Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Reparameterizing Tectonics Perception on Planar Material-Design Indrawan, Stephanus Evert; Purwoko, Gervasius Herry; P. Utomo, Tri Noviyanto
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v6i1.3276

Abstract

Indonesia is known as a country rich in types of building materials and technologies inherited from generation to generation. Along with the passage oftime appears the computer as a human tools. However during the materialsprocessing this computational approach is still separated. Computers are still usedas tools for drawing and not used as design tools in the design thinking process.Computational design has an ability to integrating the design focus from thematerial side, structure, and formation associated with digital fabrication. Thispaper focuses to divide concepts of tectonics as general and relate them to theunderstanding of digital perception. This paper also presents the results of a studythat has involved digital perception in the study of planar materials and wafflestructure systems from the early stages to the model of construction. Plywood isthe only material used, made with milling machines and built by students. Thisprocess introduces students to different experience of the design process.Computational design makes possibilities to integrating the design focus from thematerial side, structure, and formation associated with digital fabrication.
Desain Arsitektur Interior Preschool yang Fun, Playful dan Edukatif Tryphena, Angelia; Purwoko, Gervasius Herry; Prihatmanti, Rani
AKSEN Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.797 KB)

Abstract

Every parent certainly wants the best for their children. Childhood is the period where children experience growth and development in many aspects; physically, intellectually, socially, and emotionally. However, it seems that nowadays many parents are not capable to fully attend their children?s needs because of job demands. That is why many start to entrust their children?s first formal education to preschool. Preschool can stimulate the growth and development of the children by letting them learn and play. The learning process can accelerate well if the preschool has qualified teachers, good program, and proper physical environment. The children will feel uncomfortable to learn and play in dark, humid, and overcrowded place. Therefore, classrooms and other facility rooms need to be designed as comfortable as possible to support children?s need and growth in the learning process. Selection of colors, shapes, furniture and room layout should be done properly in accordance with children?s ergonomics, and should pay attention to the safety for its users.Interior architecture design Town for Kids Preschool with Playful Kid?s Town as a theme is to provide a comfortable preschool for children to maximize learning process through visual, audio and kinesthetic. Theme is applicable in selection of primary colors to enhance the spirit of children?s activities, simple geometric shapes according to the level of children?s learning abilities and playful design as children?s learning media.
Desain Showroom dan Booth Centimeter Home and Furniture Furnishing dengan Konsep House In a House Wahyudi, Kathleen Stenecia; Purwoko, Gervasius Herry; Prihatmanti, Rani
AKSEN Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.728 KB)

Abstract

The demand of comfortability in a house has become an important factor. Because of that, any aspect that relates with it has to be well-designed. So, the people that live it in that house feel maycomfortable and that feeling has to be illustrated in the design. The priority for designing the showroom and booth is the comfort matter. Because of that, the idea for the design concept of this project is ?House in a House?. In another words, it could be defined that the house ambience is illustrated in the showroom as well as in the exhibition booth. Inside the showroom, objects sold are the home furnishing products, including the furniture furnishing products. The most important thing of the design concept is a simple design. Therefore, it will give a relieved and roomy ambience, with black and white colour, and with the consideration of ergonomic, circulation arrangement, and room organizization. The showroom and the exhibition booth that were designed, were attractive and might invite people to buy the products, and the customer understand about the products sold.
ATMOSFIR BARU PADA INTERIOR KANTOR DENGAN GAYA MODERN Gunawan, Erico; Purwoko, Gervasius Herry; Indrawan, Stephanus Evert
AKSEN Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.943 KB)

Abstract

Seiring terus bertumbuhnya penduduk di Indonesia dan terusnya berkembang bisnis tiap kota-kota yang ada di Indonesia, menyebabkan semakin banyaknya dan ketatnya persaingan dalam dunia berbisnis baik dalam sektor properti maupun non-properti. Sehingga banyak pebisnis yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dan termuka. Fakta ini membuka peluang baik bagi peranan sebuah konsultan desain interior. Konsultan desain interior memiliki peranan yang cukup penting dalam memberikan kontribusi pada dunia bisnis saat ini dalam menunjang kemajuan bisnis tersebut. Kebutuhan masyarakat akan jasa konsultan interior semakin besar dan dicari oleh pasar bisnis. Oleh karena itu Ric Design Studio memiliki pernanan penting dalam memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumer dengan memberikan pelayanan uyang maksimal dan kualitas kerja yang professional. Proyek yang ditanganin pada tugas akhir ini adalah proyek perancangan interior kantor PT. Pulau Emas Cemerlang di Samarinda. Proyek perancangan ini sesuai dengan fokus perusahaan Ric Design Studio, dimana perusahaan berfokus pada proyek komersial. Perancangan kantor ini menawarkan konsep yang menarik dan berbeda dari konsep kantor sebelumnya. Tujuan dari konsep ini adalah untuk memberikan suasana kantor yang berbeda dari suasana kantor sebelumnya, serta mengikuti perkembangan dari dunia desain saat ini. Tujuan lain dari konsep ini juga mampu menciptakan suasana lingkungan kerja yang produktif dan kondusif bagi pekerja.
PERANCANGAN CAFE DAN CO – WORKING SPACE HILLS Yovita, Elaine; Purwoko, Gervasius Herry; Indrawan, Stephanus Evert
AKSEN Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.783 KB)

Abstract

Proyek akhir yang dipilih oleh penulis adalah sebuah kafe sekaligus co ? working space bernama HILLS yang terletak di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Lingkup area perancangan meliputi area lobby, area lantai satu, lantai mezzanine, dan area tangga, dengan total luas area yang didesain adalah 1.050 m2. Ketentuan yang ditentukan oleh klien adalah menggunakan style Industrial yang dipadukan dengan minimalis, serta dapat merepresentasikan brand HILLS tersebut. Dalam perancangan proyek akhir ini, penulis menerapkan solusi desain berwawasan psikologi lingkungan. Psikologi lingkungan sendiri adalah sebuah disiplin yang memperlajari interaksi antara pengguna dan lingkungannya, baik lingkungan alami maupun lingkungan buatan. Dengan adanya penerapan konsep berwawasan psikologi lingkungan tersebut, diharapkan penulis dapat menghasilkan solusi desain yang mampu memberikan kenyamanan dan meningkatkan performa bagi pengguna kafe maupun pengguna co ? working space HILLS. Berdasarkan analisa ? analisa yang telah dilakukan, penulis memilih konsep Colourful Hills untuk diterapkan pada proyek akhir ini. Konsep colourful dipilih sebagai penerapan dari psikologi lingkungan yang akan diaplikasikan pada tata letak dan organisasi ruang sesuai dengan psikologi warna yang dinamakan colourful neighbourhoods. Sedangkan konsep hills dipilih sebagai penerapan dari konsep arsitektural serta brand dari klien yang akan diaplikasikan pada karakter gaya, suasana ruang, furnitur, dan bentuk pelingkup pada interior kafe sekaligus co ? working space HILLS.
PERANCANGAN KAFE BAPAK DI SIDOARJO Pangestu, Valentina; Purwoko, Gervasius Herry; Indrawan, Stephanus Evert
AKSEN Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.835 KB)

Abstract

Proyek akhir perancangan Kafe Bapak merupakan proyek desain interior dan eksterior pada bangunan yang terletak di Jalan Letjen sutoyo no. 3, Waru, Sidoarjo. Perancangan ini dilatar belakangi oleh keinginan klien untuk membuat sebuah bangunan multibisnis yang unik, cozy, dan artful. Adapun tujuan dibangunnya Kafe Bapak yaitu sebagai sarana penyedia layanan yang masih sulit ditemui pada daerah tersebut, diantaranya kafe, car wash, salon & reflexology, dan multi function hall. Perancangan ini bertujuan menjawab keinginan klien serta memberi solusi atas permasalahan yang terdapat pada bangunan eksisting proyek. Konsep yang digunakan untuk menyelesaikan problem terinspirasi dari bentuk kurva melengkung yang terdapat pada bagian tengah biji kopi. Kurva ini kemudian diaplikasikan pada penataan layout dan pelingkup secara tiga dimensi. Ruang-ruang dalam Kafe Bapak diorganisasi sesuai kedekatan fungsi, sehingga membuat pola sirkulasi yang efisien bagi penggunanya. Dalam perancangan ini material - finishing pelingkup dan isi ruang yang dipilih merupakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan pengguna.
The use of minimal surface principles and multiplex joinery system for designing post-disaster construction systems Indrawan, Stephanus Evert; Purwoko, Gervasius Herry; Utomo, Tri Noviyanto P.
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 5 No 3 (2020): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2020 ~ Desember 2020
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v5i3.488

Abstract

Indonesia is located in a geographic area that is prone to disasters; thus, it is necessary to raise awareness about the science of disaster mitigation, including the provision of safe/suitable temporary shelter/building facilities for victims. In a number of disasters, it can be seen that confusion and access to the affected transportation will lead to difficulties in delivering disaster relief and supporting equipment to build post-disaster facilities. Therefore, we need a construction system that is easily assembled, stable, and easy to carry. In this case, the designer uses one type of shell structure, i.e. Minimum Surface principle which is the basis of the Inflatable Structure or Pneumatic Structure. By developing lightweight structures that refer to this principle, the designer can process architectural forms that are lighter and more stable. In this paper, the discussion is limited to the use of materials made from plywood based on the principle of Minimal Surface structure because this material is easily obtained and processed. The research questions of this study are how to create a fast raft construction system for post-disaster needs with plywood base material and how to process the connection system or plywood construction to have structural capability. © 2020 Stephanus Evert Indrawan, Gervasius Herry Purwoko, Tri Noviyanto P. Utomo
Pemanfaatan Bio-Slurry sebagai Bahan Batako Berdampak terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Galengdowo Kabupaten Jombang Sutanto, J E; Sari, Wahyu Nilam; Handriyono, Rachmanu Eko; Purwoko, Gervasius Herry; Kusuma, Maritha Nilam
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3, No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/am.v3i01.976

Abstract

Kotoran (faeces) sapi, satu hingga tiga ekor, menghasilkan rata-rata 40 kg/hari. Faces itu dimanfaatkan warga untuk dijadikan biogas. Dalam proses pembentukan biogas terjadi proses anaerob yang akan menghasilkan bio-slurry. Melihat banyaknya limbah bio-slurry di Desa Galengdowo, tim pelaksana tertarik untuk mengetahui apakah bio-slurry dapat dijadikan batako sesuai memenuhi standar SNI 03-0349-1989 tentang bata beton (batako). Sebelumnya, dibuat percobaan menggunakan sampel bio-slurry dari peternakan sapi di Desa Galengdowo, kemudian diuji kadar air dan kadar organik bio-slurry. Batako dibuat secara manual dalam dua bentuk: (1) pejal berukuran 10 x 9 x 39 cm dan (2) batako berlubang berukuran 10 x 19 x 39 cm. Batako dibuat mengikuti panduan modul pelatihan pembuatan ubin. paving blok dan batako. Uji kualitas batako dilakukan secara laboratorium yakni kuat tekan dan daya serap air batako. Juga dilakukan uji sederhana bentuk dan ukuran, struktur, uji jatuh dan uji gores. Hasil pembuatan batako dapat disimpulkan: Bio-slurry di Desa Galengdowo setelah dikeringkan memiliki kadar air 1,87% dan kadar organik 80,98%. Batako dengan campuran bio-slurry yang dikeringkan memiliki kualitas terbaik kode C, batako bentuk pejal, dengan kuat tekan 33,28 kg/cm2 kategori IV sesuai SNI 03-0349-1989. Serta kualitas batako bio-slurry berdasarkan kuat tekan masuk dalam kategori I, III dan IV sesuai SNI 03-0349-1989. Sementara itu, berdasarkan uji praktis dan sederhana, mempunyai hasil mayoritas kurang baik karena batako dibuat secara manual.