Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TEORI KECERDASAAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLEGENCE) DAN TEORI KECERDASAN EMOSI (EMOTIONAL INTELLIGENCE) SERTA RELEVANSINYA DENGAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM Masjudin, Masjudin; Sahyudin, Sahyudin
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 15 No. 1 (2017): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk unik. Manusia tidak pernah puas dengan apa yang di dengar dan di peroleh dari orang lain, apa yang di sampaikan orang lain belum tentu di terima sepenuhnya karena akan di olah dan disimpulkan sendiri berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Manusia lahir dengan anugrah kecerdasan yang melekat padanya, yang dalam tulisan ini akan di uraikan dua jenis kecerdasan, kecerdasan majemuk dan kecerdasan emosi serta relevansinya dengan konsep pendidikan islam. Dalam konsep pendidikan islam sendiri dua jenis kecerdasan ini sesungguhnya telah di gariskan dalam ayat-ayat al-qur’an. Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Logis-Matematis, Kecerdasan Visual, Kecerdasan Visual, Kecerdasan Kinestetik, Kecerdasan intrapersonal, Kecerdasan interpersonal, Kecerdasan Naturalis merupakan bagian kecerdasan majemuk. Sedangkan konsep pendidikan islam tentang kecerdasan emosi adalah kesadaran diri, termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 222, yang artinya “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat, dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”, Pengendalian diri (self regulations/self directions) termaktub dalam surat surat Ali-Imran ayat 134 yang artinya “ …dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang lain. Allah sangat menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”, dan terakhir Empathy dan sosial skill
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI POKOK SPLDV KELAS VIII SMPN 3 LINGSAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Satrianti, Satrianti; Masjudin, Masjudin; Yulianti, Sri
Media Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.782 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v3i1.1822

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan upaya meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa pada materi pokok SPLDV kelas VIII SMPN 3 Lingsar melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yang memuat tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B SMPN 3 Lingsar yang terdiri dari 27 siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif berupa data hasil observasi siswa dan pendekatan kuantitatif yang berupa data hasil tes evaluasi hasil belajar siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar yang diberikan setiap akhir siklus dan lembar observasi untuk memperoleh gambaran langsung tentang kegiatan belajar matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achivement Division. Hasil penelitian siklus I diperoleh skor rata-rata aktivitas belajar siswa 2,13 yang berada pada kategori aktif dan presentase ketuntasan klasikal 51,85% dengan rata-rata nilai 64,66, sedangkan pada siklus II  skor rata-rata aktivitas belajar siswa 2,5 yang berada pada kategori sangat aktif dan presentase ketuntasan klasikal 92,30% dengan nilai rata-rata 84,42. Dengan melihat presentase hasil belajar siswa secara klasikal telah tercapai dan aktivitas belajar siswa sudah berada pada kategori sangat aktif. Dengan demikian, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achivement Division dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa kelas VIII-B SMPN 3 Lingsar .
PENERAPAN KERANGKA KERJA ELPSA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MTS. IHYA ULUMUDDIN AL-MAARIF KABUL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Wahyuni, Khaerumin Alvi; Masjudin, Masjudin; Yuntawati, Yuntawati
Media Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.552 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v5i2.1791

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa di MTs. Ihya Ulumuddin Al-Maarif Kabul. Hal ini disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan guru selalu monoton seperti: (1) Pada saat guru menyampaikan suatu materi baru, guru jarang membangkitkan pengetahuan siswa dengan pengalaman (Experience) sebelumnya, (2) Guru tidak menggunakan bahasa (Language) yang tepat yaitu bahasa yang sederhana dan jelas yang dapat dipahami oleh siswa untuk mendeskripsikan ide-idenya, (3) Guru jarang menggunakan benda konkrit dan gambar (Pictorial) dalam membantu atau menjembatani pemahaman siswa, (4) Guru biasanya hanya mendeskripsikan simbol (Symbol) menggunakan notasi untuk memahami suatu materi, dan (5) Guru jarang mengaplikasikan (Application) pemahaman siswa terhadap materi yang berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari. Adapun tujuannya adalah untuk mendeskripsikan penerapan kerangka kerja ELPSA yang dapat meningkatkan hasil  belajar  matematika siswa  MTs.  Ihya  Ulumuddin Al-Maarif Kabul  pada  materi himpunan tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  yang  terdiri  dari  empat  tahap,  yaitu:  tahap  perencanaan,  tahap  pelaksanaan tindakan,  tahap observasi, dan tahap refleksi. Pada tahap perencanaan, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di buat oleh Masjudin, M.Pd dan Ita Chairun Nissa, M.Pd. Sampel dalam penelitian ini yaitu semua siwa kelas VII MTs. Ihya Ulumuddin Al-Maarief Kabul. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes evaluasi sedangkan teknik analisis datanya dilakukan secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data tersebut, ketuntasan klasikal yang dicapai pada siklus I adalah 60 % sedangkan pada siklus II 86,66 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kerangka Kerja ELPSA dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi himpunan kelas VII MTs. Ihya Ulumuddin Al-Maarif Kabul.
PENGEMBANGAN KOMIK MATEMATIKA BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI PERSEGI PANJANG BAGI SISWA KELAS VII Nendasariruna, Tiadia; Masjudin, Masjudin; Abidin, Zainal
Media Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.345 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v4i2.374

Abstract

Learning mathematic was not only depended on materiel what was taught, but also it was depended on how materiel source was provided. The interesting of learning media was cause on student and learning characteristic. Therefore this research aimed to develop the valid mathematic comic for students with contextual approach. Contextual approach is a learning concept in which students were brought to think about the real situation or something which had relationship with the experience which was ever found in their daily activity. The type of this research was development research. Development model used was DDD-E, that was decide, design, develop, and evaluate. Data collection technique in this research was with learning module validation, evaluation test, and student respond questionnaire. The sample in this research was the seventh-F grade student at SMPN 11 Mataram. According to result of data analysis, validation test result of media professional was 4,38 with valid category, the test result of materiel professional validation was 4,2 with valid category and classical student learning completeness percentage result was 80% whereas student respond average was 4,22 with high category. It can be concluded that mathematic comic based on contextual on ractangular materiel was valid, effective and practice for seventh grade student at SMPN 11 Mataram.
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SEGIEMPAT PADA SISWA KELAS VII SMPN Fergiyanti, Mira; Masjudin, Masjudin
Media Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.576 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v4i1.119

Abstract

This research aimed to the influence of Problem Based Learning (PBL) toward Student Activity and Learning outcomes At Seventh Grade Students of SMPN 4 Lingsar In Academic Year 2015/2016 in absorbing and the materiel given by the teacher with looking observation sheets and student learning outcomes using problem based learning method. problem based learning was the problem giving method relating with daily activity to students then students according to group looked for solution alternative to solve the problem. The type of this research is experiment research. The design of this research is quasi experiment with ?pretest-posttest group design?. The population of this research was the seventh grade students at SMPN 4 Lingsar which were four classes. Sample interpretation technique was determined with purposive sampling, so that this was acquired seventh-A class as experiment class and seventh-B class as control class. According to the result of data analysis was acquired student activity score in experiment class that was 82, 75% with so active category and activity score in control class was 53% with active enough category. Statistic test result (t-test) showed that tcount was 4,878 on the significant (two directions) that were 0,000 with 39 free degrees and it was acquired table test 1,684. Because t count was 4,878 > ttable (1,684) and significant level was 0,000 and ? was 0, 05 (sig< ?). Therefore it can be concluded that noel hypothesis (Ho) was rejected and alternative hypothesis was accepted or it can be concluded that there is the significant difference after given treatment, that means there is the influence of Problem Based Learning (PBL) toward Student Activity and Learning outcomes At Seventh Grade Students of SMPN 4 Lingsar In Academic Year 2015/2016.
TEORI BELAJAR SKINNER BERBASIS TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Masjudin, Masjudin; Hayatunnupus, Hayatunnupus
Media Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.196 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v2i1.1844

Abstract

Pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 5 Lingsar mengalami masalah, dimana daya serap siswa terhadap materi lamban, kemudian siswa kurang berani untuk mencoba menjawab atau mengemukakan pendapatnya yang mengakibatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya inovasi guru dalam menggunakan model pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Lingsar pada materi pokok kubus dan balok  dengan menerapkan teori belajar Skinner berbasis talking stick. Teori belajar Skinner berbasis talking stick merupakan perpaduan antara teori dengan metode pembelajaran yang mampu menghasilkan sprit bagi siswa dan guru dalam menciptakan suasana belajar yang aktif sehingga aktivitas dan prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII.B Semester Genap SMP Negeri 5 Lingsar yang terdiri dari 25 siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes evaluasi. Indikator keberhasilan penelitian adalah aktivitas belajar siswa minimal berkategori aktif dan prestasi belajar siswa mencapai ketuntasan ? 85% siswa mendapatkan nilai ? 60. Dari hasil penelitian pada siklus I diperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 2,33 dengan kategori cukup aktif dan hasil evaluasi diperoleh persentase ketuntasan klasikal 78,95%. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas dan prestasi belajar siswa belum mencapai indikator keberhasilan penelitian. Oleh karena itu dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II diperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa 3,19 dengan kategori aktif dan hasil evaluasi diperoleh persentase ketuntasan klasikal 90%. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas dan prestasi belajar siswa sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa melalui penerapan teori belajar Skinner berbasis talking stick dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Lingsar pada materi pokok kubus dan balok
IMPLIMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS BERTANYA PRODUKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA Kurniawan, Ade; Masjudin, Masjudin
Media Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.086 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v6i2.1087

Abstract

The problems in mathematics learning at MTs NW Linsar are low of student?s social skills and cognitive abilities. Students are less active in discussing learning. Students are less accustomed to asking questions or given questions. Interactions that occur often one direction from teacher to student. In fact, it becomes a mindset that mathematical people are often identified with people who are unable to communicate, lack socialization, and seem to be absorbed in their own fun. In an effort to overcome these problems researchers implemented mathematical learning based on productive questions. Therefore, the purpose of this study was to improve the social skills and cognitive abilities of students through the implementation of productive mathematics-based learning tools. Productive questioning is a questioning process by giving open, structured, and systematic questions to students to get an understanding of a concept. The type of this research is research is Classroom Action Research (CAR). This research was conducted at NW Lingsar MTs with 27 students. The instrument of this research is the Social Skills observation sheet and student cognitive ability evaluation test sheets. Based on the results of data analysis, in the first cycle the average score of students' social skills was 74.2% with the Good category. The cognitive ability score reaches an average of 73.2% which is in the high category. Furthermore, in the second cycle, the average score of students' social skills reached 89.2% with the Very Good category. The score of cognitive abilities reached an average of 93.3% which was in the very high category. Thus, it can be concluded that the implementation of productive questioning based learning can to improve social skills and student cognitive abilities on subject matter Set at MTs NW Lingsar in academic year  2017/2018.
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMPN 13 MATARAM PADA MATERI BANGUN RUANG Hamsiah, Hamsiah; Masjudin, Masjudin; Kurniawan, Ade
Media Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.223 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v5i2.1462

Abstract

Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah guru mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa. Kemampuan penalaran merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki siswa. Guru memiliki peran penting untuk mendapatkan informasi tentang penalaran siswa. Hal ini karena penalaran bagi siswa dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan untuk dapat memecahkan suatu masalah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa pada materi bangun ruang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMPN 13 Mataram. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian tes kemampuan penalaran matematis siswa, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang atau sebesar 3,57% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran sangat baik, sebanyak 6 orang atau sebesar 21,428% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran baik, sebanyak 5 orang atau sebesar 17,859% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran cukup, sebanyak 12 orang atau sebesar 42,859% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran kurang baik, sebanyak 4 orang atau sebesar14,285% dari sampel penelitian memiliki kemampuan penalaran sangat kurang baik. Setelah dilakukan wawancara kepada 5 siswa yang dipilih sesuai dengan nilai yang telah dicapai dan tergolong dalam kategori kemampuan penalaran sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang baik. Terlihat bahwa siswa mampu menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal, tetapi pada saat tes tulis siswa tidak bisa menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal. Dengan demikian dapat ditarik simpulan bahwa sebagian besar siswa masih kurang mampu menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal sebelum menjawab soal.
PENERAPAN METODE EPA (EKSPLORASI, PENGENALAN DAN APLIKASI KONSEP) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Masjudin, Masjudin; Nilawati, Nilawati
Media Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.486 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v2i1.1845

Abstract

Pembelajaran klasikal/tradisional masih diterapkan di Madrasah Aliyah Darussalam Bermi. Dengan metode pembelajaran ini mengakibatkan dalam pembelajaran yang aktif hanya siswa yang mempunyai daya serap lebih cepat (pintar) sedangkansiswa yang lemah daya serapnya menjadi pasif. Olehkarena itu, peneliti mencoba menerapkan metode pembelajaran EPA (Eksplorasi, Pengenalan dan Aplikasi Konsep) dalam proses belajarmengajar. Adapun tujuannya adalah  untuk meningkatkan aktivitas dan hasil  belajar siswa pada materi pokok perbandingan trigonometri. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan beberapa siklus kepada siswa kelas X MA Darussalam Bermi sebagai populasi dan siswa kelas XB yang berjumlah 34 orang sebagai sampel penelitiannya.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes evaluasi dan observasi sedangkan teknik analisa datanya dilakukan secara deskriptif. Ketuntasan klasikal  yang dicapai pada siklus I adalah 63,33 % sedangkan pada siklus II 93,33 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran EPA (Eksplorasi, Pengenalan dan Aplikasi Konsep) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi pokok trigonometri kelas X B MA Darussalam Bermi .
Pembelajaran Kooperatif Investigatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Materi Barisan Dan Deret Masjudin, Masjudin
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.927 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i2.687

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal di SMAN 1 Batu, ditemukan permasalahan dalam pembelajaran matematika di kelas XII IPA 3. Permasalahan tersebut adalah: (a) Siswa tidak terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar; (b) Sebagian besar siswa belajar matematika hanya dengan menghafal rumus; dan (c) guru mendominasi dalam pembelajaran. Akibatnya, siswa tidak dapat memahami materi pelajaran dengan baik sehingga  hasil belajar matematika siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa materi barisan dan deret melalui pembelajaran kooperatif investigatif  di kelas XII IPA 3 SMAN 1 Batu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Instrumen pengumpulan data meliputi Lembar evaluasi, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, format wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi yang meliputi Lembar Kerja Siswa (LKS) dan dokumentasi pembelajaran di kelas (photo). Kriteria keberhasilan yang ditetapkan pada penelitian ini adalah siswa mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 75. Data hasil tes akhir menunjukkan bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 77. Dengan demikian, kiteria keberhasilan yang ditetapkan untuk hasil tes akhir telah tercapai. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif investigatif dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi barisan dan deret.