Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Nurjanah, Siti; Triana, Leli; Nirmala, Afsun Aulia
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan suatu sistem atau simbol lisan yang bersifat arbitrer atau manasuka digunakan oleh anggota suatu  masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama masyarakat di sekitarnya, berdasarkan pada budaya yang mereka miliki bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa pada anak usia 1-3 tahun di Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal dan mendeskripsikan  implikasi penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah anak usia 1-3 tahun. Wujud data penelitian ini berupa tuturan anak menggunakan bahasa jawa dan bahasa Indonesia. Teknik penyediaan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode padan dan teknik lanjutan simak libat cakap dan teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan metode padan dan tekniknya menggunakan teknik pilah unsur penentu. Penyajian hasil analisis data secara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa pada anak usia 1-3 tahun didapatkan pemerolehan bahasa dalam bidang fonologi lima data, morfologi dua data, sintaksis empat belas data dan semantik lima data. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA, kelas X semester ganjil pada materi menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari Teks Laporan Hasil Observasi.
PROSES PEMEROLEHAN SEMANTIK ANAK USIA 1-2 TAHUN DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Nurlaela, Alfi; Triana, leli; Riyanto, Agus
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa pada anak usia 1-2 tahun di desa Ciduwet, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes pada ranah semantik dan mendeskripsikan implikasi hasil penelitian dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Wujud data penelitian ini berupa tuturan atau ujaran anak usia 1-2 tahun. Teknik penyediaan data yang digunakan pada penelitian ini metode simak dan teknik yang digunakan teknik bebas libat cakap dengan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu. Teknik penyajian hasil pada penelitian ini menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan pemerolehan bahasa anak usia 1-2 tahun memiliki lima objek penelitian, sebagaimana setiap objek memiliki data yang berbeda dapat disimpulkan bahwa pemerolehan bahasa pada anak usia 1-2 tahun memperoleh bahasa dengan empat tahap yaitu tahap penyempitan makna, tahap generalisasi berlebih, tahap medan semantik dan tahap generalisasi. Data yang ditemukan dengan tahap penyempitan makna (dua tuturan), tahap generalisasi berlebih (tiga tuturan), sedangkan tahap medan semantik dan tahap generalisasi tidak ditemukan data, karena penelitian ini hanya meneliti anak usia 1-2 tahun.  Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran di SMA, khususnya kelas X semester gasal dengan materi memahami isi makna kebahasaan teks biografi. Saran pada penelitian ini untuk penelitian selanjutnya supaya terus meningkatkan penelitian terutama di bidang bahasa khususnya pemerolehan bahasa pada anak.
TINDAK TUTUR IMPERATIF DALAM CAPTION AKUN TELADAN RASUL DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Sanyya, Evana; Triana, Leli; Anwar, Syamsul
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 5, No 2 (2020): Edisi Mei - Agustus 2020
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindak tutur imperatif dalam caption akun Teladan Rasul di media sosial instagram dan mendeskripsikan implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berupa tuturan dalam caption akun Teladan Rasul, sedangkan wujud data berupa tuturan imperatif dalam caption akun Teladan Rasul. Teknik penyediaan data menggunakan metode simak dengan  teknik baca-catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan pragmatis dan teknik pilah unsur penentu dengan daya pilah pragmatis. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ditemukan tindak tutur imperatif yang terdapat dalam caption akun Teladan Rasul di media sosial instagram, yaitu: (a) tindak tutur imperatif bermakna perintah, (b) tindak tutur imperatif bermakna larangan, (c) tindak tutur imperatif bermakna imbauan, (d) tindak tutur imperatif bermakna harapan, (e) tindak tutur imperatif bermakna ajakan, (f) tindak tutur imperatif bermakna ajakan dan harapan, (g) tindak tutur imperatif bermakna anjuran. Dari hasil penelitian ini disarankan agar penelitian yang berkaitan dengan tindak tutur imperatif ditindaklanjuti lagi.
ANALISIS BAHASA GAUL PENYIAR RADIO ANITA FM TEGAL DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Riyanto, Kurniawan Budi; Triana, Leli; Nirmala, Afsun Aulia
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa gaul adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahasa pergaulan. Penggunaan bahasa gaul oleh masyarakat luas menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas negara. Di dalam sebuah acara radio terjadi komunikasi antara penyiar dan pendengar radio. Komunikasi tersebut di antaranya dalam acara yang mengupas tentang remaja atau pemutaran lagu-lagu. Peneliti memiliki tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut, mendeskripsikan bentuk bahasa gaul penyiar Radio Anita Fm Tegal, mendeskripsikan faktor yang menyebabkan digunakannya bahasa gaul penyiar Radio Anita FM Tegal, mendeskripsikan implikasi hasil penelitian dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan untuk memperoleh data yang relevan adalah metode simak dengan teknil lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan metode padan dengan teknik hubung banding. Sedangkan metode penyajian data menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul penyiar Radio Anita FM Tegal berbentuk: penggantian fonem, penambahan fonem, penghilangan fonem, pengantian diftong, pemakaian pronomina dialek Jakarta, pemakaian kosakata dialek Jakarta. penanggalan afiks, penambahan sufiks.. Faktor penyebab penggunaan bahasa gaul penyiar Radio Anita FM Tegal yaitu faktor situasional. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa bahasa gaul yang digunakan oleh penyiar Radio Anita FM Tegal berjumlah dua puluh dua data. Implikasi hasil penelitian ini dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Diimplikasikan dalam kompetensi dasar 1.1 menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita atau non berita). Penelitian ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan pembaca dan dapat dijadikan sumber referensi yang relevan untuk penelitian selanjutnya.
KARAKTERISTIK TINDAK TUTUR BANCI DI KOTA TEGAL Ambarwati, Alin; Triana, Leli; Hermaji, Bowo
Sasando Vol 1 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v1i2.23

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  (1) mendeskripsi wujud tindak tutur banci di Kota Tegal, (2) mendeskripsi fungsi tindak tutur banci di Kota Tegal, (3) mendeskripsi pola interaksi verbal tindak tutur banci di Kota Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif, sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan sosiopragmatik. Data yang diperoleh berupa tuturan banci di Kota Tegal. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak catat dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Metode analisis data yang digunakan menggunakan metode padan dan penyajian hasil secara informal. Hasil penelitian ini ditemukan tujuh wujud tuturan dan lima fungsi tuturan. Tujuh wujud tuturan tersebut diantaranya tindak tutur konstatif, tindak tutur performatif, tindak tutur representatif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur deklratif. Fungsi yang terkandung dalam tuturan tersebut diantaranya fungsi representatif, fungsi direktif, fungsi ekspresif, fungsi komisif, dan fungsi isbati. Pola interaksi verbal yang ditemukan yaitu pola [T-B] dan pola [I-Ir-T-B].
TINDAK TUTUR PENOLAKAN DALAM JUAL BELI SANDANG DAN PANGAN DI TEGAL TRIANA, LELI
Sasando Vol 2 No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v2i1.52

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesantunan tindak tutur penolakan dalam jual beli sandang dan pangan di wilayah Tegal. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan para pembeli, Data penelitian ini diperoleh dengan metode simak dengan teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode padan pragmatik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur penolakan dalam jual beli  sandang dan pangan di wilayah Tegal adalah dengan menggunakan kata tidak atau padanannya, memberikan alasan, dengan syarat, dan dengan mengucapkan terima kasih. Kata ?tidak? merupakan bentuk penolakan yang kasar, karena diucapkan dengan terus terang. Penolakan dengan pemberian alasan merupakan bentuk penolakan yang santun, karena ada alasan yang melatarbelakanginya. Penolakan dengan syarat adalah bentuk penolakan yang halus, karena ada syarat tertentu yang diajukan oleh pembeli. Penolakan dengan ucapan terima kasih merupakan bentuk penolakan yang santun karena menggunakan kata kias. Dari hasil penelitian ini disarankan bahwa ketika kita menolak tawaran pada transaksi jual beli, hendaknya menggunakan tuturan yang halus, agar penjual tidak merasa tersakiti karena barang dagangannya ditolak.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK OLEH REMAJA PESISIR DESA MUNJUNGAGUNG, KECAMATAN KRAMAT, KABUPATEN TEGAL Triana, Leli
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2015): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v9i2.496

Abstract

Bahasa menentukan perilaku budaya manusia. Bahasa yang digunakan oleh seseorang, baik bahasa verbal maupun nonverbal, dapat  mencerminkan kepribadian orang tersebut. Bahasa yang santun yang tampak dari pilihan kata yang digunakan. Demikian juga bahasa yang tidak santun, tampak pula pada pilihan katanya. Remaja pesisir Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal mengungkapkan perasaannya lewat bahasa tulis dalam media  sosial  Facebook. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi kesantunan berbahasa dalam media sosial  Facebook oleh remaja pesisir Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah  kualitatif yang bersifat deskriptif.  Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan remaja pesisir Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal dalam media sosial Facebook  yang terdapat pada grup Adebully. Data berupa penggalan-penggalan tuturan yang melanggar prinsip kesantunan. Penyediaan data dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis heuristik. Analisis heuristik merupakan proses berpikir seseorang untuk memaknai sebuah tuturan langsung. Teknik analisis heuristik berusaha untuk mengidentifikasi daya pragmatik sebuah tuturan dengan merumuskan hipotesis-hipotesis dan kemudian mengujinya dengan data-data yang tersedia. Tahap yang dilaksanakan seteleh manganalisis data adalah menyajikan hasil analisis data. Hasil analisis data dalam penelitian ini,  disajikan secara informal. yaitu penyajian hasil analisis data dengan menggunakan kata-kata biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan remaja pesisir Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal tidak santun, kareana terjadi pelanggaran-pelanggaran prinsip kesantunan, yaitu pelanggaran maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penerimaan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesetujuan, maksim kesimpatian, dan maksim pertimbangan. Saran dari hasil penelitian ini adalah orang tua hendaknya selalu memperhatikan dan mengawasi bahasa anak-anaknya, tidak hanya bahasa lisan tetapi juga bahasa tulisnya. Guru hendaknya mengontrol penggunaan bahasa siswa, terutama dalam bahasa yang digunakan dalam Facebook. Kaum remaja hendaknya selalu santun berbahasa dan dapat mengendalikan emosi.Kata Kunci: kesantunan, facebook, remaja pesisir
TINDAK TUTUR ESKPRESIF PERCAKAPAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK RAUDATUL ATHFAL BAITUL IMAN TEGAL DAN IMPLIKASINYA Saputri, Wijanti Dwi; Triana, Leli; Khotimah3, Khusnul
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tindak tutur ekspresif percakapan anak usia 4-5 tahun di TK Baitul Iman Kota Tegal dan implikasinya terhadap dalam bahasa Indonesia di SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur ekspresif pada percakapan anak usia 4-5 tahun di TK Raudatul Athfal Baitul Iman Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal dan mendeskripsikan implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah bentuk tuturan siswa yang berusia 4-5 tahun, sedangkan wujud data berupa tuturan yang mengandung tindak tutur ekspresif. Teknik penyediaan data menggunakan teknik simak libat cakap (SLC) dan dilanjutkan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan dengan teknik daya pilah unsur penentu. Penyajian hasil analisis data secara informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif pada anak usia 4-5 tahun di TK Raudatul Athfal Baitul Iman Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal terdapat 40 data tindak tutur ekspresif. Keempat puluh data tersebut terbagi dalam lima tindak tutur, yaitu tindak tutur ekspresif menyalahkan, tindak tutur ekspresif mengeluh, tindak tutur ekspresif marah, tindak tutur ekspresif bahagia, tindak tutur ekspresif memuji. Penelitian ini dapat diimplikasikan ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia jenjang SMA kelas X (Sepuluh) pada materi debat.
Strategi Kesantunan Berbahasa Mahasiswa UPS Tegal dalam Percakapan Whatsapp triana, leli; Mulyono, Tri Mulyono
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v13i2.1425

Abstract

Strategi kesantunan berbahasa diperlukan dalam komunikasi verbal tulis mahasiswa UPS Tegal terhadap dosen melalui media WhatApp. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa mahasiswa UPS Tegal dalam berkomunikasi dengan dosen melalui media WhatsApp. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan mahasiswa UPS Tegal kepada dosen ketika berkomunikasi melalui media WhatsApp. Metode penyediaan data dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik dasar, dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan padan pragmatis.Penyajian analisis data dengan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat strategi kesantunan yang digunakan yaitu strategi terus terang, strategi tidak langsung, strategi kesantunan positif, dan strategi kesantunan negatif. (1) Strategi terus terang berupa tuturan yang sangat singkat, tegas, dan terus terang dengan kalimat yang ringkas, tegas, langsung tertuju sasaran. Tuturan dengan strategi ini merupakan tuturan yang kurang santun. (2) Strategi tidak langsung berupa tuturan deklaratif yang bermaksud memerintah (imperatif). (3) Strategi kesantunan positif berupa memberikan simpati, melibatkan penutur dan lawan tutur dalam satu kegiatan, memberikan alasan, dan memberikan hadiah. (4) Strategi kesantunan negatif berupa tuturan berisi sikap pesimis, merendahkan diri, meminta maaf, dan mengajukan pertanyaan.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PROSES BELAJAR DI TK PERTIWI LONGKEYANG DAN IMPLIKASINYA Amaliani, Shofi; Triana, Leli; Riyanto, Agus
Jurnal Skripta Vol 6, No 2 (2020): SKRIPTA NOVEMBER 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v6i2.900

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis peralihan kode dan pencampuran kode, faktor yang memengaruhi terjadinya peralihan dan pencampuran kode pada proses belajar di TK Pertiwi Longkeyang, Bodeh, Pemalang, serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Pendekatan deskriptif kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan. Sumber data adalah tuturan yang terjadi pada proses belajar di TK Pertiwi Longkeyang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Penyediaan data penelitian menggunakan  metode observasi dan menggunakan teknik rekam, teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian terdapat alih kode dan campur kode. Alih kode dibagi menjadi dua jenis yaitu alih kode ke dalam dan alih kode ke luar, Alih kode ke dalam terdapat 5 data, alih kode ke luar 3 data. untuk campur kode terdapat dua jenis yaitu campur kode ke dalam 14 data. Faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode pada proses belajar di TK Pertiwi Longkeyang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang , yaitu faktor lingkungan, faktor suasana, faktor keterbatasan kosa kata dan faktor penggunaan istilah yang dikenal. Implikasinya dapat diterapkan pada pembelajaran bahasa Indonesia yaitu teks negosiasi.