Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

POLA SOSIALISASI PERGURUAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PENERIMAAN MAHASISWA BARU PADA IAIN PALU Bachmid, Sofyan; Hamka
Paedagogia: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2018): Paedagogia
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.351 KB) | DOI: 10.24239/pdg.Vol7.Iss1.31

Abstract

This article discusses the effectiveness of the new student admission socialization program on the decision of the prospective student to enroll in the State Islamic Institute (IAIN) Palu. The problem studied is How are the efforts of socialization of new student admissions applied at IAIN Palu? What is the most effective socialization attempt for student candidate's admission at IAIN Palu? This research uses survey research design combined with descriptive qualitative analysis model. Data collection using questionnaire method supported by interview and collecting a documentations. The results showed that the socialization efforts applied in IAIN Palu was by utilizing mass media and school visit. An effective efforts of socialization for introducing institutions to the public is unprogrammed in schedules, they used word to word (door to door) and publicity promotion. Nevertheless, regular programmed socialization models are held regularly every day before the admission of new students, usually used advertising and ?personal selling? through visits to schools, is still quite effective. While the main consideration factor for enrolling in IAIN Palu is the availability of courses appropriate to their interests.
PENERAPAN UNSUR ARSITEKTUR NUSANTARA PADA KARYA DESAIN ARSITEK YU-SING Winarni, Sri; Hamka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.34 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i01.121

Abstract

Arsitektur nusantara memiliki pemaknaan yang berbeda-beda oleh berbagai kalangan, namun yang menjadi  fokus dari arsitektur nusantara ini adalah bagaimana mempertahankan kearifan lokal yang terkandung didalamnya, baik secara tampilan, konsep lingkungan, sosial dan budaya didalam sebuah rancangan. Permasalahan yang muncul dalam memaknai kembali arsitektur nusantara dalam sebuah rancangan sering kali ditemui pada wujud tampilannya. Banyak desain-desain yang hanya memperhatikan tampilan saja dan melupakan unsur-unsur penting lainnya, sehingga menjadikan desain tersebut hanya meniru dan mengulang tanpa ada pembaharuan. Fokus penelitian ini adalah pada penerapan unsur-unsur arsitektur nusantara pada karya desain arsitek Indonesia Yusing yang ide-ide desainnya banyak mengangkat nilai kearifan lokal arsitektur nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi data karya desain arsitek Yusing, hasil analisis tersebut kemudian diuraikan kualitatif untuk mendapatkan sebuah kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini adalah bahwa unsur aspek nusantara secara umum telah diterapkan pada keempat desain karya Yu-sing meskipun tidak diterapkan secara utuh. Desainnya mencoba untuk menginterpretasikan kembali dalam wujud yang baru sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, bukan menghadirkan kembali masa lalu ke masa kini.
PENERAPAN PERANCANGAN PADA PENATAAN RUANG PAMER KERAJINAN KERAMIK DI KELURAHAN DINOYO KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Soeharjanto, Didiek; Widyarthara, Adhi; Hamka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.255 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i02.249

Abstract

Ruang pamer pada kawasan pengrajin keramik Dinoyo yang memiliki fungsi memberikan informasi tentang produk terkini maupun produk yang banyak digemari oleh masyarakat memberikan fasilitas yang terbatas pada pengunjung karena ruang yang ada dioptimalkan untuk penyimpanan produk keramik sehingga kurang memperhatikan sirkulasi untuk manusia dan barang pada tatanan ruangnya. Kenyamanan pelayanan pada pengunjung menuntut perlunya menciptakan suasana ruang dengan tema sesuai potensi bangunan, merencanakan sirkulasi manusia dan barang dengan membatasi jenis barang maupun jumlah perabot; memperhatikan letak pintu, jendela agar pencahayaan maupun penghawaan sesuai dengan kebutuhan; serta menyesuaikan ketinggian plafon agar pengunjung tidak merasa tertekan secara psikologis apabila memasukinya. Perlu melakukan penataan jenis komoditi sesuai dengan kelompok berdasarkan sifat kegunaannya, penampilan bentuknya serta mutu barang untuk memudahkan pengunjung melakukan pemilihan, maupun pengamatan terhadap barang yang dikehendakinya.
PENERAPAN PERANCANGAN PADA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KERAJINAN KERAMIK DI KELURAHAN DINOYO, KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Widyarthara, Adhi; Hamka; Tri Harjanto, Suryo
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.557 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i02.865

Abstract

Keberadaan kawasan pengrajin keramik merupakan potensi sebagai destinasi wisata untuk kawasan Kota Malang dengan karakteristik perilaku dalam memproduksi benda-benda guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Citra kawasan pengrajin keramik yang mulai meredup karena keterbatasan fasilitas dalam mengekspose budaya yakni memproses pembuatan keramik hingga memamerkan produk keramik maupun menjualnya. Sejalan dengan keinginan penghuni kawasan untuk menjadikan Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo, membutuhkan peranan mereka yang terlibat agar dapat mencapai apa yang dicita-citakannya. Peran Pemerintah sangat penting dalam mengendalikan fungsi kawasan karena sebagai pemegang regulasi dalam penataan bangunan maupun lingkungan yang berkelanjutan. Masyarakat dapat menyediakan beberapa kebutuhan yang dapat menjadikan pemilik bangunan, pekerja maupun pengunjung merasa nyaman dalam berinteraksi dalam kawasan. Salah satu program yang diusulkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan serta meningkatkan citra kawasan berdasarkan peran Pemerintah dan masyarakat adalah pemberlakuan garis sempadan bangunan pada kawasan pengrajin keramik; pembukaan ruang tersebut dapat difungsikan sebagai ruang transisi antara teritori publik dan teritori primer sehingga akan mengintegrasikan kultur pengunjung dan kultur pengrajin keramik.   Apabila semuanya dapat terwujud, diharapkan kawasan ini akan memiliki nilai sosial, nilai ilmiah serta nilai komersial yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta berkelanjutan dalam mewujudkan kemakmuran bagi penghuninya
EVALUASI PENATAAN RUANG KAWASAN PENGRAJIN KERAMIK BERWAWASAN LINGKUNGAN PERILAKU DI KELURAHAN DINOYO, KOTA MALANG Widyarthara, Adhi; Soeharjanto, Didiek; Hamka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.451 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i01.1066

Abstract

Pengrajin keramik memiliki aktivitas yang spesifik yakni membuat dan menjual produk keramik, kegiatan tersebut membutuhkan ruang yang tertata dengan baik agar proses produksinya lebih efektif dan efisien. Keberadaan ruang yang saat ini digunakan untuk tempat produksi maupun ruang pamer merupakan alih fungsi ruang, yang dulu merupakan bagian dari rumah tinggal; saat ini difungsikan secara optimal dan kondisi ini merupakan produk rancangan tata ruang oleh masyarakat. Evaluasi penataan ruang bertujuan untuk mengetahui kinerja rancangan tata ruang pada saat ini, sehingga dapat memberikan saran apabila didapatkan permasalahan dan mempertahankan rancangannya apabila tatanan ruang tersebut sudah memiliki kinerja yang berwawasan lingkungan perilaku. Terdapat 3 lingkup kajian untuk melakukan evaluasi tersebut, pertama melakukan kajian mikro yakni mengetahui fungsi ruang untuk proses produksi dan ruang pamer, kedua melakukan kajian meso yakni mengetahui tatanan temp at produksi maupun ruang pamer dengan lingkungannya, ketiga melakukan kajian makro yakni mengetahui potensi lingkungan dalam menunjang kawasan pengrajin keramik. Ketiga kajian lingkungan tersebut melibatkan para pemilik tempat produksi keramik, pekerja serta pengunjung. Informasi yang didapatkan dari evaluasi ini diharapkan dapat menjadikan kawasan pengrajin ini lebih berwawasan lingkungan perilaku dan menarik bagi wisatawan
METODE DESAIN ARSITEK DALAM MENDESAIN RUMAH TINGGAL: STUDI OBJEK: RUMAH TINGGAL ARSITEK DI MALANG Widyarthara, Adhi; Hamka; Winarni, Sri
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.387 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2342

Abstract

Dunia Pendidikan arsitektur mengajarkan berbagai macam jenis teorimengenai metode desain arsitektur rumah tinggal. Namun, teori-teori desaintersebut perlu diuji keberlanjutannya setelah keluar dari lingkunganakademik, apakah hal tersebut sepenuhnya diterapkan didunia praktisi,mengalami penyesuaian atau justru tidak dipakai sama sekali, sehinggaobjek penelitian yang tepat untuk mengkaji hal tersebut adalah arsitek danrumah tinggalnya. Pengalaman-pengalaman desain yang didapatkan olehpara arsitek selama terlibat langsung dalam dunia kerja dan projek yangditangani, tentunya membentuk sebuah pemikiran baru mengenai cara ataumetode berarsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metodeberarsitektur arsitek di Kota Malang dalam mendesain rumah tinggal.Manfaat dari hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan ajarperancangan rumah tinggal bagi mahasiswa dan memberikan pengetahuanbagi masyarakat umum mengenai aspek-aspek yang perlu diperhatikandalam rancang bangun rumah tinggal. Metode yang digunakan dalampenelitian ini, yaitu metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam(deep interview) dan observasi lapangan dengan variable kajian penelitian,kemudian dianalisis melalui teori-teori berdasarkan variable-variabel yangtelah ditentukan. Hasil dari analisis tersebut kemudian diuraikan kualitatifuntuk mendapatkan sebuah kesimpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkanbahwa terdapat pengelompokan cara berarsitektur (balckbox dan glassbox)masing-masing arsitek dalam mendesain rumah tinggalnya. Aspek desainyang menjadi faktor penting dalam mendesain juga berbeda-beda, semuatergantung pada konteks, keinginan dan kebutuhan dari masing-masingarsitek.
COLLOCATIONS MASTERY OF THE UNIVERSITY STUDENTS Harida, Eka Sustri; Hamka
ELITE JOURNAL Vol 1 No 2 (2019): English Linguistics, Literature, and Education
Publisher : ELITE Association Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.187 KB)

Abstract

This study is about students? collocation mastery of the English Department students of IAIN Padangsidimpuan. The students? ability in mastering vocabulary is still low; it makes the students? ability also low ability in mastering collocation. This research is in quantitative types, to find out the students? ability in collocation mastery, 25 subjects were involved in this study. A test was administered to them to analyze the collocation selected. The result of the analysis indicated that the sixth semester students of English Department IAIN Padangsidimpuan were in low categories, and it is needed to deliberate learning and teaching. The students felt difficult to understand collocation because they need to remember it more.
NILAI KENUSANTARAAN ARSITEKTUR BOLA UGI MENURUT SANRO BOLA DI DUSUN KAJUARA KABUPATEN BONE Hamka
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 1 (2017): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.307 KB) | DOI: 10.21460/atrium.v3i1.66

Abstract

Title: Nusantara Value of Architecture of Bola Ugi at Kajuara Village, Bone District, According to Sanro Bola Nusantara Architecture has been apprehended as an archipelagic vernacular architecture located in the locality of cultural space. It has a tacit knowled related to traditions, values, as well as a universal and sectional significance (Pangarsa, 2006). The cultural characteristics of Nusantara architecture in Indonesia has a diverse forms, both physical and non-physical. One of archipelagic vernacular architectures in the cultural space is bola ugi architecture (Buginese House). Bola ugi has archipelagic elements associated with the values and space and physical significance. The purpose of this study was to determine the archipelagic values in bola ugi based on the knowledge possessed by the House of Bugis architect sanro bola. This research used a descriptive analysis qualitative research methodologies based on interviews of some sanro bolas and was conducted using a snow ball sampling. The results of the research showed that the archipelagic value of bola ugi included the hierarchical elements of space, room layout, orientation, and the symbol of the structure.
ZAKAT PROFESI PERSPEKTIF MAŞLAḪAH AL-MURSALAH PROFESSION ZAKAT ON MAŞLAḪAH AL-MURSALAH’S PERSPECTIVE Hamka
Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam Vol 2 No 1 (2020): Al-Ahkam Volume 2 Nomor 1 Mei Tahun 2020
Publisher : Prodi Hukum Pidana Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ahkam.v2i1.327

Abstract

Indonesia yang warganya mayoritas umat Islam telah menghasilkan konstitusi berdasarkan perundang-undangan yang mengatur tentang pengelolaan zakat secara umum. Zakat profesi yang juga biasa disebut zakat penghasilan tergolong istilah baru dalam fiqih Islam. Buku fiqih klasik, sama sekali tidak ditemukan secara spesifik membahas soal zakat profesi, seperti yang kita kenal sekarang ini. Asal-muasal zakat profesi sebenarnya dari zakat mall, karena dijelaskan secara eksplisit dalam al-Qur’an dan Hadist Rasulullah saw. Tetapi istilah zakat profesi adalah hasil ijtihad ulama-ulama kontemporer yang menyikapi persoalan-persoalan yang dianggap istilah baru termasuk zakat profesi. Zakat profesi dalam Maşlaḫah al-mursalah yaitu pada kedudukan hukum zakat profesi yang tidak memiliki dasar secara jelas dalam teks al-Qur’an dan Hadis Rasulullah saw.. Jika ditelisik lebih dalam, secara substansial kedudukan zakat profesi dalam hukum Islam sangat memberikan gambaran melalui metode penarikan hukum secara kias, ijma atau maşlaḫah al-mursalah. Berdasarkan metode tersebut zakat profesi masuk katetegori zakat mall dengan mengkiaskan pada zakat pertanian untuk haulnya dan zakat perak untuk nisabnya. Pada kedudukan manfaatnya dalam menentukan kemaslahatan hukum disingkronkan dengan Maşlaḫah al-mursalah karena tidak memiliki dasar yang jelas. Sementara manfaatnya sangat besar dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu meringankan beban hidup bagi kelompok-kelompok yang masuk dalam delapan asnaf.
PUSAT DESAIN ARSITEKTUR DI KOTA MALANG, TEMA POST MODERN Wildan Arief Setya; Daim Triwahyono; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 02 (2017): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur merupakan sebuah ilmu bangunan sebagai wadah untuk menampung kegiatan manusia baik dalam skala kecil/mikro atau skala yang lebih besar/makro. Pada umumnya, berarti menciptakan ruang atau space yang ideal untuk suatu kegiatan manusia dan berarti pula susunan ruang-ruang yang dirancang untuk kegiatan tertentu untuk menciptakan kenyamanan bagi pengguna berdasarkan prinsip-prinsip yang digunakan. Berkembangya kota-kota di indonesia telah memicu meningkatnya kegiatan pembagunan kota dalam bentuk pembangunan baru yang berskala besar. .Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di jawa timur telah meningkat berbagai macam kebutuhan akan karya arsitektur. Namun, fasilitas untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan juga hasil karyanya belum ada. Perkembangan di bidang arsitektur yang semakin pesat ini maka, diperlukan sebuah wadah untuk mewadahi karya para arsitek yang dapat difungsikan sebagai sarana sosial, pusat promosi, pusat transaksi atau jual beli bahkan konsultasi suatu pelayanan masyarakat melalui para arsitek yang dapat bertukar informasi dan mendapatkan solusi. Dari penjabaran diatas, adanya pusat desain arsitektur yang ada di suatu kota sangatlah penting dan berpengaruh sebagai keperluan dan kebutuhan masyarakat.