing dalam benak konsumen dan e-commerce kecantikan tersebut menjual produk dengan karakteristik yang sama. Oleh karena itu, keempat e-commerce kecantikan (Sociolla, Makeupindo, Makeupuccino dan Beautyhaul) harus mampu bersaing untuk menciptakan brand yang kuat di benak konsumen serta membangun brand equity yang kuat pula. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan e-commerce kecantikan berdasarkan brand equity. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survey kepada 385 responden yang pernah membeli di e-commerce kecantikan Sociolla, Makeupindo, Makeupuccino dan Beautyhaul, dengan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu multidimensional scaling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Sociolla berada di peringkat pertama, disusul oleh Makeupuccino pada peringkat kedua, Beautyhaul pada peringkat ketiga dan Makeupindo di peringkat keempat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK CUSTOMER PERCEIVED VALUE E-COMMERCE DI INDONESIA Maria Chyntia Chrystiantari; Suyanto, AMA
Jurnal Mitra Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Mitra Manajemen Edisi Februari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.835 KB)

Abstract

Pemanfaatan teknologi saat ini salah satunya dilakukan dengan berbelanja online. Kini berbelanja online lebih praktis karena hadirnya e-commerce. Berbagai e-commerce di Indonesia bermunculan, sehingga menyebabkan perusahaan e-commerce perlu menjalankan bisnisnya dengan membentuk customer perceived value atau nilai yang dipersepsikan pelanggannya secara baik sehingga e-commerce tersebut menjadi penunjang kebutuhan pelanggan dengan jangka yang panjang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang membentuk customer perceived value pada e-commerce di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan sampel dengan metode nonprobability purposive sampling. Sampel berjumlah 411 responden merupakan pelanggan e-commerce di Indonesia yang menjadi objek penelitian yaitu Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Blibli.com. Teknik analisis menggunakan Principal Component Analysis. Setelah dilakukan analisis menggunakan analisis faktor didapatkan hasil penelitian yang menunjukan bahwa terdapat 8 faktor baru yang membentuk customer perceived value pada e-commerce di Indonesia, yaitu Brand Image, Responsiveness, Assurance and Price, Brand Value, Company Image, Information Value, Social Value, dan Non-Monetary Cost.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMBENTUK LOYALITAS PELANGGAN INDIHOME DENGAN LAYANAN TRIPLE PLAY DI KOTA JAKARTA Rizky, Cut Gebrina; Suyanto, AMA
Jurnal Mitra Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Mitra Manajemen Edisi Februari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.722 KB)

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang membentuk loyalitas pelanggan IndiHome dengan layanan Triple Play di Kota Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan IndiHome Triple Play di Kota Jakarta. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan mengambil sampel sebanyak 400 responden. Untuk mendapatkan tujuan penelitian, maka dilakukan survei dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor Eksploratori (EFA). Temuan dalam penelitian ini menghasilkan tiga faktor baru yang direduksi dari 9 faktor, yaitu Faktor Reputasi dan Layanan, Kualitas Produk dan Aksesibilitas, dan Keterjangkauan Harga.
Political Marketing Activity In Simultaneous Regional Elections 2015 Suyanto, AMA; Machfiroh, Runik
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 33, No. 1, Year 2017 [Accredited by Ristekdikti]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v33i1.2096

Abstract

Regional head election system was change in 2015. It has impact on political marketing strategy to all stake holders, such as political party and candidatures.The purposes of this research is to analyzeashifting ofpolitical marketing issueson regional election 2015. The research approach uses the mix method with the type of sequential explanatory. The subjects of this research are the candidates, election successful teams or supporting team, and young voters. Location of research based on cluster system district and sub district in Bandung, Cianjur, Magelang, Sleman, and Medan. The data are collected through techniques of questionnaires to young voters; interview to candidates, election successful teams and young voters, as well as the documentation of media and data on Regional General Elections Commission (KPUD). There are also triangular data techniqueinterviews with the General Elections Commission (KPU), the community and supporting team, and documentation and questionnaire form. The result shows that the system of political marketing has already started shifting from product, promotion, price, place, and people known as the 5Ps from mostly dominated by Political Partyinto the role of PEOPLE as candidature in influensing the voters. The Result also tells that shifting from using convetional media into almost using digital media was powerfull. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBENTUK ENTERPRENEURIAL INTENTION PARA GENERASI MUDA UNTUK MENJADI YOUNG ENTERPRENEUR Charina, Della; Suyanto, Ama
Almana : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 3 No 1 (2019): Vol. 3 No. 1/ April 2019
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.666 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sampel dalam penelitian ini adalah para generasi muda yang memiliki usaha dan berdomisili di Kota Bandung dan dipilih secara acak berjumlah sebanyak 402 responden dengan metode nonprobability sampling purposive. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Faktor Eksploratori. (EFA). Bermula dari 12 faktor yang diadopsi dari 4 penelitian terdahulu, setelah melakukan analisis dengan menggunakan EFA, lalu didapatlah hasil penelitian dan analisa yang dilakukan menunjukan bahwa terdapat sepuluh faktor yang membentuk minat berwirausaha para generasi muda, yaitu Faktor Internal, Self Efficacy, Ekspektasi Pendapatan, Pengaruh Lingkungan Keluarga, Kebebasan Bekerja, Networking, Pendidikan Kewirausahaan, Potential Skill Enterpreneurship, Socio Demografi, dan Faktor Kontekstual. 
Analisis Faktor-Faktor Yang Membentuk Perubahan Minat Konsumen Dari Makanan Tradisional Menjadi Makanan Korea Di Indonesia Tamara, Amalia; Suyanto, AMA
Almana : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 3 No 2 (2019): Vol. 3 No.2/ Agustus 2019
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.535 KB) | DOI: 10.36555/almana.v3i2.511

Abstract

Masuknya Korean Wave atau Hallyu di Indonesia, membawa pengaruh bagi Indonesia dalam berbagai aspek, salah satunya yaitu pada aspek makanannya yang tumbuh dari budaya, lingkungan, geografi, dan iklim negara Korea itu sendiri. Makanan Korea sendiri sangat populer di Indonesia. Makana Korea juga dikenal sebagai makanan yang unik, sehat yang baik untuk kesehatan tubuh, dan memiliki cita rasa yang kaya. Selain itu, dengan adanya Korean Wave atau Hallyu ini, membuka peluang yang menjanjikan bagi para pelaku usaha untuk membuka restoran makanan Korea dengan menggunakan tema kebudayaan Korea pada desain restorannya. Hal inilah jugalah yang membuat masyarakat Indonesia jadi lebih tertarik dengan makanan Korea dibandingkan makanan tradisional Indonesia. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang membentuk perubahan minat konsumen dari makanan tradisional menjadi makanan Korea. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada masyarakat Indonesia yang pernah mengkonsumsi makanan Korea dengan sampel sebanyak 353 orang dan menggunakan metode nonprobability sampling  dengan sub teknik sampling adalah incidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Faktor Eksploratori. Hasil penelitian dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang membentuk perubahan minat penikmat makanan tradisional menjadi makanan Korea, yaitu faktor lokasi, produk, gaya hidup, dan harga. Masing-masing faktor diberikan nama ataupun label, yaitu Fasilitas dan Kenyamanan, Keunikan Makanan, Gaya Hidup, dan Keterjangkaun Harga.  
MARKETING POLITICS: POLITICAL PARTICIPATION OF BEGINNER VOTERS IN ELECTING THE PRESIDENT OF 2019 Machfiroh, Runik; Suyanto, Ama
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v5i1.3033

Abstract

Political marketing in the 2019 presidential election is one of the main factors of Indonesian democracy. The brand personality of the 2019 presidential candidates became an important point in the victory of the 2019 presidential election. The millennial generation is part of the target of novice voters. Previous research has carried out mapping and analysis of political marketing in the 2014 presidential election, 2014 legislative elections, and the 2015 regional elections where in each election there were differences in emphasis in political marketing. The purpose of this study is to analyze the uniqueness of political marketing in the 2019 presidential election compared to previous political marketing. This research approach uses quantitative research with descriptive methods with statistical descriptive data analysis. The population of this research is novice voters in West Java. The sampling technique used was random sampling with a total sample of 100 respondents. The results of this study indicate that 100% of beginner voters use digital media to find out presidential candidates and 80% to add to their basic political knowledge. However, the presidential election decision based on the media only reached 57.6%.Keywords: Political Marketing, Political Participation, Political Education, Beginner Voters, Presidential ElectionsMarketing politik dalam pemilihan Presiden Tahun 2019 menjadi salah faktor utama demokrasi Indonesia. Brand personality dari kandidat calon presiden 2019 menjadi poin penting dalam kemenangan pemilihan presiden 2019. Generasi milenial adalah bagian dari target pemilih pemula. Penelitian sebelumnya telah  dilakukan pemetaan dan analisis marketing politik pada pemilihan presiden 2014, pemilihan legislatif 2014, dan pemilihan kepala daerah 2015 di mana dari setiap pemilihan terjadi perbedaan penekanan dalam marketing politik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keunikan marketing politik pemilihan presiden tahun 2019 dibanding marketing politik sebelumnya. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dengan analisis data deskriptif statistik. Populasi penelitian ini adalah pemilih pemula di Jawa Barat. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dengan total sampel 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 100% pemilih pemula menggunakan media digital untuk mengetahui calon presiden dan 80% untuk menambah pengetahuan dasar politik. Namun, keputusan pemilihan presiden berdasarkan media hanya mencapai 57.6%.Kata Kunci: Marketing Politik, Partisipasi Politik, Pendidikan Politik, Pemilih Pemula, Pemilihan Presiden
ANALISIS KESADARAN, PENGETAHUAN, DAN SIKAP KONSUMEN TENTANG LINGKUNGAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP MINAT BELI GREEN PRODUCT COSMETICS Arlanti, Ersya; Suyanto, AMA
Almana : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 3 No 3 (2019): Vol. 3 No.3/ Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.945 KB) | DOI: 10.36555/almana.v3i3.1252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari masing-masing faktor Kesadaran Lingkungan, Pengetahuan dan Sikap Lingkungan terhadap Minat Beli produk kosmetik ramah lingkungan di Indonesia. sebanyak 385 responden yang digunakan dengan menggunakan teknik pemodelan persamaan struktural (SEM) dengan menggunakan Program Software AMOS versi 22. Dan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan (Environmental Consciousness), Pengetahuan Lingkungan (Environmental Knowledge), dan Sikap Lingkungan (Environmental Attitude) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Produk Kosmetik Ramah Lingkungan Nature Republic Aloe Vera Soothing Ge; 92% di Negara Indonesia.
EFEKTIFITAS PROMOSI ONLINE PADA E-COMMERCE DI INDONESIA Deshinta, Hana; Suyanto, Ama
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol 8 No 1 (2020): JIMKES Edisi April 2020
Publisher : Insitut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v8i1.306

Abstract

By the development of era, there's increasing someone's mindset to create an innovation, which one is the promotion is right on the target. Nowadays, performer of e-commerce apply some promotion to get the market. e-commerce's competing eachother to create an inovation by promotion, for maintain the market and increase the users. There is various kinds of online promotions available on today, but the effectiveness of online promotions is not yet known to be applied by e-commerce. The purpose of this study is to determine the effectiveness of online promotions. The research uses the EPIC Model Test which has 4 dimensions, namely empathy, persuasion, impact and communication. This study uses non-probability sampling because the population does not allow members of the population to have the same opportunity to be selected as a sample. This study also uses data collection techniques by distributing questionnaires. Through the distribution of questionnaires to 426 respondents in Indonesia who use e-commerce.                 The results was found that the Empathy of dimension is a very effective way for online e-commerce promotion. Followed by the Persuasion dimension, the Impact dimension and the Communications dimension. Overall results according to all four dimensions show that online promotion is effective in the e-commerce industry. Keywords : E-Commerce, Online Promotion, EPIC Model
ANALISIS CUSTOMER PREFERENCE DALAM MEMILIH LEMBAGA KURSUS BAHASA INGGRIS Budiarti, Tamara Yutika; Suyanto, AMA
Jurnal Mitra Manajemen Vol 4 No 6 (2020): Jurnal Mitra Manajemen Edisi Juni
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.765 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen dalam memilih lembaga kursus Bahasa inggris di Indonesia. Metode kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan survey kepada 405 responden yaitu konsumen jasa kursus Bahasa inggris dengan pengumpulan data melalui kuesioner menggunakan skala likert. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi atribut dari kartu 13 adalah yang paling disukai oleh masyarakat, yaitu metode pengajaran dengan presentation and game learning, jumlah siswa sebanyak <15 siswa, jenis program regular, harga <Rp. 1.000.000 dan tenaga pengajar yaitu 100% native speaker. Kemudian atribut yang paling dominan disukai konsumen adalah jumlah siswa sebanyak <15 siswa dengan nilai utility sebesar 0,218 dan metode pengajaran adalah atribut yang paling penting dipertimbangkan dengan nilai sebesar 21,904%.