Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Health-Related Quality of Life among the Elderly Living in the Community and Nursing Home Nugraha, Susiana; Aprillia, Yuna Trisuci
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 3 (2020): KEMAS
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v15i3.21282

Abstract

The increasing number of the elderly population presents special challenges in the health sector with the emergence of degenerative problems and non-communicable diseases (NCD’s) that may decrease the quality of life (QoL). Development in the quality of life of the elderly is an important issue for national security and development. This study using cross-sectional approach, intended to identify the differences in the quality of life among the elderly who live in the nursing homes and the community.  The results showed that statistically significant differences were found in variable ages (p<001), education background (p<0.001), dependency level (p=0.024) for Activity Daily Living and (p<0.001) for Instrumental Activity Daily Living) and the overall score of QoL (p=0.036).  Based on this finding, the differences approach must be given in meeting the mobility needs and daily activities of the elderly who live in communities and nursing homes.
Pelatihan Bagi Kader Posbindu Tentang “Long Term Care” (Perawatan Jangka Panjang) Bagi Lanjut Usia Kota Depok Nugraha, Susiana; Agustin, Dinni; W Rahardjo, Tribudi; Yuko, Hirano
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.253 KB)

Abstract

Hasil kajian tentang pengembangan LTC di kota Depok th 2016 menunjukkan bahwa konsep LTC masih belum banyak dipahami oleh petugas Puskesmas, oleh karena itu petugas Puskesmas harus tahu lebih dulu mengenai LTC karena akan menjadi tempat bertanya bagi kader, begitupun kader akan menjadi tempat bertanya bagi pendamping lansia. Oleh karena itu pada tahun  2017 telah dilaksanakan pelatihan TOT tentang LTC pada petugas Puskesmas Kota Depok. Selanjutnya pada 9-26 April 2018, diselenggarakan pelatihan pada Kader Posbindu Kota Depok yang terdiri dari 3 angkatan. Peserta pelatihan  dalam bentuk TOT adalah Kader Posbindu di wilayah kota Depok, sebanyak 150 orang yang masing-masing dibagi dalam 3 angkatan. Masing-masing angkatan terdiri dari 50 orang kader. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 9-12 April 2018 (untuk gelombang pertama), 16-19 April 2018 (gelombang kedua) dan 23-26 April 2018 (untuk gelombang ketiga). Capaian yang ingin diperoleh adalah bahwa hasil pelatihan akan bermanfaat bagi: (1) lanjut usia yang memerlukan perawatan jangka panjang maupun yang masih mandiri diukur berdasarkan tingkat kemandiriannya dari segi fisik, mental, sosial dan ekonomi serta sejauh mana lanjut usia mengalami gangguan fisik, mental dan penyakit; dan (2) anggota keluarga maupun pendamping/care giver yang bukan anggota keluarga, baik sebagai relawan maupun profesi yang bertugas memberikan pendampingan pada lanjut usia. Dari pihak Dinas Kesehatan Kota Depok diharapkan ada kegiatan tindak lanjut untuk memonitoring Kader yang telah mengikuti pelatihan dengan tambahan kegiatan pelatihan lainnya, sehingga kegiatan dapat berkesinambungan dan bermanfaat bagi lansia dan keluarga.Kata Kunci: Long Term Care, Kader, Lansia
COMPARISON OF FALL RISK ASSESSMENT TOOLS FOR OLDER INDONESIAN ADULTS IN THE ELDERLY HOME AND THE COMMUNITY Susilowati, Indri Hapsari; Nugraha, Susiana; Sabarinah, Sabarinah; Hasiholan, Bonardo Prayogo; Pengpid, Supa; Peltzer, Karl
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol 8, No 3 (2019): THE INDONESIAN JOURNAL OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v8i3.2019.241-248

Abstract

Introduction: One of the causes of disability among elderly is falling. The ability to predict the risk of falls among this group is important so that the appropriate treatment can be provided to reduce the risk. The objective of this study was to compare the Stopping Elderly Accidents, Deaths, & Injuries (STEADI) Initiative from the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) and The Johns Hopkins Fall Risk Assessment Tool (JHFRAT) from the Johns Hopkins University. Methods: This study used the STEADI tool, JHFRAT, Activities-Specific Balance Confidence Scale (ABC), and The Geriatric Depression Scale (GDS). The study areas were in community and elderly home in both public and private sectors and the samples were 427 after cleaning. Results: The results for the STEADI and JHFRAT tools were similar where the respondents at highest risk of falling among women (STEADI: 49%; JHFRAT: 3.4%), in Bandung area (63.5%; 5.4%), in private homes (63.3%; 4.4%), non-schools (54.6%; 6.2%), aged 80 or older (64.8%; 6.7%) and not working (48.9%;3.3%). The regression analysis indicated that there was a significant relationship between the risk factors for falls in the elderly determined by the JHFRAT and STEADI tools: namely, region, type of home, age, disease history, total GDS and ABC averages. Conclusion: Despite the similarity in the risk factors obtained through these assessments, there was a significant difference between the results for the STEADI tool and the JHFRAT. The test strength was 43%. However, STEADI is more sensitive to detect fall risk smong elderly than JHFRATKeywords: Activities-Specific Balance Confidence scale, elderly, fall risk,The Johns Hopkins Fall Risk Assessment Tool, the Stopping Elderly Accidents, Deaths, & Injuries
EFEKTIFITAS KELAS EDUKASI MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI)DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BAYI Aprillia, Yuna Trisuci; Nugraha, Susiana; Mawarni, Endang Siti
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi dan balita masuk dalam kelompok rawan gizi di masyarakat dimana prevalensi gizi kurang tertinggi  pada bayi dan balita. Dalam laporan RISKESDAS 2018 balita gizi kurang di Indonesia tercatat sebesar 17.7%  masih dibawah taret RJPMN yaitu 17%. Sedangkan permasalahan gagal tumbuh yang dtandai dengan dengan tubuh pendek atau stunting sebesar 30,8%. Besaran prevalensi di Jawa Barat untuk gizi kurang di wilayah Jawa Barat masih di atas 14% dan angka stunting masih diatas angka nasional yaitu 31%. Profil Dinas kesehatan Kota Depok tahun 2017 menyampaikan Jumlah balita gizi lebih sebanyak 5,57%, jumlah balita kurus sebanyak 2,99% dan jumlah balita sangat kurus/gizi buruk sebanyak 0,06%. Masalah tersebut muncul bukan hanya karena kekurangan pangan namun bisa dari faktor lain seperti pemberian MP-ASI yang tidak adekuat tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang ada diusianya dan penyapihan dini. Memburuknya keadaan gizi bayi juga terjadi akibat ketidaktahuan ibu mengenai metode MP-ASI yang tepat sehingga praktik pemberian makanan pada bayi dapat mengakibatkan masalah gizi kurang, stunting serta gizi lebih atau obesitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan one group pre-posttest design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 ibu balita usia 6-24 bulan di wilayah Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok. Rata-rata pada pengetahuan sebelum intervensi adalah 13.43. pada pengukuran kedua didapatkan rata-rata 14.7. Terlihat perbedaan nilai mean sebelum dan setelah intervensi adalah 1.27. Hasil uji statistic  P Value 0.03 (<0.05) maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi.
PREDIKTOR FAKTOR LINGKUNGAN SOSIAL UNTUK KUALITAS HIDUP LANSIA DI WILAYAH RURAL DAN URBAN Nugraha, Susiana
JUKMAS : Jurnal Untuk Masyarakat Sehat Vol 4, No 1 (2020): JUKMAS : Jurnal Untuk Masyarakat Sehat
Publisher : JUKMAS : Jurnal Untuk Masyarakat Sehat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan fisik yang terjadi pada Lansia erat kaitannya dengan perubahan psikososialnya. Pengaruh yang muncul akibat berbagai perubahan pada lansia tersebut jika tidak teratasi dengan baik, cenderung akan mempengaruhi kesehatan lansia secara menyeluruh dan mempengaruhi kualitas hidupnya . Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui prediktor kualitas hidup lansia di wilayah rural dan urban di wilayah Kota Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Rural yaitu rata ? rata umur lansia 69,10 tahun dan di Urban 69,07 skor, untuk wilayah Rural yaitu rata ? rata dukungan sosial  42,60 skor dan di Urban 42,60 skor, untuk wilayah Rural yaitu rata ? rata fungsi keluarga 12,73 skor dan di Urban 12,46 skor, untuk wilayah Rural yaitu rata ? rata keterlibatan lansia di masyarakat 10,85 skor dan di Urban 11,51 skor. Hasil analisis pada pemodelan multivariat menunjukkan bahwa model hanya sesuai dan signifikan untuk lansia yang tinggal di wilayah urban dengan nilai R2 = 0,17 dan p value = 0.014. Temuan dalam penelitian ini berimplikasi pada pentingnya memperhatikan faktor fungsi keluarga yang yang berada di rumahnya yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia sehingga di harapkan agar lansia melewati hari ? hari dalam hidupnya dengan kualitas hidup yang semakin baik. Kata kunci: kualitas hidup, lansia, rural, urban