Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI DESA TANJUNG LABU KECAMATAN LEPAR PONGOK BANGKA BELITUNG Guskarnali, Guskarnali; Irvani, Irvani; Andini, Delita Ega
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai macam wisata dan budaya yang patut untuk dikembangkan. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengembangkan wisata lokal yang ada di indonesia khususnya di desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok. Di daerah ini salah satu wisata yang terkenal dan sedang dalam proses pengembangan yaitu wisata Pantai Lampu. Pantai ini berada di bagian sebelah ujung desa tanjung labu tidak jauh dari pemukiman warga. Pantai ini memiliki air yang jernih dan pasir yang putih dan bersih. Melihat potensi yang ada dari pantai tersebut, sudah selayaknya pemerintah melakukan pengembangan terhadap wisata Pantai Lampu. Mahasiswa KKN TEMATIK UBB XIII yang mengabdi di Kecamatan Lepar Pongok ikut turut serta membantu dalam proses pengembangan pantai tersebut bekerja sama dengan pemerintah sekitar. Pantai ini sempat di kembangkan sebelumnya namun karena tidak di rawat dengan baik maka pantai tersebut kembali ditinggalkan dan jarang dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Pengembangan Pantai Lampu yang dilakukan berupa pembangunan beberapa infrastuktur serta pembersihan pantai. Ada beberapa program yang dilaksanakan di pantai tersebut yaitu pembuatan spot bakar ? bakar, gapura pembuatan spot foto, pagar pembatas, serta arena bermain untuk para pengunjung.
ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PULAU PANJANG DAN PULAU TINGGI KABUPATEN BANGKA SELATAN Andini, Delita Ega; Guskarnali, Guskarnali; Irvani, Irvani
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 2 No 3 (2019): IKRAITH-ABDIMAS VOL 2 NO 3 BULAN NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.31 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan merupakan negarakepulauan. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat salah satu sektor yang palingmendukung berdasarkan letak geografis yaitu sektor pariwisata. Bangka Belitung merupakan salahsatu provinsi yang merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari Pulau Bangka dan PulauBelitung. Bangka Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang beberapa kecamatannya beradadi gugusan pulau. Pulau Panjang dan Pulau Tinggi merupakan pulau yang ada di Bangka bagianpaling Selatan yang mempunyai potensi wisata bahari yang mememungkinkan meningkatkanperekonomian masyarakat lokal. Namun kendala pengembangan potensi pariwisata yaitu padasarana dan prasarana yang ada di Pulau Panjang dan Pulau Tinggi. Strategi pengembangan wisatabahari dilakukan dengan memaksimalkan kekuatan dan mengambil semua peluang untukmemperkenalkaan pulau-pulau yang ada di Desa Penutuk, Bangka Selatan.
Studi Unsur Tanah Jarang REE di Bagian Barat Bukit Sambung Giri Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Mardiah, Mardiah; Irvani, Irvani
PROMINE Vol 6 No 1 (2018): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.267 KB) | DOI: 10.33019/promine.v6i1.717

Abstract

as long as years. The other mineral associated tin ore mineral very potensial mineral in Bangka Islandis rare earth element REE. They are the future prospect mineral resources, and how in the featuretime this potential must have a high economic value. REE potential not yet explored and exploited welluntil now days in Bangka Island, and was left abundant in ex-mining area. They carried out from thetin ore mining and become mine waste or tailing and then through the stream flows to be suspensionor bed load sediment. The aim of this study is to identify the present rare earth based on surfaceoutcrop samples as vein and rock and to understanding their spatial distribution in The west part ofSambung Giri Hill Merawang District Bangka Regency. Primary data collection of outcrop of rockand vein in Sambung Giri Hill. Geochemical sediments analysis just for identification insemiquantitative the presence of rare earth elements Ce, La, Nd, Sm and Y. Rare earth element ofcerium (Ce), Nd and Sm just ancent in some small sample, but for Lantanum (La) and yittrium (Y)almost presence at all shallow surface veint rock. The spatial distribution of rare earth Ce, La, Nd, Smand Y show heterogeneity in laterally.
Sebaran Nitrat dan Kelimpahan Fitoplankton di Pantai Tanah Merah dan Pulau Semujur Yusuf, Muh.; Pamungkas, Aditya; Hudatwi, Mu’alimah; Irvani, Irvani
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 2, No 2: November 2020
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v2i2.45

Abstract

Perairan Pantai Tanah Merah dan Perairan Pulau Semujur, ke dua lokasi tersebut terletak di Kabupaten Bangka Tengah. Secara Geografis yang membedakan ke dua lokasi tersebut adalah, lokasi yang satu berada di daratan pantai (Tanah Merah) cukup jauh dari pemukiman penduduk, sedangkan lokasi yang lain berada di lingkungan perairan Pulau Kecil (Semujur), yang berpenduduk. Kondisi geografis yang berbeda tersebut dapat menyebabkan  kandungan unsur hara nitrat tentu akan berbeda, karena sumber unsur hara nitrat yang utama berasal dari kegiatan manusia di darat. Tingginya unsur hara Nitrat akan berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton di perairan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan sebaran nitrat dalam kaitannya dengan kelimpahan fitoplankton di laut. Penelitian dilakukan di perairan pantai Tanah Merah dan perairan Pulau Semujur, Kebupaten Bangka Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai April 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nitrat di perairan pantai Tanah Merah sebesar 0.011-0.026 mg/L (St.1-St.4) lebih rendah dibandingkan dengan perairan Pulau Semujur sebesar 0.046-0.10 mg/L (St.9-St.12). Data kelimpahan fitoplankton dan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’) menunjukkan bahwa perairan pantai Tanah Merah sebesar 111.000-134.000 sel/L dan indeks H’ sebesar 2.06 - 2.16 lebih rendah dibandingkan dengan data kelimpahan fitoplankton di perairan Pulau Semujur sebesar 110.000-208.000 sel/L dan indeks H’ sebesar 2.22-2.29. Data pendukung berupa kecepatan arus di perairan pantai Tanah Merah berkisar antara 0.14-0.21 m/d lebih rendah dibandingkan dengan perairan pulau Semujur sebesar 0.22-0.32 m/d.    
Potensi Timah Primer Daerah Nyelanding Berdasarkan Analisis Data Geomagnet Andrian, Nandito; Mardiah, Mardiah; Irvani, Irvani
Jambura Geoscience Review Vol 2, No 2 (2020): Jambura Geoscience Review (JGEOSREV)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jgeosrev.v2i2.5787

Abstract

The village area of Nyelanding is estimated that there are still many regions that have primary tin prospects, this is confirmed by the large number of community mines that are still operating. This research purposes to see the distribution of primary tin mineralization and zones where deposition of tin. This research uses a geomagnetic exploration survey method with back – rover (mobile) system, the length of the track of ±3.5 km. The spacing of 200 m as many as 44 tracks, the direction of the track from south to north with data collection techniques starting from west to east. The data obtained of a magnetic strength value which will then be interpreted into a magnetic anomaly map to determine the location of recommendations. The research method used the Geomagnetic Survey method, of GSM-19 T Magnetometer. The interpretation results, the final map with the lowest magnetic anomaly shows magnetic anomaly values ranging from -7.2 to -3.3 nT at locations 1, 2, 3, the highest magnetic anomaly ranges from -4.6 to 5.0 nT in the southern part which is an area close to community settlements and the village highway of Nyelanding, and the direction of mineral distribution for zone 1 starts from east-west, zone 2 focuses towards the middle which means from southwest-northeast direction or vice versa, zone 3 from southwest-northeast. The upward continuity map 250 and matching the location of samples containing Sn levels around the recommended zone, it is certain that the area has cassiterite minerals in the zone namely zone 1 = (342.760 m2), zone 2 = (4001.770 m2), zone 3 = (372.876 m2).
Studi Unsur Radioaktif Thorium (Th) dan Uranium (U) di Pulau Bangka Pitulima, Janiar; Irvani, Irvani
PROMINE Vol 5 No 2 (2017): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.21 KB) | DOI: 10.33019/promine.v5i2.916

Abstract

As one of the island that producing tin ore mineral (cassiterite), Bangka Island has probably a bigpotential of tin associated mineral that contains radioactive elements like Thorium (Th) and Uranium(U). Th and U can be one of potential future prospect elements expecially for nuclear energy. Th andU elements bearing minerals in Bangka Island not yet exploited. They take out from the tin ore miningand becoming tailing, and then through the surface water flows or shallow sea water as sediment. Thestudy goal is to getting the number of radioactive Th and U elements using surface sediment sampleand then interpretation some part of their spatial distribution form. The Surface sediment data hasbeen collected on 2 sites Kolong in Muntok District West Bangka Regency, 3 sites in MerawangDistrict Bangka Regency, 9 sites in Pangkalpinang City, 2 sites in Central Bangka Regency and 2sites in South Bangka Regency. Chemistry analysis of sediments for identification the presence of Thand U elements. Radioactive element of Uranium (U) almost presence at all shallow surfacesediment 4.842 - 229.2 ppm except nul in 1 sample. Thorium (Th) just presence in a part of sedimentsample. One site as especially case study Kacang Pedang Retention Ponds, shows Th and Uradioactive elements has the heterogenity spatial pattern.