Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS ALGORITMA AES DALAM MENGAMANKAN DATA PADA KANTOR WALIKOTA PEMATANGSIANTAR hartato, eko; Gunawan, Indra; Parlina, Iin; Solikhun, Solikhun; Wanto, Anjar
JURNAL ILMIAH INFORMATIKA Vol 8 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Informatika (JIF)
Publisher : Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.308 KB) | DOI: 10.33884/jif.v8i1.1799

Abstract

Data is information that is kept very confidential because it contains important information about the company or agency. Computers are currently the main component in the company that is able to store data, speed up work, improve the quality and quantity of services, simplify the transaction process, and others. But in terms of computer security still has several loopholes that allow a person or group to easily retrieve data or information on the computer. To avoid theft and manipulation of data, it is necessary to implement a security system. Cryptography is the study of how to change information from normal conditions / forms (can be understood) into a form that cannot be understood. One method that can be used to secure messages / information is the Advanced Encryption Standard (AES). The application of the AES cryptographic algorithm in securing data at the Pematangsiantar Mayor's Office shows that this algorithm can generate encryption that cannot be understood by humans and produces the exact decryption with the initial plaintext input.
Pemilihan Model Arsitektur Backpropogation terbaik pada Prediksi Ekspor Industri Non Migas Parlina, Iin; Wanto, Anjar; Windarto, Agus Perdana
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2019: Peran Sains Data Dari Perspektif Akademisi dan Praktisi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan membuat model prediksi arsitektur terbaik dengan artificial neural metwork pada industri pengolahan non migas dengan menggunakan metode backpropogation. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang bekerjasama dengan Kementrian Perindustrian Republik Indonesia untuk nilai ekspor industri non migas dalam 7 tahun terakhir (2011-2017). Proses dilakukan dengan membagi data menjadi 2 bagian (pelatihan dan pengujian) untuk memperoleh model arsitektur terbaik. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan software Matlab 6.0. Dari 7 model arsitektur (15-2-1; 15-5-1; 15-10-1; 15-15-1; 15-2-5-1; 15-5-10-1 dan 15-10-5-1) yang dilatih dan diuji, diperoleh model arsitektur terbaik 15-2-1 dengan tingakat akurasi 93%, epoch training = 189.881, MSE testing = 0.001167108 dan MSE training = 0,000999622
APLIKASI REAKTOR HIGH RATE PERFORMANCE PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECIL TAHU = Application of High Rate Performance Rector for Wastewater Treatment in Tofu Small Scale Industries Parlina, Iin; Widodo, Lestari
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v14i1.1432

Abstract

Along with the development of biogas and its utilization, biogas reactors also evolved from conventional reactor types to high rate performance reactors, adapts to the needs of increased efficiency and also the characteristics of organic waste that is difficult if processed using ordinary reactor. However, this type of reactor basically has 3 types, namely fixed bed (packed-bed, anaerobic filters, fixed-film), fluidized bed reactor, and UASB/ Upflow Anaerobic Sludge Blanket reactor. From these high rate performance reactors, fixed bed reactor is the type that is pretty much developed and implemented in Indonesia, especially for treating organic wastewater from small industries, for example tofu, tapioca and slaughterhouses. Implementation of fixed bed reactor for the tofu industry until today has reached as much as 5 units that serve the needs of about 132 households in Banyumas District, Central Java Province. The fixed bed reactor’s performance is quite high if it is evaluated from biogas yield and the efficiency of the organic content in tofu industry’s wastewater. Implementation, dissemination, and replication of this reactor for treatment of other types of organic waste or other areas have the potential to support government programs in GHG mitigation actions, renewable energy sources provision, environmental protection and the development of energy self-sufficient villages.Keywords : biogas reactor - performance high - rate, fixed bed reactors, tofu industryAbstrakSeiring dengan perkembangan biogas beserta pemanfaatannya, reaktor biogas juga berkembang dari jenis reaktor konvensional hingga reaktor berunjuk kerja tinggi (high rate performance) menyesuaikan dengan kebutuhan peningkatan efisiensi dan juga karakteristik limbah organik yang sulit jika diolah dengan menggunakan reaktor biogas biasa. Namun, pada dasarnya reaktor ini memiliki 3 jenis, yaitu reaktor unggun tetap (fixed bed, packed-bed, anaerobic filter, fixed-film), reaktor unggun terfluidisasi (fluidized bed reactor), dan reaktor UASB (Upflow Anaerobic Sludge Blanket). Dari ketiga jenis reaktor berunjuk kerja tinggi tersebut, reaktor jenis unggun tetap adalah jenis yang cukup banyak dikembangkan dan diimplementasikan di Indonesia, terutama untuk mengolah limbah cair organik yang berasal dari industri kecil, misalnya tahu, tapioka dan rumah potong hewan. Implementasi reaktor unggun tetap untuk industri tahu hingga saat ini telah mencapai jumlah 5 unit reaktor yang melayani kebutuhan sekitar 132 Rumah tangga di Kabupaten Banyumas secara berkelanjutan. Kinerja reaktor unggun tetap ini dapat dikatakan cukup tinggi jika dinilai dari perolehan biogas dan efisiensi penurunan kandungan organic dalam limbah cair tahu. Program implementasi, diseminasi, dan replikasi reaktor ini untuk pengolahan jenis limbah organik yang lain atau daerah lain memiliki potensi dalam mendukung program pemerintah dalam aksi mitigasi Gas Rumah Kaca, penyediaan sumber energi terbarukan, perlindungan lingkungan dan pengembangan desa mandiri energi.Kata kunci : biogas, reaktor high-rate-performance, reaktor fixed bed, industri tahu
Inovasi Sistem Pemisah Logam dalam Mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLT Sampah) Parlina, Iin; Wiharja, Wiharja; Ihsan, Iif Miftahul
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.711 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i2.3511

Abstract

ABSTRACTIn the Waste to Energy (WtE) Pilot Plant system, the garbage feed has high diverse content including various type of metal. A metal separation system plays an important role during waste pretreatment process before the garbage entering the incinerator. This system is aimed to prevent performance degradation of the combustion system and to gain added value of the reuse metals in the waste. The WtE Pilot Plant in Bantargebang, constructed in 2018, is a large project and is expected to contribute significantly in overcoming waste problems in Indonesia. The performance of the WtE pilot plant system increases significantly if supported by a metal separator system integrated to the existing pretreatment system. This paper evaluates new design of metal separation system from the waste inputs. In general, metal separator system was designed as a permanent unit with a stand alone or integrated electromagnetic lifting. In this paper, the metal separator system was designed by using a combination of permanent ferrite and neodymium magnetic cores to create a combined force able to pull scraps mixed in waste at a considerable distance and was easily removed and collected. To optimize the system, a metal separator system was attached to a crane system installed in a double cabin car. Thus, the flexibility of this system was increasingly high. Tests results showed that the metal separator system with a combination of ferrite and neodymium was able to pull metals in the waste from a distance up to 20 cm despite of blocking by non-magnetic wastes, and able to attract almost 100% of the exisiting metals. Key words: WtE, metal separator, ferrite, neodymium, waste, mobile systemABSTRAKPada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLT Sampah), di mana umpan sampah memiliki keberagaman yang tinggi, termasuk keberadaan logam di dalamnya, sistem pemisahan logam sebagai tahapan pretreatment sampah sebelum masuk ke dalam sistem insinerator akan memegang peranan yang cukup penting. Sistem ini bertujuan untuk mencegah penurunan kinerja sistem pembakaran serta untuk meningkatkan nilai dari penggunaan ulang logam yang tercampur ke dalam sampah. Pembangunan Pilot PLT Sampah di Bantargebang yang dimulai pada tahun 2018 merupakan suatu proyek besar dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia. Kinerja sistem PLT Sampah ini akan lebih baik jika didukung oleh sistem pemisah logam yang dapat diintegrasikan dengan sistem pretreatment yang telah ada. Inovasi sistem ini dirancang untuk melakukan pemilahan terhadap input sampah yang masuk ke dalam sistem PLT Sampah yang berupa logam sehingga sampah logam tidak turut terbakar. Pada umumnya, pemisah logam dibuat sebagai unit permanen dengan menggunakan magnet pengangkat berupa elektromagnet yang berdiri sendiri atau bisa terintegrasi. Namun pada sistem ini, sistem pemisah logam dirancang dengan menggunakan magnet permanen yang menggabungkan inti magnet ferrite dan neodymium sehingga akan menciptakan kombinasi antara sistem yang dapat menarik scrap yang tercampur dalam sampah pada jarak yang cukup jauh namun bisa dilepaskan dengan mudah untuk dikumpulkan. Untuk membuat sistem ini bekerja optimal, sistem pemisah logam dibuat secara mobil dengan memadukannya dengan sistem derek yang terpasang pada sistem mobil kabin ganda. Dengan demikian, fleksibilitas sistem ini menjadi semakin tinggi. Uji yang telah dilakukan menunjukkan sistem pemisah logam dengan kombinasi ferrite- neodymium ini dapat menarik logam yang tercampur pada sampah hingga jarak 20 cm meskipun terhalang sampah yang lain (non-magnet), dan menarik hampir 100% dari logam yang tersedia.Kata kunci : PLT Sampah, pemisah logam, ferrite, neodymium, sampah, sistem mobil
Analisis Metode Sig (Sistem Informasi Geografis) untuk Pemetaan Klinik Bpjs Dengan Pendekatan Rad (Rapid Application Development) Salam Sitio, Agus; Poningsih, Poningsih; Parlina, Iin; Gunawan, Indra; Sumarno, Sumarno
Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 5 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH)
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/jurnalsostech.v1i5.69

Abstract

Informasi fasilitas kesehatan merupakan salah satu hal penting yang harus kita ketahui dalam upaya menjaga kesehatan. Karena kesehatan merupakan aset terpenting dalam hidup kita. Dengan adanya Sistem Informasi Geografis pemetaan, tempat kesehatan ini diharapkan memudahkan pemetaan lokasi dan juga memudahkan masyarakat untuk mengetahui informasi dan mencapai tempat tujuan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini dilakukan yaitu mengetahui hasil pemetaan Klinik BPJS yang berada  di Kota Pematangsiantar berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) dengan metode RAD (Rapid Application Development). Metode pembuatan aplikasi ini menggunakan metode perancangan Sistem RAD (Rapid Application Development), yang dimulai dengan tahapan requirement planning, system design dan implementation. Konsep pemetaan adalah memberikan informasi tentang keberadaan suatu tempat dengan mnunjukkan data lokasi sesuai sistem koordinat sendiri pada peta merupakan sistem yang menentukan letak obyek dalam titik/poin yang berada di lingkup geoid dan merepresentasikan lokasi dengan fitur geografis. Sistem koordinat global menggunakan data latitude- longitude dan biasa disebut sebagai sistem koordinat geografis. Melalui SIG (Sistem Informasi Geografis) yang akan dikembangkan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan lokasi atau peta dan informasi Klinik BPJS secara detail tetapi juga bagaimana lokasi tersebut dicapai.
Perbandingan Pengelolaan Lingkungan pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan Aplikasi Anorganik Chelated dengan Probiotik Parlina, Iin; Nasirin, Nasirin; Ihsan, Iif Miftahul; Suharyadi, Suharyadi; Syaputra, Affandi; Budiani, Sri; Hanif, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.407 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2533

Abstract

Penggunaan probiotik untuk meningkatkan kualitas budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) telah banyak diterapkan pada tambak udang untuk membantu meningkatkan produktivitas tambak. Salah satu kelemahan probiotik adalah proses yang panjang dan tidak terukur dengan baik, karena mikroorganisme probiotik sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan bagaimana perlakuan selama aplikasi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi alternatif untuk pengembangan aditif kelautan dalam kegiatan budidaya udang. Studi penggunaan dilakukan pada skala proyek percontohan dengan menggunakan 2 plastik beton bertulang berukuran 8m x 4m x 1m dengan volume 40m2. Untuk membandingkan perlakuan antara metode konvensional (Pond A sebagai kontrol) dan chelated agent (Pond B). Dalam perawatan menggunakan agen chelated, kolam dioperasikan tanpa proses sterilisasi. Konsentrasi Chelate yang digunakan adalah 300 ppm. Parameter kualitas air yang telah dipantau adalah suhu, salinitas, nitrit, nitrat, TOM, dan DO. Hasilnya menunjukkan bahwa tanpa melalui proses operasi yang rumit, penambahan aditif kelautan chelate meningkatkan pertumbuhan udang vaname dibandingkan dengan yang konvensional. Kisaran kualitas air masih dalam kisaran yang wajar untuk kehidupan udang vaname.
Pengamatan Efek Pratritmen Tandan Kosong Sawit sebelum Proses Konversi Biogas dengan Analisis Mikroskopi Parlina, Iin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.366 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i1.3184

Abstract

ABSTRACTConversion of lignocellulosic biomass such as Oil Palm-Empty Fruit Bunch (OP-EFB) into bioenergy is a promising solution to mitigate the impact of climate change and avoid an energy crisis that have been globally anticipated. The abundance amount of OP-EFB as a biomass waste from oil palm processing in Indonesia has opened more chance to produce bio-energy and other valuable products without having competition with the food sector. It has a high content of cellulose and hemicellulose that can be processed generating bio-energy such as biogas or bioethanol. However, to be processed into bio-energy, and other products, EFB should be pretreated first to break the recalcitrant characteristic and increase the yield and conversion rate. Alkaline pretreatment is widely known for its effectivity on lignin removal to open more access of the lignocellulose, especially for the Anaerobic Digestion (AD) process. There are several ways to evaluate Pratritmen performance before the AD process, for example by chemical analysis as well as visual observation using a microscope. Visual observation emphasizes the change in microstructure or morphology of the pretreatment process so that it can be a method for physically explaining what is happening at the microscopic level. This research’s objective is to perform microscopy observation on the OP-EFB component’s changes during the low concentrated alkaline pretreatment using NaOH 6% and mixture of NH4OH and (NH4)2CO3 10% as long as 24 hours. The result from using CLSM shows the process of delignification, while SEM shows 3 major visual changes i.e. silica bodies removal, surface degradation and the enhanced bacteria’s affinity to the OP-EFB’s surface.Keywords: Microscopy analysis, Oil palm empty fruit bunch, alkaline pretreatment, Anaerobic Digestion, visual changes  ABSTRAKKonversi biomasa lignoselulosa seperti Tandan Kosong Sawit (TKS) menjadi bioenergi adalah solusi yang menjanjikan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menghindari krisis energi yang telah diantisipasi secara global. Jumlah kelimpahan TKS sebagai residu dari proses produksi minyak kelapa sawit telah membuka banyak peluang untuk menghasilkan bioenergi dan produk nilai lainnya tanpa bersaing dengan sektor pangan. TKS memiliki kandungan selulosa dan hemiselulosa tinggi yang dapat diproses menghasilkan bioenergi seperti biogas atau bioetanol. Namun, untuk diproses menjadi bio-energi, dan produk lainnya, substrat ini harus dipratritmen terlebih dahulu untuk mengatasi karakteristik rekalsitransi yang menjadi penghambat utama dalam proses biokonversi. Pratritmen dengan menggunakan reagent basa (alkalin) secara luas dikenal karena efektifitasnya pada penghilangan lignin untuk membuka lebih banyak akses lignoselulosa, terutama untuk proses produksi biogas (AD). Terdapat beberapa cara untuk mengevaluasi kinerja Pratritmen sebelum proses AD, misalnya dengan analisis kimia juga pengamatan visual dengan menggunakan mikroskop. Observasi visual menekankan adanya perubahan mikrostruktur atau morfologi dari proses pratritmen sehingga bisa menjadi metode untuk menjelaskan secara fisik apa yang terjadi dalam tataran mikroskopis. Tujuan dari penelitian adalah melakukan analisis mikroskopi dengan menggunakan confocal dan SEM pada TKS sebelum dan setelah dilakukan pratritmen dengan alkalin NaOH 6% dan campuran NH4OH dengan (NH4)2CO310% selama 24 jam juga TKS hasil pratritmen yang digunakan untuk proses produksi biogas. Hasil dari Confocal memperlihatkan adanya perubahan dari TKS sebelum dan setelah pretreatmen yaitu terjadinya proses delignifikasi, sementara hasil SEM memperlihatkan 3 perubahan visual utama yang dapat dianalisis yaitu penghilangan silika, degradasi permukaan dan peningkatan afinitas bakteri pada permukaan TKS yang dilakukan pratritmen.Kata kunci : analisis mikroskopi, tandan kosong kelapa sawit, pratritmen alkalin, Anaerobic Digestion, perubahan visual
Pratritmen Kimia terhadap Tandan Kosong Sawit Menggunakan NH4OH Konsentrasi Rendah untuk Meningkatkan Produksi Biogas Parlina, iin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.142 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2033

Abstract

Indonesia sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia memiliki potensi hasil samping limbah padat tandan kosong sawit (TKS) sekitar 22 juta ton/tahun. Selama ini belum ada pemanfaatan TKS yang maksimal untuk meningkatkan nilai tambah dari TKS kecuali konversi menjadi listrik melalui teknologi pembakaran. Biasanya, sebagian besar limbah TKS dikembalikan ke lahan perkebunan sebagai penutup tanah (mulsa) yang selanjutnya akan didegradasi secara alami oleh lingkungan.Namun, prosess ini justru memiliki potensi emisi CH4 ke atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Teknologi biokonversi TKS untuk menjadi bahan kimia dan energi dapat menjadi pilihan teknologi yang menjanjikan dalam pencegahan perubahan iklim. Manfaat teknologi ini tidak hanya dapat mencegah terjadinya emisi alami CH4 ke atmosfer tetapi juga dapat memanfaatkan gas CH4 menjadi energi untuk substitusi konsumsi listrik dan bahan bakar fosil. Namun, sifat rekalsitransi biomassa TKS menjadi faktor pembatas paling utama dalam konversi TKS menjadi gas CH4. Oleh karena itu, teknologi pratritmen diperlukan untuk mengurangi karakteristik rekalsitransi TKS sehingga efisiensi konversi menjadi CH4 dapat lebih optimal. Teknologi pratritmen untuk memecah sifat rekalsitransi dalam TKS masih tergolong mahal namun harus bisa dilakukan agar konversi TKS ke gas CH4 menjadi lebih tinggi. Dalam riset ini, pratritmen TKS digunakan bahan kimia NH4OH konsentrasi rendah. Teknologi pratritmen dengan NH4OH konsentrasi rendah ini dinilai lebih murah biayanya. Selain itu, proses pratritmen ini dapat meningkatkan produksi CH4 cukup signifikan yaitu sekitar 33,8% lebih tinggi bila dibandingkan tanpa pratritmen. Kata kunci: tandan kosong sawit, pratritmen, biogas, amonium hidroksida, konsentrasi rendah.
ARTIFICIAL NEURAL NETWORK PADA INDUSTRI NON MIGAS SEBAGAI LANGKAH MENUJU REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Parlina, Iin; Wanto, Anjar; Windarto, Agus Perdana
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 4, No 1 (2019): InfoTekJar September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/infotekjar.v4i1.1682

Abstract

The research conducted aims to make predictions with artificial neural metwork (backpopagation) and sensitivity analysis in the non-oil processing industry for the value of industrial exports. Data was obtained from the Badan Pusat Statistik (BPS) in collaboration with the Ministry of Industry of the Republic of Indonesia in the last 7 years (2011-2017). The process is carried out by dividing the data into 2 parts (training and testing) to obtain the best architectural model. The data processing uses the help of Matlab 6.0 software. Model selection is done by try and try to get the best architectural model. In this study using 7 architectural models (15-2-1; 15-5-1; 15-10-1; 15-15-1; 15-2-5-1; 15-5-10-1 and 15- 10-5-1) who have been trained and tested. By using the help of Matlab 6.0 software, the best architectural model is obtained 15-2-1 with an accuracy rate of 93%, epoch training = 189,881, MSE testing = 0.001167108 and MSE training = 0,000999622. The best architecture will be continued to predict the non-oil industry based on the most dominant export value using sensitivity analysis. From the architectural model a prediction of 5 out of 15 non-oil and gas industries contributes: Food & Beverage Industry, Textile & Apparel Industry, Basic Metal Industry, Rubber Industry, Rubber and Plastic Goods and Metal Goods Industry, Not Machines and Equipment , Computers, Electronics and Optics.
PKM PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI PELAJAR SMK DI KABUPATEN SIMALUNGUN DAN KOTA PEMATANGSIANTAR Wanto, Anjar; Lubis, Muhammad Ridwan; Parlina, Iin
Jurnal TUNAS Vol 1, No 1 (2019): Edisi November
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.335 KB) | DOI: 10.30645/jtunas.v1i1.2

Abstract

This training aims to foster and increase interest in writing, especially writing scientific papers for vocational students in Simalungun Regency and Pematangsiantar City. This dedication is carried out in 2 different Vocational Schools which are Partners of the dedication team, Partner 1 is the National Children's Vocational School located in Simalungun district and an exemplary Private Vocational School located in Pematangsiantar City. The activity was held for 4 days during July 2019, at the National Private Vocational School. The activity was carried out on Saturday and Sunday 6-7 July 2019, starting at 08.00-17.00 WIB with 52 students participating, while the Exemplary Private Vocational School was held on the 13th -14 July 2019 at the same time, with 25 students. The targets of this activity are vocational students in Simalungun District (SMK Anak Bangsa) and Pematangsiantar City (Exemplary SMK). The reason for the selection of service locations is because of the lack of student interest in these schools in terms of writing scientific papers, as well as the lack of scientific papers produced. This activity uses the method of presentation / lecture, discussion, question and answer, and practice / practice. The results of this community service activity show that out of 52 student participants in the Vocational School Private Nation, 25 students were able to answer the questions (Post Test) correctly as many as 10 questions (48%) where previously only able to answer the questions (Pre Test) correctly 9 questions as many as 8 participants (15%). While from 25 student participants in Exemplary Private Vocational Schools, 12 students were able to answer questions (Post Test) correctly as many as 10 questions (48%) where previously only able to answer questions (Pre Test) correctly 9 questions as many as 2 participants (8%).