Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

DAMPAK POLA ASUH DAN USIA PENYAPIHAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA INDEKS BB/U Masyudi, Masyudi; Mulyana, Mulyana; Rafsanjani, T. M
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 4, No 2 (2019): AcTion Vol 4 No 2 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.701 KB) | DOI: 10.30867/action.v4i2.174

Abstract

Nutritional status with WFA provides an description of acute nutritional problems, due to fluctuating changes in body weight. Breastfeeding is not until two years is a factor causing weight not to rise, so weaning toddlers very well even at 2 years. Mothers with poor parenting such as breastfeeding, complementary feeding and health services also affect the condition of the nutritional status of children under five acutely. The aim of study was to determine the impact of parenting and weaning age on the nutritional status of toddler. The research was cross-sectional study design, with 65 toddlers in Muara Batu District, North Aceh Regency. Samples are taken randomly. Parenting and weaning data were collected through interviews, while nutritional status data used a WFA z-score index. Analysis using Chi-square test. The results show the relationship between parenting (p= 0,021; OR= 3,6) and weaning age (p= 0,042; OR= 3,5) with the nutritional status of toddlers. In conclusion, poor parenting and the fast age of weaning have an impact on the high number of cases of malnutrition in children under five in Muara Batu District, North Aceh. Suggestions, it is necessary to support health promotion such as counseling related to parenting and weaning, and it is hoped that positive follow-up by relevant stakeholders in improving the nutritional status of toddlers.Status gizi BB/U memberikan gambaran masalah gizi akut, karena perubahan berat badan yang fluktuatif. Pemberian ASI tidak sampai dua tahun merupakan faktor penyebab berat badan tidak naik, sehingga menyapih balita sangat baik genap pada 2 tahun. Ibu dengan pola asuh tidak baik seperti pemberian ASI, MP-ASI dan pelayanan kesehatan berdampak juga terhadap kondisi status gizi balita secara akut. Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak pola asuh dan usia penyapihan terhadap status gizi balita. Penelitian berdesain Cross-sectional study, pada balita sebanyak 65 balita di Kecamatan   Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Sampel diambil secara acak. Data pola asuh dan penyapihan dikumpulkan melalui wawancara, sedangkan data status gizi menggunakan z-score indeks BB/U. Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan hubungan antara pola asuh (p= 0,021; OR= 3,6) dan usia penyapihan (p= 0,042; OR= 3,5) dengan status gizi balita. Kesimpulan, pola asuh yang kurang baik serta cepatnya usia penyapihan berdampak terhadap tingginya kasus gizi kurang pada balita di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Saran, perlu dukungan promosi kesehatan seperti penyuluhan terkait pola asuh pada balita dan penyapihan, serta diharapkan tindak lanjut positif oleh stakeholder terkait dalam meningkatkan status gizi balita.
Analisis Faktor Host terhadap Kecacatan Kusta Tingkat II Di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh Rafsanjani, T.M.; Trihadi Lukmono, Djoko; Setyawan, Henry; Anies, Anies; Adi, Sakundarno
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.538 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.128

Abstract

Abstract: An Analysis Of Host Factors Toward The Level Ii Leprosy Disability In Nagan Raya Regency, Aceh Province. The leprosy disabilities level II is often experiencing the limitations in function among societies. In Nagan Raya Regency, there are 41% endemic areas with the number of level II disability for 5%. This research aims to prove some host and environment factors that become the risk factors for disability for level II leprosy. Case-control methods and interview methods were chosen as the design of control case in this research. 84 respondents were involved in conducting case-control design, and 42 cases of leprosy disabilities level II and 42 control of leprosy without disabilities, selected with consecutive sampling by considering the criteria of inclusion and exclusion. The results of this research were analyzed with bivariate by using chi-square test and the multivariate data were analyzed by using logistic regression test. Four variables that had the risk towards leprosy level II disability were at the age of the diagnosis time > 15 p=0,039 and OR=8,4 (CI 95%; 1,1-63,3), level of education p=0,038 and OR=3.4 (CI 95%; 1,1-10,9), too late to do early diagnosed p=0,011 and OR=5,4 (CI 95%; 1,5-19,6), types of leprosy MB p=0,015 and OR=3,9, (CI 95%; 1,3-12,1). Some host factors were proven to have risk towards leprosy disability of level II are the age at the time of diagnosis > 15 years, too late to do early diagnosis and leprosy types MB with the probability of 99.96 %. It is expected for the team of Public Health Office to conduct prevention in a productive age population, early case detection to prevent disability, and socialized the patient about the dangers of leprosy.Abstrak: Analisis Faktor Host Terhadap Kecacatan Kusta Tingkat II Di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Kecacatan kusta tingkat II mengalami keterbatasan pada fungsinya dalam masyarakat. Kabupaten Nagan Raya terdapat 41% daerah endemis, dengan kecacatan tingkat II sebanyak 5%. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan beberapa faktor host merupakan faktor risiko kecacatan tingkat II. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol terhadap 84 responden,  dari 42 kasus (cacat kusta tingkat II) dan 42 kontrol (kusta tanpa cacat),  yang dipilih secara consecutive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Analisis data secara bivariat dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Empat variabel merupakan faktor risiko terhadap kecacatan kusta tingkat II, yaitu umur saat diagnosis > 15 tahun p=0,039, OR=8,4 (CI 95%; 1,1-63,3), tingkat pendidikan p= 0,038, OR=3,4 (CI 95%; 1.1-10.9) diagnosis dini lambat p=0,011, OR=5,4 (CI 95%; 1,5-19,6), tipe kusta MB p=0,015, OR=3,9, (CI 95%; 1,3-12,1). Beberapa faktor host terbukti berisiko terhadap kecacatan kusta tingkat II adalah umur saat diagnosis > 15 tahun, tingkat pendidikan, diagnosis dini lambat, dan tipe kusta MB dengan probabilitas sebesar 99,96%. Diharapkan kepada dinas kesehatan melakukan pencegahan kelompok usia produktif, penemuan kasus secara dini untuk mencegah kecacatan dan memberikan pemahaman terhadap penderita tentang bahaya kusta
Pengaruh individu, dukungan keluarga dan sosial budaya terhadap konsumsi makanan ibu muda menyusui (Studi kasus di Desa Sofyan Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue) Rafsanjani, T. M
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 2 (2018): AcTion Vol 3 No 2 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.116 KB) | DOI: 10.30867/action.v3i2.112

Abstract

Food that given to the breastfeeding mother should contain sufficient calories (energy) to replace the energy released as well as the energy needed to produce breast milk. Various factors that influence the mother’s nutrient in the breastfeeding period are lack of knowledge, lack of confident/attitude, also lack family support and environment. This research used an analytical survey with a cross-sectional study approach. The respondents of this research were 34 mothers that also the total of population. Data analysis was performed in univariate and bivariate analysis with the purpose of testing the hypothesis. Then, the method used was the Chi-Square Test (x2) and used the SPSS 17th version. The result would be considered significant if p-value < 0,05. The result of this study shows that there was the influence of individual understanding toward consumption of young breastfeeding mother with p-value 0,003. There was an influence of family support toward consumption of young breastfeeding mother with p-value 0,028. Then, there was an influence of social culture toward consumption of young breastfeeding mother with p-value 0,027. It can be concluded that there was an influence between individual understanding, family support and social culture toward food consumption of young breastfeeding mothers. Midwives and the community are expected to improve the understanding of individual breastfeeding young mothers and the community about nutritional needs during breastfeeding in various ways, including counseling and mentoring.Makanan  yang  diberikan  kepada  ibu  menyusui  harus  mengandung cukup kalori (energi) guna mengganti energi yang dikeluarkan maupun yang dibutuhkan  untuk  menghasilkan  ASI. Berbagai faktor  yang  mempengaruhi  gizi  ibu  pada  masa menyusui,  adalah  kurangnya  pengetahuan  ibu,  kurangnya  rasa percaya diri ibu/sikap, serta kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan. Penelitian  ini  bersifat  survey  analitik, pendekatan  cross sectional dengan responden penelitian 34 orang yang merupakan total dari populasi. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan tujuan menguji  hipotesis,  dengan menggunakan aplikasi komputer  SPSS  versi 17, dan digunakan uji  Chi-Square  Tets  (x2), dengan kategori bermakna jika p value < 0,05. Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  ada  pengaruh  pemahaman individu terhadap  konsumsi  makanan  ibu muda menyusui dengan p= 0,003, ada pengaruh dukungan keluarga terhadap konsumsi makanan ibu  muda menyusui  dengan nilai p= 0,028, dan ada  pengaruh  sosial budaya terhadap konsumsi  makanan  ibu muda menyusui  dengan nilai p= 0,027.  Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pemahaman individu, dukungan keluarga dan sosial budaya terhadap  konsumsi makanan ibu muda menyusui. Diharapkan kepada  Puskesmas, bidan dan masyarakat agar dapat  meningkatkan pemahaman individu ibu muda menyusui dan masyarakat tentang kebutuhan nutrisi pada masa menyusui melalui.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C DAN E TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOGONIA YANG DIPAPAR RADIASI SINAR X (Studi Eksperimental pada Mencit (Mus Muculus) Galur Balb/C) Soffan, Mochammad; Rafsanjani, T M
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.251 KB) | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1305

Abstract

Radiasi sinar X merupakan salah satu radiasi pengion yang menyebabkan terbentuknya radikal bebas sehingga merusak sel spermatogonia. Penggunaan vitamin C dan E sebagai antioksidan untuk melindungi sel tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian vitamin C dan E terhadap jumlah sel spermatogonia yang dipapar radiasi sinar X. Metode penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design pada 35 ekor mencit (Mus musculus) dibagi menjadi 5 kelompok secara acak yaitu KP tanpa paparan radiasi dan pemberian vitamin, KN dengan paparan radiasi sinar X 25 mGy/hari tanpa pemberian vitamin, KP 1 diberikan vitamin C 0,26 mg/hari, KP 2 diberikan vitamin E 0,208 mg/hari, KP 3 diberikan kombinasi vitamin C 0,26 mg/hari dan vitamin E 0,208 mg/hari setiap sebelum pemaparan radiasi sinar X 25 mGy/hari selama 4 hari dengan waktu penelitian 21 hari. Pada hari ke 22 sampel diterminasi diamati melalui mikroskop. Jumlah sel spermatogonia dianalisis One Way Anova kemudian uji post Hoc LSD. Hasil rerata jumlah spermatogonia pada KP, KN, KP1, KP2 dan KP3 yaitu 24,24; 13,28; 19,36; 19,60 dan 23,32. Hasil uji One Way Anova diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p&lt;0,05) artinya terdapat perbedaan rerata jumlah sel spermatogonia yang bermakna antara kelima kelompok. Hasil uji post Hoc LSD menunjukkan perbedaan rerata sel spermatogonia antar dua kelompok ditunjukkan oleh hampir semua pasangan kelompok (p&lt;0,05); kecuali untuk perbandingan rerata sel spermatogonia antara KP1 dan KP2 (p&gt;0,05). Terdapat pengaruh pemberian vitamin C dan E terhadap jumlah sel spermatogonia mencit yang dipapar radiasi sinar X.
ANALISIS KEBERHASILAN PROGRAM RAWATAN LANJUTAN PASCAREHABILITASI PADA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI ACEH Rafsanjani, T.M.
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.635 KB) | DOI: 10.32672/makma.v1i2.818

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan awal, penyalahgunaan narkoba di Provinsi Aceh yang mendapatkan pelayanan program rawatan lanjutan pasca rehabilitasi yaitu sebanyak 58 orang. Dan yang mengalami kekambuhan sebanyak 7 orang sedangkan untuk pelatihan vokasional tidak di sediakan oleh pihak BNNP Aceh karena anggaran yang tidak cukup. Serta bimbingan konseling dan psikoterapi yang diberikan oleh pihak BNNP Aceh belum menyeluruh atau belum keseluruhan residen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Program Rawatan Lanjutan Pasca Rehabilitasi Pada Penyalahgunaan Narkoba Di Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh Tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 24 sampai dengan 29 Desember 2017, Jenis penelitian ini bersifat diskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh residen yang mengikuti program rawatan lanjutan pasca rehabilitasi yang berjumlah 58 orang, sampel dalam penelitian ini seluruh populasi yang berjumlah 58 orang, pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa efektifitas program rawatan lanjutan pasca rehabilitasi penyalahgunaan narkoba yaitu sebanyak 60.3%. apabila ditinjau dari yang ada melakukan pencegahan kekambuhan yaitu 70.7%. Ditinjau dari yang ada melakukan pengembangan diri yaitu 41.4%. Ditinjau dari yang mengikuti pelatihan vokasional dan pelatihan kerja yaitu 31.0%. Dan ditinjau dari yang ada mendapatkan bimbingan konseling dan psikoterapi yaitu 41.4%. Diharapkan kepada pihak BNNP Aceh untuk tetap mempertahankan program rawatan lanjutan tetapi dengan lebih optimal lagi, dengan dukungan dana, fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal agar program rawat lanjut ini dapat memberikan kontribusi dalam mencegah kekambuhan bagi residen serta dapat memberikan life skill kepada residen.Kata Kunci : BNN, Narkoba, Relapse.
HUBUNGAN PERAN PETUGAS, DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN IBU HAMIL TERHADAP RENDAHNYA CAKUPAN PEMBERIAN TABLET Fe3 PADA IBU HAMIL (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Lampisang Kabupaten Aceh Besar) Rafsanjani, T M; Kurniawan, Ifanda; Saputra, Irwan; Dewiyani, Evi
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.144 KB) | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1547

Abstract

Cakupan konsumsi tablet Fe3 pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Lampisang hanya sebesar 20%, hal ini dikarenakan petugas kesehatan kurang berperan dalam memberikan informasi tentang manfaat tablet Fe3 pada ibu hamil, tidak ada dukungan keluarga dan tidak patuh dalam konsumsi tablet Fe3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan pemberian tablet Fe3 pada ibu hamil. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 276 ibu, dengan sampel sebanyak 73 responden dengan teknik sampel proportional sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 7-16 Agustus 2019, dengan pendekatan Cross Sectional. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji univariat bahwa pemberian tablet Fe3 tidak tercapai (64,4%), peran petugas kesehatan yang tidak berperan (54,8%), ibu hamil yang tidak patuh (60,3%) dan ada dukungan keluarga (54,8%). Hasil uji bivariat diketahui bahwa ada hubungan peran petugas kesehatan dengan p value = 0,001, dukungan keluarga dengan p value = 0,001 dan kepatuhan ibu hamil denagn p value = 0,001) dengan rendahnya cakupan pemberian tablet Fe3 pada Ibu hamil. Kesimpulan peran petugas kesehatan, dukungan keluarga dan kepatuhan ibu hamil merupakan faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan pemberian tablet Fe3 pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lampisang Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019. Disarankan bagi puskesmas untuk meningkatkan kegiatan promosi kesehatan pada ibu hamil tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe3.
PENGARUH POLA KONSUMSI, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI TERHADAP MENSTRUASI PERTAMA (Studi Kasus Pada Remaja Putri Kelas 1 SMP) Darusman, Darusman; Rafsanjani, T M
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.567 KB) | DOI: 10.32672/makma.v1i1.632

Abstract

Menstruasi pertama (menarche) merupakan peristiwa yang penting pada pubertas anak gadis yang menjadi pertanda biologis dari kematangan seksual. Pengamatan awal pada 10 orang remaja putri di SMP Negeri 1 Sinabang diketahui status gizinya baik, dengan postur tubuh ideal. Beberapa diantaranya telah mengalami menstruasi pada umur 12 tahun, namun masih ditemukan remaja yang mengalami mentruasi itu dengan tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola konsumsi, aktivitas fisik dan status gizi terhadap Menarche. Penelitian ini bersifat deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMPN 1 Simeulue Timur, sebanyak 67 siswi, dan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi, penelitian dilakukan pada tanggal 27 Januari s/d 03 Februari 2016. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat pengaruh pola konsumsi makanan dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,041 ? ?= 0,05, tidak ada pengaruh kebiasaan aktivitas fisik dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,563 ? ? = 0,05 dan terdapat pengaruh status gizi dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,039 ? ?= 0,05. Diharapkan kepada remaja putri SMP Negeri 1 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue agar memperhatikan gaya hidup, pola makan dan peningkatan pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi menstruasi pertama.Kata Kunci: Menstruasi, Remaja, Perilaku.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTHO TAHUN 2019 Okdarisna, Nadia Rizki; Rafsanjani, T M
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i1.2025

Abstract

Berdasarkan hasil survei awal pada bulan September 2018, dengan mewawancara 10 orang ibu, yang pernah ditolong dukun saat persalinan, ditemukan informasi bahwa secara umum ibu-ibu tersebut masih kurangnya pengetahuan dan  tingkat pendidikan tergolong rendah, disamping itu kondisi fasilitas dan tempat pelayanan kesehatan yang jauh dari rumah. Tujuan penelitian adalahuntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemilihan tenaga penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Jantho tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan ?Cross Sectional? dimana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat dikumpulkan dalam waktu yang bersama untuk mengetahui secara jelas dan sistimatis. Populasi peneliti adalah seluruh ibu bersalin dalam satu tahun terakhir sebanyak 54 reponden, dan sampel yang digunakan adalah total populasi dengan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan  P.Value 0.002< ? (0,05), ada  hubungan pendidikan  (P.Value 0.002< ? (0,05), ada hubungan fasilitas (P.Value 0.001< ? (0,05) dengan Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jantho Tahun 2019. Diharapkan kepada pemberi pelayanan kesehatan untuk diadakan pelaksanaan kelas ibu hamil dengan melibatkan pendamping/suami yang merupakan pengambil keputusan dalam keluarga sehingga dapat memberikan dukungan yang positif terhadap ibu selama kehamilan dan persalinan.
HUBUNGAN POLA MAKAN, UMUR DAN PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN ACEH BESAR Rafsanjani, T M; Yasir, Yasir; Masyudi, Masyudi
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol 3, No 1 (2019): Oktober
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v3i1.14861

Abstract

Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Aceh Besar Angka kematian ibu tahun 2014 sebanyak 29 orang dengan kasus preeklampsia sebanyak (20,8%), perdarahan sebanyak (20,8%), infeksi/sepsis sebanyak (34,5%), dan penyebab lain sebanyak (24,1%). Dan Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, diketahui bahwa pada bulan Januari sampai Mei 2017 didapatkan data jumlah kunjungan ibu hamil sebanyak 367 ibu dan diantaranya memiliki tekanan darah tinggi sebanyak 122 ibu hamil. Hal ini penyebab langsung kematian ibu pada saat persalinan. Penelitian ini bersifat Survei Analitik dengan desain cross sectional, Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden, dengan analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Tempat penelitian ini dilakukan di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2017. Dari hasil uji statistik chi-square dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur dengan hipertensi pada wanita hamil (P-value  0,004 < 0,05) dengan OR 3.722, ada hubungan pengetahuan dengan hipertensi pada wanita hamil (P-value  0,002 < 0,05) dengan OR 4.142 dan terdapat hubungan antara pola makan dengan hipertensi pada wanita hamil (P-value  0,007 < 0,05) dengan OR 3.429 di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2017. Diharapkan kepada Puskesmas dan petugas kesehatan dapat meningkatkan pelayanan dan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan tekanan dalam masa kehamilan.
The Use of Wall Charts in Instruction to Improve the Eighth Grade Students’ Vocabulary Mastery (An Experimental Study at SMP Negeri 4 Banda Aceh) Fitria, Nora; Rafsanjani, T M
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 8 (2020): August 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i8.2689

Abstract

The study was aimed to find out if there is a significant difference between the eighth grade students of SMP Negeri 4 Banda Aceh who are taught vocabulary by using wall chart and those who are taught without using wall chart. The experiment was from conducted from from March 5th, 2018 to May 8th, 2018.  2018 at SMP Negeri 4 Banda Aceh. This study is conducted by using quantitative research and in this case is an experimental study. The population of this study is all students of the eighth grade students of SMP Negeri 4 Banda Aceh in academic year 2017/2018. The total population is 115 students who are composed of five classes; class VIII1, class VIII2, class VIII3, class VIII4, and class VIII5. While the sample of this study  is taken from two classes of the five classes. One class is as an experimental group and one another is as control group. In this study, the students of class VIII5   are taken as experimental group and the students of class VIII4  are taken as control group. Every group consists of 30 students thus the total sample is 60. Choosing class as experimental and control group is done randomly. The data were gotten through test; pre-test and post test. The data were analyzed by using SPSS 18.0. The result of the study shows that there is a significant difference between the eighth grade students of SMP Negeri 4 Banda Aceh who are taught vocabulary by using wall chart and those who are taught without using wall chart. It can be proven from the result of this study where the result of t-test of post-test of the both group is 3.028. While the result of  t-table with the level of significance 0,05 is 0,668. Thus, t-test (3.028) is greater than the t-table (0,668). Based on the result of the study, English teachers of SMP Negeri 4 Banda Aceh especially those who teach vocabulary should implement Wall Charts in teaching and learning process because the implementation of the media can increase the students’ vocabulary mastery.