Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Sediaan Dekok Daun Zaitun (Olea europaea L.) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) Galur Wistar Jantan yang Diinduksi Aloksan Millati, Ashfi; Bahar, Yenni; Kusumawinakhyu, Titik
Herb-Medicine Journal Vol 2, No 2 (2019): Herb-Medicine Journal Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v2i2.4796

Abstract

Glukosa darah merupakan gula dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. Diabetes Melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik dengan adanya hiperglikemia akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin atau campuran keduanya. Daun zaitun (Olea europaea L.) memiliki kandungan kaya fenol. Polifenol pada daun zaitun (Olea europaea L.), khususnya oleuropein diduga meiliki efek hipoglikemi dengan mekanismenya yaitu kemampuan untuk mempengaruhi pelepasan insulin, memiliki efek untuk meningkatkan uptake glukosa ke dalam sel. untuk  menganalisis pengaruh  seduhan daun zaitun (Olea europaea L.) terhadap kadar glukosa darah puasa tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus strain wistar) jantan yang diinduksi aloksan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest and  post test contol group design dengan uji yang digunakan adalah repeat ANOVA, jika salah satu syarat untuk uji ANOVA tidak terpenuhi, maka dilanjutkan dengan uji Friedman untuk mengetahui adanya perbedaan. Terdapat pengaruh seduhan daun zaitun terhadap kadar glukosa darah puasa tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus strain wistar) jantan yang diinduksi aloksan, Terdapat kecenderungan peningkatan kadar glukosa darah puasa tikus putih galur wistar jantan pada kelompok kontrol sebesar 103 mg/dl, 3) Terdapat penurunan kadar glukosa darah puasa tikus putih galur wistar jantan pada kelompok yang diberikan tanaman herbal seduhan daun zaitun pada perlakuan dosis I (540 mg/200 gram BB tikus), dosis II (1080 mg/200 gram BB tikus), maupun dosis III (2160 mg/200 gram BB tikus), 4) Terdapat penurunan lebih sebesar 207 mg/dl pada perlakuan dosis III dibandingkan kelompok perlakuan dosis I maupun dosis II. Simpulan yang didapat dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh seduhan daun zaitun (Olea europaea L.) terhadap kadar glukosa darah puasa tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus strain wistar) jantan yang diinduksi aloksan.     
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum) TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ TIKUS GALUR WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus Strain Wistar) YANG DIINDUKSI MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) Putri, Githa Septaliani; Romdhoni, Muhammad Fadhol; Bahar, Yenni
Herb-Medicine Journal Vol 2, No 1 (2019): Herb-Medicine Journal April 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v2i1.3058

Abstract

MSG adalah zat adiktif yang ditambahkan pada makanan untuk menambah kelezatan rasa. Konsumsi MSG dalam dosis yang tinggi terbukti dapat mempengaruhi fungsi ginjal yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. MSG mempengaruhi fungsi ginjal karena dapat meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang menyebabkan stres oksidatif sehingga menyebabkan kerusakan sel di ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh pemberian ekstrak kemangi (Ocimum basilicum) dapat mencegah peningkatan kadar ureum dan kreatinin pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi Monosodium glutamat (MSG). Subjek yang terdiri dari 24 ekor tikus dibagi kedalam 4 kelompok. Kelompok kontrol positif adalah kelompok yang diinduksi Monosodium glutamate dan kelompok perlakuan yang terdiri dari tiga kelompok yaitu kelompok yang diinduksi MSG dan ekstrak etanol daun kemangi dengan dosis 175mg/kgBB, 350 mg/kgBB dan 700mg/kgBB. Perlakuan penelitian dilakukan selama 14 hari setelah dilakukan aklimatisasi selama 7 hari.  Pada hari ke 22 dilakukan pemeriksaan ureum dan kreatinin dalam darah tikus. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan LSD. Hasil analisis dengan One Way ANOVA menunjukan adanya pengaruh setelah pemberian ekstrak kemangi terhadap kadar ureum dan kreatinin. Pemberian ekstrak kemangi berpengaruh signifikan terhadap kadar ureum karena nilai signifikansi p=0.014 (p<0.05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar kreatinin karena nilai signifikansi yaitu p=0.097 (p>0.05) . Hasil uji post hoc dengan LSD menunjukan perbedaan yang paling signifikan terdapat pada pemberian ekstrak kemangi dosis 700mg/kgBB. Ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum) dapat memberikan pengaruh terhadap kadar ureum dan kreatinin dalam darah tikus setelah diinduksi MSG.
Efek Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Hidayati, Ayu Nur Ain; Bahar, Yenni
Sainteks Vol 15, No 1 (2018): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v15i1.6179

Abstract

Infeksi merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di negara berkembang termasuk Indonesia, salah satunya disebabkan oleh bakteri staphylococcus epidermidis. Infeksi bakteri dapat diatasi dengan pemberian antibiotik, akan tetapi saat ini memiliki hambatan dengan adanya resiko resistensi. Berdasarkan pengalaman dari berbagai daerah di Asia, pengobatan herbal memiliki kekuatan penyembuhan yang signifikan, salah satunya dengan memanfaatkan daun kemangi sebagai tanaman herbal yang  dipercaya berkhasiat sebagai antibakteri. Untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun kemangi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan posttest only with control group design. Proses ekstraksi etanol daun kemangi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Seri konsentrasi sebesar 212,5 mg/mL (Kelompok P1), 450 mg/mL (Kelompok P2), dan 850 mg/mL (Kelompok P3), dengan kontrol negatif menggunakan aquades (Kelompok K-) dan kontrol positif menggunakan klindamisin 2µ (Kelompok K+) yang diujikan secara in vitro terhadap bakteri staphylococcus epidermidis menggunakan teknik difusi cakram. Diameter zona hambat dari seri konsentrasi esktrak etanol daun kemangi 212,5 mg/mL, 450 mg/mL, dan 850 mg/mL, didapatkan hasil secara berurutan 7,59 mm, 9,59 mm, 11,97 mm, kelompok negatif sebesar 0 mm, dan kelompok positif 13,51 mm. Terdapat pengaruh ekstrak etanol daun kemangi secara signifikan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan dosis efektif sebesar 850 mg/mL yang ditunjukan oleh zona hambat yang terbentuk sebesar 11,60 mm.Kata kunci: Ocimum basilicum, Staphylococcus epidermidis, Uji antibakteri
Perbedaan Antara Tingkat Kecemasan Pada Wanita Menopause Dan Wanita Usia Reproduktif Di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas Bahar, Yenni; Soesuliwati, Retno
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1506

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) ledakan menopause pada tahun-tahun mendatang sulit sekali dibendung dan diperperkirakan pada tahun 2030 nanti akan ada 1,2 miliar wanita yang berusia diatas 50 tahun.. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat kecemasan pada wanita usia menopause dengan wanita masa reproduksi. Metode penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini mengambil sample dengan cara purposive sampling. Sedangkan teknik pemilihan subjek/ sampel dengan cara restriksi karena menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Uji analisis yang digunakan adalah chi-square ( X²), untuk menguji hipotesis bila dalam populasi terdiri dari dua atau lebih klas, data berbentuk nominal dan sampelnya besar. Uji menggunakan program SPSS (Stastistical Product and Service Solution) 16.0 Production Facility. 2. Analisis regresi logistik untuk mengetahui pengaruh antara tingkat pendidikan, status pekerjaan, status perkawinan, pendapatan dengan tingkat kecemasan. Uji menggunakan program SPSS (Stastistical Product and Service Solution) 16.0 Production Facility. Dalam penelitian ini data yang didapat dianalisis dengan uji statistik chi square untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kecemasan dan uji analisis regresi logistik untuk mengetahui pengaruh antara tingkat pendidikan, status pekerjaan, status perkawinan, pendapatan dengan tingkat kecemasan. Dari Uji Chi-Square didapatkan p value sebesar 0,006 dimana nilai ini kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan hasil yang signifikan yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan antara wanita usia menopause dengan wanita usia reproduksi. Wanita usia menopause lebih cemas dari wanita usia reproduksi. Pada hasil uji Logistic Regression pada penelitian ini didapatkan bahwa pekerjaan mempunyai pengaruh paling besar terhadap kecemasan (OR=25.609; p=0.011). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: wanita usia menopause di desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas lebih cemas daripada wanita usia reproduksi di desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas( p=0,006). Kata Kunci : Tingkat kecemasan, wanita menopause, wanita usia reproduktif
Hubungan Antara Pemberian Asi Ekslusif Dengan Keteraturan Siklus Menstruasi Bagi Ibu-Ibu Menyusui Di Puskesmas Purwokerto Barat Banyumas Basuki, Dyah Retnani; Bahar, Yenni
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1495

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI secara eksklusif pada bayi sejak lahir hingga bayi berumur enam bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun. Pemberian ASI eksklusif pada bayi, akan meningkatkan involusi rahim, sehingga mengurangi komplikasi masa nifas. Hal ini bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu pasca melahirkan. Pola pemberian ASI berhubungan erat dengan kembalinya kesuburan yang dapat diukur salah satunya dengan kembalinya menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan siklus menstruasi bagi ibu menyusui di Puskesmas Purwokerto Barat Banyumas. Metode dalam penelitian ini menggunakan observasi dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini di laksanakan di Puskesmas Purwokerto Barat Banyumas pada tanggal 15 Februari – 15 Agustus 2016. Sampel dalam penelitian ini 72 responden yang terdiri dari 36 kelompok ibu memberikan ASI Ekslusif, dan 36 kelompok ibu non ASI Ekslusif. Hasil dalam penelitian ini bahwa dari 36 kelompok ibu yang memberikan ASI eksklusif 12 (33,33%) orang yang mengalami siklus menstruasi teratur dan 24 (66,67%), orang yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur . Pada kelompok ibu yang Non ASI Ekslusif dari 36 orang, 27 (75,00%) orang yang mengalami siklus menstruasi teratur dan 9 (25,00%) yang mengalami siklus mentruasi tidak teratur. Hasil perhitungan dengan metode Kai Kuadrat (X2) hitung = 8,187. Sedangkan X2 tabel (0,05 ; 1) = 4,851. Jadi X2 hitung lebih besar dari X2 tabel (0,05 ; 1) atau p kurang dari (0,05 ; 1). Dari hasil perhitungan tersebut juga didapatkan Od Ratio sebesar 8,476 dengan nilai probabilitas 0,008 kurang dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif secara signifikan berhubungan dengan keteraturan siklus menstruasi pada ibu menyusui. Kata kunci: pemberian ASI ekslusif, siklus menstruasi, ibu menyusui
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI ( Ocimum basilicum L folium ) TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIINDUKSI MSG wahyudi, agung; Bahar, Yenni; Septianawati, Paramita
Herb-Medicine Journal Vol 1, No 1 (2018): Herb-Medicine Journal April 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v1i1.2484

Abstract

Latar Belakang: Monosodium glutamat (MSG) merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan untuk penyedap makanan. MSG mempunyai kandungan senyawa kimia seperti 78% glutamat, 12% natrium dan 10% air. Food Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa MSG dapat dikonsumsi sebanyak 120 mg/KgBb atau 9,6 g/hari pada manusia dengan berat badan 70 kg. Penggunaan MSG yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada hepar. Daun kemangi mempunyai kemampuan untuk melindungi membran sel dengan cara menurunkan pengaruh radikal bebas terhadap lipidperoksidase. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi dapat terhadap kadar SGOT dan SGPT pada pada  tikus putih galur wistar (Rattus Norvegicus) yang diinduksi MSG. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post test randomized controlled group design menggunakan 25 tikus yang terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu A sebagai kontrol negatif (K-), B sebagai kontrol positif (K+), C sebagai perlakuan 1 (P1), D sebagai perlakuan 2 (P2), E sebagai perlakuan 3 (P3). dosis MSG 7 gr/KgBB selama 14 hari dan dilanjutkan dengan ekstrak etanol daun kemangi dengan dosis 87,5 mg/kgBB, 175 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB diberikan selama 10 hari. Data dianalisis menggunakan analisis One Way Anova. Hasil: Pemberian ekstrak etanol daun kemangi dengan dosis 350 mg/kgBB dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT tikus yang diinduksi MSG dengan dosis 7 gr/kgBB. Rerata kadar SGOT pada penelitian dengan dosis 350 mg/kgBB memiliki efek penurunan yang terbaik yaitu dengan rata-rata 75.00  ± (15.330) dan  nilai P 0.096. Nilai rerata kadar SGPT kelompok dengan dosis 350 mg/kgBB memiliki efek penurunan yang terbaik yaitu dengan rata-rata nilai P 0.074 Kesimpulan: Ekstrak etanol daun kemangi menghambat peningkatan kadar SGOT dan SGPT pada tikus yang diinduksi MSG, tetapi yang secara statistik tidak signifikan
PENGARUH SEDIAAN DEKOK DAUN ZAITUN (Olea europaea L.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus strain wistar) JANTAN YANG DIINDUKSI NATRIUM KLORIDA 5,5% Mubarok, Fachri; Kusumawinakhyu, Titik; Bahar, Yenni
Herb-Medicine Journal Vol 3, No 3 (2020): Herb-Medicine Journal Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v3i3.7986

Abstract

According toWHOhypertension about 26.4% of world population who have suffered hypertension. It wouldprobably increase up to 29.2% in 2025.  Usually,hypertension medical care uses convensional medicine, however itpossessessome side effects and could causecomplication.For that reason, herbal medicine is needed for safer andmore effective purpose.  One of herbal medicines is olive leaf (Olea europea L).It aimed to figure out effect of oliveleaf extract (Olea europaea L.) on declining blood pressurein whitemale rat wistar strain (Rattus novergicus strainwistar) after 5.5% Natrium Chloride (NaCl) induction.24 of rats were divided into 4 groups of treatments and 5.5%NaCl inductions. Group I, as a control withaquadest treatment, Group II was inducted with 540 mgs of olive leafextract, Group III was inducted with 1080mgs of olive leaf extract, and Group IV was inducted with 2160 mgs ofolive leaf extract. Data were Analyzed byOne way ANOVA then followed with Post-hoc test using LeastSignificant Differences (LSD) test. From the group I, the mean of pretest was 117.83/150.83mmHg and  the meanof post test was117.83/141.67 mmHg. Group II, the mean of pretest was 123.67/156,00 mmHg and the mean of posttest was87.00/116,00 mmHg. Group III, the mean of pretest was 123.50/156.83 mmHg and  the mean of post testwasand  the mean of post test was 81.67/112,50 mmHg. Group IV the mean of pretest was 119.00/156.50 mmHgandthe mean of post test was 80.00/105.00 mmHg.There were effects of olive leaf extract (Olea europaea L.) in 540mgs, 1080 mgs and 2160 mgs toblood pressure declining in white male rat wistar strain (Rattus novergicus strainwistar) after 5.5% NatriumChloride (NaCl) induction.  The higest blood pressure declining was in Group IV of 2160mg olive leaf extractinduction.