Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Competency improvement through internship: An evaluation of corporate social responsibility program in vocational school Rahayu, Ety; Ramadhani, Mgs. Ahmad
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 9, No 3: September 2020
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.561 KB) | DOI: 10.11591/ijere.v9i3.20571

Abstract

The high unemployment rate in Indonesia derived from vocational school graduates could be alleviated through internship as a part of Corporate Social Responsibility program that deployed by company together with school to equip its students or graduates with set of competences, therefore they will be competent and able to compete in job market, especially in the era of disruptive technologies. This applied research of evaluation using qualitative approach aimed to evaluate the input and process of the corporate social responsibility program in vocational internship conducted by an oil and gas manufacturing company in Indonesia. The results of this revealed some inputs that were the source of program success and processes that determined the quality of the program. Aspects of input generally met the ideal criteria such as competent program staff, participant characteristic reflecting program objectives, flexible and synchronized curriculum, adequate facility, and available procedure. Aspects of the process complied with regulations and procedures as well. Both aspects resulted the achievement of outcome that exceeded expectation such as competence improvement, cost saving, awards and provide information to be replicated by other institutions.
EVALUASI PROGRAM PENGUATAN PEREMPUAN USAHA KECIL (PUK) (EVALUASI SUMATIF TERHADAP PROGRAM PENGUATAN PUK YANG DILAKUKAN ASOSIASI PENDAMPING PEREMPUAN USAHA KECIL DI SOLO) Cahyanto, Agung; Rahayu, Ety
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 16, No 1 (2015): JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Publisher : Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.271 KB) | DOI: 10.7454/jurnalkessos.v16i1.66

Abstract

This research is a study summative evaluation PUK Strengthening Program in Solo with a quantitative approach. The goal is to measure outcome indicators and analyzes the factors that influence the achievement of outcomes based on aspects of the process and input. The analysis was done by means of univariate and bivariate with cross table, Chi Square and Kendall Tau. The results showed that the outcome indicators has not been achieved. Factors that influence the outcome of the process aspect are ability to identify and solve problems, quality of production, volume of business, business innovation, profit exhibitions, as well as participation in training. Input factors affecting outcome that is age and education of respondents.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN PENGURUS KOPERASI JASA KEUANGAN Rahayu, Ety
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 1 (2018): JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Publisher : Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.68 KB) | DOI: 10.7454/jurnalkessos.v19i1.97

Abstract

This research was conducted to find out the empowerment effort done by DKI Jakarta Provincial Government through technical unit namely Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) as implementing unit of Community Economic Empowerment Program (Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan) to the administrators/managers of cooperatives or Koperasi Jasa Keuangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (KJK PEMK) as partner of UPDB in implementing the this program. The research was conducted at KJK PEMK Kelapa Gading Barat, which is KJK PEMK which is considered smoothly in installment refund. The research was conducted using qualitative approach, with descriptive research type, and informant selection technique was done by purposive sampling. Findings of research indicate that there are efforts of empowerment from UPDB to administrators/managers of KJK PEMK, especially in the form of capacity building. It is intended that the administrators / managers KJK PEMK has the ability to manage KJK PEMK.
EVALUASI PROGRAM WIRAUSAHA PEMULA DI KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM RI Ansar, Andi Besse; Rahayu, Ety
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 14, No 1 (2014): JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Publisher : Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.363 KB) | DOI: 10.7454/jurnalkessos.v14i1.225

Abstract

Artikel ini membahas mengenai individualized outcome evaluation terhadap lima peserta Program Wirausaha Pemula dari DKI Jakarta tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian evaluasi. Sedangkan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan 7 informan yang terdiri dari 5 informan peserta program dan 2 informan pelaksana program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat peserta program telah mencapai outcome program, karena didukung oleh faktor trainee characteristic, training design, work environment, sikap dan konsep diri dalam berwirausaha serta desain usaha. Sedangkan satu informan yang tidak mencapai outcome, karena mengalami hambatan pada faktor work environment, sikap dan konsep diri serta desain usaha The study discusses about individualized outcome evaluation of young entrepreneur program evaluation at ministry of cooperatives and small medium enterprises for five beneficiaries from Jakarta City in 2012. This research used a qualitative approach with evaluation research. While collecting data using in-depth interview with 7 informans which consist 5 beneficiaries program and 2 program staff. This result of study show that 4 beneficiaries has achieve an outcome program because of the trainee characteristics, training design, work environment, attitude and self concept and design entrepreneurship factors support and 1 beneficiaries has a barrier in work environment, attitude and self concept and entrepreneurship design factors
MODEL KEMITRAAN DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO PEDESAAN Ahmad, Faizal; Rahayu, Ety
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 2 (2018): JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Publisher : Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.348 KB) | DOI: 10.7454/jurnalkessos.v19i2.171

Abstract

Terjadi perubahan minat dan penekanan kebijakan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan melihat kontribusi mereka terhadap ekonomi. Literatur belakangan sudah cukup banyak mengeksplorasi beragam strategi yang dilakukan untuk memberdayakan UMKM. Penelitian ini menawarkan sudut pandang yang berbeda dengan lebih memberikan penekanan pada aspek pemberdayaan kepada mitra usaha mikro pedesaan oleh kelompok mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara mendalam kepada informan terkait pertanyaan-pertanyaan penelitian yaitu agen perubahan mahasiswa dan mitra usaha mikro pedesaan. Beberapa temuan penting yang muncul menggambarkan beberapa strategi dalam pemberdayaan UMKM bisa muncul dalam model kemitraan dan orang tua asuh dengan pendampingan yang intensif dari kelompok mahasiswa kepada mitra usaha. Beberapa strategi efektif yang ditemukan adalah Membangun relasi (engagement) dan kepercayaan (trust), intervensi direktif dan nondirektif, mengandalkan kekuatan mitra usaha (strenght perspective), model motivasi pencapaian (achievement motivation model) dan metode experiential learning. Kesimpulannya adalah bahwa dengan model kemitraan dan orang tua asuh mendorong adanya praktik bersama yang dapat meningkatkan kapasitas kewirausahaan dalam mengembangkan usaha mikro pedesaan baik bagi mahasiswa maupun pengusaha mikro. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu adanya pembekalan yang seimbang antara kelompok mahasiswa dan mitra usaha sebelum memulai pendampingan. Dan perlunya pembekalan mengenai pemberdayaan kepada mahasiswa terkait pengetahuan, keterampilan dan nilai.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI DALAM KELUARGA YANG MENGEDEPANKAN KEPENTINGAN ANAK Rahayu, Ety
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2012): JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Publisher : Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.295 KB) | DOI: 10.7454/jurnalkessos.v10i2.232

Abstract

Untuk dapat terwujudnya kesejahteraan anak, maka keluarga, masyarakat maupun pemerintah harus memperhatikan hak-hak dan kebutuhan-kebutuhan anak.  Untuk menjamin perkembangan psikis dan sosialnya, anak memerlukan kasih sayang, pemahaman, suasana rekreatif, stimulasi kreatif, aktualisasi diri, dan pengembangan intelektual. Karena itu sejak dini mereka memerlukan pendidikan dan sosialisasi dasar, pengajaran tanggung jawab sosial, peran-peran sosial dan ketrampilan dasar agar menjadi warga masyarakat yang bermanfaat.  Anak-anak dari keluarga miskin seringkali dibesarkan dengan pola asuh yang kurang kondusif bagi proses pertumbuhan dan perkembangan mereka. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan komunikasi bagi ibu-ibu dari keluarga miskin. Melalui pelatihan ini diharapkan orang tua dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan anak.To be able to realize child welfare, the family, society and the government should pay attention to the rights and needs of children. To ensure the psychological dan social development, children need love, understanding, recreational atmosphere, creative stimulation, self-actualization, and intellectual development. Therefore they require early socialization and basic education, the teaching of social responsibility, social roles and basic skills in order to become useful citizens. Children from poor families are often raised with parenting less conducive to their growth and development. One of the efforts undertaken is through communication training for mothers from poor families. Through this training the parents are expected to create an atmosphere conducive to the development of children
DAMPAK BUMDES TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA AIK BATU BUDING, KABUPATEN BELITUNG, PROVINSI BANGKA BELITUNG Nandra Caya, Muhammad Fajar; Rahayu, Ety
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 20, No 1 (2019): JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Publisher : Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.131 KB) | DOI: 10.7454/jurnalkessos.v20i1.193

Abstract

Village development is a priority in national development, because it is closely related to the third point of the President's Nawacita which states that it is developing Indonesia from the periphery by strengthening regions and villages within the framework of a unitary state. This study aims to describe the impact of BUMDES on the welfare of rural communities. BUMDES is one of the programs to strengthen the role of the region. village aik batu buding, Belitung Districts, Bangka Belitung Islands Province has become one of the best BUMDES in the Province in 2016, because it is interesting to see the impact of the existence of BUMDES in the village on community welfare. This research was conducted using a qualitative approach and used in-depth interview and observation techniques. The results of the study have shown that BUMDES has had an impact on the village economy. BUMDES has an impact on community business development in Aik Batu Buding Village. In addition, BUMDES encourages people to start a new business according to the potential of the community. The impact of other BUMDES is to improve the level of children's education and improve public health. Pembangunan desa merupakan prioritas dalam pembangunan nasional, karena terkait erat dengan poin ketiga Nawacita Presiden yang menyatakan bahwa akan mengembangkan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak BUMDES terhadap kesejahteraan masyarakat desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) adalah salah satu program pemerintah untuk memperkuat peran daerah di dalam sebuah pembangunan nasional. BUMDES Desa Aik Batu Buding, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menjadi salah satu BUMDES terbaik di Provinsi pada tahun 2016, karena itu menarik untuk melihat dampak dari keberadaan BUMDES di desa terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa BUMDES telah memberikan dampak terhadap perekonomian desa. BUMDES memberikan dampak terhadap pengembangan usaha masyarakat di Desa Aik Batu Buding. Selain itu BUMDES mendorong masyarakat untuk memulai sebuah usaha baru sesuai potensi masyarakat. Dampak BUMDES lainnya yaitu meningkatkan tarafPendidikan anak-anak dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
HUBUNGAN TINGKAT WORK-LIFE BALANCE TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KERJA KARYAWAN ORGANISASI PELAYANAN KEMANUSIAAN (STUDI PADA KARYAWAN YAYASAN PLAN INTERNATIONAL INDONESIA) Larasati, Iga; Rahayu, Ety
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 20, No 2 (2019): JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Publisher : Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.662 KB) | DOI: 10.7454/jurnalkessos.v20i2.219

Abstract

This undergraduate thesis discusses about the correlation of work-life balance to job satisfaction among Yayasan Plan International Indonesia’s Employees. This research is a quantitative research with descriptive design.  This research is background by the importance of employee’s satisfaction in the Human Service Organization’s setting. Meanwhile, the research about employee’s job satisfaction among Human Service Organization is still rare. The result of this research shows that there’s a very weak correlation between the level work-life balance to the level of job satisfaction among Yayasan Plan International Indonesia’s Employees. This can be caused by the difference in characteristic between HSO and company.  Job satisfaction in HSO may not always be correlated with the level of work-life balance. It can be correlated with its characteristic, people as a raw material, unclear and problematic organizatinons goals, uncertainty in determining service technology, and intensive interaction between employee and client as one of core activities in HSO.Penelitian ini membahas mengenai hubungan antara tingkat work-life balance terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan Yayasan Plan International Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja (kesejahteraan) bagi karyawan organisasi pelayanan kemanusiaan atau Human Services Organization (HSO). Sedangkan, penelitian mengenai kepuasan kerja di HSO masih sangatlah minim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat lemah antara tingkat work-life balance terhadap tingkat kepuasan kerja pada karyawan Yayasan Plan International Indonesia. Kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh adanya karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh HSO yang sangat berbeda dengan perusahaan, seperti manusia sebagai raw material, tujuan organisasi yang tidak jelas dan bersifat problematik, ketidakpastian dalam menentukan teknologi pelayanan, serta proses interaksi yang intensif dengan klien sebagai salah satu aktivitas utama dari HSO.
KEMISKINAN DAN KEUANGAN MIKRO Rahayu, Ety
Sosio Informa Vol 4, No 1 (2018): Sosio Informa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v4i1.1429

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah global yang dihadapi oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan ini. Salah satu upaya yang dianjurkan di berbagai literature yaitu melalui keuangan mikro (microfinance). Keuangan mikro telah diakui oleh banyak pihak sebagai strategi yang bisa diandalkan untuk mengentaskan kemiskinan. Diawali dengan program Grameen Bank oleh Prof. Yunus di Bangladesh, kemudian diikuti oleh program sejenis di Negara lain, program ini berhasil meningkatkan penghasilan orang miskin. Hasil penelitian di beberapa negara menunjukkan bahwa keuangan mikro ternyata berhasil meningkatkan penghasilan orang miskin. Meskipun ada penelitian yang menunjukkan kegagalan, namun penelitian yang menunjukkan keberhasilan keuangan mikro dalam mengentaskan kemiskinan itu masih lebih banyak dibandingkan dengan penelitian yang menunjukkan kegagalan. Hal ini membuktikan bahwa keuangan mikro memang merupakan upaya penanggulangan kemiskinan yang dapat diandalkan.
PERAN PENDAMPING DALAM MENINGKATKAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL PADA PROGRAM PELAYANAN JARAK JAUH DI KECAMATAN LEMBANG DAN CILILIN, KABUPATEN BANDUNG BARAT Roslina, Dedek; Rahayu, Ety
Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v7i2.1167

Abstract

Artikel ini membahas mengenai peran-peran pendamping dalam meningkatkan keberfungsian sosial penyandang disabilitas intelektual melalui program berbasis home care bernama Program Pelayanan Jarak Jauh (PPJJ) Tahun 2017. Para pendamping tersebut merupakan kader masyarakat yang memberikan bimbingan fisik, mental, sosial, dan keterampilan kepada penerima pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader masyarakat yang berpengalaman menangani anak-anak disabilitas mampu menjalankan berbagai peranan dalam rehabilitasi penyandang disabilitas intelektual, antara lain sebagai pemercepat perubahan dalam mengungkap permasalahan dan kebutuhan penerima pelayanan, sebagai penghubung antara penerima pelayanan dengan sumber pelayanan, sebagai asisten personal yang mendampingi penerima pelayanan dalam proses bimbingan rehabilitasi dan mendorong keterlibatan keluarga dalam pelayanan home care, dan pembuat laporan. Beberapa pendamping juga mampu berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi proses kedukaan yang dialami keluarga. Pemberdayaan kader masyarakat lokal sebagai pelaksana program dapat terus dikembangkan untuk memperluas pelayanan sosial. Namun, peran pekerja sosial profesional tetap dibutuhkan, sehingga keduanya diharapkan bekerjasama untuk meningkatkan keberfungsian sosial penyandang disabilitas intelektual. Kata Kunci : Pendamping, disabilitas intelektual, pelayanan di rumah, keberfungsian sosial