Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN DESAIN INTERIOR RUANG TUNGGU CIP LOUNGE BANDARA DI INDONESIA Permatasari, Rr. Chandrarezky; Nugroho, Yohannes
AKSEN Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.384 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v4i1.1032

Abstract

Ruang Tunggu CIP (Commercial Important Person) lounge berkembang sejak meningkatnya frekwensi jumlah penumpang yang menggunakan maskapai penerbangan di bandara yang akan berangkat atau transit . Untuk dapat menarik minat pengunjung datang ke ruang tunggu publik CIP lounge tidak hanya menawarkan menu makanan dan kualitas pelayanan, tetapi juga dildukung fasilitas ruang sesuai tuntutan gaya hidup pengguna serta didukung suasana ruang yang dapat memberikan kenyamanan kepuasan pengguna. Suasana ruang dapat dibentuk secara visual melalui elemen desain interiornya yang memenuhi prinsip prinsip desain.Objek pada penelitian ini adalah CIP Mandiri Prioritas Kualanamu dan CIP Bluesky Lounge Bandara Sepinggan sebagai studi kasus pembanding untuk mengetahui apakah memenuhi kaedah prinsip-prinsip desain. Dimana suasana ruang yang dihasilkan dapat memberi kenyamanan pengguna dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik suasana ruang tunggu CIP lounge yang dihadirkan. Atmosphere suasana interior dapat terbentuk melalui aspek estetikanya yang diterapkan pada penataan layout, elemen pembentuk ruang, elemen pengisi ruang, elemen dekoratif ruang dan sistem pencahayaan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dengan mengkaji elemen desain interior fasilitas ruang yang ada dengan pendekatan teori desain Interior dari Francis D.K. Ching yaitu teori fungsi, bentuk, teknik dan ruang sesuai dengan prinsip kesatuan dalam desain dengan menguraikan gambaran secara mendetail sistem penataan desain interior ruang tunggu kedua CIP lounge berada. Hasil kesimpulan dari dari penelitian ini adalah penerapan pada desain interior sesuai dengan kaedah prinsip desain yang menghasilkan komposisi tatanan interior yang berbeda sesuai karakteristik terhadap suasana citra ruang kedua lounge, namun tetap memberikan suasana yang nyaman, bersih, dan welcome bagi pengguna.
PENERAPAN KONSEP AIRPORT MALL PADA BANDARA: STUDI KASUS BANDARA KUALA NAMU MEDAN SUMATERA UTARA Permatasari, Rr. Chandrarezky
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanIndustri penerbangan di Indonesia berkembang pesat, ditandai dengan banyaknya penerbangan domestik maupun internasional, banyaknya maskapai penerbangan baru dan bertambahnya bandar udara di berbagai daerah. Salah satunya Bandar Udara Internasional Kuala Namu (IATA: KNO, ICAO: WIMM), yang berjarak 39 km dari kota Medan. Bandara internasional ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara Kuala Namu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya.Bandara  Kualanamu merupakan Bandara Komersial yang memperkenalkan konsep Airport Mall dalam Bandara dan juga direncanakan menjadi pusat kegiatan yang dikelilingi oleh berbagai fasilitas pendukung, baik yang terletak di dalam pagar bandara maupun di luar pagar bandara. Fasilitas tersebut dapat berupa perkantoran, gudang logistic, arena permainan, hotel, perumahan, pusat industri, rumah sakit, pusat pendidikan, mall maupun sarana pendukung lainnya. Dalam menerapkan konsep mall dalam bandara komersial, ketidaknyamanan jika terjadi kepadatan calon penumpang dan non penumpang merupakan kendala yang dihadapi, sehingga membutuhkan penerapan desain Interior yang nyaman dan sirkulasi yang efektifKata Kunci: Bandara Kualanamu, fasilitas publik, konsep mall dalam bandara, kenyamanan AbstractThe aviation industry in Indonesia is now growing quite rapidly, marked by the number of domestic and international flights, the number of new airlines and the increase of airports in various regions in Indonesia. One of them is Kuala Namu International Airport (IATA: KNO, ICAO: WIMM), an international airport which located 39 km from the city of Medan. This airport is the second largest airport in Indonesia after Soekarno-Hatta International Airport. Kuala Namu Airport is expected to become an international transit base airport for Sumatera and its surroundings.Kualanamu Airport is a Commercial Airport that introduces the concept of Airport Mall within the Airport and is also planned to become an activity center surrounded by various supporting facilities located within the airport fence and outside the airport fence. Exemplifications of these facilities are offices, logistics warehouses, game arenas, hotels, housing, industrial centers, hospitals, education centers, malls and other supporting facilities. In intergrating mall concept with commercial airport, many obstacles need to be overcame , one of them is the population density, as the result of the circulation of prospective passengers and non-passengers. It requires the implementation of a comfortable interior design and an effective circulation.Keywords: Kualanamu Airport, public facilities, airport mall concept, comfortability
Peranan Elemen Desain Interior Dalam Membentuk Atmosfer Ruang Tunggu CIP Lounge Bandara Permatasari, Rr. Chandrarezky; Nugraha, Nuarista Edi
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 15, No 2: Desember Edition
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v15i2.3027

Abstract

The atmosphere of the space can be formed visually through its interior design elements. In this study shows how the role of interior design elements is applied to the public waiting room in CIP Mandiri Priority Lounge Kualanamu conducted to determine the atmosphere of the atmosphere that forms the image of corporate lounge image.The existence of a space formed through the physical elements of interior design consisting of horizontal and vertical elements. This basic element is present along with the color, light, texture and pattern of the field which will affect the perception of visual weight, proportion and dimensions. Other non-physical elements of a space are socio-cultural elements carried by other people and the environment can affect interactions in the form of non-physical elements of a space.The physical and non-physical elements work together to create the atmosphere of a space that has characteristics that are able to build a space image.This research uses a qualitative method with a descriptive analysis approach. Data collection techniques through survey studies.  From the analysis of the data it was found that the role of the interior design elements forming the space greatly influences the atmosphere of the public lounge CIP lounge in accordance with the image of identity of a lounge. The character of the atmosphere formed is linked and assessed for its suitability to the style, function of the area in the Airport CIP Lounge