Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Redesain Logo dan Media Promosi sebagai Citra Produk Kerajinan Ketanen Industri Kreatif – Kabupaten Gresik Wahmuda, Faza; Hidayat, Moch Junaidi
PANTUN Vol 3, No 2 (2018): Kreatif, Inovatif, dan Industri Kreatif
Publisher : Pascasarjana ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.072 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan teori Semiotika dari Peirce. Tujuan utama studi ini adalah menganalisis, merancang media promosi dan identitas visual dalam mengembangkan segmentasi pasar dan dikenal sebagai industri kerajinan daerah Desa Ketanen Gresik dalam dua tahun ini. Berdasarkan teri dam metoda yang digunakan, maka Hasil penelitiannya berupa redesain visual logo yang lebih modern, yang mampu mengikuti trend serta memiliki daya saing. Penentuan media promosi mempertimbangkan kemudahan konsumen untuk mengenal produk yang dihasilkan. Penerapan media kartu nama sebagai identitas produk, brosur sebagai pengenalan kualitas produk dan website sebagai penguat identitas produk. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, studi pustaka, dan wawancara. Objek yang didapat adalah data-data dari hasil Seiring kemajuan jaman di era 4.0, khususnya sektor industri yang cukup pesat perkembangannya, yakni industri kerajinan tersebut belum mampu menembus pasar global.  Dengan demikian memberikan peluang bagi para pelaku industri khususnya perajin dengan produk kerajinannya yang termasuk pada sub sektor industri kreatif yakni salah satunya adalah  Desa Ketanen, Panceng, Gresik yakni  daerah yang membangun industri kerajinan local. Aspek visual, logo masih belum menunjukkan kepribadian dan jiwa KIK. Dengan demikian diperlukan redesain logo yang memiliki kekuatan dalam hal penyampaian pesan, mengubah persepsi dan membangun pencitraan sebagai industri kerajinan tongkol jagung. Kata Kunci: redesain, logo, citra produk, media promosi, kerajinan
Pemanfaatan Kulit Kayu Gelam Menjadi Produk Fesyen Aksesori Wanita Adhianti, Magita Tria; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.151 KB)

Abstract

Kayu gelam (Melaleuca sp) merupakan kayu yang tumbuh di rawa gambut dengan karakteristik kulit kayunya yang mengelupas. Kulit kayu gelam yang berlapis-lapis dan mengelupas tidak memiliki nilai fungsi dan jual sehingga tidak dimanfaatkan. Berdasarkan hal tersebut, dilihat potensi untuk memanfaatkan kulit kayu gelam yang tidak terpakai sebagai material untuk pembuatan produk fesyen aksesori wanita. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode action research yaitu dengan teknik eksperimen dimana subjek yaitu kulit kayu gelam akan diberi perlakuan (treatment) sehingga akan didapat karakter material yang diinginkan. Terdapat 2 alternatif proses eksperimen yang dilakukan yaitu Proses Penghancuran dan Proses Penguatan Tekstur, dimana dari dua proses tersebut menghasilkan dua karakteristik yang berbeda. Pada proses Penghancuran, kulit kayu gelam melewati tahapan pelunakkan, penghalusan, pewarnaan, dan pengeringan. Sedangkan pada proses Penguatan Tekstur, kulit kayu gelam melewati tahapan pengupasan, pembersihan serat, pembentukan lembaran, finishing, pelapisan bahan, penggabungan material, pembentukan pola, dan penggabungan pola. Kulit kayu gelam hasil eskperimen tersebut dimungkinkan untuk pembuatan produk yang memiliki bidang lebar. Hasil dari eksperimen tersebut kemudian dijadikan sebagai material pembuatan produk fesyen aksesori wanita berupa tas, dompet, phone case, dan key holder. Produk yang dibuat menerapkan konsep desain Earth Tone yang bertujuan untuk menonjolkan kesan alam dan natural yang dimiliki oleh kulit kayu gelam.
EKSPLORASI LIMBAH PLASTIK KEMASAN FOIL DALAM PENERAPAN DESAIN UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL PRODUK FESYEN AKSESORIS Rochman, Alfan Nur; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.846 KB)

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang selalu dihadapi oleh manusia setiap harinya, baik di kota besar maupun pedesaan. Hal ini ditimbulkan karena aktifitas manusia. Meningkatnya sampah di kota Surabaya ini cukup tinggi. Mengingat Surabaya merupakan salah satu kota metropolitan terbesar kedua. Secara tidak langsung, hal ini mempengaruhi peningkatan volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat kota. Sampah yang dihasilkan, salah satunnya sampah kemasan foil yang biasa digunakan untuk pembungkus makanan ringan, dan juga minuman sachet. Sejauh ini material tersebut, sudah dimanfaatkan oleh para pengerajin untuk kerajinann sederhana seperti hiasan bunga, baju daur ulang untuk lomba, dan juga produk fesyen. Namun pengolahannya masih sederhana sehingga harga jualnya masih rendah. Permasalahan tersebut, mendorong peneliti untuk memberikan sebuah inovasi dalam pengolahan sampah plastik kemasan foil dengan teknik hot textile, dalam penerapan desain produk aksesoris fesyen, agar memilki nilai jual yang tinggi.
EKSPLORASI SERAT BUAH SIMPALAK DALAM PENERAPAN DESAIN PRODUK AKSESORIS INTERIOR Suzandoko, Deo Adhityawan; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.916 KB)

Abstract

Pada era globalisasi saat ini memang sangat dimudahkan dalam melakukan segala hal, akan tetapi dampak yang dihasilkan dari era ini sangat beragam, salah satunya adalah masalah sampah buah simpalak yang jatuh dari pohonnya. Buah simpalak atau bintaro (Cerbera Odollam) masih jarang diketahui oleh sebagian orang. Melihat potensi yang unik dari serat buah simpalak yang memiliki karakteristik yaitu memiliki motif garis lengkung tak beratuan yang saling terhubung, peneliti akan melakukan eksploasi pada material ini untuk diterapkan pada desain aksesoris interior. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang berfokus pada action researchberbasis eksperimen yang subjeknya diberi perlakuan lalu dianalisis akibat perlakuan pada subjek tersebut. Hasil dari analisis eksperimen yang dilakukan didapatkan serat buah simpalak tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan produk aksesoris interior. Tahapan yang dilakukan hingga serat buah simpalak dapat dijadikan produk elemen interior diantaranya melewati proses pemilihan bahan, proses pemanasan, pembentukan pola, pemisahan daging buah, pengkakuan serat, penggabungan pola dan proses finishing setelah itu dapat dilanjutkan ke dalam tahapan proses produksi produk aksesoris interior berupa produk kap lampu, jam, dan pot tanaman.
PENGEMBANGAN DESAIN WORKSTATION UNTUK PENJAHIT BUSANA DENGAN AREA TERBATAS Isnaini, Ni'matul; Wahmuda, Faza
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i2.11

Abstract

Abstrak Usaha menjahit adalah usaha untuk mengubah tekstil menjadi pakaian jadi yang bisa digunakan konsumen. Terdapat banyak peralatan dan perlengkapan yang menunjang pekerjaan tersebut seperti benang, jarum, kancing, gunting, dan lain sebagainya, namun tidak memiliki tempat tersendiri sehingga penjahit merasa sedikit kesulitan saat mencari peralatan tersebut. Kemudian tempat untuk memotong pola, menjahit, dan setrika merupakan tempat yang berbeda sehingga penjahit harus berpindah tempat saat melakukan aktivitas tersebut. Dengan permasalahan diatas maka dibutuhkan fasilitas berupa workstation yang memiliki banyak fungsi, serta dilengkapi dengan penyimpanan semua peralatan dalam menjahit. Metode yang digunakan dalam pencarian data adalah mix metode, yaitu metode penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif (metode penelitian berdasarkan observasi dan wawancara secara intensif) dan kuantitatif (metode penelitian berdasarkan hasil kuesioner yang akan menjadi data pendukung dalam penelitian). Pada observasi dilakukan pada dua tempat di area Surabaya dan Sidoarjo kemudian analisis menggunakan analisis kebutuhan kerja, analisis kebutuhan penyimpanan, analisis dimensi penyimpanan, analisis dimensi area kerja, analisis layout area kerja, analisis penempatan, analisis material, analisis finishing, analisis sistem, analisis bentuk, dan analisis warna. Kemudian didapatkan hasil sintesa desain, konsep desain, lima alternatif desain dan ditutup dengan kesimpulan dan saran. Kata kunci : desain, workstation, penjahit Abstract Sewing project is a project to change textile material into clothes that can be worn by the consumers. There are many tools and equipment that support this job such as yarn, needle, button, scissors, etc. however, they don’t have special place so the tailor gets difficulty when look for them. Besides that, the places to cut the pattern, to sew and to iron are different so the tailor has to move to other place when does those activities. By seeing that case, it needs a facility like a workstation that has many functions and be equipped by all sewing tools storage. The method that is used in searching data is mix method, means a research method using qualitative approach (research method based on observation and intensive interview) and quantitative (research method based on the result of questioners that can be support data in a research). The observations were made at two places in the area of Surabaya and Sidoarjo. In the step of analysis, it uses work need analysis, storage need analysis, storage dimension analysis, work area dimension analysis, work area layout analysis, placement analysis, material analysis, finishing analysis, system analysis, shape analysis, and colour analysis. Next, it will get the result of design synthesis, design concept, five alternative designs and ended by conclusion and advice. Keywords : design, workstation, tailor
REDESAIN LOGO DAN MEDIA PROMOSI SEBAGAI CITRA PRODUK MAKANAN RINGAN UKM BENOK Wahmuda, Faza; Hidayat, Mochamad Junaidi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 6, No 02 (2020): AUGUST 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v6i02.3307

Abstract

Abstrak                                                                          Perkembangan industri di Indonesia memberikan perubahan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk bersaing memenuhi kebutuhan konsumen. Obyek penelitian ini pada UKM Benok di Desa Klampok Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo hasil budi daya jagung yang diolah menjadi makanan ringan Emping dan Tortilla Jagung. UKM Benok memiliki peluang masuk di pasar swalayan. Namun identitas UKM Benok masih belum jelas dalam penerapan visualnya. Sehingga perlu meredesain logo Benok yang memiliki kekuatan identitas citra produk jagung. Upaya redesain dan media promosi dalam meningkatkan daya beli masyarakat adalah bagian dari proses mengungkap problematika yang dihadapi oleh UKM Benok, terutama bertujuan peningkatan citra produk makanan ringan. Melalui metode penelitian Desain proses pengumpulan data yang kemudian di lakukan analisis SWOT, analisis visual dan verbal guna menghasilkan redesain logo, analisis warna dan konfigurasi yang dijadikan dasar dalam mendesain label kemasan dan media promosi sebagai citra produk. Hasil penelitian ini yaitu pengembangan kemasan menggunakan standup pouch, mampu memberikan kemudahan konsumen dan meningkatkan kualitas produk Benok. Sedangkan penguatan citra produk dengan meredesain yang meliputi logo, naming dan warna serta pendekatan fotografi dalam penguatan visual pada desain label kemasan dan desain poster sebagai penguatan merek yang mampu bersaing di pasar dan mampu meningkatkan daya saing dari Benok. Kata Kunci: citra produk, kemasan, logo, media promosi, redesain AbstractThe development of industry in Indonesia provides a change for Small and Medium Enterprises (SMEs) or “Usaha Kecil Menengah (UKM)” to compete with consumers. The object of this research is Benok UKM in Klampok Village, Tongas Subdistrict, Probolinggo District, the results of corn cultivation processed were snacks, Emping, and Corn Tortillas. Benok UKM has the opportunity to enter the supermarket. However, the identity of Benok UKM is still unclear in its visual application. So it is necessary to redesign the Benok logo that has the strength of the corn product image identity. Efforts to redesign and promote media in increasing people's purchasing power are part of the process of uncovering the problems faced by Benok UKM by particularly aiming at improving the image of snack products. Through research design methods the process of collecting data is then carried out a SWOT analysis, visual and verbal analysis to produce logo redesign, color analysis, and configuration that are the basis for designing packaging labels and promotional media as product images. The results of this study are the development of packaging using standup pouch, able to provide consumer convenience, and improve the quality of Benok products. While strengthening the product image by redesigning that includes logos, naming, and colors as well as a photographic approach in visual reinforcement on the packaging label design and poster design as a reinforcement of a brand that can compete in the market and can increase the competitiveness of Benok. Keywords: logo, packaging, product image, promotion media, redesign
IBM PEMBUATAN KERAJINAN ACRILIC Meilani, Budanis Dwi; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya meningkatkan perekonomian warga Surabaya, pemerintah kota Surabaya terus memacu pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di kalangan warganya baik yang dikelola kelompok maupun individu. Institusi Pendidikan mengambil peran dalam hal pendampingan, melalui program Iptek bagi masyarakat (IbM) dimana perguruan tinggi bermitra dengan masyarakat. Mitra pada program IbM ini adalah kelompok PKK dan karang taruna pengrajin hiasan acrilic. Mitra IbM berlokasi di RW 01 Kelurahan Gubeng Kecamatan Gubeng dan RW 02 Kelurahan Ngagel Kecamatan Wonokromo. Selama ini Mitra mengenalkan produk hanya pada lingkungan sekitar serta kegiatan kegiatan pemerintah kota seperti pasar rakyat pada saat saat tertentu. Kendala yang dialami Mitra saat ini adalah kurangnya ketrampilan dan kurangnya pengetahuan tentang strategi penjualan. Dari permasalahan yang ada pada Mitra, maka Tim Pelaksana IbM “Pembuatan Hiasan Acrilic” bertujuan menambah ketrampilan untuk membantu meningkatkan produktivitas Mitra sehingga dapat memberikan dampak kemandirian Mitra serta peningkatan daya saing penjualan produk kerajinan hiasan acrilic. Dari hasil pengamatan langsung kegiatan Mitra, program IbM akan fokus pada bidang produksi termasuk didalamnya desain produk serta bidang pemasaran produk kerajinan hiasan acrilic. Dalam rangka untuk mencapai tujuan, tim pelaksana memberikan pendampingan, pelatihan, workshop dan pembuatan Web pemasaran kerajinan Acrilic. Sehingga Mitra mendapatkan peningkatan keahlian dan kemudahan dalam pemasaran serta mempunyai kompetensi agar mampu meningkatkan produktivitasnya.Pada bidang produksi Mitra mendapatkan pelatihan pembuatan pola atau desain kerajinan hiasan acrilic. Pola atau desain dibuat untuk menambah motif atau tema hiasan acrilic yang dimiliki Mitra menjadi lebih menarik dan memiliki daya jual yang tinggi. Pada bidang pemasaran dilakukan pelatihan pemasaran melalui media online seperti pengenalan produk melalui aplikasi web pemasaran, media sosial facebook, instagram, blog dengan fasilitas Search engine optimization serta membantu keikut sertaan dalam pameran-pameran produk kerajinan secara rutin. Akhir dari IBM “Pembuatan Hiasan Acrilic” ini adalah menambah ketrampilan Mitra dalam pembuatan Hiasan Acrilic dan pemasaran produk Hiasan Acrilic.
KONSEP DESAIN PARTISI DENGAN SISTEM MODULAR UNTUK HUNIAN DENGAN LAHAN TERBATAS DI SURABAYA Puspitasari, Ratna; Wahmuda, Faza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena hunian dengan lahan terbatas banyak dialami pada perumahan tipe kecil terutama rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Furnitur sebagai bagian dari elemen interior dapat berfungsi sebagai pembatas area publik maupun privat. Partisi merupakan salah satu elemen pembagi ruang pada hunian. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisa jenis partisi yang dapat digunakan untuk menciptakan area privat hunian dengan mengurangi kesan sempit yang mungkin terjadi akibat adanya elemen tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif-naturalistik untuk mencari kesesuaian perilaku dan penentuan sistem desain partisi yang sesuai. Hasil penelitian secara keilmuan dapat memberikan kontribusi dalam perencanaan sistem desain partisi. Dengan penggunaan sistem modular dapat membantu penataan ruang pada unit hunian.
PENGEMBANGAN DESAIN WORKSTATION UNTUK PENJAHIT BUSANA DENGAN AREA TERBATAS Isnaini, Ni'matul; Wahmuda, Faza
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 7 No. 2 (2020): Vol. 7, No. 2, April 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i2.11

Abstract

Abstrak Usaha menjahit adalah usaha untuk mengubah tekstil menjadi pakaian jadi yang bisa digunakan konsumen. Terdapat banyak peralatan dan perlengkapan yang menunjang pekerjaan tersebut seperti benang, jarum, kancing, gunting, dan lain sebagainya, namun tidak memiliki tempat tersendiri sehingga penjahit merasa sedikit kesulitan saat mencari peralatan tersebut. Kemudian tempat untuk memotong pola, menjahit, dan setrika merupakan tempat yang berbeda sehingga penjahit harus berpindah tempat saat melakukan aktivitas tersebut. Dengan permasalahan diatas maka dibutuhkan fasilitas berupa workstation yang memiliki banyak fungsi, serta dilengkapi dengan penyimpanan semua peralatan dalam menjahit. Metode yang digunakan dalam pencarian data adalah mix metode, yaitu metode penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif (metode penelitian berdasarkan observasi dan wawancara secara intensif) dan kuantitatif (metode penelitian berdasarkan hasil kuesioner yang akan menjadi data pendukung dalam penelitian). Pada observasi dilakukan pada dua tempat di area Surabaya dan Sidoarjo kemudian analisis menggunakan analisis kebutuhan kerja, analisis kebutuhan penyimpanan, analisis dimensi penyimpanan, analisis dimensi area kerja, analisis layout area kerja, analisis penempatan, analisis material, analisis finishing, analisis sistem, analisis bentuk, dan analisis warna. Kemudian didapatkan hasil sintesa desain, konsep desain, lima alternatif desain dan ditutup dengan kesimpulan dan saran. Kata kunci : desain, workstation, penjahit Abstract Sewing project is a project to change textile material into clothes that can be worn by the consumers. There are many tools and equipment that support this job such as yarn, needle, button, scissors, etc. however, they don’t have special place so the tailor gets difficulty when look for them. Besides that, the places to cut the pattern, to sew and to iron are different so the tailor has to move to other place when does those activities. By seeing that case, it needs a facility like a workstation that has many functions and be equipped by all sewing tools storage. The method that is used in searching data is mix method, means a research method using qualitative approach (research method based on observation and intensive interview) and quantitative (research method based on the result of questioners that can be support data in a research). The observations were made at two places in the area of Surabaya and Sidoarjo. In the step of analysis, it uses work need analysis, storage need analysis, storage dimension analysis, work area dimension analysis, work area layout analysis, placement analysis, material analysis, finishing analysis, system analysis, shape analysis, and colour analysis. Next, it will get the result of design synthesis, design concept, five alternative designs and ended by conclusion and advice. Keywords : design, workstation, tailor