Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENERAPAN SCHEDULE ASSESSMENT MENGGUNAKAN STANDARD PMI, GAO, DCMA, DAN NDIA PADA BEBERAPA PROYEK DI SURABAYA DAN SEKITARNYA Antonio, Nicholas; Andrew, Andrew; Nugraha, Paulus
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.49 KB)

Abstract

Agar suatu proyek dapat berjalan tepat waktu, diperlukan penjadwalan yang jelas, lengkap, detail, dan logis. Schedule Asessment merupakan penilaian terhadap kualitas sebuah jadwal. Penelitian menggunakan data jadwal dari 4 proyek yang berada di Surabaya dan sekitarnya. Dikarenakan antara proyek memiliki 2 jenis penjadwalan berbeda, perlu dilakukan pengelompokkan terhadap beberapa masalah yang menjadi penyebab suatu poin tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil analisa, diidentifikasi poin-poin berikut. Proyek Cornell Apartment memenuhi 56% poin PMI, 30% poin GAO, 35.7% poin DCMA, dan 25% poin NDIA. Proyek Gudang memenuhi 14% poin PMI, 10% poin GAO, 7% poin DCMA, dan 12.5% poin NDIA. Untuk proyek Grha Mahameru dan Padma Hotel memenuhi 14% poin PMI, dan 0% untuk poin GAO, DCMA, dan NDIA. Lalu ditemukan dan dikelompokkan penyebab beberapa poin tidak terpenuhi. Progress yang dapat menambahkan nilai assessment sebesar 39% untuk metode PMI, 20% untuk metode GAO, 21% untuk metode DCMA, dan 25% untuk metode NDIA. Gantt Chart yang dapat menambahkan nilai assessment sebesar 33.3% unutk metode PMI, 10% untuk metode GAO, 7% untuk metode DCMA, dan 12.5% untuk metode NDIA. Poin-poin yang perlu dianalisis lebih lanjut yang dapat menambahkan nilai assessment sebesar 30% untuk metode GAO, 50% untuk metode DCMA, dan 37.5% untuk metode NDIA.
RUANG REKREASI MUSIK DI PAPANGGO, TANJUNG PRIOK Antonio, Nicholas; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8510

Abstract

It was found in the area of North Jakarta has a fairly high level of labor force participation. It can be concluded from this data that all levels of society in North Jakarta have jobs. With the changes from manual technology to high technology, It is through these circumstances that people must revolutionize technology that’s actually not ready to be faced by the community. This condition creates a lot of pressure on the community. According to North Jakarta BPS data, the labor force in Tanjung Priok reaches 66% and the rest are part of the non-workforce. So, the solution to reduce the level of saturation at work, namely providing a place for intermediary space, between the first and second places in the form of music and culinary recreation. "Why is music used as a medium to reduce one's level of saturation?" According to research by the British Journal of Psychiatrist, this journal describes that music good for a variety of health problems, and music is also a medium that can reduce one's saturation level. "Music Is Liquid Architecture, Architecture Is Frozen Music" Johann Wolfgang von Goethe. As the main values that facilitate the project are music recreation and street food snacks that related to relaxation and eliminating saturation as part of the response to problems experienced by the community. Keywords: Labor Force; Music; Recreation AbstrakDidapati bahwa daerah Jakarta Utara memiliki tingkat partisipasi Angkatan kerja yang cukup tinggi. Kondisi tersebut ternyata banyak menimbulkan terjadinya stress pada masyarakat. Menurut data BPS Jakarta Utara, Angkatan kerja di Tanjung Priok mencapai 66% dan selebihnya merupakan bagian dari bukan angkatan kerja. Bisa disimpulkan lewat data ini bahwa hampir seluruh lapisan masyarakat daerah Jakarta Utara memiliki pekerjaan. Dengan adanya perubahan-perubahan dari teknologi manual menjadi teknologi tinggi. Melalui keadaan tersebutlah yang membuat masyarakat harus mengalami revolusi teknologi yang sebetulnya belum siap untuk dihadapi oleh masyarakat. “Mengapa musik dipakai sebagai media untuk mengurangi tingkat jenuh seseorang?” Menurut penelitian British Journal of Phsychiatrist, dalam jurnal ini dipaparkan bahwa musik berdampak baik untuk berbagai macam gangguan kesehatan, dan musik juga merupakan media yang dapat mengurangi tingkat jenuh seseorang. “Music Is Liquid Architecture, Architecture Is Frozen Music”- Johann Wolfgang von Goethe. Adapun nilai utama yang memfasilitasi proyek ini yaitu rekreasi musik dan jajanan makanan jalanan yang berhubungan dengan relaksasi serta menghilangkan jenuh sebagai bagian dari respon masalah yang dialami masyarakat. Jadi sebagai solusi untuk mengurangi tingkat jenuh pada saat bekerja, yaitu menyediakan wadah berupa ruang perantara, antara first place dan second place dalam bentuk rekreasi musik dan kuliner jalanan.