Makdis, Nasrul
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN KEBUTUHAN INFORMASI DOSEN DALAM MELAKSANAKAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI (Studi Kasus Pada Jurusan SKI Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang) Makdis, Nasrul
Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 1 (2017): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.793 KB)

Abstract

Abstract: To run the Tri Dharma of Higher Education, lecturers must at all times be able to access and update information quickly. Thus the lecturer will not miss the latest knowledge and information from students or from the general public. Without mastering information, the lecturer will look passive and "telmi" (late thinking). Especially in this highly competitive information technology era, information becomes very important so that lecturers continuously develop and deepen their knowledge. To meet the information needs of lecturers, it is needed a mechanism for access to information and information availability. Access to information requires the availability of infrastructure (telecommunications, electricity) and devices (hardware and software) as well as mastering the use of computers (computer literacy). the problem that often arises now is that there are several attitudes of lecturers in terms of finding information. There are among lecturers who are always actively seeking and finding various information. Meanwhile there are also lecturers who are passive, in the sense that said lecturer there is no desire in finding new information and knowledge, but it is enough to hold the knowledge as it is. However the situation must be said that every lecturer is not likely to neglect information, because that information is an academic and scientific need.Keywords: Information Needs, Tridharma College,Abstrak : Untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen setiap saat harus dapat mengakses dan meng-update informasi dengan cepat. Dengan demikian dosen tidak akan ketinggalan pengetahuan dan informasi terkini dari mahasiswanya atau dari masyarakat umum. Tanpa menguasai informasi maka dosen akan terlihat akan pasif dan ?telmi? (telat mikir). Apalagi di era informatika yang sangat kompetitif ini, informasi menjadi sangat penting agar dosen secara berkelanjutan mengembangkan dan memperdalam pengetahuannya. Untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi dosen dibutuhkan adanya mekanisme akses terhadap informasi dan ketersediaan informasi. Akses terhadap informasi membutuhkan ketersediaan infrastruktur (telekomunikasi, listrik) dan perangkat (hardware dan software) serta penguasaan penggunaan komputer (literasi komputer). persoalan yang sering muncul sekarang adalah bahwa terdapat beberapa sikap dosen dalamĀ  hal mencari informasi. Ada di antara dosen yang senantiasa aktif mencari dan menemukan berbagai informasi. Sementara itu ada juga dosen yang pasif, dalam arti kata dosen tersebut tidak ada keinginan dalam mencari informasi dan pengetahuan baru, tetapi cukup memadakan pengetahuan apa adanya. Bagaimana pun situasinya harus dikatakan bahwa setiap dosen tidak mungkin alpa dengan informasi, karena informasi itu adalah kebutuhan akademik dan kebutuhan ilmiah. Kata kunci :Kebutuhan Informasi, Tridharma Perguruan Tinggi,
PARADIGMA PERPUSTAKAAN ERA KLASIK DAN MODERN (DIGITAL) Makdis, Nasrul
Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.432 KB)

Abstract

Abstract: The more advanced civilization makes humans always innovate so they can continue to live. As is the case with libraries, with advances in technology and increasingly dynamic developments in the world of science and technology, of course the use of computerization or automation based for library management is inevitable. This digital thing makes library managers must be able to change their mindset and form of service, so that whatever is done and done is no longer done manually or in the traditional way. This indirectly demands library management resources in order to improve its ability to manage libraries which have been integrated with digital systems. In this paper, we will discuss the differences between traditional libraries or those that still use manual systems with modern (Digital) libraries and ways of looking at these two different eras. Keywords: Library Paradigm, Modern Library, Classical LibraryAbstrak : Semakin majunya peradaban membuat manusia senantiasa ber-inovasi agar tetap dapat melangsungkan kehidupan. Seperti hal nya perpustakaan, dengan majunya teknologi dan semakin dinamisnya perkembangan kemajuan IPTEK dunia, tentu penggunaan komputerisasi atau berbasis automasi untuk pengelolaan perpustakaan tidak dapat terhindarkan. Sesuatu yang serba digital ini membuat para pengelola perpustakaan harus mampu merubah pola pikir dan bentuk layanan mereka, sehingga apapun yang dilakukan dan dikerjakan tidak lagi dilakukan dengan cara manual atau dengan cara tradisional. Hal ini secara tidak langsung menuntut sumber daya pengelola perpustakaan agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola perpustakaan yang mana telah terintegrasi dengan system digital. Dalam tulisan ini akan membahas tentang perbedaan antara perpustakaan tradisional atau yang masih menggunakan system manual dengan perpustakaan modern (Digital) serta cara pandang dalam melihat kedua era yang berbeda ini.Kata Kunci : Paradigma Perpustakaaan, Pustaka Modern, Pustaka Klasik
UPAYA PUSTAKAWAN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SOFTWARE HADIS PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN STUDI AGAMA UIN IMAM BONJOL PADANG makdis, Nasrul
Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 2 (2018): Edisi 2
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.142 KB)

Abstract

Abstract: As for the problems in implementing or implementing hadith applications for Islamic Religious Colleges (PTKI) including, how to use the hadith software for lecturers and students. Do lecturers, especially those who teach in the field of Hadith, are able to operationalize the hadith software as a learning media for students? Or do lecturers and students know the tools to facilitate them in tracking information related to the hadith, of these problems we certainly cannot arbitrarily say This is entirely the responsibility of lecturers or students only in learning and mastering how to use this hadith application, therefore this is the role of the Librarian in PTKI, namely as a lighthouse that seeks to illuminate and guide the path of the academic community who want to find information especially in the field of hadith and become a capable partner support the Tridharma of Higher EducationKeywords: Implementation of Hadith Software, Role of Librarian, Tridharma of Higher EducationAbstrak : Adapun yang menjadi persoalan dalam mengimplementasikan atau menerapkan aplikasi hadis bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) diantaranya seperti, cara penggunaan software hadis bagi dosen dan mahasiswa. Apakah dosen khususnya yang mengajar di bidang Hadits sudah mampu mengoperasionalkan software hadis sebagai media belajar bagi mahasiswa?, atau apakah dosen dan mahasiswa telah mengetahui alat untuk mempermudah mereka dalam melacak informasi terkait dengan hadis, dari permasalahan tersebut tentu kita tidak bisa dengan semena-mena mengatakan ini sepenuhnya tanggungjawab dosen atau mahasiswa saja dalam mempelajari dan menguasai cara dalam penggunaan aplikasi hadis ini, maka dari itu disinilah peran Pustakawan pada PTKI, yaitu sebagai mercusuar yang berupaya menerangi dan menuntun jalan civitas akademika yang ingin mencari informasi khususnya dibidang hadis serta menjadi mitra yang mampu menunjang Tridharma Perguruan TinggiKata kunci : Implementasi Software Hadis, Peran Pustakawan, Tridharma Perguruan Tinggi