Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RISALAH TASAWUF Syatori, Ahmad
PUTIH JURNAL PENGETAHUAN TENTANG ILMU DAN HIKMAH Vol 4 No 1 (2019): PUTIH JURNAL Pengetahuan tentang Ilmu dan Hikmah
Publisher : Ma'had Aly Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.503 KB)

Abstract

Kajian ilmiah ini di dalamnya memuat berbagai ulasan tentang penjelasan seputar ruang lingkup tasawuf. Dalam uraian pembahasannya tidak hanya membahas tentang satu sisi atau satu hal saja, akan tetapi mencakup berbagai sisi dan hal yang ada dalam ruang dimensi tasawuf. Paradigma tasawuf dalam kajiannya juga tidak bisa terlepas dari sudut pandang yang ada dalam kajian keislaman. Adapun sudut pandang tasawuf orientasinya lebih menitik beratkan pada nilai-nilai ajaran Islam secara substantif dan esensial, sedangkan sudut pandang keislaman secara umum lebih menitik beratkan pada bentuk sisi secara lahir. Namun demikian, secara prinsip antara sisi dan sudut pandang yang berbeda tersebut tetap memiliki hubungan kedekatan dan keterkaiatan yang saling mengikat diantara semuanya.
LINGKARAN SPIRITUAL DALAM BEDAH RELASI MURSHID DAN MURID Syatori, Ahmad
PUTIH JURNAL PENGETAHUAN TENTANG ILMU DAN HIKMAH Vol 3 No 1 (2018): PUTIH JURNAL Pengetahuan tentang Ilmu dan Hikmah
Publisher : Ma'had Aly Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.07 KB)

Abstract

Dalam jurnal ini memuat uraian penjelasan tentang seputar hubungan (relasi) antara seseorang yang memerankan dirinyasebagai Guru pembimbing spiritual (Murshid ) dengan orang lain yang berperan sebagai pengikutnya (Murid ). Peran keduanya tentu bukanlah peran dalam panggung sandiwara atau tayangan sinetron yang kita saksikan di televisi, akan tetapi merupakan wujud nyata secara konkret dalam panggung kehidupan yang sesungguhnya. Dalam tradisi ?urf sosial-tarikat terdapat fenomena kehidupan yang sangat unik dan menarik untuk dikaji dan dicermati secara mendalam. Karena dalam fenomena tersebut ada cermin kehidupan manusia, yang antara satu dengan yang lain memiliki hubungan keterkaitan dan keterikatan yang sangat kuat di antara keduanya. Hubungan tersebut dapat terjalin secara intens baik lahir maupun batin yang diimplementasikan langsung dalam kehidupan spiritual keagamaan dan kehidupan sosial kemasyarakatan. Dari masingmasing keduanya ada yang menjadi sosok sebagai panutan yang sangat ditaati dan dihormati, yaitu seorang guru murshid. Sedang yang lain menjadi sosok-sosok pengikut yang sangat patuh dan setia, yaitu seorang murid. Kedekatan hubungan antara murshid dengan murid ini merupakan bagian dari hubungan yang tak terpisahkan. Keduanya terikat dan terkait satu sama lain. Masing-masing saling menjaga dan memelihara. Potret kehidupan semacam ini merupakan gambaran dari kehidupan masa lalu di masa Nabi dan para sahabat. Di manasosok Nabi kapasitasnya sebagai sosok figur yang menjadi uswah (suri tauladan) bagi para sahabat yang kapasitasnya sebagai pengikut setia Nabi. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap pakta seputar ruang lingkup kehidupan tarikat dalam lingkaran kehidupan sosial-spiritual yang diperankan oleh sosok-sosok hamba pilihan Allah Swt.
Tasawuf di Antara Relasi dan Relevansi Syatori, Ahmad
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol 8 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i2.3017

Abstract

Kajian ilmiah ini didalamnya memuat berbagai ulasan tentang penjelasan seputar ruang lingkup ilmu tasawuf dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Dalam uraian pembahasannya tidak hanya membahas tentang satu sisi atau satu hal saja dari ilmu tasawuf, akan tetapi juga membahas tentang berbagai sisi dan hal lain yang ada hubungan keterkaitan dan keterikatan dengan ilmu tasawuf. Paradigma tasawuf dalam kajiannya tidak bisa terlepas dari sudut pandang yang ada dalam kajian keislaman lainnya. Di mana sudut pandang tasawuf orientasinya lebih menitik beratkan pada sisi dimensi dalam dari nilai-nilai ajaran Islam secara substantive dan esensial, sedangkan sudut pandang keislaman lainnya secara umum lebih menitik beratkan pada bentuk-bentuk sisi dimensi keilmuan secara lahir. Namun demikian, secara prinsip antara sisi dan sudut pandang yang berbeda tersebut tetap memiliki hubungan relasi dan kedekatan antara keterkaiatan dan keterikatan yang saling mengikat antara dengan yang lain. Oleh sebab itu, dalam memahami ilmu tasawuf dapat difahami dengan berbagai pendekatan dan sudut pandang yang luas sesuai dengan relevansi yang ada dalam kaca mata keilmuan.
Interpretasi Sufistik dalam Al-Qur’an Syatori, Ahmad
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol 10 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v10i2.3127

Abstract

Kajian ilmiah ini di dalamnya memuat berbagai ulasan tentang sisi tasawuf dan corak pola pemikiran ijtihad para sufistik dalam memahami isi kandungan makna al-Qur'an secara ishari melalui pendekatan-pendekatan intuitif. Sebagaimana kita ketahui, bahwa tafsir adalah merupakan instrumen alat pengetahuan yang mengkaji dan membahas tentang berbagai maqasid (maksud dan tujuan) yang terkandung dalam al-Qur’an sesuai dengan batasan kemampuan manusia melalui metode penafsiran dengan berbagai disiplin ilmu tafsir. Oleh karena itulah, tafsir adalah salah satu ilmu ushuludin yang paling pokok dan utama serta memiliki kedudukan yang sangat tinggi di antara ilmu-ilmu ushuludin lainnya. Sebab, objek kajian pembahasannya adalah wahyu Allah. Adanya corak penafsiran yang beraneka-ragam adalah sebagai bukti akan kebebasan dalam penafsiran al-Quran. Namun demikian, tentu tetap dalam batas-batas koridor pakem aturan disiplin ilmu tafsir. Dalam dunia tafsir, corak-corak tafsir yang ada dan dikenal selama ini adalah corak bahasa, corak filasafat- teologi, corak penafsiran ilmiah, corak fiqih-tasawuf dan corak sastra budaya kemasyarakatan serta corak-corak lainnya. Seiring dengan perkembangan tasawuf dan alirannya, para sufi juga ikut berperan serta dan berpartisipasi dalam memberikan sumbangan dan kontribusi terhadap nilai-nilai ajaran Islam yang ada. Mereka berusaha menafsirkan al-Qur’an sesuai dengan faham tasawuf yang mereka anut, yaitu dengan menggunakan metode tafsir secara khusus yang disebut tafsir ishari atau tafsir sufi. Pada umumnya, para ahli tafsir dalam rangka menafsirkan al-Qur'an secara tekstual lebih cenderung pada pemahaman-penahaman makna secara tersurat. Akan tetapi berbeda dengan kelaziman penafsiran para sufistik, mereka di samping memahami sisi al-Qur'an dari segi tekstual, juga lebih menekankan pada pemahaman batiniyah secara tersirat.