Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERANCANGAN STABILISASI DAYA PADA SOLAR CELL MENGGUNAKAN METODE MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) Widyantoro, Hafizh; Sulaiman, Susan; Wahjudi, Rudy S; Subrata, Rosalia H
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2019 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.5687

Abstract

Energi panel surya adalah energi alternatif yang tersedia dalam jangka waktu lama. Adapun kekurangan yang dimiliki oleh panel surya, dimana tegangan keluarannya akan berubah-ubah berdasarkan intensitas sinar matahari yang menyinari panel surya tersebut. Maximum Power Point Tracking (MPPT) adalah metode untuk menjaga titik kerja panel surya agar tetap pada titik MPP (Maximum Power Point) dengan mengunakan DCDC Buck Converter sebagai pengatur tegangan keluaran dari panel surya. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan kontroler yang mampu menurunkan tegangan panel surya menjadi 13 Volt yang dibantu oleh MOSFET IRFZ44N serta dikendalikan oleh Arduino Uno dengan algoritma Perturb and Observe. Melalui alat ini diharapkan energi yang dihasilkan panel surya menjadi lebih optimal.
PERANCANGAN SISTEM KENDALI PID UNTUK SISTEM TWO WHEEL SELF BALANCING ROBOT Fitrawan, Erza; Sulaiman, Susan; Subrata, Rosalia H
Prosiding Seminar Nasional Pakar PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAKAR 2020 BUKU I
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pakar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Self Balancing merupakan sebuah sistem yang membaca kemiringan suatu benda dan dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan benda sehingga benda tersebut dapat berdiri dengan stabil.. Untuk mengendalikan sistem Self Balancing, bisa memanfaatkan pengendali Proporsional, Integral, dan Derivatif, atau bisa disebut dengan PID. Metode ini digunakan karena tergolong mudah dalam pengaturannya dan mampu menghasilkan berbagai macam respon untuk mengendalikan suatu sistem. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan PID sebagai pengendali untuk sistem Two Wheel Self Balancing robot. Untuk mencapai hal tersebut, akan difokuskan pada beberapa hal, yaitu perancangan dan pembangunan sistem menggunakan pengendali PID dan pengendalian sistem Self Balancing. Pengendali PID yang digunakan yaitu Arduino Uno untuk mendapatkan umpan balik dari sensor gyroscope dan accelerometer. Dari hasil penelitian didapatkan parameter Kp = 20, Ki = 55, Kd = 0.0005, dan batas error maksimal yang dapat diatasi sistem adalah sebesar 12 derajat. Jika error yang diterima sistem melebihi batas maksimal, maka sistem tidak akan mampu memperbaiki error tersebut dan akan terjadi osilasi berkelanjutan.
Perancangan Sistem Automatic Pet Feeder Berbasis Internet of Things Subrata, Rosalia Hongningsih; Andrew, Andrew; Sulaiman, Susan
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 18, No 1 (2020): Jetri, Volume 18, Nomor 1, Agustus 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v18i1.7343

Abstract

Inovasi di bidang Internet of Things berkembang dengan cepat selaras dengan perkembangan masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi, mencari layanan yang fleksibel dan efisien di segala aspek, dan praktis. Banyak masyarakat modern yang memiliki hewan peliharaan sibuk dengan urusannya masing-masing, sehingga tidak dapat merawat hewan peliharaannya secara baik. Maka dari itu, dibutuhkan sistem automatic pet feeder berbasis Internet of Things untuk para pemilik hewan peliharaan agar dapat memberi makan hewan peliharaannya secara teratur dan memantaunya. Untuk dapat merancang sistem automatic pet feeder berbasis Internet of Things ini dibutuhkan Arduino, aplikasi Blynk pada smartphone, dan komponen-komponen lainnya yang dibutuhkan dalam sistem. Hasil yang diperoleh dari perancangan automatic pet feeder berbasis Internet of Things ialah anjing peliharaan dapat makan dua kali sehari dengan teratur. Error yang didapatkan berkisar kurang lebih 10% sampai 25%. Error tersebut dikarenakan adanya delay makanan yang tertuang pada saat penuangan makanan telah mencapai target. Dengan menggunakan sistem automatic pet feeder berbasis Internet of Things ini, pemilik anjing juga dapat mengetahui apakah hewan peliharaannya sudah diberi makan atau belum dengan melihat aplikasi Blynk pada smartphone-nya. Terdapat pula notifikasi jika sisa makanan pada dispenser sudah sedikit, sehingga pemilik hewan peliharaan dapat mengisi makanan pada dispenser.
Prototipe Sistem Pembuatan Larutan Nutrisi Otomatis pada Hidroponik Metode Nutrient Film Technique Nurcahyo, Addy Rachmad; Prawiroredjo, Kiki; Sulaiman, Susan
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol 19 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v19i02.230

Abstract

Prototipe Sistem Pembuatan Larutan Nutrisi Otomatis pada Hidroponik Nutrient Film Technique merupakan suatu sistem otomasi yang dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pembudidaya dalam proses pembuatan larutan nutrisi untuk budidaya tanaman hidroponik. Pembuatan larutan nutrisi dilakukan secara otomatis sesuai dengan umur tanaman selada yang diatur menggunakan Real Time Clock (RTC). Sistem yang dibuat terdiri dari sensor jarak ultrasonik sebagai pengukur ketinggian laruran nutrisi dan sensor Total Dissolved Solids (TDS) meter untuk mengukur kadar total padatan terlarut. Sensor dihubungkan ke Arduino Mega 2560 sebagai komponen utama yang memproses sinyal masukan. Keluaran dari Arduino dikirim ke modul relay yang berfungsi sebagai saklar otomatis untuk mengatur kerja perangkat keluaran berupa pompa pengisian air, pompa sirkulasi, motor pengaduk dan solenoid valve. Pembuatan nutrisi dilakukan sebanyak 6 kali, yaitu pada umur 0 hari dan 7 hari dengan target TDS 600 ppm, umur 14 hari dan 21 hari dengan target TDS 700 ppm, umur 28 hari dengan target TDS 800 ppm dan umur 35 hari dengan target TDS 850 ppm. Pembuatan larutan nutrisi dapat berjalan secara otomatis dengan kadar TDS larutan nutrisi yang dihasilkan pada tiap target pembuatan rata-rata sebesar 640 ppm, 716 ppm, 833 ppm dan 862 ppm dengan toleransi 50 ppm. Kata kunci: Arduino Mega, Hidroponik, Nutrient Film Technique, Selada, Total Dissolved Solids
PROTOTIPE MOBILE MAIN CONTROL FIRE ALARM UNTUK AREA RISIKO KEBAKARAN TINGKAT SEDANG Saifuddin, Ahmad Rizqi; Prawiroredjo, Kiki; Sulaiman, Susan
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 22, No 2 (2020): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v0i0.8702

Abstract

Prototype of Mobile Main Control Fire Alarm (MCFA) for Medium Fire Risk Areas as at automotive component production department in-service part room, is an active fire protection system that can be a solution to simplify and speed up the time of fire fighting and securing activity during fire accident using daily used media, that is smartphones. In this research, a system was created to detect fires due to smoke and flames, notify firefighters, show the real situation via a smartphone, and activate the fire extinguisher. The system uses an MQ-2 sensor as a smoke detector and a KY-026 sensor as a flame detector connected with Node MCU as the main component completed by an IP camera to monitor the actual condition of fire location. The system consists of an alarm that indicates a fire, fire location information, and a display of the actual conditions from a camera integrated into the MCFA mobile application. The application can control a relay to turn on/off a pump as a fire extinguisher works when the user wants it. The value of smoke concentrations used as an indicator of the occurrence of a fire is when it exceeds 2112 ppm, while the value of light intensity used is when it exceeds 35 lux. Result data of acquisition and monitoring are sent to an Android smartphone using a Wi-Fi network that can be accessed in real-time. From the test results, it is found that the farthest distance that a smoke detector can detect is 25 cm while the flame detector is 65 cm. The average time needed by the system from a notification time until the start extinguishes fire is 3,019 minutes.ABSTRAK:Prototipe Mobile Main Control Fire Alarm (MCFA) untuk Area Risiko Kebakaran Tingkat Sedang seperti di bagian produksi komponen otomotif di ruang service part, merupakan sistem proteksi kebakaran aktif yang dapat menjadi solusi untuk mempermudah dan mempercepat waktu tindakan pemadaman dan pengamanan saat terjadinya kebakaran menggunakan media yang digunakan sehari-hari, yaitu smartphone. Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem yang dapat mendeteksi kebakaran karena asap dan nyala api, memberi notifikasi kepada petugas kebakaran, memperlihatkan keadaan riil melalui smartphone dan mengaktifkan pemadam kebakaran. Sistem terdiri dari sensor MQ-2 sebagai detektor asap dan sensor KY-026 sebagai detektor nyala api yang dihubungkan dengan Node MCU sebagai komponen utama dilengkapi kamera IP untuk memantau kondisi aktual lokasi kebakaran. Sistem terdiri dari alarm indikasi kebakaran, informasi lokasi kebakaran, dan tampilan kondisi aktual dari kamera yang terintegrasi pada aplikasi mobile MCFA. Aplikasi tersebut juga dapat menginstruksikan relay untuk on/off pompa sebagai alat pemadam api bekerja ketika user menghendakinya. Nilai kadar kepekatan asap yang digunakan sebagai indikator terjadinya kebakaran adalah apabila sudah melebihi 2112 ppm, sedangkan nilai intensitas cahaya yang digunakan adalah apabila sudah melebihi 35 lux. Data hasil akuisisi dan pemantauan dikirim ke smartphone Android menggunakan jaringan Wi-Fi yang dapat diakses secara realtime. Dari hasil pengujian didapat bahwa jarak terjauh yang dapat dideteksi sensor asap yaitu 25 cm sedangkan flame detector 65 cm. Rata-rata waktu yang dibutuhkan sistem dari notifikasi sampai mulai memadamkan api adalah 3,019 menit