Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS UJI KUAT TEKAN DAN UJI DAYA SERAP AIR PADA BATAKO DARI PEMANFAATAN TAILING LAHAN BEKAS PENAMBANGAN TIMAH Sandy, Boy Dian Anugra; Guskarnali, Guskarnali; Mahardika, Robby Gus
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.335 KB) | DOI: 10.22225/pd.8.2.1409.213-221

Abstract

To reduce the negative impacts of tin tailings, better management is needed by optimizing the utilization. One effort that can be done is by increasing its use as a building material in the form of concrete brick. The research area is located at the former mining location in Merawang District, Bangka, Bangka Belitung Islands Province. This study aims to find out in detail about the compressive strength test and water absorption test of the concrete brick from the utilization of tin tailings taken from 6 locations of the former tin mine. The highest compressive strength test results obtained 59.87 kg/cm2 and the smallest absorption capacity of 3.67% in samples 4. From these data it can be seen that the brick from tin tailings can be used for building construction materials. The results of this study can provide information for the use of tin tailings as building construction materials in Merawang District, in supporting development programs as well as handling environmental problems. Untuk mengurangi dampak negatif dari tailing timah, maka perlu pengelolaan yang lebih baik dengan memanfatkan kembali secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan kegunaannya sebagai bahan bangunan berupa batako. Daerah penelitian terletak pada lokasi bekas penambangan di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini betujuan mengetahui secara detail mengenai uji kuat tekan dan uji daya serap air pada batako dari pemanfaatan tailing timah yang diambil dari 6 lokasi bekas tambang timah. Diperoleh hasil uji kuat tekan terbesar 59.87 kg/cm2 dan daya serap terkecil 3.67% pada sampel 4. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa batako dari tailing timah bisa digunakan untuk bahan konstruksi bangunan. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan informasi untuk pemanfaatan tailing timah sebagai bahan konstruksi bangunan di Kecamatan Merawang, dalam mendukung program pembangunan sekaligus penanganan masalah lingkungan.
PENGEMBANGAN OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI DESA TANJUNG LABU KECAMATAN LEPAR PONGOK BANGKA BELITUNG Guskarnali, Guskarnali; Irvani, Irvani; Andini, Delita Ega
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai macam wisata dan budaya yang patut untuk dikembangkan. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengembangkan wisata lokal yang ada di indonesia khususnya di desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok. Di daerah ini salah satu wisata yang terkenal dan sedang dalam proses pengembangan yaitu wisata Pantai Lampu. Pantai ini berada di bagian sebelah ujung desa tanjung labu tidak jauh dari pemukiman warga. Pantai ini memiliki air yang jernih dan pasir yang putih dan bersih. Melihat potensi yang ada dari pantai tersebut, sudah selayaknya pemerintah melakukan pengembangan terhadap wisata Pantai Lampu. Mahasiswa KKN TEMATIK UBB XIII yang mengabdi di Kecamatan Lepar Pongok ikut turut serta membantu dalam proses pengembangan pantai tersebut bekerja sama dengan pemerintah sekitar. Pantai ini sempat di kembangkan sebelumnya namun karena tidak di rawat dengan baik maka pantai tersebut kembali ditinggalkan dan jarang dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Pengembangan Pantai Lampu yang dilakukan berupa pembangunan beberapa infrastuktur serta pembersihan pantai. Ada beberapa program yang dilaksanakan di pantai tersebut yaitu pembuatan spot bakar ? bakar, gapura pembuatan spot foto, pagar pembatas, serta arena bermain untuk para pengunjung.
ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PULAU PANJANG DAN PULAU TINGGI KABUPATEN BANGKA SELATAN Andini, Delita Ega; Guskarnali, Guskarnali; Irvani, Irvani
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 2 No 3 (2019): IKRAITH-ABDIMAS VOL 2 NO 3 BULAN NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.31 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan merupakan negarakepulauan. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat salah satu sektor yang palingmendukung berdasarkan letak geografis yaitu sektor pariwisata. Bangka Belitung merupakan salahsatu provinsi yang merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari Pulau Bangka dan PulauBelitung. Bangka Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang beberapa kecamatannya beradadi gugusan pulau. Pulau Panjang dan Pulau Tinggi merupakan pulau yang ada di Bangka bagianpaling Selatan yang mempunyai potensi wisata bahari yang mememungkinkan meningkatkanperekonomian masyarakat lokal. Namun kendala pengembangan potensi pariwisata yaitu padasarana dan prasarana yang ada di Pulau Panjang dan Pulau Tinggi. Strategi pengembangan wisatabahari dilakukan dengan memaksimalkan kekuatan dan mengambil semua peluang untukmemperkenalkaan pulau-pulau yang ada di Desa Penutuk, Bangka Selatan.
Water Quality Testing On Inconventional Mining Area In Merawang District, Bangka Regency Rosita, Alfitri; Andini, Delita Ega; Guskarnali, Guskarnali
PROMINE Vol 6 No 2 (2018): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.359 KB) | DOI: 10.33019/promine.v6i2.935

Abstract

This research about water quality testing on unconventional mining land in Merawang District,Bangka Regency to be used as a water source for fulfilling daily needs for the surroundingcommunity.Sampling is done by purposive sampling by taking into account the considerationof the condition and state of the landscape from the research area. The sample points weretaken as many as 2 samples with different conditions where sample 1 was obtained from thewater under the results of the dominant tin mine tailings in the form of sandstone and claystones and sample 2 from the water under the results of tin mine tailings in the form of kaolin.The taking distance from the two samples is close to about 5 Km. From the results of fielddata collection and laboratory analysis, the pH value in sample 1 was 5.71 and sample 2 was5.57, TSS had a value in sample 1 of 7 mg / L and sample 2 of 8 mg / L, while the TDS valuein sample 1 was 92 mg / L and sample 2 was 8 mg / L. Whereas from laboratory analysis ofdissolved metals obtained values in sample-1 and sample-2 in the form of copper (Cu) havethe same value of 0.0153 and lead (Zn) 0.0531 while sample-2 value of lead dissolved metal(Zn) is 0, 0977. From the chemical and physical parameters and analysis of dissolved metalsif based on the Minister of Health Regulation No. 416 ,1990 about Water QualityRequirements and Supervision and Government Regulation No. 82, 2001 aboutManagement of Water Quality and Water Pollution Control is still classified under the qualitybook and is determined by the value of the Pollution Index based (IPj) on the Decree of theMinister of Environment Number 115,2003 about Guidelines for Determining the Status ofWater Quality. This method is used to determine the level of pollution relative to permittedwater quality parameters. The results obtained indicate that the water quality in the twosamples is categorized as inappropriate (light polluted) as a drinking water qualityrequirement because it has a pollution index value for designation (IPj ) sample-1 was 2.15and sample-2 was 1.86.
Pendekatan Semivariogram Anisotropik dalam Metode Ordinary Kriging (OK) terhadap Pola Penyebaran Mineral Ikutan Timah Amelia, Ririn; Guskarnali, Guskarnali
PROMINE Vol 8 No 1 (2020): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/promine.v8i1.1828

Abstract

Unconventional mining is still the choice of the people of Bangka Island. One of the locations on the Bangka islands that still conduct tin mining activities on a small scale or community scale is Sambung Giri Hill, Merawang District, Bangka Regency. Based on understanding distribution patterns of the mineral will provide a general description that can prevent and minimize damage caused by mining activities. Interpolation of Tin (Sn), zircon (Zn) and hematite (Fe2O3) using anisotropic semivariogram in the Ordinary Kriging method uses the distribution pattern of each of these minerals. In this method uses the best anisotropic semivariogram model of each mineral. Models that are more suitable for hematite and zircon minerals are exponential, whereas tin uses the Gaussian model. Based on the results of the Ordinary Kriging method, the mineral distribution pattern was obtained in accordance with the east direction around the Sambung Giri Hill. The estimated pattern of mineral distribution, provides a general description that can minimize environmental damage due to mining activities in Sambung Giri Hill.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN LOGAM TANAH JARANG (LTJ) PADA TAILING TIMAH MENGGUNAKAN ALAT XRF PORTABLE DAN XRF MAX/PORTRACE-KECAMATAN MERAWANG Guskarnali, Guskarnali; Manik, Benget Harmoko; Mahardika, Robby Gus; Anugrah Sandy, Boy Dian
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.7934

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka dengan sampel pasir hasil tailing timah sebagai bahan uji dalam mengaplikasikan penerapan dua instrument (alat) yaitu alat X-Ray Fluorescence (XRF) Portable dan X-Ray Fluorescence (XRF) Max/Portrace dalam mengetahui unsur mineral logam tanah jarang. Metode penelitian diawali dengan pencucian sampel pasir untuk menghilangkan kotoran yang menempel di butiran pasir lalu dilakukan pengeringan, pengecilan ukuran butir dari sampel pasir dengan Hardgrove Grindability Index (HGI) dan kemudian dilakukan pengayakan menggunakan Sieve Shaker dengan ukuran 60,80,120,200 dan –200 mesh. Analisis yang digunakan untuk mengidetifikasi keberadaan logam tanha jarang menggunakan sampel pasir under size (-200mesh).  Hasil pengujian dari kedua alat tersebut dapat mengidentikasi unsur mineral sebanyak 44 mineral untuk X-Ray Fluorescence (XRF) Max/Portrace sedangkan alat X-Ray Fluorescence (XRF) Portable sebanyak 11 unsur mineral. Berdasarkan pengujian sampel pasir pada alat XRF Portable dan XRF Max/Portrace menunjukkan unsur mineral Sn teridentifikasi lebih banyak terutama pada SP-2 sebesar 3200 ppm. Uji XRF Max/Portrace lebih dominan mendeteksi mineral Sn sedangkan pada unsur mineral Ti lebih dominan teridentifikasi pada alat XRF Portable terutama pada sampel SP-2 sebesar 865 ppm. Penggunaan XRF Portable lebih efektif jika digunakan untuk mengidentifikasi awal keberadaan kandungan Sn yang terdapat pada sampel pasir. Kata-kata kunci: Tailing timah, XRF, logam tanah jarang