Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Mural Sebagai Upaya Perbaikan Visual Kawasan Loa Buah, Samarinda Noviana, Mafazah; Thamrin, Nur Husniah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3386

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas visual sebuah kawasan adalah dengan seni mural. Selain dianggap memperindah tampilan kawasan, keberadaan gambar-gambar dan warna ini juga dapat memperkuat karakter sebuah kawasan. Panti Asuhan Baitul Walad merupakan salah satu panti asuhan yang terletak di Kelurahan Loa Buah. Panti asuhan ini mempunyai misi menolong anak-anak yatim atau yang tidak mampu yang berpotensi untuk memperoleh pendidikan yang baik. Sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di masa depan, anak-anak asuh panti harus banyak memperoleh bekal keterampilan salah satunya adalah pelatihan dan pendampingan membuat mural. Khalayak sasaran program ini adalah anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad.  Metode yang dilakukan adalah dengan metode ceramah, praktik dengan bimbingan, serta evaluasi. Dalam kegiatan pelatihan dan ini tahap-tahap yang lakukan adalah memberi materi pendahuluan, tahap persiapan pembuatan mural, tahap melukis dan tahap finishing. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, peserta antusias mengikuti kegiatan dan memberi respon yang positif. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan mural ini memberi keterampilan baru bagi peserta yaitu anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad sekaligus secara umum memperbaiki aspek estetika visual Kawasan Loa Buah Kota Samarinda.
PRESERVATION AND MODELLING FORM OF KUTAI ORIGINAL HOUSE TO MAINTAIN TRADITIONAL ARCHITECTURE Putra, Hatta Musthafa Aham; Thamrin, Nur Husniah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.353

Abstract

Abstract: The traditional house of Kutai is one of the traditional houses located in the region of Kutai Kartanegara, East Borneo, which is currently almost extinct in population. Various houses have adapted to changes in physical shape due to the impact of technology and the needs of their residents. If this problem is not immediately concerned, there is a tendency to be more difficult to recognize the characteristics and character of the Kutai traditional house. The architectural character of the Kutai traditional house including to the structure and construction system used, building materials, cultural ornaments attached to the outside and inside of the building, and the colors. This research is directed to get the formulation of the architectural character of the Kutai traditional house. It is urgent to conserve the Kutai House‘s identity in the future, by considering to preserve the existence and the uniqueness of these traditional building. Keyword: Kutai Architecture, Kutai House, Kutai Traditional House Abstrak: Rumah adat Kutai merupakan salah satu rumah adat yang berlokasi di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang saat ini telah hampir punah populasinya. Berbagai rumah telah beradaptasi dengan perubahan bentuk fisik dikarenakan dampak teknologi dan kebutuhan penghuninya. Apabila hal ini tidak segera diperhatikan, ada kecenderungan akan lebih sulit mengenali ciri khas dan karakter rumah adat Kutai tersebut. Karakter arsitektur tersebut berupa ruang-ruang pada bangunan rumah adat Kutai, sistem struktur dan konstruksi yang digunakan, material bangunan, ornamen budaya yang melekat pada luar maupun dalam bangunan, hingga warna-warna. Penelitian ini difokuskan untuk mendapatkan rumusan karakter bentuk dari rumah tradisional Kutai. Hal penting yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjaga keberadaan dan keunikan dari bangunan Rumah Tradisional Kutai.Kata Kunci: Arsitektur Kutai, Rumah Kutai, Rumah Tradisional Kutai
PERENCANAAN POLIKLINIK JIWA DI SAMARINDA, PENEKANAN PADA ORGANISASI RUANG Thamrin, Nur Husniah; Hidayati, Zakiah; Lestari, Ayu
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 7 No 1 (2019): Volume 7, No. 1, Oktober 2019
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i1.12

Abstract

ABSTRACT The Mental Polyclinic in Samarinda is a health facility that focuses on mental disorders, namely schizophrenia. The purpose of this design is to realize a health facility for people with schizophrenia with adequate facilities and infrastructure. The design of the polyclinic that supports the concept of spatial planning is space organization to provide convenience for its users. Given that the facilities and infrastructure needed for sufferers of mental disorders are important, therefore space organizations need to be considered well so as not to endanger patients. The architectural style used is modern tropical architecture to support the concept of a therapeutic garden that will be used to support the recovery of patients. This design uses field observations and interviews to obtain data and information. So that a site location is obtained that is in accordance with the design of the Soul Polyclinic with a strategic site for the location of trade and services in Samarinda City. Keywords: Soul, polyclinic, space ABSTRAK Poliklinik Jiwa di Samarinda merupakan sebuah fasilitas kesehatan yang berfokus kepada gangguan jiwa yaitu skizofrenia. Adapun tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewujudkan sebuah fasilitas kesehatan bagi penderita skizofrenia dengan sarana dan prasarana yang memadai. Perancangan poliklinik yang mendukung konsep penyusunan ruang yaitu organisasi ruang untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Mengingat bahwa sarana dan prasarana yang dibutuhkan bagi penderita gangguan jiwa merupakan hal yang penting, maka dari itu organisasi ruang perlu diperhatikan dengan baik agar tidak membahayakan pasien. Gaya arsitektur yang digunakan yaitu arsitektur modern tropis untuk mendukung konsep taman terapeutik yang akan digunakan untuk mendukung kesembuhan pasien. Perancangan ini menggunakan observasi lapangan dan wawancara untuk mendapatkan data dan informasi. Sehingga diperoleh sebuah lokasi site yang sesuai dengan perancangan Poliklinik Jiwa dengan site yang strategis untuk lokasi perdagangan dan jasa di Kota Samarinda. Kata kunci : jiwa, poliklinik, ruang
PENERAPAN ESTETIKA VISUAL ARSITEKTUR MODEREN PADA REDESAIN BANGUNAN & FASAD HOTEL KOTA TEPIAN DI SAMARINDA Thamrin, Nur Husniah; Dhuhur, Maulana Refindo
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 6 No 2 (2019): Volume 6, No. 2, April 2019
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v6i2.19

Abstract

ABSTRACTThe development of the city of Samarinda is increasing and is still sustainable for a long time, especially in terms of suppressing administrative areas. The city of Samarinda as a province of East Kalimantan still has economic potential to continue to grow, this is triggered by increasing population and economic growth in the city of Samarinda. Hotel Kota Tepian have been around for a long time around 1990, Hotel Kota Tepian are included in the class of 2 star hotels that have various facilities such as 25 rooms to stay with various types of superior, premium, and standard. Hotel Kota Tepian also provides facilities for meetings, restaurants and SPA.The advantages of the Hotel Kota Tepian are its strategic location and is located in the middle of the city close to public facilities, offices and shopping centers such as Segiri Market, Mall Plaza Mulia, and Lembuswana while the shortcomings and problems of the Hotel Kota Tepian are designing the City Edge Hotel with emphasis on building facades using a modern architectural style, then designing natural lighting and artificial redesign on the interior of the Hotel Kota Tepian. Therefore, Kota Tepian hotel really needs to be redesigned to restore the image of the hotel in terms of visual aesthetic facade so that it becomes an attraction for visitors to come and feel comfortable while Kota Tepian Hotel.Keywords: Hotel, Kota Tepian, Redesign, Building, Facade. ABSTRAKPerkembangan kota Samarinda semakin meningkat dan masih berkelanjutan dalam waktu yang lama, khususnya dalam hal penekanan wilayah administrasi. Kota Samarinda sebagai provinsi dari Kalimantan Timur masih memiliki potensi ekonomi untuk terus berkembang, hal ini dipicu oleh semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan ekonomi di kota Samarinda.Hotel Kota Tepian telah berdiri sejak lama sekitar tahun 1990, Hotel Kota Tepian termasuk dalam kelas hotel berbintang 2 yang memiliki berbagai macam fasilitas seperti 25 kamar tempat menginap dengan berbagai tipe yaitu superior, premium, dan standart.Pada Hotel Kota Tepian juga menyediakan fasilitas untuk pertemuan, restorant, dan SPA. Kelebihan dari Hotel Kota Tepian adalah lokasi yang strategis dan terletak di tengah kota dekat dengan falitas umum, perkantoran dan pusat perbelanjaan seperti pasar segiri, mall plaza mulia, dan lembuswana sedangkan kekurangan dan menjadi permasalahan dan penekanan dari Hotel Kota Tepian yaitu meredesain Hotel Kota Tepian dengan penekanan pada fasad bangunan dengan memakai gaya arsitektur modern. Maka dari itu Hotel Kota Tepian sangat perlu untuk di redesain untuk mengembalikan citra hotel dari segi estetika visual fasad sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang dan merasa nyaman saat berada di Hotel Kota Tepian.Kata Kunci: Hotel, Kota Tepian, Redesain, Fasad, Bangunan.
PERENCANAAN MAHAKAM BOUTIQUE HOTEL DI SAMARINDA PENEKANAN PADA TATA RUANG DALAM Thamrin, Nur Husniah; Adham Putra, Hatta Musthafa; ., Paskalis
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 5 No 2 (2018): Volume 5, No. 2, April 2018
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v5i2.40

Abstract

ABSTRAK Samarinda merupakan ibu kota Kalimantan Timur, yang mempunyai jumlah penduduk lebih padat dari kota-kota yang berada di Kalimantan Kimur, segala kegiatan seperti kegiatan ekonomi, pendidikan maupun bisnis terpusat di Samarinda, dengan demikian Samarinda juga mempunya posisi yang strategis membangun bisnis dalam bidang jasa dan pelayanan sperti hotel, dimana pada umumnya Samarinda mempunyai sangat banyak jasa dan pelayanan hotel yang umum-umum saja, maka dari itu penulis mencoba merancang sebuah hotel, dimana hotel tersebut menyediakan pelayanan yang super eksklusif, serta mencoba menggunakan gaya bangunan vernakular Lamin Dayak yang merupakan rumah tinggal khas suku Dayak dan merupakan etnis setempat, yang bertujuan agar memperkuat brand kota Samarinda. Dengan demikian Samarinda akan sedikit memberikan kesan yang bermanfaat bagi setiap pengunjung lokal maupun mancanegara yang datang dalam rangka kegiatan ekonomi, bisnis maupun pendidikan dengan adanya ketersediaan fasilitas tempat inap yang dirancang oleh penulis yaitu Mahakam Boutique Hotel. Kata Kunci : Boutique, Vernakular, Lamin, Dayak, Hotel, Eksklusif. ABSTRACT Samarinda is the capital of East Borneo, which has a denser population of cities in East Borneo, all activities such as economic, educational and business activities are concentrated in Samarinda, thus Samarinda also has a strategic position to build business in the field of services and Services such as hotels, where in general Samarinda have a lot of services and hotel services are general are only course, therefore the author tries to design a hotel, where the hotel provides super exclusiv services, and try to use the style of vernacular building Lamin Dayak, which is a residence Typical of Dayak tribe and is a local ethnic, which aims to strengthen the brand city of Samarinda. Thus Samarinda will give a little impression that is beneficial for every visitor both local and foreign who come in the framework of economic activities, business and education with the availability of facilities inpatient designed by the author of Mahakam Boutique Hotel. Keyword : Vernacular, Lamin, Dayak, Boutique, Hotel, Exclusive.
KAJIAN PENGGUNAAN ELEMEN ARSITEKTUR LOKALITAS KALTIM PADA GEDUNG PEMERINTAH DI KOTA SAMARINDA Adham Putra, Hatta Musthafa; Thamrin, Nur Husniah
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 5 No No. 1 (2017): Vol. 5, No. 1, Oktober 2017
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai ibukota dari Kalimantan Timur, Kota Samarinda kaya akan budaya khas yang diambil dari kebudayaan Kutai dan Dayak. Pengaruh budaya tersebut melekat pada bangunan gedung pemerintah dalam bentuk elemen arsitektur. Dari berbagai elemen arsitektural lokalitas Kalimantan Timur yang digunakan, terdapat diantaranya berupa ornamen, motif ukiran, hingga motif pola cetakan yang terlihat dalam bentuk cat dinding ataupun hasil cetak pada material lain. Masing-masing kantor mengadopsi elemen tersebut tanpa adanya aturan, kaidah, ataupun pola yang jelas dari pemerintah kota Samarinda itu sendiri. Dari penelitian ini dapat disimpulkan tidak banyak bangunan pemerintah yang menerapkan penggunaan elemen arsitektur lokalitas Kalimantan Timur, serta belum adanya keseragaman bentuk maupun motif yang digunakan.
AKULTURASI BUDAYA PADA MASJID JAMI’ SHIRATAL MUSTAQIEM SEBAGAI OBJEK DESTINASI WISATA RELIGI DI SAMARINDA Thamrin, Nur Husniah; Putra, Hatta Musthafa Adham
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.352

Abstract

In its development of mosque architecture, various forms and styles of mosque buildings emerged throughout the Islamic world, including Indonesia. The shape is diverse, depending on various factors, including geographical conditions, local culture, mixing culture and technology. Thus the building of the Islamic world mosque shows its own image due to the different climate, building materials, technology, or expertise of artists. The Jami ’Shirathal Mustaqiem Mosque is one of the oldest religious buildings now incorporated by the East Kalimantan cultural heritage body as a religious tourism object in Samarinda.Based on the results of preliminary observations on the Shirathal Mustaqim mosque building, there are seen a number of cultural blends both from interior ornaments and facade elements.This mixing of cultures forms a harmony that contains aesthetic values. The research was limited only to interior ornaments and facade elements namely the shape of the mosque, and ornaments on the roof. The method used is a qualitative method with regard to conditions on the object, conformity to the theory and data available in the field. The results of this study are the influence of external forces on local culture, in this case the culture of the people of East Kalimantan, namely the culture of Kutai and foreign cultures such as Java, as well as foreign cultures such as the Netherlands.