Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Tingkat Depresi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Guguak Kabupaten 50 Kota Payakumbuh Anissa, Mutiara; Amelia, Rinita; Dewi, Nadia Purnama
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i2.235

Abstract

Latar belakang: Depresi merupakan gangguan mental yang sering ditemukan pada lansia. Gejala depresi pada lansia sering tertutupi oleh gejala fisik. Depresi pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti boilogi, psikologi dan sosial. Depresi dapat semakin menurunkan kualitas hidup pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Guguak Kabupaten 50 Kota Payakumbuh. Metode: Penelitian merupakan suatu studi observasional yang bersifat deskriptif. Observasi terhadap 30 subyek dilakukan pada tanggal 7 April 2018. Hasil: Pada penelitian didapatkan subyek penelitian terdiri atas 8 orang laki-laki (11,3 %) dan 22 orang perempuan (73,3%). Rata-rata umur subyek adalah 69,3. tahun. Tingkat pendidikan terbanyak pada subyek penelitian adalah SMA (40%). Pasien terbanyak tidak memiliki riwayat penyakit medis lainnya (60%). Pada penelitian diperoleh 33,3% lansia mengalami depresi. Tingkat depresi yang dialami adalah depresi ringan (23,3%) dan depresi berat (10%). Kesimpulan: 33,3% lansia mengalami depresi. Tingkat depresi yang dialami adalah depresi ringan (23,3%) dan depresi berat (10%).
Hubungan Umur dan Jenis Kelamin dengan Pembesaran Tonsil pada Penderita Tonsilitis Kronis di RSUD dr. Rasidin Tahun 2018 Tamara, Nike; Triansyah, Irwan; Amelia, Rinita
Health and Medical Journal Vol 3, No 1 (2021): HEME January 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v3i1.391

Abstract

Introduction: Chronic tonsillitis is an inflammation of the palatine tonsils whose complaints last more than 3 months. Chronic tonsillitis can be caused by regularly acute tonsillitis which causes tonsils permanent damage or this damage can occur if the medication is inadequate. The tonsils size and adenoids are small at <7 years old, increases in 7-15 years old and decrease in senility. Aims: To determine the relationship between age and gender with Tonsils enlargement in chronic tonsillitis patients of RSUD dr. Rasidin Hospital Padang in 2018. Method: This research is a qualitative analytic cross-sectional approach and uses a total sampling technique so that there are 70 patients with chronic tonsillitis obtained from the medical record data of RSUD dr. Rasidin Hospital Padang in 2018. The data obtained were analyzed using the SPSS program, which is the chi-square test. Result: The results showed that chronic tonsillitis sufferers by age were mostly in the 6-11 year old group as much as 26 patients (37.1%). Based on gender, most were found in women as much as 36 patients (51.4%). Based on the tonsils size, most of the T3-T3 size was 21 patients (30.0%). Based on the tonsil enlargement, most of the enlargement of tonsillar hypertrophy as many as 40 patients (57.1%). Conclusion: There was a significant relationship between age and enlargement of the tonsils (p = 0.046), and there was no significant relationship between gender and enlargement of the tonsils (p = 0.138) in patients with chronic tonsillitis in RSUD dr.  Rasidin Hospital Padang in 2018.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi Angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang Kurniati, Betti; Amelia, Rinita; Oktora, Meta Z.
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i2.234

Abstract

Latar belakang: Dismenore adalah nyeri didaerah panggul pada saat awal menstruasi karena tingginya jumlah prostaglandin dalam endometrium. Dismenore sering menyebabkan ketidakhadiran seorang dalam proses belajar ataupun aktivitas lainnya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya dismenore salah satunya adalah massa lemak tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian dismenore. Metode: Jenis penelitian ini analitik, dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, penelitian ini telah dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah dan berlangsung dari bulan Oktober sampai Desember 2018. Populasi dalam penelitian ini mahasiswi angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah yang berjumlah 54 orang. Analisa univariat disajikan dalam bentuk tabel dan analisa bivariat disajikan dalam bentuk tabel menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Hasil penelitian dari 54 responden paling banyak dengan indeks massa tubuh normal yaitu 32 orang (59,3%), paling banyak mengalami dismenore ringan yaitu 28 orang (51,9%) dan terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian dismenore pada mahasiswi angkatan 2015  Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah p=0,009 dan nilai koefisien korelasi = 0,353 dan terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian dismenore pada mahasiswi angkatan 2015  Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah p=0,009 dan nilai koefisien korelasi = 0,353. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian dismenore pada mahasiswi angkatan 2015  Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah p=0,009 dan nilai koefisien korelasi = 0,353.
Hubungan Kadar Laktat Dehidrogenase Dengan Derajat Preeklampsia-Eklampsia Di Rsup Dr.M.Djamil Padang Tahun 2017 Kartika, Tia; Adelin, Prima; Amelia, Rinita
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i1.212

Abstract

Pendahuluan: Preeklampsia merupakan penyebab kematian ibu yang tinggi setelah perdarahan. Laktat dehidrogenase (LDH) berguna sebagai penanda biokimia untuk menggambarkan beratnya preeklampsia-eklampsia.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kadar laktat dehidrogenase dengan derajat preeklampsia-eklampsia di RSUP DR. M.Djamil Padang tahun 2017. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observational analitik  menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis. Tempat penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit Umum Pusat DR. M. Djamil Padang. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018 – Januari 2019 . Sampel adalah pasien preeklampsia-eklampsia yang dirawat di instalasi rawat inap dan instalasi rawat jalan RSUP DR.M.Djamil Padang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling berjumlah 32 orang. Hasil: Analisa univariat disajikan dalam bentuk tabel dan analisa bivariat disajikan dalam bentuk tabel menggunakan uji Spearman. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pasien preeklampsia berat 21 orang (65,6%) memiliki rerata kadar laktat dehidrogenase 679.05 u/l dengan rentang 313-1755 dan pasien eklampsia 11 orang (34,4%) memiliki rerata kadar laktat dehidrogenase 1838.64 u/l dengan rentang 420-5508. Uji Korelasi Spearman diperoleh nilai signifikan 0.001 dan korelasi 0.545. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar laktat dehidrogenase dengan derajat preeklampsia-eklampsia (p<0,05) dengan korelasi sedang (r=0.545)
Prevalensi dan Faktor Risiko Inkontinensia Urin pada lansia Panti Sosial Tuna Werdha (PSTW) Sumatera Barat Amelia, Rinita
Health and Medical Journal Vol 2, No 1 (2020): HEME January 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v2i1.264

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia mencapai usia 66.2 tahun memiliki kontribusi terjadinya peningkatan jumlah usia lanjut (Aging Structured Population). Proses penuaan (Aging Process) menimbulkan masalah kesehatan pada lansia diantaranya seperti depresi, penurunan daya tahan (Immune Deffisiency), Gangguan tidur (Insomnia) dan Inkontinentia Urin. Inkontinensia urin adalah defek spingter kandung kemih atau disfungsi neurologis yang menyebabkan hilangnya kontrol terhadap buang air kecil. Inkontinensia urin dapat menyebabkan masalah fisik, psikologis, sosial dan ekonomi sehingga mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi dan faktor risiko inkontinensia urin pada lansia di PSTW Pariaman. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Derajat inkontinensia urin ditentukan dengan menggunakan alat ukur diagnosis inkontinensia urin, berupa kuesioner yang berpedoman pada Sandvix Severity Index (SSI) dan The Three Incobtinence (3 IQ). Penelitian ini menggunakan total sampling pada lansia ≥45 tahun. Hasil :Dari   sini  didapatkan jumlah lansia yang mengalami Inkontinensia urin  berkisar 23.73% dengan jumlah laki-laki lebih tinggi (85.71%). Usia yang terbanyak adalah usia 65-75 tahun dan  keluhan sudah berlangsung lebih dari 6 bulan (85.72%) serta memiliki  tingkat pendidikan rendah (64.28%). Dari pemeriksaan tekanan darah separuh responden memiliki status hipertensi (50%). Untuk derajat inkontinensia urin berdasarkan level SSI didapatkan sebagian besar lansia mengalami Inkontinensia urin Sedang (Moderat Incontinence) sebesar 85.71%.  Kesimpulan Hal ini sesuai dengan teori bahwa masalah yang sering dialami lansia adalah Inkontinensia Urin dengan perkiraan insiden 25-35% dari seluruh usia lanjut selama hidupnya.