Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

HUBUNGAN SIKAP KARYAWAN STIKES AUFA ROYHAN DENGAN PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK Nasution, Nurul Hidayah; Harahap, Yanna Wari
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v8i1.1296

Abstract

The use of plastic bags as a place to store goods is a cause of environmental damage and pollution. Health behavior for humans can be seen from the behavior of their environmental health, environmental health behavior is included in health protection for humans, one of which includes behavior towards waste and its management (Notoatmodjo, 2013). STIKES Aufa Royhan with the use of plastic bags. This type of research is analytical research with cross sectional research design. Research conducted at the Aufa Royhan STIKes in Padangsidimpuan City in February - July 2018. The population of this study were all employees at the Aufa Royhan STIKes in Padangsidimpuan City with a sample of 38 people. The independent variable in this study is the temporary employee variable, the dependent variable is the use of plastic bags. Univariate and bivariate data analysis. The results obtained from the Aufa STIkes company have a negative attitude of 84.2% and a positive relationship with attitudes (p = 0.018 and r = 0.385) with the use of plastic bags and have an adequate increase in positive direction which will increase the company's endurance so that many employees have bad actions in using plastic bags. Suggested to respondents to be able to improve positive attitudes by getting information through various media both oral and writtenKeywords:. Attitude, plastic
Faktor yang mempengaruhi tingginya prevalensi penggunaan metode kontrasepsi suntik di Indonesia (analisis data PMA 2020) Harahap, Yanna Wari; Harahap, Olivia Feby Mon
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The injectable contraceptive method is the most widely used, followed by pills from 1991 until now. The prevalence of injection contraceptive use in 2015 and 2016 increased from 52.6% to 53.6%. While the percentage of long-term contraceptive use (IUD, implant, and MOW) is below 10%. Factors that influence contraceptive use are age, education, knowledge, number of living children, availability of contraception, support from health workers, husband and wife agreement and side effects. Health worker support can be applied by providing information about family planning. This study analyzes the relationship of providing information with injectable contraceptive use in Indonesia. The cross-sectional study used PMA2020 survey data conducted in May-October 2015. The sample of the study was WUS which was selected by a two-stage randomized method, according to the inclusion and exclusion criteria of 3,621 respondents. Multivariate analysis was used namely logistic regression by considering variables of age, parity, and education. The use of WUS counterparts is high on injections. Providing information to WUS about contraception more than 60% gets bad information. Proper information on WUS has a chance of 1.15 times greater use of injectable contraception than WUS with poor information, with a p-value of 0.046. The effect of giving information with the good category is 1.28 times more likely to use injection contraception than WUS by giving bad information after considering other variables (age, parity, and education). The provision of information on WUS needs to be increased by health workers/family planning officers because providing complete information to prospective users can help clients choose contraceptive methods that are appropriate to their conditions.
Efektivitas pencucian luka menggunakan daun jambu biji terhadap tingkat malodor klien luka kaki diabetik Antoni, Adi; Harahap, Yanna Wari
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.464 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i2.251

Abstract

Abstrak Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronik dan menjadi masalah global. Salah satu komplikasi yang ditimbulkan dari DM adalah luka kaki diabetic. Langkah awal dalam perawatan luka kaki diabetic adalah mencuci luka. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan dari rebusan daun jambu biji sebagai cairan pencuci luka terhadap tingkat malodor pada luka kaki diabetic. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan rancangan one group pretests-posttest only. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 16 orang. Kriteria sampel yang digunakan adalah klien luka kaki diabetic, tingkat malodor 1-10 dengan NRS. Alat ukur yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji paired t test. Hasil: tingkat malodor sebelum intervensi pencucuan luka menggunakan rebusan daun jambu biji rata-rata sebesar 4.40 dan sesudah intervensi sebesart 2.44 dengan p value < 0.001. Selisih tingkat malodor antara sebelum dan sesudah intervensi sebesar 1.96. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun jambu dapat digunakan sebagai cairan pencuci luka dalam mengatasi tingkat malodor pada luka kaki diabetik. Kesimpulan : daun jambu biji dapat digunakan sebagai cairan pencuci luka pada luka kaki diabetic. Perawat diharapkan dapat memanfaatkan daun jambu biji sebagai salah satu alternatif dalam pencucian luka kronik khususnya luka kaki diabetik. Kata kunci: Daun Jambu Biji, Tingkat Malodor, Luka Kaki Diabetik Abstract Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease and a global problem. One of the complications that arise from DM is diabetic foot ulcer. The first step in treating diabetic foot ulcer is washing the wound. The purpose of this study was to determine the effectiveness of guava leaf decoction as a washing fluid for malodor levels in diabetic foot ulcer. Method: The research design used was quasy experiment with one group pretests-posttest only design. The sampling technique used was consecutive sampling with a sample of 16 people. Sample criteria used were diabetic foot ulcer clients, malodor level 1-10 with NRS. The measuring instrument used is the Numeric Rating Scale (NRS). Analysis of the data used in this study used paired t test. Results: the level of malodor before intervening in wound washing using guava leaf decoctions on average was 4.40 and after the intervention was 2.44 with p value <0.001. The difference in the level of malodor between before and after the intervention was 1.96. The results of this study indicate that guava leaves can be used as a washing fluid in dealing with malodor levels in diabetic foot ulcer. Conclusion: Guava leaves can be used as a washing fluid for diabetic foot wounds. Nurses are expected to be able to use guava leaves as an alternative in washing chronic wounds, especially diabetic foot injuries. Key words: Guava Leaf, Malodor Level, Diabetic foot ulcer.
PENGARUH ASAM KLOROGENAT PADA KOPI HIJAU TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN WANITA OBESITAS Harahap, Yanna Wari; Tanjung, Wiwi Wardani
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8 No.1 Februari 2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.135 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i1.1436

Abstract

Kejadian Obesitas pada orang dewasa berusia >18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2007 sebanyak 10,5% menjadi 21,8% pada tahun 2018, di Wilayah Sumatera Utara kejadian obesitas pada tahun 2018 telah melebihi angka nasional yaitu 26,2%. Salah  satu  senyawa  aktif  yang  mampu  mengobati  obesitas,  yaitu  asam  klorogenat  yang merupakan salah satu terapi farmakologis yang bersumber dari kopi hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari asam klorogenat pada kopi hijau terhadap penurunan berat badan wanita obesitas. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen pada dua kelompok, dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan berat badan wanita obesitas sebelum dan sesudah diberikan ekstrak kopi hijau, dengan p-value 0,002. Rata-rata berat badan wanita obesitas mengalami penurunan sebelum dan sesudah diberikan ekstrak kopi hijau yaitu 67,6 Kg menjadi 63,5 Kg, sedangkan pada kelompok kontrol tidak mengalami perubahan yaitu 67,7 Kg pada wal penimbangan menjadi 67,8 Kg pada penimbangan berikutnya. Ekstrak kopi hijau merupakan salah satu alternatif yang dapat menurunkan berat badan secara farmakologis.
PENGARUH PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DI KELURAHAN WEK V KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2018 Yunizar, Aida; Harahap, Yanna Wari
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Mei 2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.123 KB)

Abstract

Peranan ASI Eksklusif dalam meningkatkan status gizi bayi sangatlah penting, terutama untuk menjaga dan meningkatkan tumbuh kembang bayi. Bayi usia 0-6 bulan cukup hanya dengan mengkonsumsi ASI Eksklusif saja tanpa makanan tambahan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan ASI Eksklusif Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil di Kelurahan WEK V Kota Padangsidimpuan Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental design dengan rancangan one group pre-test post-test, perlakuan adalah pemberian penyuluhan dan pembagian leaflet. Analisa hasil untuk pengetahuan dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon dan sikap uji Mc. Nemar. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan Ibu Hamil sebelum dilakukan penyuluhan, kurang (56%) dan memiliki sikap yang negatif (56%), p-Value 0,000 < 0,05. Sedangkan setelah dilakukan penyuluhan, keseluruhan ibu hamil berpengetahuan baik (100%) dan memiliki sikap yang positif (100%), p-Value 0,000 < 0,05. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penyuluhan sebagai upaya promosi kesehatan memberikan pengaruh dalam peningkatan pengetahuan dan sikap Ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif. Diharapkan bagi petugas kesehatan di Puskesmas agar memberikan penyuluhan tentang ASI Eksklusif kepada masyarakat guna membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat serta membantu mewujudkan pencapaian pemberian ASI Eksklusif.
Hubungan pengetahuan karyawan Stikes Aufa Royhan dengan penggunaan kantong plastik Nasution, Nurul Hidayah; Harahap, Yanna Wari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku menjaga kesehatan bagi manusia dapat dilihat dari perilaku terhadap kesehatan lingkungannya, Perilaku menjaga kesehatan lingkungan salah satunya mecakup perilaku terhadap sampah dan pengelolaannya (Notoatmodjo,2003). Bertambahnya penduduk dan berubahnya pola konsumsi masyarakat menyebabkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah termasuk kantong plastik. Masyarakat dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir, yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah (Suwerda, 2012). Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pengetahuan karyawan STIKes Aufa Royhan dengan penggunaan kantong plastik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian crosssectional. Penelitian dilakukan di STIKes Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan pada bulan Februari – Juli 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan di STIKes Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan dengan jumlah sampel 38 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan karyawan sementara variabel dependen yaitu penggunaan kantong plastik. Analisa data univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna pengetahuan (p = 0,034 dan r = 0,378) dengan penggunaan kantong plastik dan memiliki korelasi cukup dengan arah positif yang artinya semakin kurang pengetahuan karyawan maka akan semakin banyak karyawan yang memiliki tindakan yang buruk dalam penggunaan kantong plastik. Disarankan untuk melakukan upaya penyuluhan atau sosialisasi dari dinas kesehatan dan dinas lingkungan hidup sebagai sarana untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, bahan masukan dan informasi kepada masyarakat khususnya kepada karyawan STIKes.
Hubungan Dukungan Suami dan Umur Akseptor KB Dengan Pemakaian Metode Kontrasepsi IUD Harahap, Yanna Wari; Hairani, Nikma; Dewi, Sri Sartika Sari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 4 No 2 (2019): Vol.4 No.2 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IUD is one of the contraceptive methods that has high effectiveness. The prevalence of the use of active contraception in Indonesia is 63.22% with the use of IUD contraception is 7.15%, injections 62.77% and pills 17.24%, in Padangsidimpuan city use of IUD contraception is 8.5%, injections 42.2% and pills 20.6%, in sihitang village use of IUD contraception is 5.19%, injections 56.73% and pills 13.84%. In this data use of IUD contraception is still very low. The low use of IUD is due to several factors, including age and husband support. This research analyzes the relationship between husband support and family planning acceptor age by using the IUD contraceptive method in Sihitang Village of Southeast Padangsidimpuan subdistrict Padangsidimpuan City 2019. This type of research is analytic survey with cross sectional design. The population in this study amounted to 527 active family planning acceptor and sample of 84 people were taken by simple random sampling technique. The instrument of this study is a questionnaire, with the analysis carried out namely univariate and bivariate(α = 95%). The results of the analysis found that the majority of husband support variables did not support (54.8%) and the majority of the age of> 35 years (60.7%). Based on the results of the chi-square test obtained the relationship of husband support with the use of the IUD contraceptive method (p-value = 0.054) and the age variable is not related to the use of the IUD contraceptive method (p-value = 0.350> 0.1). The low use of IUD in this study was due to the high proportion of mothers who did not have the support of their husbands. It is expected that the husband will play an active role in providing support or participation with his wife in attending counseling about the use of contraceptive methods.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN PENGETAHUAN PEREMPUAN MENIKAH TENTANG KELUARGA BERENCANA Aswan, Yulinda; Harahap, Yanna Wari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i1.97

Abstract

Pasangan Usia Subur (PUS) menentukan jenis kontrasepsi bukan hanya dari metode kontrasepsi yang ada, tetapi juga dipertimbangkan berdasarkan pengetahuan dan kesesuaian alat kontrasepsi dengan kebutuhan pengguna, indikasi dan kontraindikasi metode kontrasepsi serta tempat pelayanan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden mayoritas responden berusia 20-35 tahun sebanyak 66,3%, berpendidikan dasar sebanyak 52,2%, bekerja sebanyak 51,1% dengan sumber informasi berasal dari petugas kesehatan sebanyak 53,3%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan umur dengan pengetahuan perempuan menikah tentang Keluarga Berencana (KB) dengan nilai p=0,854. Tidak ada hubungan pekerjaan dengan pengetahuan perempuan menikah tentang Keluarga Berencana (KB) dengan nilai p=0,117. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pengetahuan perempuan menikah tentang Keluarga Berencana (KB) dengan nilai p=0,004. Terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan perempuan menikah tentang Keluarga Berencana (KB) dengan nilai p=0,030. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan semakin tingginya pendidikan seseorang maka semakin baik pula pengetahuannya sehingga makin mudah seseorang tersebut menerima informasi.
Pengaruh Rutinitas Yoga (Cobra Pose) terhadap Penurunan Dismenorea Primer pada Remaja Putri di Kota Padangsidimpuan Harahap, Yanna Wari; Tanjung, Wiwi Wardani
MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia): The Indonesian Journal of Health Promotion Vol. 4 No. 2: MEI 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/mppki.v4i2.1499

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri di perut bagian bawah sebelum atau selama periode menstruasi tanpa adanya patologi panggul, dan kebanyakan terjadi pada usia kurang dari 20 tahun. Prevalensi dismenorea sekitar 20-90%, sekitar 60% terjadi pada remaja usia 12-17tahun dan puncaknya terjadi pada usia 20-24tahun. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh rutinitas Yoga (Cobra Pose) terhadap penurunan dismenore primer pada remaja putri di Kota Padangsidimpuan. Desain penelitian yaitu kuasi eksperimen dengan melibatkan remaja yang mengalami dismenore primer sebanyak 32 orang yang berlokasi di Kota Padangsidimpuan yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen (16 orang) dan kelompok kontrol (16 orang). Pengukuran tingkat nyeri menggunakan bantuan Numeric Rating Scale (NRS). Penerapan intervensi yoga cobra pose dilakukan sebanyak 6 kali pelaksanaan yoga secara teratur selama masa luteal. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi penurunan rata-rata tingkat nyeri dismenore remaja putri dari 6,19 menjadi 4,12. Hal ini memberikan informasi bahwa kategori skala nyeri dismenore sebelum intervensi berada pada kategori berat menjadi kategori ringan setelah intervensi. Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon test menyatakan ada pengaruh rutinitas yoga (Cobra Pose) terhadap penurunan dismenore pada remaja putri (p-value 0,001). Hasil uji statistik kelompok kontrol menyatakan tidak ada perbedaan rata-rata skala dismenore pada pengukuran pertama dan kedua (p-value 0,180. Penelitian ini merekomendasikan yoga cobra pose efektif sebagai alternatif pencegahan dismenore pada remaja putri. 
Perilaku Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi di MTS Swadaya Padangsidimpuan Harahap, Yanna Wari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 Juni 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5193/health.v6i1.435

Abstract

Menstrual personal hygiene is a component of the personal hygiene plays an important role in determining the health status, particulary protected from infection reproduction organ. Due to the lack of understanding of personal hygiene genetalia during menstruation is occurance of reproductive health disorders such as, vaginal discharge, urinary tract infection, pelvic inflammatory disease and the possibility of cervical cancer. One cause of fungal and bacterial infections in women is the lack of personal hygiene behavior during menstruation and lazy to change pads. The purpose of this research was to determine the relationship of knowledge, providing information with menstrual personal hygiene teenage girl in MTsS Swadaya Padangsidimpuan 2019. The method of this research was analytic survey with cross sectional design. The population in this reseach were consist of teenage girl class VII, VIII dan IX who had menstruated, as many as 41 people and the entire population was sampled. The analysis used was univariate and bivariate with the Statistical test used chi-square test at the 95% confidence level (α=0,05). The result showed that there was significant relationship between Knowledge (p-value=0,001<0,05), providing information (p- value=0,002<0,05) with menstrual personal hygiene teenage girl. It was expected that in the future teenage girl could maintain good behaviour during menstruation and continue to increase knowledge about personal hygiene during menstruation.