Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI PENDAPATAN ASLI DESA DI KECAMATAN SOPPENG RIAJA (STUDI KASUS DESA PACCEKKE DAN DESA LAWALLU) Arham, Arham; Abu, Rahmawati
Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No 1 (2019): Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.872 KB) | DOI: 10.31850/economos.v2i1.472

Abstract

This study aims to study the feasibility of the potential of Original Village Revenues (PADesa) in two villages (Desa Paccekke and Desa Lawallu) located in Soppeng Riaja District. The implementation of this research uses published data collection techniques (1) direct observation or monitoring of the research object. Data were analyzed using qualitative analysis methods, the method offered to provide a complete picture of the subject under discussion. Percentage of Original Income in Pacceke Village only contributed 14.9 million rupiah (0.22%), where the highest percentage was revenue originating from the self-help budget, participation and mutual assistance. Lawallu Village community participation in the implementation of development and village development is more visible, this is based on the Village Original Income Value (PADesa) sourced from the results of operations, self-help, participation and mutual cooperation, and other legitimate village original income of 25.75 million rupiah (0.32%). The original income of Pacceke Village and Lawallu Village is still relatively small based on the PADesa obtained in 2014-2018. 
ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK DAN RETRIBUSI IZIN BERBAYAR PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Arham, Arham
Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2018): ECONOMOS :Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.55 KB) | DOI: 10.31850/economos.v1i1.581

Abstract

Salah satu sumber dari penerimaan pajak dan retribusi yaitu berasal dari sektor perizinan yang merupakan bagian dari jenis pajak dan retribusi daerah. Sebagai salah satu jenis dari sumber pendapatan daerah maka perlunya efektivitas dan efisiensi terhadap penerimaan pajak dan retribusi terhadap penerimaan izin berbayar ini sangat dibutuhkan sebagai suatu ukuran apakah penggunaan barang dan jasa yang dibeli dan digunakan oleh perangkat pemerintah yang bersangkutan dapat mencapai manfaat tertentu serta menunjukkan pada taraf tercapainya hasil yang secara sederhana dapat dijelaskan bahwa apakah target atas harapan pemerintah tersebut dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan yaitu dengan cara membandingan antara keluaran dan hasil. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, tingkat penerimaan retribusi dan pajak izin berbayar yang terdapat di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu mengalami fluktuasi (naik turun) pada beberapa jenis izin. Meskipun penerimaan yang terjadi mengalami fluktuasi namun berdasarkan data yang ada pada tingkat pendapatan yang diterima dari pajak dan retribusi izin berbayar setiap tahunnya  kenaikan yang cukup signifikan. Penelitian ini beranjak dari sebuah masalah  pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidrap.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu Observasi dan dokumentasi. Adapun analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi pada izin berbayar yaitu dengan menggunankan analisis rasio efisiesi serta analisis rasio efektivitas. Dari hasil pembahasan izin berbayar yang terdapat pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu pada tahun 2013 hingga 2016, dapat disimpulkan bahwa tingkat realisasi yang meningkat setiap tahunnya tidak sesuai dengan tingkat efektivitas setiap tahunnya Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa tingkat efektivitas penerimaan pajak dan retribusi izin berbayar pada tahun tahun 2013 kurang efektif dengan nilai sebesar 81%, kemudian pada tahun 2014 naik menjadi 99% menjadi cukup efektif selanjutnya pada tahun 2015 tingkat efektivitanya turun menjadi kurang efektif dengan nilai hanya sebesar 86% dan naik pada pada tahun 2016 menjadi sangat efektif dengan nilai efektivitas sebesar 106%.
INOVASI KEAKSARAAN UNTUK PEMBERDAYAAN DAN PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DI KABUPATEN ENREKANG Patahuddin, Patahuddin; Syawal, Syawal; Arham, Arham
Jurnal Dedikasi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Dedikasi Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.548 KB) | DOI: 10.31850/jdm.v1i1.221

Abstract

Penyelenggaraan program Inovasi Keaksaraan untuk Pemberdayaan dan Pemberantasan Buta Aksara dilaksanakan untuk: a. Mencapai target percepatan penuntasan buta aksara sesuai target Inpres Nomor 5 tahun 2006, sehingga proporsi penduduk buta aksara berusia 15 tahun ke atas adalah paling banyak 5 persen. b. Meningkatkan perluasan akses pendidikan keaksaraan (tingkat dasar) bagi penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraannya. c. Memberikan penguatan keaksaraan bagi sasaran program pendidikan keaksaraan. d. Meningkatkan indeks pembangunan  manusia Indonesia secara nasional, melalui peningkatan angka melek aksara penduduk di setiap kabupaten/kota. e. Meningkatkan motivasi dan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program pendidikan keaksaraan dengan mengembangkan inovasi keaksaraan sesuai potensi dan karakteristik daerah setempat. Hasil yang didapatkan dalam pelaksanaan program ini adalah: (1) Tercapainya target percepatan penuntasan buta aksara sesuai dengan  target Inpres Nomor 5 tahun 2006 melalui dukungan perguruan tinggi dan lembaga/organisasi mitra; (2) Meningkatnya akses pelayanan program pendidikan keaksaraan bagi penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas khususnya bagi perempuan, sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraannya; (3) Menguatnya keberaksaraan penduduk melalui penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan; (4) Meningkatnya angka melek aksara penduduk di Kabupaten Enrekang, sehingga menyumbang peningkatan indeks pembangunan manusia Indonesia; dan (5) Meningkatnya motivasi dan komitmen lembaga/organisasi penyelenggara di Kabupaten Enrekang untuk mendukung program pendidikan keaksaraan, dan berkembangnya layanan program berupa inovasi keaksaraan sesuai potensi dan karakteristik daerah.