Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERTUMBUHAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PEMBIBITAN UTAMA DENGAN PEMBERIAN Trichoderma KOMPOS DAN PUPUK MAJEMUK LENGKAP Wellys, Chairunnisa Nur; Elidar, Yetti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4370

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi antara pemberian Trichoderma kompos dan konsentrasi Gandasil D, serta mengetahui perlakuan Trichoderma kompos dan konsentrasi Gandasil D yang memberikan pertumbuhan tanaman kelapa sawit terbaik di pembibitan utama. Penelitian dilaksanakan sejak bulan September 2018 sampai Januari 2019, di Perumahan Universitas Mulawarman, Batu Besaung, Sempaja.Hasil penelitian diperoleh pada variabel pengamatan, yaitu: tinggi tanaman, lingkaran bonggol, jumlah pelepah daun, dan panjang pelepah daun. Interaksi antara Trichoderma kompos dan Konsentrasi Gandasil D menunjukan berbeda tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Trichoderma kompos menunjukan berbeda sangat nyata terhadap jumlah pelepah daun umur 4 Minggu Setelah Perlakuan (MSP) dan berbeda yang nyata pada umur 12 MSP tetapi berbeda tidak nyata terhadap variabel pengamatan lain. Kompos 500 g tanaman-1 memberikan pertumbuhan terbaik bagi tanaman kelapa sawit. Konsentrasi Gandasil D menunjukan berbeda nyata terhadap jumlah pelepah daun pada  umur 2 dan 6 MSP, berbeda sangat nyata pada umur 4 MSP, tetapi berbeda tidak nyata terhadap variabel pengamatan yang lain Konsentrasi 6 g Gandasil D L-1 air  memberikan pertumbuhan terbaik bagi tanaman kelapa sawit
Budidaya Tanaman Sirsak Dan Manfaatnya Untuk Kesehatan Elidar, Yetti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol 1, No 1 (2017): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.18 KB) | DOI: 10.24903/jam.v1i1.238

Abstract

Pohon Sirsak memiliki banyak manfaat dalam kesehatan, mulai dari sebagai sumber nutrisi penting untuk pengobatan berbagai penyakit Buahnya, biji, daun, akar dan bahkan kulit dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Sirsak kaya akan karbohidrat dan vitamin tertentu. Buahnya juga membantu dalam menjaga kadar glukosa yang sehat dalam tubuh kita. Penduduk asli dari tempat-tempat di mana pohon-pohon yang tumbuh menggunakannya untuk meredakan gejala beberapa penyakit, termasuk demam dan radang sendi. Di Karibia, daunnya digunakan untuk menyembuhkan deman dengan cara tidur didaunnya. Karena kualitas obat penenang dan sarat yang relaksasi, pohon sirsak bisa membantu dalam merangsang seseorang yang sulit tidur yaitu orang yang menderita insomnia. Buah sirsak dan bijinya juga membantu dalam mengobati penyakit yang berhubungan dengan lambung, terutama yang disebabkan akibat infeksi parasit. Sirsak ekstrak pohon digunakan untuk meringankan rasa sakit yang terkait dengan penyakit seperti radang sendi dan rematik
Budidaya Tanaman Petai di Lahan Pekarangan dan Manfaatnya Untuk Kesehatan Elidar, Yetti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol 1, No 2 (2017): Juni
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.797 KB) | DOI: 10.24903/jam.v1i2.243

Abstract

Petai termasuk salah satu tanaman khas Indonesia yang sangat populer di kalangan masyarakat. Banyak orang yang mengkonsumsi petai sebagai lalapan atau menggunakannya sebagai bahan baku masakan sehari-hari. Budidaya petai dapat dilakukan baik secara monokultur maupunk tumpang sari. Kandungan gizi biji  petai antara lain vitamin A, vitamin C, Kalsium, dan zat besi. Melihat manfaat petai untuk kesehatan serta memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi maka perlu upaya melakukan budidaya tanaman petai sebagai peluang bisnis.
Budidaya Tanaman Seledri Di Dalam Pot Dan Manfaatnya Untuk Kesehatan Elidar, Yetti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.494 KB) | DOI: 10.24903/jam.v2i1.293

Abstract

Tanaman seledri merupakan sayuran yang memiliki banyak manfaat yaitusebagai pelengkap masakan dan memiliki khasiat sebagai obat. Seledri merupakan tumbuhan obat yang telah menjadi produk fitofarmaka, yaitu obat bahan alam yang telah memenuhi criteria aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan, khasiatnya telah dibuktikan secara klinis dan bahan baku yang digunakan dalam produk jadinya telah melalui proses standardisasi. Seledri diindikasikan untuk menurunkan tekanan darah dan dapat digunakan dalam pengobatan hipertensi ringan (BPOM, 2008). Di Indonesia produksi seledri terkendala oleh terbatasnya luas lahan produktif sehingga pilihan teknologi yang tepat untuk mengatasi masalah ini adalah teknologi budidaya di dalam pot atau polybag.
Seed emergence and growth of the short age sugar palm (Arenga pinnata) as a response of seed scarification and liquid organic fertilizer application ELIDAR, YETTI
Asian Journal of Agriculture Vol 2 No 01 (2018)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity & Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g020102

Abstract

Elidar Y. 2018. Seed emergence and growth of the short age sugar palm (Arenga pinnata) as a response of seed scarification and liquid organic fertilizer application. Asian J Agric 2: 8-13. The research was aimed to know the effect of seed scarification and liquid organic fertilizer application to the seed emergence and growth of the short age sugar palm (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr). The research was conducted at two experiments, i.e. (i) effect of seed scarification, and (ii) effect of liquid organic fertilizer application. The first experiment was a single factor designed at Completely Randomized Design (CRD). The factor consisted of 4 scarification technique treatments i.e. s1 = seed abaxial scarification; s1 = seed tip scarification; s3 = seed left and right sides scarification; s4= seed embryo scarification. All treatments were replicated 6 times. The second experiment was arranged at a factorial (3 x 3) using Completely Randomized Design (CRD) with 6 replications. The first factor was the dose/volume of liquid organic fertilizer treatment in concentration of 3 cc L-1 of water (D) consisting of 3 levels i.e. d1 = 300 mL; d2 = 400 mL; d3 = 500 mL, while the second treatment was the interval of liquid organic fertilizer (I) application consisting of 3 levels i.e. i1 = 2 weeks; i2 = 3 weeks; i3 = 4 weeks. Seedling emergence test, germination rate, vigor index and seed germination percentage were measured and the growth parameters such as the plant height increase, plant midrib girth, number of midrib increase, and number of leaves were observed. The results showed that scarification at the embryo part (s4) resulted in the best seed germination percentage of the short age sugar palm at around 99.81%. Combination treatments between 500 mL dose of liquid organic fertilizer in concentration of 3 cc L-1 of water with the interval of 2 weeks (d3i1) produced the best seedling growth of the short age sugar palm.
PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PEMBERIAN DOSIS DAN INTERVAL PUPUK ORGANIK CAIR NASA Elidar, Yetti
JURNAL AGRIMENT Vol 3 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian dosis dan interval pupuk organik cair (POC) Nasaserta kombinasi dosis dan interval POC Nasa terhadap bibit kakao yang terbaik. Penelitiandilaksanakan di pembibitan UPTD Pengawasan Benih Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur padatahun 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4 x 3 dengan limaulangan. Faktor pertama adalah perlakuan dosis POC Nasa dalam konsentrasi 3 cc POC Nasa L-1 air(D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : d0 = 0 ml POC Nasa, d1 = 300 ml POC Nasa, d2 = 400 ml POC Nasa,d3 = 500 ml POC Nasa. Faktor kedua adalah Interval POC Nasa (I) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: i1 = 1minggu, i2 = 2 minggu, i3 = 3 minggu. Dengan demikian terdapat 12 perlakuan dan setiap perlakuandiulang sebanyak 5 kali sehingga jumlah seluruhnya adalah 120 bibit. Data dianalisis secara statistikdan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis POC Nasa 200 ml dalam konsentrasi 3 cc POCNasa L-1 air memberikan tinggi tanaman tertinggi yaitu rata-rata 31.92 cm. Sedangkan interval POCNasa satu minggu sekali memberikan jumlah daun terbanyak yaitu rata-rata 13.40 cm.
Response of Oil Palm Seedling (Elaeis guineensis) In Pre Nursery On Giving Doses of Nasa Liquid Organic Fertilizers and Intervals Elidar, Yetti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i1.4109

Abstract

Response of  Oil Palm Seedling (Elaeis guineensis) In Pre Nursery On Giving Doses of Nasa Liquid Organic Fertilizers  and Intervals. The purpose of this research is to know the doses and interval of Nasa organic liquid fertilizer (OLF) and the combination of dosage and OLF Nasa interval to the best palm seeds in pre nursery. The research was conducted in UPTD Seed Plantation Plantation Supervision of East Kalimantan Province in 2015. The study used Factorial completely randomized design (CRD)  5 x 4 with nine replications. The first factor was the treatment of OLF Nasa doses in a concentration of 3 cc OLF Nasa per liter of water (D) consisting of 5 levels, namely: d0 = 0 ml OLF Nasa, d1 = 300 ml OLF Nasa, d2 = 400 ml OLF Nasa, d3 = 500 ml OLF Nasa and d4 = 600 ml OLF Nasa. The second factor is the treatment of OLF Nasa (I) Interval Interval consisting of 4 levels, namely: i1 = 1 week, i2 = 2 weeks, i3 = 3 weeks and i4 = 4 weeks. Thus there were 16 treatments and each treatment was repeated 9 times so that the total was 180 seeds. Data were analyzed statistically and tested further with the smallest real difference test (BNT) at 5% level.The results showed that the dosage of 500 ml OLF in the concentration of 3 cc OLF Nasa liter-1 of water gave the highest plant height that is an average 28.73 cm. While the OLF Nasa interval once a week gives the highest plant height is an average of 29.33 cm.
KARAKTERISTIK AGRONOMIS TANAMAN AREN GENJAH (Arenga pinnata) DAN KAKAO (Theobroma cacao L.) SEBAGAI TANAMAN SELA MELALUI PEMUPUKAN PADA PENANAMAN SISTEM JALUR Elidar, Yetti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i1.4636

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk SP-36 dan pupuk kotoran kambing terhadap karakteristik agronomis tanaman aren genjah yang terbaik dan hasil tanaman kakao sebagai tanaman sela serta intensitas serangan hama dan penyakit pada penanaman sistem jalur. Penelitian dilaksanakan di lahan di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan diulang sebanyak 4 kali. Percobaan faktorial terdiri dari 2 faktor, sebagai faktor pertama adalah  pupuk SP-36 (p) terdiri dari 3 taraf: p0 = 0 kg tanaman-1 (kontrol); p1 = 0.4 kg tanaman-1; p2 = 0.8 kg tanaman-1. Faktor kedua adalah pupuk kotoran kambing (k) terdiri dari 3 taraf: k0 = 0 kg tanaman-1 (kontrol); k1 = 7.5 kg tanaman-1; k2 = 15 kg tanaman-1. Variabel yang diamati meliputi: 1) tanaman aren genjah: a. batang: lilitan batang, b. daun: panjang tangkai daun, jumlah daun (pelepah), panjang racis daun, jumlah anak daun, panjang anak daun, lebar anak daun, panjang tangkai pelepah, tebal tangkai pelepah, 2) tanaman kakao: hasil buah kakao dan intensitas serangan hama dan penyakit 3) analisis sifat kimia tanah : pH, C-organik, N, P, K, Kation basa, Kation asam, KTK dan Kejenuhan basa, 4) analisis mikroorganisme tanah. Data dianalisis dengan sidik ragam dan jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Sedangkan analisis karakteristik kimia tanah menggunakan kriteria penilaian status kimia tanah dan status kesuburan tanah dari Pusat Penelitian Tanah.Hasil penelitian pemberian pupuk SP-36 menunjukkan berbeda sangat nyata  terhadap karakteristik batang tanaman aren genjah yaitu lilitan batang umur 6 bulan setelah perlakuan (bsp) dan 9 bsp serta berbeda nyata terhadap karakteristik daun tanaman aren genjah yaitu panjang tangkai daun umur 3 bsp, 6 bsp dan 9 bsp, panjang racis daun umur 9 bsp dan jumlah pelepah umur 9 bsp. Pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 0.8 kg tanaman-1 (p2) memberikan pertumbuhan tanaman aren genjah yang terbaik.Perlakuan pupuk kotoran kambing serta interaksi antara pupuk SP-36 dan pupuk kotoran kambing berbeda tidak nyata terhadap tanaman aren genjah pada semua variabel pengamatan dan hasil buah  kakao.Hasil pengamatan rata-rata intensitas serangan hama pada buah kakao adalah 58.94% dan termasuk kedalam kategori rusak sedang. Sedangkan rata-rata intensitas serangan penyakit pada buah kakao adalah 33.34% dan termasuk kedalam kategori rusak ringan.Hasil analisis sifat kimia tanah menunjukkan pH tanah 5.49 (masam), kandungan C organik 3.51% (sedang), C/N rasio 17.13 (tinggi), N 0.20 (rendah), P 4.00 (rendah) dan K 100.68 (tinggi).Hasil analisis mikroorganisme tanah menunjukkan lahan penelitian teridentifikasi bakteri terdiri dari 2 Famili yaitu Azotobacteraceae dan Bacillus, jamur dengan genus Trichoderma serta Nematoda terdiri dari 3 genus yaitu Rotylenchus, Rabditis dan Dorylaimus. Mikroorganisme tanah tersebut berperan sebagai biofertilizer, biofungisida dan dekomposer.
Budidaya Jeruk Lemon (Citrus medica) di Polibag dan Manfaatnya untuk Kesehatan Elidar, Yetti; Purwati, Purwati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v5i2.1488

Abstract

Jeruk lemon merupakan buah yang kaya akan vitamin C. Buah lemon selain untuk pelengkap masakan, juga sebagai minuman yang menyegarkan dan menyehatkan. Budidaya jeruk lemon relatif mudah dan dapat dilakukan di polibag. Penyuluhan ini bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya jeruk lemon di polibag dan manfaatnya untuk kesehatan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan ceramah dan praktek. Hasil kegiatan penyuluhan berjalan dengan baik dan diikuti oleh peserta penyuluhan untuk mendapat pengetahuan tentang budidaya jeruk lemon di polibag dan manfaatnya untuk kesehatan keluarga. Kegiatan penyuluhan menunjukkan keberhasilan yaitu penanaman jeruk lemon di polibag oleh para peserta penyuluhan.