Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemetaan Potensi Sumberdaya Lahan Hijauan Pakan Ternak Sapi Bali di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Abadi, Musram; Nafiu, La Ode; Karim, Jufri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 1 (2019): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v6i1.8203

Abstract

ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan memetakkan potensi sumberdaya lahan hijauan pakan ternak (HPT) di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskripsi kualitatif dan analisis SIG. Lokasi penelitian ini adalah Kecamatan Tinanggea, yang memiliki sumberdaya lahan potensial untuk dikembangkannya hijauan pakan ternak (HPT). Metode pengumpulan data menggunakan metode survey melalui pengambilan sampel tanah pada setiap wilayah yang telah ditetapkan, selanjutnya melakukan pemetaan wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan hijauan pakan ternak (HPT). Hasil penelitian ini diperoleh berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan yang dilakukan di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan dengan menggunakan metode pencocokan (matching) antara data karakteristik dan kualitas lahan dengan kriteria kesesuaian lahan (persyaratan tumbuh tanaman yang dievaluasi) dengan kategori sangat sesuai, yaitu lahan untuk tanaman rumput gajah seluas 31,85 hektar, lahan untuk tanaman leguminosa seluas 21,50 hektar, dan lahan untuk tanaman rumput lapangan seluas 184,26 hektar.Kata Kunci: hijauan pakan ternak, pemetaan, sumberdaya lahanABSTRACTThis study aimed to identify and map the potential of forage land resources in Sub-district Tinaggea, Konawe Selatan Regency.  Analysis method used in this research was qualitively descriptive analysis and Geographic Information System (SIG).  This research was conducted in Sub-district Tinanggea where the land resources are very potential to be improved as the pasture area.  Method of collecting data used survey method by collecting the soil samples in each determined areas, and then mapping the areas that have the potential for expanding the forage land. Result of the study was obtained based on evaluation of land suitability conducted in Sub-district Tinanggea, Konawe Selatan Regency by using matching method among characteristic data and land quality with the land suitability criteria (growth requirement of evaluated grass) in the very appropriate category including the land for elephant grass as large as 31.85 hectare, leguminosae as large as 21.50 hectare, and grass field as large as 184.26 hectare.Keywords: forage, land resources, mapping
EVALUASI KELAYAKAN AGRIBISNIS AYAM RAS PETELUR PADA CV. BINTANI POULTRY SHOP KENDARI abadi, musram; Taridala, Sitti Aida Adha; Nafiu, La Ode
Buletin Peternakan Vol 41, No 3 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (3) AGUSTUS 2017
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v41i3.17758

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial, dan menganalisis proyeksi permintaan telur agribisnis peternakan ayam ras petelur pada perusahaan CV. Bintani Poultry Shop Kendari.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2012 sampai dengan Februari 2012.  Variabel penelitian adalah (a) biaya investasi; (b) biaya tetap; (c) biaya variabel; (d) penerimaan; dan (e) pendapatan;. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis pendapatan (Pd), Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (NBCR), analisis kepekaan (Sensitivity Analysis), Break Event Point (BEP) dan Payback Period (PBP).  Hasil penelitian tentang evaluasi kelayakan investasi dilihat dari aspek finansial, diketahui usaha peternakan ayam ras petelur CV. Bintani Poultry Shop Kendari adalah layak untuk dikembangkan. Nilai NPV positif pada discount faktor 12% sebesar Rp. 1.610.842.868,- selama 10 tahun, IRR 38,45% (>12%), NBCR 2,23 (>1), BEP sebesar Rp. 15.333,84. Nilai PBP sebesar 3,41 atau setara dengan 3,4 tahun, hal ini menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian dana investasi cukup pendek (1 periode siklus produksi). Analisis sensitivitas pada kenaikan harga pakan sebesar 5% dan penurunan harga telur sebesar 5% secara bersamaan, NPV tetap bernilai positif sebesar Rp. 1.723.037,- dengan IRR sama dengan nilai OCC yakni sebesar 12,03% (= 12%) dan NBCR sama dengan satu yakni 1,0.
The Carrying Capacity of Crop as Cow and Goat Feed in Muna Barat Regency Abadi, Musram; Nasiu, Firman; Surahmanto, Surahmanto; Rizal, Abdul; Fatmawati, Fatmawati
Buletin Peternakan Vol 43, No 3 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (3) AUGUST 2019
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v43i3.34630

Abstract

This study aimed to assess the potency of forages in Muna Barat Regency as cattle and goat feed. The study was performed by performing forage observation based on the forage production multiplied by the harvested area, and presented on dry matter unit (DM). Sampling was carried out by using a designed square tool. Forages that was evaluated on this study was legume groups. Data analysis was performed by using carrying capacity method. The study reveals that there are 8 types of forages found in Muna Barat Regency. The dry matter of those forages can meet the feed requirement for cattle and goat in Muna Barat Regency. The result of KPRR analysis shows that Muna Barat Regency has carrying capacity for 2,669 cattle and 3,293 goat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DESA LAMBAGI MELALUI KOMBINASI USAHA TERNAK KAMBING DAN TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN sandiah, natsir; Hafid, Harapin; Badaruddin, Rusli; Abadi, Musram
JURNAL PengaMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1442

Abstract

Kecamatan Kolono Timur secara geografis terletak di bagian timur Kabupaten Konawe Selatan dan merupakan wilayah potensial sebagai pengembangan komoditas pertanian palawija dan peternakan. Jarak tempuh Desa Lambangi Kecamatan Kolono Timur dengan Ibu Kota Kabupaten ± 7 km, dan berjarak sekitar 75 km dari Kampus Universitas Halu Oleo di Kota Kendari. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak kambing adalah bertani palawija, hortikultura, dan perkebunan kakao serta kelapa dalam yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah ini untuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan kambing. Selama tahun 2016 di Kecamatan Kolono Timur menunjukkan bahwa komoditas kelapa dari sub sektor perkebunan menempati produksi tertinggi, yaitu mencapai 1318 ton. Sedangkan tanaman pangan untuk komoditas jagung menempati posisi pertama dalam produksi 96 kwintal dan produktivitas mencapai 2 kwintal/ha dengan luas panen mencapai 48 ha. Jenis ternak yang dipelihara masyarakat di Kecamatan Kolono Timur meliputi ternak besar (sapi), ternak kecil (kambing), serta unggas. Populasi ternak kambing pada tahun 2016 berdasarkan data yang ada di kantor kecamatan hanya sekitar 288 ekor.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan ini, yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman kelompok tani-ternak dalam pengembangan keberlanjutan usahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa rumput odot dan pakan limbah pertanian (jerami jagung), peningkatan pengetahuan peternak tentang cara pembuatan kandang kambing yang ideal dan mengetahui manfaat pembuatan kandang serta cara pemenfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan introduksi pupuk kompos pada tanaman holtikultura yang diusahakan secara bersama-sama dengan ternak kambing yang dilakukan dengan pembuatan kebun demplot sistem pertanian terpadu. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peternak tentang pembuatan pakan fermentasi hijauan dan pembuatan pakan pellet unggas (ayam kampung).
Status Pembiayaan Pertanian pada Sistem Agribisnis Padi Sawah di Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Saediman, Haji; Indarsyih, Yusna; Abadi, Musram
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.798 KB) | DOI: 10.33772/bpsosek.v21i2.9469

Abstract

The study aimed to find out the present status of financing of rice farming in each of its agribusiness sub-system. The study was carried out in Konawe and South Konawe Districts in Southeast Sulawesi Province. Data were collected from rice farmers in the selected farmer groups in 14 subdistricts of the two districts, as well as from processors/Rice Milling Unit, traders, retailers, government staff, and financial institutions (bank and non-banks) using questionnaire-based interviews and Focus Group Discussions. Data were analyzed qualitatively using descriptive statistics. Study results showed that rice farming financing was still dominated by non-formal financial institutions, especially by the traders along the value chain. Farmers did not have sufficient access to formal financial institutions and they preferred to take loans from non-formal money lenders. Loans from banks were chiefly allocated to actors in downstream agribusiness sub-systems, namely processors and traders. Improving the accessibility of smallholder farmers to formal financial institutions should be continuously done to help increase production, income, and prosperity of smallholder farmers.
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Bali Terintegrasi Kebun Kelapa di Kecamatan Kambowa dan Bonegunu Kabupaten Buton Utara Herwan, Herwan; Sani, La Ode Arsad; Abadi, Musram
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha ternak sapi Bali yang terintegrasi dengan perkebunan kelapa. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling), didasarkan atas pertimbangan bahwa Kecamatan Kambowa dan Bonegunu memiliki usaha ternak sapi Bali yang terintegrasi perkebunan kelapa. Responden diambil secara purposive sampling dengan mengambil 30 orang di Kecamatan Kambowa dan 30 orang di Kecamatan Bonegunu sehingga jumlah responden 60 orang, selanjutnya data di analasis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pendapatan usaha ternak sapi Bali di Kecamatan Kambowa sebesar Rp. 132.889 bulan-1, dan usahatani perkebunan kelapa sebesar Rp. 817.368 bulan-1 kemudian rata-rata pendapatan usaha ternak sapi Bali yang terintegrasi dengan usahatani perkebunan kelapa sebesar Rp. 950.257 bulan-1. Sedangkan rata-rata pendapatan usaha ternak sapi Bali di Kecamatan Bonegunu sebesar Rp. 89.278 bulan-1, dan usahatani perkebunan kelapa sebesar Rp. 629.306 bulan-1 kemudian rata-rata pendapatan usaha ternak sapi Bali yang terintegrasi dengan usahatani perkebunan kelapa sebesar Rp. 718.583 bulan-1.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH USAHA PETERNAKAN SAPI MELALUI PERBAIKAN KUALITAS PAKAN DAN PRODUKSI PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN LADONGI KABUPATEN KOLAKA TIMUR Aka, Rahim; Sani, Arsad; Abadi, Musram; Badaruddin, Rusli; Syamsudin, Syamsudin; Prasanjaya, Putu Nara Kusuma; Nuraini, Nuraini
JURNAL PengaMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.764

Abstract

Kecamatan Ladongi secara geografis terletak dibagian timur Ibu KotaKabupaten Kolaka Timur dan merupakan wilayah potensial sentra pengembangankomoditas pertanian dan peternakan. Jarak tempuh Kecamatan Landongi dengan IbuKota Kabupaten ±10 km, dan berjarak sekitar 110 km dari Kampus Universitas HaluOleo di Kota Kendari. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalahbertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Matapencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalah bertani palawija danhortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Masing-masing kelompoktani-ternak ini beranggotakan 5-7 orang yang bergerak di bidang usaha pertanian danpeternakan. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah iniuntuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan sapi potong. Selamatahun 2016 di Kecamatan Ladongi menunjukkan bahwa komoditas kakao dari sub sektorperkebunan menempati produksi tertinggi, yaitu mencapai 33.807,55 ton. Sedangkantanaman pangan untuk komoditas padi menempati posisi pertama dalam produksi, yaitu96.288 ton. Jenis ternak yang dikembangkan di Kecamatan Ladongi meliputi ternakbesar (sapi), ternak kecil (kambing dan babi), serta unggas. Jumlah ternak sapi diKecamatan Ladongi sebanyak 2.124 ekor.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan KKN-PPM ini, yaitu adanya peningkatanpengetahuan dan pemahaman kelompok mitra dalam mengembangkan keberlanjutanusahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa hijauan rumput gajah danpakan limbah pertanian (jerami padi), peningkatan pengetahuan peternak tentang carapembuatan kandang yang ideal dan mengetahui manfaat pembuatan kandang sertapemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan introduksi pupuk kompospada tanaman hortikultura yang diusahakan secara bersama-sama dengan ternak sapiyang dilakukan melalui pembuatan demplot sistem pertanian terpadu. Selain itu pula,telah teradi peningkatan pendapatan yang diperoleh peternakan dari hasil penjualanpupuk kompos dan peningkatan pendapatan petani hortikultura melalui peningkatanproduksi dari introduksi pupuk kompos yang telah dibuat.
PENGAWETAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK DAN PENGOLAHAN SISA HASIL PERTANIAN SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK DI KABUPATEN KONAWE SELATAN MELALUI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TERINTEGRASI KULIAH KERJA NYATA- TEMATIK (KKN-TEMATIK) Bain, Ali; Nafiu, La Ode; Asminaya, Nur Santi; Aku, Achmad Selamet; Kurniawan, Widhi; Nasiu, Firman; Abadi, Musram; Has, Hamdan
JURNAL PengaMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1439

Abstract

Kecamatan Mowila dan Wolasi menjadi dua kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki posisi strategis, sebagai penyangga kebutuhan Kota Kendari, karena memiliki potensi peternakan dan pertanian yang dapat diandalkan. Kedua kecamatan ini memiliki keunikan dalam hal produktivitas sebagai lumbung pangan yang baik di Kabupaten Konawe Selatan.  Sistem pemeliharaan ternak di Kecamatan Mowila dan Wolasi masih intensif terbatas, sudah banyak peternak yang menggunakan kandang tetapi masih ada yang hanya menggunakan sistem ditambatkan. Dalam hal pemberian pakan, peternak umumnya mengandalkan bahan pakan berupa rumput alam yang melimpah pada musim hujan dan sedikit pada musim kemarau yang mengakibatkan ternak mengalami kekurangan pakan pada musim kemarau.  Penerapan teknologi pengawetan pakan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menyediakan pakan ternak pada musim kering.  Selain itu, para petani umumnya hanya memanfaatkan produk utama pertanian tetapi belum memanfaatkan sisa hasil pertanian seperti jerami (batang dan daun) dari sisa  pertanian mereka, umumnya jerami dibiarkan menumpuk kemudian dibakar. Padahal, limbah pertanian dapat digunakan sebagai pakan ternak tetapi hanya sedikit dari petani yang memanfaakan limbah pertaniaannya sebagai pakan ternak dengan alasan kurang disukai oleh ternak.  Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-TEMATIK) di dua kecamatan ini dilaksanakan sebagai implementasi pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan civitas akademika Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi masyarakat dalam hal mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan yang sedang dijalankan.  Pengenalan beberapa teknologi sederhana seperti metode pengawetan pakan hijauan dan pengolahan limbah pertanian menjadi fokus kegiatan pengabdian ini dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan sumber-sumber bahan pakan local yang potensial untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak yang optimal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM BANGKOK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK Abadi, Musram; Saidi, La Ode; Aka, Rahim; Nafiu, La Ode; Badaruddin, Rusli; Has, Hamdan; Hadini, Hairil A; Indi, Amiluddin; Prasanjaya, Putu Nara Kusuma
JURNAL PengaMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1452

Abstract

Sindangkasih merupakan salah satu desa penempatan transmigrasi pertama di Sulawesi Tenggara sejak tahun 1968 asal Jawa Barat  yang berada di wilayah Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali dan ayam buras (bukan ras) adalah bertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak diantaranya Kelompok Ternak Parahiyangan. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, maka sejak  tahun  2015  peternak  setempat  mulai  membudidayakan  ayam  buras  dari keturunan Ayam Bangkok yang pertumbuhannya dirasakan relatif  lebih baik, dibandingkan ayam kampung biasa, sehingga ayam Bangkok dibudidayakan untuk tujuan wirausaha yang berorientasi bisnis.Namun demikian,  beberapa  kendala  yang  menjadi  keluhan  peternak  mitra untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha adalah organisasi kelompok yang belum berjalan dengan baik serta pemahaman teknik budidaya ayam Bangkok juga belum optimal, hanya mengandalkan cara pengeraman alami, kondisi fasilitas kandang relatif sederhana dan dibuat seadanya. Kebersihan dan sanitasi kandang tidak diperhatikan dengan baik, karena feses ayam berserakan dalam kandang dan tidak ada upaya pengolahan lanjut menjadi pupuk organik. Kelompok mitra belum memahami cara memformulasi ransum sebagai upaya diversifikasi beragam jenis pakan yang memenuhi standar baku mutu seperti penyediaan pakan secara mandiri  (pellet).  Pemasaran  ayam  hanya  dijual  di  pasar-pasar  tradisional  dengan jumlah yang relatif terbatas.Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok mitra maka target yang ingin dicapai setelah pelaksanaan program PKM adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang: (1) manajemen kelompok; (2) teknik budidaya ayam Bangkok; (3) pembuatan kandang yang memenuhi syarat teknis dan kesehatan; (4) penggunaan mesin tetas; (5) penggunaan probiotik, vaksin dan pengobatan ayam yang sakit; (6) pembuatan pellet secara mandiri menggunakan mesin tepat guna; (7) pembuatan pupuk organik; (8) promosi produk melalui media cetak seperti poster, dan leaflet; (9) perluasan pasar melalui pasar moderen (swalayan) dan warung makan sebagai konsumen potensial.Berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Ternak Ayam Bangkok Parahiyangan di Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan melalui penyuluhan dan bimbingan teknis, diharapkan memberikan manfaat terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak ayam Bangkok dengan memanfaatkan teknologi tepat guna serta perbaikan sistem pemeliharaan secara intensif  guna meningkatkan pendapatan keluarga peternak ayam Bangkok.
Pengembangan pangan lokal untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan dan pariwisata Wakatobi: Pelatihan pembuatan “Kasoami Instan” Madiki, Abdul; Tamrin, Tamrin; Nafiu, La Ode; Alifariki, La Ode; Abadi, Musram
DEDIKASI Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Dedikasi
Publisher : DEDIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v21i2.11470

Abstract

Training on Making "Instant Kasoami". The problems formulated were (1) the community of cassava producers in Wakatobi did not yet have the knowledge and skills to make instant cassettes which were required, which were attractive, long-lasting, and preserving product nutrition. The purpose of this training is to develop local processed food products in the framework of supporting food security and tourism in Wakatobi. The objectives of the training are to: (1) Improve the knowledge and skills of the community of kasoami makers in making attractive instant kasoami, long shelf life, and maintaining product nutrition; (2) Making local cassava food processed products as a support for food security and tourism in Wakatobi. Training participants are women who daily make and / or sell kasoami. Total participants were 20 people, consisting of 10 people from Wangi-Wangi District and 10 people from South Wangi-Wangi District. The training is carried out with adult education methods that focus on direct practice of the activity material. Some characteristics of instant Soami training results are as follows: in the processing process, steamed in a pressure cooker; the size of instant soami is smaller than that of citizens of soami; Soami instant packed aluminum foil; Instant Soami can be stored for up to 10 days without changes in structure, texture, and taste. Using the vacuum method, instant soami can be produced which can be stored for more than a month.