Kodrat Permana, Aramdhan
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sumber-Sumber Penafsiran Al-Qur’an Kodrat Permana, Aramdhan
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 5 No 1 (2020): Kajian Tafsir, Filsafat dan Hukum
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.348 KB)

Abstract

Tafsir sebagai upaya memahami kalam Allah dalam perjalanan sejarahnya hingga saat ini mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut tidak lepas dari tiga sumber utama penafsiran al-Qur’an, yaitu al-Atsar, al-Ra’y dan al-Isyârah. Dengan pendekatan historis-normatif artikel ini membahas secara deskriptis-analitis-komprehensif tiga sumber tersebut. Alhasil, tiga sumber tafsir ini memaparkan sebuah informasi sejarah bahwa para mufassir dalam upaya mereka menafsirkan al-Qur’an berlindung pada informasi sejarah yang bersanad, dalil ‘akli dan juga makna-makna simbolik. Pada kategori yang pertama, kebenaran tafsir terletak pada kebenaran sumber yang didasarkan pada penafsiran al-Qur’an, nabi, sahabat, tabi’in, dan informasi histori lainnya, seperti israiliyyat. Di sisi lain penafsiran itu tidak dilihat cukup, karena terkesan kaku dan terbatas pada riwayat an sich. Sehingga terjadinya perkembangan ke arah tafsir bi al-Ray, yang menjadikan ilmu pengetahuan perihal al-Qur’an (mâ haul dan mâ fî al-Nash) sebagai landasannya. Terakhir, al-Isyarah menjadi sumber penafsiran terakhir yang mengembangkan loncatan penafsiran kepada sesuatu yang berada dalam jangkauan sebuah teks, go beyond the text, yang terkadang dekat dengan makna literalnya dan jauh dari makna literalnya.
Wacana Anti Korupsi dalam Perspektif Islam Kodrat Permana, Aramdhan
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 4 No 01 (2019): Wacana Kontemporer dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.205 KB)

Abstract

Korupsi adalah penyakit epidemik bagi mental masyarakat Indonesia. Muslim sebagai penduduk mayoritas Indonesia yang seharusnya menjadi pelopor anti-korupsi justru sebahagian, terutama para pejabat, kerap melakukan korupsi. Dalam paper ini penulis akan menggali teks-teks otoritas hukum Islam, al-Qur’an dan Hadis, untuk mengembangkan anti korupsi sebagai wacana pemberantasan korupsi dengan menggunakan penelitian kualitiatif berdasarkan pada penelitian kepustakaan. Alhasil dalam Islam dikenal istilah yang serupa secara semantis dengan korupsi; al-risywah, al-hirabah, al-ghulul, al-ghasab, dan al-sariqah. Semua ini bermuara pada makna etimologis korupsi, al-Fasad. Dalam kaitannya dengan wacana anti-korupsi, teks-teks otoritatif tersebut meniscayakan adanya positive circle attitude yang diperankan oleh seluruh masyarakat dari keluarga, pendidikan tinggi, pemerintah dan penegak hukum. Kelompok empat pertama bertugas dalam tindakan preventif dan yang terakhir pada tindakan represif. Maka dalam konteks sintesis ini budaya korupsi yang semakin mengakar adalah tanggungjawab bersama, khususnya Muslim.
Nuansa Tasawuf dalam Surah al-Fatihah: Analisis Mafâtîh al-Ghaib Karya Fakhruddîn al-Râzî Kodrat Permana, Aramdhan
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan Vol 30 No 1 (2020): Tinjauan Masalah Hukum, Tafsir dan Pendidikan
Publisher : STAI Syamsul 'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52030/attadbir.v30i01.32

Abstract

Mafâtîh al-Ghaib karya Fakhr al-Dîn al-Râzî seringkali dipahami sebagai tafsir yang bercorak ilmi dan falsafi an sich sehingga pemikiran tasawuf Fakhr al-Dîn al-Râzî dalam tafsir tersebut tidak banyak dikaji. Padahal data historis biografisnya menjelaskan pergumulannya dengan tasawuf. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nuansa tasawuf surah al-Fâtihah dalam Mafâtîh al-Ghaib. Surah ini tidak hanya diperlakukan khusus oleh al-Râzî dengan penafsirannya dalam satu jilid penuh, surah tersebut juga dalam pandangan al-Râzî memiliki probabilitas penafsiran sampai alf alf nuktah. Dengan menggunakan library research dan pendekatan idealis dan reduktionis serta metode komparatif hasil dari penelitian ini; 1) nuansa tafsir al-Râzî terhadap surah al-Fâtihah sangat kental; 2) tafsirnya berpusat pada metode munasabah dakhiliyyah (antar ayat dalam surah al-Fatihah)-kharijiyyah (antar ayat al-Qur’an dan hadis) dan metode ramzî (simbolik) yang sering digunakan oleh para sufi dalam menafsirkan al-Qur’ân.
Diferensiasi Sunnah dan Hadis dalam Pandangan Ignaz Goldziher Kodrat Permana, Aramdhan
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan Vol 29 No 2 (2019): Kaidah-Kaidah dan Implementasi Syari'at Islam
Publisher : STAI Syamsul 'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52030/attadbir.v29i02.13

Abstract

adis dan sunnah dipahami memiliki esensi yang sama. Namun fakta leksikal, terminologi dan historisnya berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang diferensiasi tersebut dari perspektif Ignaz Goldziher dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang didasarkan pada library research dan perspektif hermeneutik. Alhasil, Goldziher memahami bahwa hadis adalah ‘komunikasi’ yang tidak terikat pada aspek keagamaan apa pun, tapi melihatnya sebagai refleksi umat Islam terhadap perkembangan keagaamannya, walaupun ia tidak menolak keberadaan matan dan sanad. Sedangkan sunnah didefinisikan sebagai sebuah pengulangan dari pandangan Arab kuno terhadap tradisi nenek moyang mereka yang kemudian diadopsi oleh Islam. Jadi perbedaan antara keduanya yaitu hadis pada dasarnya merupakan sebuah bentuk ‘komunikasi’ atau ‘pembicaraan’ yang disandarkan pada Rasulullah SAW, sedangkan sunnah hanya sebagai sebuah sikap aktual Nabi Muhammad SAW. Implikasinya, pemahaman Goldziher ini membawa dirinya pada skeptisisme hadis sebagai sumber kedua hukum Islam.
Analisis Pemikiran al-Tafsir al-Maudlu’i al-Tauhidi Baqir Al-Shadr Kodrat Permana, Aramdhan
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan Vol 31 No 1 (2021): Mutu Layanan Pembelajaran, Tela'ah Tafsir dan Hukum
Publisher : STAI Syamsul 'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52030/attadbir.v31i1.73

Abstract

Tafsir al-Maudlu’i al-Tauhidi dikenalkan oleh Baqir al-Shadr. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran al-Al-Tafsir al-Maudlu’i-AlTauhidi Baqir Al-Shadr. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan pada kajian kepustakaan dan bersumber dari prime resource karya Baqir al-Shadr, al-Madrasat al-Qur’aniyyah, dengan bahan sekundernya dari pemikiran al-Farmawi dan bahan lain yang relevan. Penyajian kajian ini bersifat deskriptif-analitik yang digabungkan dengan teori korespondensi terutama ketika menguji secara kritis teori dan aplikasi konsep Baqir al-Shadr. Berdasarkan kajian, dengan dasar min al-Waqi ila al-Nash, Baqir al-Shadr menyatakan bahwa tafsir maudlu’i harus mampu berdialektika dengan fakta serta teori yang berkembang saat ini tanpa melepaskan langkah-langkah metodologis tafsir maudlu’i yang telah dirumuskan sebelumnya, seperti memerhatikan bahts al-Mufradat, asbab al-Nuzul dan makkiyyah-madaniyyah. Dengan teori korespondensi yang diaplikasikan pada kajian kritis teori dan aplikasinya, Baqir al-Shadr nampak belum melakukan secara konsisten dan komprehensif teori yang ia bangun.
Paradigma al-Qur'an Menjawab Realitas Arab Jahiliyah Perspektif Ilmu Sosial Profetik Kodrat Permana, Aramdhan
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 6 No 1 (2021): Kajian Hukum Islam, Dakwah dan al-Qur'an
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an diturunkan dengan menggunakan bahasa Arab dalam kebudayaan, peradaban dan masyarakat Arab. Oleh sebab itu perlu melihat bagaimana realitas kearaban pra-Islam itu disampaikan oleh al-Qur’an dan bagaimana al-Qur’an merubahnya. Paper ini membahas hal tersebut dengan menggunakan perspektif Ilmu Sosial Profetik yang dirumuskan oleh Kuntowijoyo dengan memahami surah Ali Imran [3]: 110. Penelitian kualitatif yang berbasis kepustakaan ini menggunakan pendekatan sejarah dan tartib al-Nuzul yang datanya dipaparkan secara deskriptif-analitis. Alhasil, bahwa al-Qur’an memiliki nilai humanis dan pembebasan yang didasarkan pada nilai yang paling tinggi, transendental.