Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TB PARU DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ANTI TB (OAT) DI POLIKLINIK TB RS PANTI NIRMALA MALANG Prasetiyani, Baiq Irma; Perwiraningtyas, Pertiwi; Lasri, Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2066

Abstract

Faktor resiko kematian pada penderita TB karena keterlambatan diagnosa awal dan pengobatan tidak adekuat. Kepatuhan dalam minum OAT merupakan kunci utama keberhasilan pengobatan TB Paru, namun kejadian putus obat masih cukup tinggi dan hal ini disebabkan salah satunya adalah pengetahuan pasien TB tentang penyakit TB Paru dan pengobatannya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan pengetahuan tentang TB Paru dengan kepatuhan konsumsi Obat Anti TB di Poliklinik TB RS Panti Nirmala Malang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian 50 penderita TB Paru pada bulan Juli-Agustus 2019 dengan sampel yang diambil berjumlah 45 responden menggunakan teknik sampling simple random sampling dengan kriteria usia diatas 17 tahun yang menjalani pengobatan lanjutan, bisa membaca dan menulis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan kepatuhan menggunakan kuesioner kepatuhan menurut (Morisky) yang sudah termodifikasi MMAS-8 (The 8-Item Medication Adrerence Scale). Pengujian statistik menggunakan dengan Uji Fisher Exact. Data yang didapatkan 88,9% penderita TB Paru memiliki pengetahuan baik dan 88,9% penderita TB Paru memiliki kepatuhan yang tinggi dalam konsumsi OAT. Dari hasil korelasi didapatkan nilai p-value = 0,000 dan yang dapat diartikan terdapat hubungan antara Pengetahuan pasien TB Paru dengan Kepatuhan Konsumsi Obat Anti TB di Poliklinik TB RS Panti Nirmala Malang. Upaya untuk meningkatkan kepatuhan penderita TB Paru dalam pengobatan, penting halnya dilakukan adanya edukasi tentang TB Paru dan pengobatannya, sehingga diharapkan pengetahuan penderita TB Paru pun akan semakin baik pula. Risk factors for death in TB sufferers due to late initial diagnosis and inadequate treatment. Compliance in taking OAT is the main key to the success of pulmonary TB treatment, but the incidence of drug withdrawal is still quite high and this is due to one of them being the knowledge of TB patients about pulmonary TB disease and its treatment. Anti-TB drugs at the TB Panti Nirmala Hospital Malang. The study design uses cross sectional. The study population of 50 patients with pulmonary TB in July-August 2019 with a sample taken amounted to 45 respondents using simple random sampling sampling techniques with age criteria over 17 years who undergo advanced treatment, can read and write. Data collection using knowledge and compliance questionnaires using questionnaire kepatuahan according to (Morisky) which has been modified MMAS-8 (The 8-Item Medication Adrerence Scale). The data obtained 88.9% of patients with pulmonary TB have good knowledge and 88.9% of patients with pulmonary TB have high adherence in the consumption of OAT. Statistical testing using the Fisher Exact Test. From the correlation results obtained p-value = 0,000 (
HUBUNGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KADAR GULA DARAH DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Alvionita, Oktavia Ike; Perwiraningtyas, Pertiwi; Maemunah, Neni
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2063

Abstract

Diet rendah kalori pada penderita diabetes melitus tipe 2 sangat penting untuk dilakukan. Namun banyak penderita diabetes melitus yang tidak melakukan diet dengan konsisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kadar gula darah di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien diabetes melitus tipe 2 yang sedang rawat jalan di poli pada bulan Juni 2019. Sampel penelitian didapatkan 33 responden dengan teknik sampling simple random sampling. Instrumen penelitian dengan kuesioner kepatuhan diet dan glucosemeter pada variabel dependen. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik fisher. Hasil uji statistik menunjukan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 kategori tidak patuh (51.5%) dengan kadar gula darah yang tidak normal. Hasil uji statistik menunjukan nilai probabilitias p-value (0,000) artinya ada hubungan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah. Direkomendasikan bagi penderita diabetes melitus untuk meningkatkan dan menjaga gaya hidup dengan mengontrol diet maupun gula darah. Low calorie diet in people with type 2 diabetes mellitus is very important to do. But, many people with diabetes mellitus do not go on a consistent diet. The purpose of this study was to determine the relationship of diet adherence in patients with type 2 diabetes mellitus with blood sugar levels at Malang Panti Waluya Hospital in Malang. The study design uses cross sectional. The study population was all patients with type 2 diabetes mellitus who were outpatient in poly in June 2019. The research sample found 33 respondents with type 2 diabetes mellitus aged ≥45 years with a simple random sampling technique. The instrument with a diet compliance questionnaire and a glucosemeter. Testing research uses the fisher statistical test. Statistical test results show diet adherence in patients with type 2 diabetes mellitus category of non-adherent (51.5%) with abnormal blood glucose levels. The results of bivariate analysis showed p-value (0,000) meaning that there was a relationship between diet adherence with blood sugar levels with high correlation strength. It is recommended for people with diabetes mellitus to improve and maintain their lifestyle by controlling their diet and blood sugar. Keywords: Diet diabetes mellitus, Blood glucose control.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI FRONT EFFLEURAGE TERHADAP DERAJAT DISMENORHEA PRIMER PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN AL HIDAYAH KARANGPLOSO MALANG Khotimah, Nur; Perwiraningtyas, Pertiwi; Masluhiya AF, Swaidatul
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1993

Abstract

Fase remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan masa pubertas.Tanda pubertas pada remaja adalah menstruasi, dan masalah ginekologi yang sering muncul pada saat menstruasi adalah dismenorhea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi front effleurage terhadap derajat dismenorhea primer pada remaja di Pondok Pesantren Al Hidayah Karangploso Malang. Penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan pendekatan one grup pre post test design. Populasi penelitian ini adalah semua remaja putri yang ada di Pondok Pesantren Al Hidayah Karangploso Malang yang berjumlah 50 orang pada tahun 2018. Sampel pada penelitian ini sebanyak 33 remaja.Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi : Remaja putri berumur 12-21 tahun, mengalami dismenorhea primer, remaja yang tidak melakukan pereda nyeri baik farmakologi dan nonfarmakologi serta remaja yang jarak siklus menstruasi 21-35 hari. Instrumen yang digunakan adalah SOP teknik relaksasi front effleurage dan Numeric Rating Scale. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil nilai signifikasi = 0,000 < α (0,05) artinya ada pengaruh teknik relaksasi front effleurage terhadap derajat dismenorhea primer pada remaja di Pondok Pesantren Al Hidayah Karangploso Malang. Direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian tentang teknik ini dengan kombinasi teknik lainnya untuk menurunkan derajat dismenorhea secara signifikan. The juvenile phase is a transition period characterized by puberty. One sign of puberty is menstruation, and gynecological problems that often occur during menstruation are dysmenorhea. The purpose of this study was to determine the effect of front effleurage relaxation techniques on the degree of primary dysmenorrhea in adolescents at Al Hidayah Islamic Boarding School in Karangploso Malang. This study used pre experimental design with one group pre post test design approach. The population of this study were all young women at Al Hidayah Karangploso Islamic Boarding School, amounting to 50 people in 2018. The sample in this study were 33 teenagers. Samples were taken by purposive sampling technique that met the inclusion criteria: Young women aged 12-21 years, experiencing primary dysmenorrhea, adolescents who did not do pain relief both pharmacology and nonpharmacology and adolescents who have a menstrual cycle distance of 21-35 days. The instruments used are the SLE of the effleurage front relaxation technique and the Numeric Rating Scale. Data were analyzed using Wilcoxon test with a significance p value = 0.000
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEEKAROU SUMBA BARAT Wole, Reni Ratni Dapa; Perwiraningtyas, Pertiwi; Nisa, Aprillia Choirun
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1975

Abstract

Antenatal Care sangat penting bagi ibu hamil untuk mengidentifikasi kondisi janin dan ibu, akan tetapi masih banyak ibu hamil yang belum mengetahui tentang pentingnya ANC. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang ANC dengan frekuensi kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Weekarou Sumba Barat. Desain penelitian mengunakan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 40 ibu hamil dengan sampel sebanyak 33 orang menggunakan Simple Random Sampling. Variabel independen adalah pengetahuan ibu hamil tentang ANC dan variabel dependen adalah frekuensi kunjungan ANC. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tentang pengetahuan ANC dan buku KIA tentang frekuensi kunjungan ANC. Analisa data menggunakan uji Fisher’s Extract. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 17 responden (51,5%) memiliki pengetahuan kurang tentang ANC dan hampir seluruhnya 29 responden (87,9%) melakukan frekuensi kunjungan ANC tidak lengkap (< 4 kali) selama kehamilan. Hasil uji Fisher’s Extract diperoleh p = 0,003 yang berarti terdapat hubungan pengetahuan ibu hamil tentang ANC dengan frekuensi kunjungan ANC. Agar ANC bisa meningkat maka diperlukan suatu tindakan untuk meningkatkan pengetahuan yaitu dengan cara ibu hamil mencari informasi yang lebih banyak lagi dan diharapkan kunjungan ANC bisa meningkat. Antenatal Care is very important for pregnant women to identify the condition of the fetus and the mother, but there are still many pregnant women who do not know about the importance of ANC. The purpose of this study was to determine the relationship between the knowledge of pregnant women about ANC and the frequency of ANC visits in the work area of PUSKEMAS Weekarou, West Sumba. The study design used a cross sectional. The study population was 40 pregnant women with a sample of 33 people using Simple Random Sampling. The independent variable is the knowledge of pregnant women about ANC and the dependent variable is the frequency of ANC visits. The instrument used in the form of a questionnaire about ANC knowledge and KIA books about the frequency of ANC visits. The data analysis applied Fisher's Extract test. The results showed that 17 respondents (51.5%) had less knowledge about ANC and 29 respondents (87.9%) made an incomplete frequency of ANC visits (
PENGARUH BERMAIN ORIGAMI MURNI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA TLOGOMAS MALANG Lor, Bernike Keiku; Perwiraningtyas, Pertiwi; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1989

Abstract

Salah satu kemampuan anak yang sedang berkembang adalah kemampuan motorik. Perkembangan motorik halus dapat berkembang dengan baik jika orang tua dapat memberikan stimulasi dengan baik. Stimulasi dapat diberikan dengan beberapa kegiatan,salah satunya bermain origami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bermain origami murni terhadap kemampuan motorik halus anak usia 3-6 tahun di TK Dharma Wanita Tlogomas. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan one group pre posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 3-6 tahun di TK Dharma Wanita Tlogomas tahun 2018 sebanyak 30 anak, dan teknik sampling menggunakan total sampling. Jumlah sampel yang di ambil yaitu 30 anak. Instrumen yang digunakan adalah DDST. Analisis yang digunakan Paired-Samples T Test. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan motorik halus anak usia 3-6 tahun di TK Dharma Wanita Tlogomas, sebelum bermain origami murni sebagian besar dikategorikan normal sebanyak 17 orang (56,7%). Kemampuan motorik halus anak usia 3-6 tahun di TK Dharma Wanita Tlogomas sesudah bermain origami murni, hampir seluruhnya dikategorikan normal sebanyak 25 orang (83,3%). Hasil analisis diperoleh nilai signifikan sebesar 0,001 (p value ≤ 0,05), yang artinya ada pengaruh bermain origami murni terhadap kemampuan motorik halus anak usia 3-6 tahun di TK Dharma Wanita Tlogomas. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang permainan lainnya yang berdampak pada motorik halus anak. One of the abilities of developing children is motor skills. Fine motor development can develop well if parents can provide good stimulation. Stimulation can be given with several activities, one of which is playing origami. The purpose of this study was to determine the effect of pure origami play on the fine motor skills of children aged 3-6 years in Dharma Wanita Tlogomas Kindergarten. This study used a pre-experimental design with one group pre posttest design. The population in this study were all children aged 3-6 years in the Dharma Wanita Tlogomas Kindergarten in 2018 as many as 30 children, and the sampling technique used total sampling. The number of samples taken is 30 children. The instrument used is DDST. The analysis used is the Paired-Samples T Test. The results showed that fine motoric abilities of children aged 3-6 years at Dharma Wanita Tlogomas Kindergarten, before playing pure origami were mostly categorized as normal as many as 17 people (56.7%). Fine motor skills of children aged 3-6 years at TK Dharma Wanita Tlogomas after playing pure origami, almost all were categorized as normal as many as 25 people (83.3%). The results of the analysis obtained a significant value of 0.001 (p value ≤ 0.05) which means that there is the influence of pure origami play on the fine motor skills of children aged 3-6 years in Dharma Wanita Tlogomas Kindergarten. Keywords: Preschoolers; Fine Motoric; Pure Origami.
The Development of Teaching Material for Sexual Education as an Effort to Prevent LGBT, Sexual Abuse, and Free Sex For Junior High School Students Prasetiyo, Nugroho Aji; Perwiraningtyas, Pertiwi
Bioeducation Journal Vol 1 No 2 (2017): Bioeducation Journal
Publisher : Universitas Negeri Padang Address: Biology Education Study Program Faculty Mathematics and Natural Science (FMIPA) Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang-West Sumatera-Indonesia Telp. +62751-7057420 - Fax.+62751-7058772 - Ph. +6281363229286

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bioedu.v1i2.57

Abstract

The rise of LGBT cases, sexual abuse, and free sex have recently threatened teenagers who are vulnerable to misinformation about sex. Increasing cases of violence is a clear proof of the lack of adolescent knowledge about sexual education that they should have obtained from the first year by their parents. Perceptions of people who still think taboo about sex education to adolescents become a cause that must be addressed to equip adolescents against the flow of globalization is increasingly transparent. One of the prevention efforts conducted is sexual education from an early age and more intensified in adolescence. The purpose of this study is the application of learning models and teaching materials of sexual education in accordance with the characteristics of adolescent learners, where at this age prone to sexual deviation. Sex education teaching materials synergize with the core competencies and basic competencies that have been set in the Curriculum 2013 for class IX SMP. The research and development model used in this research is Thiagarajan development model consisting of four stages, namely Define, Design, Develop, and Disseminate.
Hubungan Pengetahuan Vaginal Hygiene dengan Keputihan pada Remaja Putri di Asrama Putri Unitri Malang Perwiraningtyas, Pertiwi
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1: April 2020
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/jpkm.v1i1.181

Abstract

Keputihan fisiologis merupakan hal yang wajar, namun keputihan yang patologis dapat menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati. Kejadian keputihan banyak disebabkan karena bakteri kandidosis vulvovagenitis, vaginitis bacterial dan trichomonas vaginalis. Salah satu pencetus penyebab ternjadinya keputihan adalah ketidaktahuan cara membersikan daerah genetalia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di Asrama Putri UNITRI Malang. Desain penelitian mengunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 46 orang remaja putri yang mengalami keputihan di Asrama Putri UNITRI Malang. Sampel berjumlah 40 responden menggunakan teknik simple random sampling. Instrument yang digunakan berupa kuisioner pengetahuan vaginal hygiene dan keputihan. Analisis data menggunakan uji Fisher exact. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang Vaginal Hygiene dan sebagian besar responden mengalami keputihan fisiologis. Hasil uji analisis didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,001 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di Asrama Putri UNITRI Malang. Dengan demikian diharapkan remaja putri dapat mencegah terjadinya keputihan patologis dengan cara mengaplikasikan vaginal hygiene yang telah diketahui dan dipahami.