Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

From Tarekat to Arab Community: the Islamization Process in Indramayu Tabroni, Roni; Muhsin Z, Mumuh; Dienaputra, Reiza D; Mulyadi, R M
Paramita: Historical Studies Journal Vol 30, No 1 (2020): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v30i1.19947

Abstract

This research talks about the process of Islamization in Indramayu. The Islamization in Indramayu raises three main questions. The first question is, where was the arrival of Islam in Indramayu. Second, when is the appearance of Islam. Third, who has a role in the Islamization process. This research uses the historical method, which consists of four stages: heuristic, criticism, interpretation, and historiography. This method was then collaborated with Islamic social movement theory to analyze the ideology of leadership and movement mobility of the propagator group of Islam in Indramayu. The results showed that the arrival of Islam in Indramayu came from the port of Cimanuk. Then spread to various areas, including in the countryside. Second, Islam has been dating in Indramayu since the 15th century. Third, some communities play a role in Islamization in Indramayu. The communities were very influential until the 19th century. They consisted of the Arab community and the adherents of the tarekat, especially from Cirebon. The first order to develop was Syattariyah. Meanwhile, the Arabic community leader from Cirebon was Sayyid Abdur Rahman bin Muhammad Basy-Syaiban. He is a figure who originated from the Hadramaut in the early seventeenth century.Penelitian ini berbicara tentang proses islamisasi di Indramayu. Proses islamisasi di Indramayu memunculkan tiga pertanyaan utama. Pertanyan pertama adalah dari mama dan di mana kedatangan islam. Kedua, kapan waktu kedatangan Islam. Ketiga, siapa yang berperan dalam proses islamisasi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap: heuristic, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedatangan Islam di Indramayu berasal dari pelabuhan Cimanuk. Kemudian menyebar ke berbagai daerah, termasuk di pedesaan. Kedua, Islam telah dating di Indramayu sejak abad ke 15. Ketiga, terdapat komunitas yang berperan dalam Islamisasi di Indramayu. Komunitas tersebut sangat berpengaruh sampai abad ke 19. Mereka terdiri atas komunitas Arab dan para penganut tarekat, terutama dari Cirebon. Tarekat pertama yang berkembang adalah Syattariyah. Sementara itu, tokoh komunitas arab yang berasal dari Cirebon adalah Sayyid Abdur Rahman bin Muhammad Basy-Syaiban. Ia merupakan tokoh yang berasal dari Hadramaut pada awal abad ketujuh belas.
Ruang Adat di Kampung Dukuh Dalam sebagai Bentuk Kehidupan Spiritual Sriwardani, Nani; Dienaputra, Reiza D; Machdalena, Susi; Kartika, N
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol. 35 No. 3 (2020): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v35i3.1127

Abstract

Masyarakat Adat Sunda tersebar di daerah di Jawa Barat, beberapa kampung bersifat tertutup dengan mempertahankan adat istiadat kebiasaan secara turun termurun dan sebagian juga ada yang mengalami penyesuain pada nilai-nilai kebudayaannya. Kampung Dukuh yang terletak di Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, merupakan salah satu kampung yang memiliki keduanya. Kampung tersebut memberi batas antara “dalam” dan “luar”. Pemisahan “dalam” dan “luar” ini memiliki perbedaan dalam menciptakan kesakralan ruang dan kondisi manusia yang ada di lingkungan tersebut. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran nilai kehidupan spiritual yang hadir melalui batas ruang lingkup suatu kampung adat. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengutamakan berbagai data literatur serta survei dilapangan. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat batas wilayah atau ruang yang membatasi antara Dukuh Dalam dan Dukuh Luar. Kampung Dukuh mengedepankan akhlaq dalam sistem kehidupannya dan di Kampung Dukuh Dalam aturan tawadhu, sederhana, dan harmonis dijalankan sepernuhnya sampai kepada gaya hidup dan lingkungannya. Pegangan hidup masyarakat Kampung Dukuh Dalam berpedoman pada ajaran agama Islam yang berlandaskan Al Quran dan Hadist. Hasil dan kajian ini diharapkan dapat menjadi wawasan pengetahuan perihal Kampung Dukuh Dalam dan wilayah serta ruang yang menaunginya.
OPTIMALISASI RENCANA PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA BERKELANJUTAN: STUDI KASUS DI SITU CIGAYONGGONG Putra, Rifki Rahmanda; Dienaputra, Reiza D; Nugraha, Awaludin; Khadijah, Ute Lies Siti; Rakhman, Cecep Ucu
MEDIA BINA ILMIAH Vol 14, No 3: Oktober 2019
Publisher : BINA PATRIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.113 KB) | DOI: 10.33758/mbi.v14i3.372

Abstract

Inisiasi yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Desa Kasomalang Wetan untuk mengelola Situ Cigayonggong sebagai daya tarik wisata sejak awal tahun 2018 masih belum terealisasi sampai saat ini.  Padahal situ yang merupakan aset milik Desa Kasomalang Wetan tersebut memiliki potensi untuk dibuka kembali menjadi daya tarik wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi untuk mengoptimalisasikan rencana pengembangan Situ Cigayonggong sebagai daya tarik wisata dengan pendekatan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling yaitu aparatur pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Metode pengumpulan data primer pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi. Lalu dilakukan juga studi literatur untuk pengumpulan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang dianggap memilki prioritas yang tinggi dan mendesak untuk dilaksanakan adalah strategi turn-around dengan meminimalisir kelemahan internal yang dimiliki guna mendapatkan peluang yang dapat terjadi apabila rencana pengembangan Situ Cigayonggong dapat terealisasikan. Hasil Penelitian ini dapat berkontribusi sebagai guidline bagi pemerintah dan masyarakat setempat, dalam percepatan pembangunan pariwisata di Situ Cigayonggong yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Kasomalang Wetan baik untuk saat ini, maupun generasi mendatang.
Seni Lukis Modern Bernafaskan Islam di Bandung 1970-2000an Cahyana, Agus; Dienaputra, Reiza D; Sabana, Setiawan; Nugraha, Awaludin
PANGGUNG Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2421.146 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i1.1136

Abstract

ABSTRACTWriting the history of the development of modern Indonesian painting from thematic point of viewstill refers to importance events that compose the mainstream of contemporary art trends in Indonesiainfluenced by the West. While events that are no less important relating to the emergence of aesthetictendencies related to religion have been marginalized, especially in modern art with Islamic breath becomeimportant part in the history of the development of modern Indonesian painting, aesthetic approach toanalyze the visual elements present in the painting. The result of this study the development of modernIslamic art in Bandung shows that there are 4 period of development, the 70s, the 80s, the 90s, and 2000s.This division of time is based on thematic tendencies that emerge and became the main tendencies at eachtime.Keywords: Painting, modern, Islam, BandungABSTRAKPenulisan sejarah perkembangan seni lukis modern Indonesia dari sudut pandang tematik hinggasaat ini masih mengacu pada peristiwa penting yang menggubah arus utama kecenderunganseni rupa kontemporer di Indonesia yang dipengaruhi Barat. Sementara peristiwa yang tidakkalah penting berkaitan dengan munculnya kecenderungan estetik yang berkaitan denganagama menjadi terpinggirkan, khususnya dalam seni lukis modern bernafaskan Islam. Halitu yang menjadi latar belakang penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar perkembanganseni lukis modern bernafaskan Islam menjadi bagian penting dalam sejarah perkembanganseni lukis modern Indonesia khususnya di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metodesejarah visual yang tentu melibatkan pendekatan estetik untuk menganalisis unsur-unsurrupa yang hadir dalam lukisan. Hasil dari penelitian ini perkembangan seni lukis modernbernafaskan Islam di kota Bandung secara tematik menunjukkan bahwa terdapat 4 periodeperkembangan, yaitu masa tahun 70-an, masa perkembangan di tahun 80-an, di tahun 90-andan tahun 2000-an. Pembagian masa ini berdasarkan kecenderungan tematik yang muncul danmenjadi kecenderungan utama pada tiap masa.Kata Kunci: Seni lukis, modern, Islam, Bandung
POTENSI WISATA RELIGI SERTA MAKNA ZIARAH DI GUNUNG SRANDIL KABUPATEN CILACAP Mardiyana, Eva; Dienaputra, Reiza D; Yuliawati, Ayu Krishna; Novianti, Evi; Khadijah, Ute Lies Siti
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 1 No 10: Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v1i10.508

Abstract

Gunung Srandil, terletak di Desa Glempang Pasir, Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kawasan Gunung Srandil memiliki wisata yang bernuansa keagamaan atau religius terdapat tempat untuk ziarah berupa dua makam prajurit Diponegoro bernama Kuncisari dan Danasari yang disebut makam Sukmasejati. Selain itu ada beberapa petilasan lainnya yaitu Syekh Jambu Karang atau Dampo Awang, Mbah Gusti Agung Heru Cokro Prabu atau Syekh Baribin, Eyang Sukma Sejati. Dewi Tunjung Sekarsari dan Kaki Tunggul Sabdo Jati Doyo atau Kyai Semar. Beberapa pelaku wisata religi berkunjung ke kawasan tersebut dengan tujuan berbeda-beda dan juga memaknai ziarah dengan kepercayaan masing-masing. Tujuan Penelitian yaitu mengambarkan wisata religi serta makna ziarah di Gunung Srandil. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam kepada beberapa pelaku wisata religi yang sedang melakukan ziarah di kawasan wisata religi Gunung Srandil, untuk menentukan narasumber menggunakan sampling purposive. Hasil penelitian bahwa wisata religi Gunung Srandil merupakan tempat keramat yang sudah ada sejak dahulu dan turun temurun dari leluhur. Kawasan ini dipercaya sebagai salah satu obyek wisata religi yang di kramatkan oleh kalangan masyarakat yang selalu mempercayainya secara turun-temurun. Makna wisata religi khususnya ziarah setiap individu tentu berbeda-beda. Menurut hasil wawancara bahwa beberapa tujuan datang adalah untuk berdoa dan meminta kepada Yang Maha Kuasa, mengadakan syukuran dan wayangan, serta untuk menenangkan diri dan mencari petunjuk dan memenangkan pemilu. Dengan berdatangngannya para pelaku wisata religi di kawasan Gunung Srandil diharapkan pengelola dapat menjaga tempat petilasan tersebut.