Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Gambaran Pengalaman Pembelajaran Blended Learning Mahasiswa Semester I menggunakan Google Classroom Akbar, Resti Rahmadika; Anissa, Mutiara; Pitra, Dian Ayu Hamama; Anggraini, Debie; Hasni, Dita
Health and Medical Journal Vol 2, No 1 (2020): HEME January 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v2i1.258

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi pada era revolusi 4.0 juga berpengaruh pada pendidikan. Pendidikan tinggi dituntut untuk mengembangkan kurikulum yang berbasis literasi digital dan literasi teknologi. Penggunaan blended learning mengkombinasikan metode tatap muka dengan google classroom pada modul pengantar pembelajaran kedokteran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman pembelajaran mahasiswa menggunakan blended learning. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang. Sampel penelitian adalah mahasiswa semester pertama Fakultas Kedokteran universitas Baiturrahmah. Data dikumpulkan melalui kuisioner online menggunakan google form. Hasil: Jumlah responden 56 mahasiswa. Sebanyak 83.9% mahasiswa sudah familiar dengan istilah e-learning atau blended learning, 92.9% menyatakan tidak mengalami kesulitan saat menggunakan google classroom. Sebanyak 92,9% mahasiswa merekomendasikan google classroom sebagai media yang cukup efektif. Kesimpulan: manfaat blended learning dapat dirasakan oleh mahasiswa, media menyampaikan sumber pembelajaran dan media diskusi dengan mahasiswa serta memeriksa hasil tugas mahasiswa dengan cepat, serta meningkatkan kedisiplinan mahasiswa.
Gambaran Tingkat Depresi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Guguak Kabupaten 50 Kota Payakumbuh Anissa, Mutiara; Amelia, Rinita; Dewi, Nadia Purnama
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i2.235

Abstract

Latar belakang: Depresi merupakan gangguan mental yang sering ditemukan pada lansia. Gejala depresi pada lansia sering tertutupi oleh gejala fisik. Depresi pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti boilogi, psikologi dan sosial. Depresi dapat semakin menurunkan kualitas hidup pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Guguak Kabupaten 50 Kota Payakumbuh. Metode: Penelitian merupakan suatu studi observasional yang bersifat deskriptif. Observasi terhadap 30 subyek dilakukan pada tanggal 7 April 2018. Hasil: Pada penelitian didapatkan subyek penelitian terdiri atas 8 orang laki-laki (11,3 %) dan 22 orang perempuan (73,3%). Rata-rata umur subyek adalah 69,3. tahun. Tingkat pendidikan terbanyak pada subyek penelitian adalah SMA (40%). Pasien terbanyak tidak memiliki riwayat penyakit medis lainnya (60%). Pada penelitian diperoleh 33,3% lansia mengalami depresi. Tingkat depresi yang dialami adalah depresi ringan (23,3%) dan depresi berat (10%). Kesimpulan: 33,3% lansia mengalami depresi. Tingkat depresi yang dialami adalah depresi ringan (23,3%) dan depresi berat (10%).
IDENTIFIKASI KELUHAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG MENDAPAT TERAPI ANTIPSIKOTIK DI RSJ HB. SAANIN PADANG Hasni, Dita; Sona, Althof; Anissa, Mutiara; Heppy, Fredia
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.454 KB) | DOI: 10.24853/jkk.16.1.6-11

Abstract

Penggunaan antipsikotik pada penderita skizofrenia memiliki efek blokade reseptor dopaminergik dan serotonergik yang menimbulkan penurunan gejala skizofrenia. Obat ini juga dapat menimbulkan efek samping berupa peningkatan berat badan yang meningkatkan risiko sindroma metabolik dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan peningkatan berat badan subjektif pada penderita skizofrenia yang mendapat terapi antipsikotik. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode potong lintang dan mengikutsertakan 104 subjek penelitian yang terdiagnosis skizofrenia  dan  menjalani terapi rawat jalan di RS HB Saanin Padang. Subjek direkrut secara konsekutif sampling setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa subjek yang mendapat terapi obat atipikal, tipikal, dan kombinasi mengeluhkan peningkatan berat badan subjektif masing-masing sebesar 59,6% , 60,0% dan 53,2%.  Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat keluhan peningkatan berat badan subjektif pada subjek penelitian yang memperoleh obat antipsikotik terutama golongan atipikal dan kombinasi.
Hubungan Gangguan Fungsi Kognitif Dengan Kejadian Depresi Pada Lansia Di Posyandu Lansia Ikur Koto Wilayah Kerja Puskesmas Ikur Koto Kota Padang Zaliavani, Indri; Anissa, Mutiara; Sjaaf, Fidiariani
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i1.224

Abstract

Latar Belakang: Pada usia lanjut stres lingkungan dan penurunan fungsi kognitif sering menyebabkan depresi. Depresi yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan peningkatan penggunaan fasilitas kesehatan, pengaruh negatif terhadap kualitas hidup lansia, bahkan dapat menyebabkan kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gangguan fungsi kognitif dengan kejadian depresi pada lansia di posyandu lansia Ikur Koto wilayah kerja Puskesmas Ikur Koto, Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian telah dilakukan di posyandu lansia Ikur Koto pada bulan Februari 2019.  Sampel dalam penelitian ini lansia yang terdata posyandu lansia Ikur Koto wilayah kerja Puskesmas Ikur Koto, Kota Padang yang berjumlah 51 lansia. Analisa data adalah univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan menggunakan uji spearman dengan menggunakan program SPSS. Hasil yang diperoleh dari 51 responden, usia terbanyak 60-74 tahun (elderly) yaitu (70,6%), jenis kelamin terbanyak (94,1%) adalah perempuan, pendidikan terbanyak (56,9%) adalah SD, status perkawinan terbanyak (52,9%) adalah kawin, status kesehatan terbanyak (58,8%) tidak menderita penyakit kronis dan riwayat medikasi terbanyak (98%) tidak mengkonsumsi obat, sebagian besar (71%) tidak mengalami depresi,  paling banyak (41,9%) mengalami gangguan fungsi kognitif ringan dan terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan fungsi kognitif dengan kejadian depresi pada lansia dengan nilai p=0,007<0,05 dan r=-0,373. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan fungsi kognitif dengan kejadian depresi pada lansia di posyandu lansia ikur koto wilayah kerja Puskesmas Ikur Koto, Kota Padang.
GAMBARAN SINDROM EKSTRAPIRAMIDAL PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG MENDAPAT TERAPI ANTIPSIKOTIK Hasni, Dita; Ridho, Muhammad; Anissa, Mutiara
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v27i3.983

Abstract

Prevalensi skizofrenia di Sumatra Barat adalah 1.9 per seribu penduduk. Terapi utama skizofrenia menggunakan antipsikotik. Penggunaan antipsikotik dapat menyebabkan efek samping sindrom ekstrapiramidal (EPS) pada pasien skizofrenia, yang dapat meningkatkan morbiditas, menurunkan kepatuhan minum obat, dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kejadian efek samping sindrom ekstrapiramidal yang terjadi pada pasien skizofrenia yang mendapatkan terapi antipsikotik. Diikut sertakan 89 pasien pada penelitian cross sectional ini. Pengambilan data dilakukan secara consecutive sampling di poli rawat jalan RSJ HB Saanin Padang setelah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan kuisioner Simpson Angus Extrapyramidal Side Effect Scale sebagai penentuan kriteria EPS. Pada penelitian ini diperoleh data pasien skizofrenia yang mengalami efek samping EPS sebesar 41,6 %, dengan antipsikotik tipikal sebesar 60%, antipsikotik atipikal sebesar 35.8 %, dan antipsikotik kombinasi sebesar 48.4% dari total responden. Pada penelitian ini diperoleh EPS yang banyak diderita adalah parkinsonisme
HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DAN GANGGUAN KOGNITIF PADA LANSIA Akbar, Resti Rahmadika; Pitra, Dian Ayu Hamama; Anissa, Mutiara; Anggraini, Debie
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : STIKes Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.814

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia menjadi tantangan sendiri. Pemenuhan fasilitas, sistem serta peran dari pemerintah dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup lansia.. Salah satu aspek yang terkait dengan proses penuaan adalah penurunan fungsi yang mencakup psikologis, sosiologis dan biologis. Salah satu perubahanan yaitu penurunan fungsi kognitif. Penuruan fungsi pada lansia juga menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian dari lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan tingkat kemandirian dan gangguan kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik pengumpulan sampel convenience-sampling. Sampel penelitian ini merupakan pasien prolanis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Moca-Ina versi Indonesia untuk menilai fungsi kognitif dan Indeks Barthel untuk menilai tingkat kemandirian. Untuk menilai keadaan sosiodemografi dinilai melalui wawancara. Hasil penelitian ini didapatkan hasil hubungan tingkat kemandirian dan gangguan kognitif pada lansia dengan hasil p=0.209. Untuk hasil tingkat kemandirian didapatkan hasil tingkat mandiri (92%), fungsi kognitif umumnya berada pada mild kognitif (76%). Dari penelitan ini disimpulkan hubungan tidak bermakna tingkat kemandirian dengan gangguan kognitif.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik di Kecamatan Sepuluh Koto, Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar Abdullah, Dessy; Anissa, Mutiara; Dewi, Nadia Purnama
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i2.239

Abstract

Latar belakang : Obat generik adalah jenis obat yang memiliki kesamaan kandungan bahan aktif dengan obat paten, juga dalam hal kegunaan maupun formulasinya. Kesamaan lainnya mencakup kekuatan, dosis, kualitas, dan keamanan produk bagi pemakainya. Obat generik pun sebenarnya terbagi menjadi menjadi 2 jenis yang berbeda. Yakni obat generik bermerk dan obat generik berlogo. Obat generik juga memiliki kandungan zat aktif serta tingkat efektivitas yang sama dengan obat paten. Obat generik sendiri sebenarnya merupakan obat yang sudah habis masa patennya. karena kondisinya tersebut, obat generik dapat dijual dengan kisaran harga yang jauh lebih murah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa kuisioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 orang.Hasil: Masyarakat yang memiliki pengetahuan dengan kategori rendah adalah 56 orang (93,3 %) dan kategori tinggi adalah 4 orang (6,7%). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik tergolong rendah yaitu 93,3 % .
Profile of Leptin Levels in Schizophrenic patients Receiving Antipsychotic Therapy in Prof. Dr. HB Saanin Hospital Padang Hasni, Dita; Sagala, Indah Cahya Aminta; Anissa, Mutiara; Eldrian, Febianne
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 31, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2020.031.02.7

Abstract

Weight-gain is one of the antipsychotic side effects, and it can increase the risk factor of metabolic syndrome. Several studies relate it to increase leptin levels. This research was conducted to determine the profile of leptin levels in schizophrenic patients who were receiving antipsychotic therapy at Prof. DR. HB Saanin Mental Hospital. The research was conducted from November 2019 to January 2020 on schizophrenic patients who were taking antipsychotic drugs. This research was conducted on 50 samples by using consecutive sampling techniques. Data analysis using univariate are presented in geometric mean and CI 95%. Moreover, a Comparison of leptin levels between groups was performed by T-test and one-way ANOVA. The average leptin level from 50 samples of schizophrenic patients was 5.12µg/ml (CI 95%=3.32-7.90). The highest average leptin level is from the 46-55 year age group which is 11.32µg/ml (CI 95% =5.24 - 24.42), female is  13.29µg/ml (CI 95%=5.84-30.26), BMI ≥30kg/m2  is 12.84µg/ml (CI 95%=4.31-38.23), subjects with above-average waist circumference is 5.54µg/ml ( CI 95%=3.45-8.90), and the atypical group of drugs is 6.08µg/ml (IK 95%=3.41-10.84). Increasing levels of leptin occur in schizophrenic patients who were 46-55 y.o, female BMI ≥30kg/m2, above-average waist circumference, and receiving atypical antipsychotics.
Identification of Antipsychotic Side Effects with Glassgow Antipsychotic Side-Effect Scale (GASS) Hasni, Dita; Putri, Vivinia Rahmi Andika; Anissa, Mutiara
Journal of Health Science and Prevention Vol. 4 No. 2 (2020): JHSP Vol 4 No 2 - 2020
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jhsp.v4i2.268

Abstract

Schizophrenia is ranked 4th of the top 10 diseases that burden worldwide. If the population of Indonesia reaches 200 million, it estimates that around two million have Schizophrenia. Based on Data from the World Health Organization (WHO), it estimates that around 24 million people worldwide have schizophrenia.2 the American Psychiatric Association (APA) were reported the incidence of Schizophrenia in the United States is about 1% of the adult population with a total of more than 2 million people. Schizophrenic patients were treated by antipsychotic agents that act to inhibit dopamine receptors, especially D2, and also inhibit adrenergic acetylcholine receptors and serotonin 5-HT2A. It can manifest side effects like extrapyramidal syndrome, amenorrhea, drowsiness, and others. This research aims to the identification of antipsychotic side effects with Glasgow Antipsychotic Side-effect Scale (GASS). 100 schizophrenics in HB. Saanin Mental Hospital were participating in this descriptive study after fulfilling the criteria of inclusion and exclusion. This study used the GASS questionnaire to interview subjects who were signing informed consent and get an explanation about this study. In this study, 92% of subjects reported mild side effects. The frequent complaints were extrapyramidal effects, sedation and CNS effects, anticholinergic effects, and weight gain (93%,80%,70 0% and 70% respectively). We found women complained of the side effects more often (16.38 ± 5.275) than men (12.58 ± 5.484) significantly with the value P = 0.001. Gass instruments can use screening antipsychotic side effects. This study concludes the most side effects complaints being extrapyramidal and drowsiness, and women more commonly found side effects than men.
The Mental Health of First-Year Medical Students in Universitas Baiturrahmah Anissa, Mutiara; Resti Rahmadika Akbar; Anita Darmayanti; Meta Oktora
Scientia Psychiatrica Vol. 2 No. 3 (2021): Scientia Psychiatrica
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/scipsy.v2i3.37

Abstract

Introduction. First-year students are a group that has experienced many changes in their lives. Studying in university requires students to be exposed to new challenges, namely academic demands, independence to meet needs and activities, and more independence in learning. Medical students have a heavier burden due to a dense curriculum, so that they will face various module exams, clinical skills, practicums, lectures, and other student organizational activities. If students are not able to adjust, then this can cause emotional mental disorders.Methods. This study was a cross-sectional design. Participants are new students of the 2020 in Faculty of Medicine, consist of the Medical Study Program and the Clinical Pharmacy Study Program. The research sample is total sampling. This research instrument uses a Self Reporting Questionnaire (SRQ). This questionnaire can measure the mental state of a person who has a 30 days time limit. Data processing using SPSS, univariate data is displayed in the form of a frequency distribution table.Results. In this study, most of the respondent have total SRQ less than 6 (80.8%). The symptoms of mental emotional disorders that are most commonly found are somatic symptoms and depressive symptoms.Conclusion. The mental health of Baiturrahmah medical students is still within the normal range, but mental health assessments need to be carried out every year.