Ardiyani, Vita Maryah
Unknown Affiliation

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMBINASI HIDROTERAPI DAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI GRADE I DI POSYANDU BODROYONO KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Astuti, Paska Lia Umi; Ka'arayeno, Arie Jefry; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi Grade 1 merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung. Pada lansia sering terjadi penyimpitan penyempitan darah yang mengakibatkan hipertensi. Penatalaksaan hipertensi dapat menggunakan terapi non farmakologi salah satunya hidroterapi dan teknik terlaksasi progresif yang bermanfaat untuk mendilatasi pembuluh darah dan memperlancar peredaran darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi hidroterapi dan terknik relaksasi progresif terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi grade 1 di Posyandu Bodroyono Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Sample diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 20 orang. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah pre 106,00 dan tekanan darah post 95,50 dengan selisih rata-rata 10,5. Hasil analisis sebelum dan sesudah diberikan perlakuan kombinasi hidroterapi dan teknik teraksasi progresif diperoleh nilai signifikansi 0,000 (p value ? 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi hidroterapi dan terknik relaksasi progresif terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi grade 1 di Posyandu Bodroyono Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Saran untuk peneti selanjutnya lebih mengembangkan faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah pada lansia dan membantu pasien hipertensi untuk menerapkan hidroterapi dan teknik relaksasi progresif dalam kehidupan sehari-hari. Hypertension Grade I is a common cause of stroke and heart attack. In the elderly there is often a narrowing of blood clots which results in hypertension. Management of hypertension can use non-pharmacological therapy, one of which is hydrotherapy and progressive relaxation techniques that are useful for dilating blood vessels and improving blood circulation. The purpose of this study was to determine the Effectiveness of the Combination of Hydrotherapy and Progressive Relaxation Techniques Against Blood Pressure in Elderly Patients with Grade I Hypertension in Bodroyono Posyandu, Merjosari Village, Lowokwaru District, Malang City. This study used a pre-experimental design with one group pre-post test design. The sample was taken by simple random sampling technique with 20 respondents. Data were analyzed using Wilcoxon test with a significant level of 0.05. The results showed an average blood pressure pre 106.00 and post blood pressure 95.50 with an average difference of 10.5. The results of the analysis before and after given a combination treatment of hydrotherapy and progressive relaxation techniques obtained a significance value of 0.000 (p value ? 0.05), so it can be concluded that the combination of hydrotherapy and progressive relaxation techniques effectively affect blood pressure in elderly hypertension sufferers grade I in Bodroyono Posyandu, Merjosari Subdistrict, Lowokwaru Subdistrict, Malang City. Suggestions for researchers further develop the factors that influence blood pressure in the elderly and help hypertensive patients to apply hydrotherapy and progressive relaxation techniques in everyday life. Keywords: Elderly; Hypertension Grade I; Hydrotherapy; Progressive Relaxation.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KESEPIAN PADA LANSIA YANG DITINGGAL PASANGAN DI DESA MENSERE Munandar, Imam; Hadi, Sugianto; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.792 KB)

Abstract

Kesepian adalah sebuah perasaan dimana orang mengalami kehampaan dan kesendirian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kesepian pada lansia ditinggal pasangan di Desa Mensere. Penelitian ini menggunakan desain deskiptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi spearman rank. Populasi terdiri dari semua lansia yang ditinggal mati pasangan baik laki-laki maupun perempuan, berumur 60 tahun keatas, dan tinggal bersama keluarganya di Desa Mensere dan mengambil sampel sebanyak 35 orang.Hasil penelitian didapatkan sebanyak 32 lansia (91,40%) mengalami kesepian, sedangkan lansia yang mendapat dukungan baik sebanyak 30 orang (85,70%). Hasil uji spearman rank diperoleh koefisien korelasi 0,691 dan nilai sig 2 tailed = 0,000 pada taraf signifikan (? = 0,05), dimana nilai sig < ? (0,000 < 0,05) dengan demikian H0 ditolak artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kesepian pada lansia ditinggal pasangan di Desa Mensere.Dari hasil yang didapat diharapkan lansia yang ditinggal pasangan bisa beradaptasi sehingga tidak mengalami kesepian. Direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya cara pengumpulan data pada dukungan keluarga pada lansia diobservasi. Kata kunci : Dukungan keluarga, kesepian, lansia.
PERBEDAAN PENGETAHUAN GURU SD TENTANG PENANGANAN EPISTAKSIS SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DI KELURAHAN LANDUNGSARI KECMATAN DAU MALANG Elu, Melkianus Dangu; Ariani, Nia Lukita; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2006

Abstract

Cara penanganan epistaksis di sekolah masih beragam dan bahkan cenderung dibiarkan karena dianggap masalah ringan. Hal membuktikan bahwa kejadian epistaksis sering terjadi pada anak di sekolah sehingga guru berperan penting dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan guru SD tentang penanganan epistaksis sebelum dan sesudah edukasi menggunakan media video. Desain penelitian menggunakan one group pre-test and post-test design. Populasi yang digunakan adalah guru SD di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau Malang dengan besar sampel 57 responden. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling. Instrument menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity α=0,05. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberi edukasi menggunakan media video hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan kurang (38,6%) dan sesudah diberi edukasi menggunakan media video hampir seluruh responden memiliki pengetahuan baik (96,5%). Hasil uji statistik didapatkan p=0,000, yang berarti ada perbedaan pengetahuan guru SD tentang penanganan epistaksis sebelum dan setelah edukasi menggunakan media video di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau Malang. Penyampaian materi dengan media video lebih mudah diterima oleh orang awam dalam memahami dan menerapkan pertolongan pertama pada orang yang mengalami epistaksis. How to handle epistaxis in society is still diverse and even tends to be left because it is considered a mild problem. This study aims to determine differences in elementary school teacher knowledge about handling epistaxis before and after education using video media. The study design uses one group pre-test and post-test design. The population used was elementary school teachers in the Landungsari Village , Dau Malang District with a sample size of 57 respondents. Samples were taken by cluster sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using thetest Marginal homogeneity with α = 0.05. The results of the study were obtained before being given education using video media, almost half of the respondents had less knowledge (38.6%) and after being educated using video media, almost all respondents had good knowledge (96.5%). Statistical test results obtained p = 0,000, which means there are differences in elementary school teacher's knowledge about epistaxis handling before and after education using video media in the Landungsari Village, Dau Malang District. Submission of material with video media is more easily accepted by lay people in understanding and applying first aid to people who experience epistaxis. Keywords: knowledge, Epistaxis, video
HUBUNGAN PEMENUHAN EKONOMI KELUARGA DENGAN KECEMASAN PADA LANSIA DI LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA KOTA MALANG Hidayat, Fauzi Riki; Hariyanto, Tanto; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.793 KB)

Abstract

Penurunan-penurunan fisik maupun psikologis dapat dialami pada saat lansia, seperti pendengaran yang mulai berkurang, penglihatan yang mulai kabur, maupun adanya gangguan-gangguan pada organ tubuh, sehingga mulai terjadi gangguan terhadap aktifitas-aktifitas sosial, ekonomi dan kemasyarakatan pada seorang lansia. Fenomena tersebut dapat kita lihat pada lansia Veteran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pemenuhan ekonomi keluarga dengan kecemasan pada lansia di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional study dengan teknik Simple Random Sampling. Populasi adalah lansia Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Malang sedangkan sampel adalah veteran yang mengalami kecemasan sebanyak 56 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Data dianalisis dengan metode uji Pearson?s Correlation (Product Moment). dengan nilai ? = 0,05. Hasil uji statistik Pearson?s Correlation (Product Moment). diperoleh p value sebesar 0,00 dan nilai korelasi sebesar 0,655. Nilai korelasi product moment sebesar 0,655. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara pemenuhan ekonomi keluarga dengan kecemasan pada lansia. Kata Kunci: Pemenuhan Ekonomi Keluarga, Kecemasan Lansia, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIA DI POSYANDU LANSIA “PERMADI RW 02” KELURAHAN TLOGOMAS, KEC.LOWOKWARU-MALANG Aklima, Fasty; Hariyanto, Tanto; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.312 KB)

Abstract

Penurunan fungsi kognitif merupakan suatu kondisi yang berjalan seiring dengan proses penuaan. Salah satu faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif itu adalah dukungan dari orang-orang disekitarnya seperti keluarga, teman, dan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kognitif pada lanjut usia. Penelitian ini dilaksanakan Di Posyandu RW 02 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru-Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dengan menggunakan dua variabel yaitu variabel dukungan sosial sebagai variabel independen dan variabel fungsi kognitif sebagai variabel dependen. Jumlah sampel yang digunakan adalah 32 orang yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrument penggumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner dukungan sosial dan Mini-Mental State Examination. Analisis data menggunakan uji statistik bivariat non-parametik yaitu uji hipotesis korelasi pearson pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan uji korelasi pearson didapatkan p value > 0,05 yaitu 0,058. Dari hasil penelitian analisis data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis penelitian (HI) ditolak, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat fungsi kognitif pada lanjut usia di Posyandu Lansia ?Permadi RW 02? Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru-Malang. Dimungkinkan tingkat kognitif dipengaruhi oleh factor-faktor internal yaitu tingkat pendidikan, riwayat pekerjaan dan aktivitas mandiri. Kata kunci: dukungan sosial, fungsi kognitif, lanjut usia.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DEMGAN PERAWATAN DIRI PADA LANSIA DI TLOGOMAS KOTA MALANG Herwin, Herwin; Wiyono, Joko; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.187 KB)

Abstract

Dukungan keluarga adalah komunikasi verbal dan non verbal, saran, bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan subyek didalam lingkungan sosialnya atau berupa kehadiaran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkah laku penerimanya. Dukungan keluarga terhadap perawatan diri lansia sangat baik karena perawatan diri seseorang itu berasal dari kepribadiannya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perawatan diri pada lansia. Metode analisa data penelitian ini yaitu menggunakan uji statistik korelasi Pearson dengan menggunakan SPPS 17,0 dengan derajat kemaknaan p < 0,05, sampel sebanyak 36 responden pengujian peneliti menggunakan uji statistik pearson correlation. Hasil analisis tabulasi didapatkan bahwa sebanyak(47,22 %) dukungan keluarga tergolong baik. Perawatan diri pada lansia sebagian besar (72,22 %) baik Dari hasil analisis statistik didapatkan nilai p value = 0,013 artinya H1 diterima yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perawatan diri pada lansia. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan perawatan diri pada lansia. Hal ini berdasarkan nilai sig < ? (0,013). Kata Kunci : Dukungan keluarga, Lansia, Perawatan Diri.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN ADL DI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Felpina, Danguwole Jati; Wiyono, Joko; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.83 KB)

Abstract

Dukungan keluarga bagi lansia sangat diperlukan selama lansia mampu memahami makna dukungan keluarga tersebut sebagai penyokong atau penopang kehidupannya. Dukungan keluarga sangat berpengaruh pada kemandirian lansia dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antara hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari diposyandu lansia permadi RW 02 kelurahan tlogomas Malang. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian non eksperimen dengan jenis correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah lansia di RW 02 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Malang yang berjumlah 40 orang. Pengambilan sampel dengan total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistic dengan derajat kemaknaan Hasil uji statistik penelitian sebagian besar dukungan keluarga responden mendapatkan dukungan keluarga yang tinggi dan mandiri yaitu 27 orang (67,5%),sebagian kecil lansia yang mendapat dukungan sedang dan kemandirian ringan yaitu hanya 3 orang (7,5%) yang dibuktikan dengan nilai p-value 0,000 < 0,05. Artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari di Posyandu Lansia Permadi RW 02 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang bersifat positif. Beberapa saran yang dapat direkomendasikan. Bagi peneliti selanjutnya, dengan adanya hubungan yang positif antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia di RW 02 Kelurahan Tlogomas Malang, diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai salah satu acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya guna mencari dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Kata kunci : Dukungan keluarga, Kemandirian lansia
PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI SETELAH PENERAPAN POLA NUTRISI DIET RENDAH NATRIUM III DI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Misda, Misda; Hariyanto, Tanto; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.352 KB)

Abstract

Hipertensi masih menjadi penyakit yang menyebabkan mortalitas dalam jumlah tinggi.Cara penatalaksanaan tekanan darah tinggi yang mudah dilakukan yaitu dengan penerapan pola nutrisi diet rendah natrium III.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penerapan asupan nutrisi diet rendah natrium III terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Kelurahan Tlogomas Kota Malang.Desain penelitian yaitu pra eksperimen dengan one group pretest-posttest design.Sampel sebanyak 20 orang diperoleh melalui teknik purposive sampling.Penerapan diet rendah natrium dilakukan selama dua minggu.Pengukuran tekanan darah dilakukan tiga kali dalam seminggu.Data tekanan darah sebelum penerapan diet rendah natrium dan setelah penerapan diet rendah natrium dianalisis menggunakan uji t berpasangan.Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden (60%) mengalami hipertensi tingkat 1 namun sesudah penerapan asupan nutrisi diet rendah natrium, sebagian besar responden mengalami penurunan tekanan darah menjadi normal. Hasil uji tdidapatkan menunjukkan adanya efektifitas penerapan asupan nutrisi diet rendah natrium terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Proses penyembuhan penyakit hipertensi dapat dilakukan dengan menerapkan diet rendah natrium atau mengurangi konsumsi garam, melakukan olahraga dan tidak merokok.
HUBUNGAN WAITING TIME DENGAN KEPUASAN PASIEN PRIORITAS 3 DI INSTALASI GAWAT DARURAT RS PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Kristiani, Yeni; Sutriningsih, Ani; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.198 KB)

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan suatu unit pelayanan di rumah sakit yang harus memberikan pelayanan yang cepat dan tepat agar tujuan dari pelayanan gawat darurat tercapai dan sekaligus memberikan kepuasan kepada pasien. Salah satu bentuk mutu pelayanan yang sering dikeluhkan masyarakat adalah waktu tunggu (waiting time). Waiting time merupakan salah satu aspek dari dimensi mutu pelayanan. Apabila waiting time dikelola dengan baik, hasil yang didapatkan adalah peningkatan kepuasan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara waiting timedengan kepuasan pasien prioritas 3 di IGD RS Panti Waluya Sawahan Malang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien prioritas 3 yang didapatkan dengan metode purposive sampling sebanyak 30 orang. Data waiting time diperoleh dengan cara observasi menggunakan alat bantu stopwatch, sedangkan untuk mengetahui kepuasan pasien didapatkan dengan cara memberikan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi person produk moment.Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden (27 orang (90%)) menunjukkan wating time yang tepat, sedangkan untuk kepuasan pasien sebagian besar (18 orang (53%)) menyatakan sangat puas. Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi person produk moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara waiting time dengan kepuasan pasien prioritas 3 di IGD RS Panti Waluya Sawahan Malang (p-value 0,025
HUBUNGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP KEPUASAN PASIEN SECTIO CAESARIA (SC) DI RUANG BERSALIN RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG Yuliani, Yuliani; Hariyanto, Tanto; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.52 KB)

Abstract

Sectio Caessaria adalah tindakan mengeluarkan janin melalui sayatan perut, yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan komunikasi terapeutik untuk mengurangi kecemasan dalamoperasi. Komunikasi terapeutik adalah salah satu intervensi perawat dalam berkomunikasi dimana seorang perawat harus memberikan manfaat terapeutik bagi pasien proses serta merupakan penyembuhan untuk mencapai kepuasan pasien. Kepuasan pasien terjadi ketika kebutuhan, keinginan,harapan dapat dipenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pelaksanaan komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien di ruang bersalin. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Metode penelitian ini adalah korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang menjalani SC di Rumah Sakit Panti Waluya Malang sesuai dengan kriteria inklusi dan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 22 responden. Data dikumpulkan dengan mengamati pelaksanaan komunikasi terapeutik dan dengan menggunakan kuesioner kepuasan pasien yang menjalani SC. Analisis data yang digunakan untuk membuktikan hipotesis adalah Pearson product analisys saat untuk menentukan hubungan dari pelaksanaan komunikasi terapeutik pada kepuasan pasien SC, dengan hasil (p) = 0,086, dengan Sig 0,086> 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa Ho diterima, yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik pada kepuasan pasien SC. Kepuasan pasien di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang bisa terpengaruh karena perawat atau bidan yang merawat selalu memperhatikan dan jika diperlukan selalu cepat untuk datang dan membantu pasien, juga dapat dipengaruhi oleh fasilitas, dan pelayanan yang diberikan maka selain perawat juga dipengaruhi oleh profesional kesehatan lainnya yang terlibat dalam perawatan. Kata kunci: Kepuasan pasien SC, komunikasi, terapi.