Sweinstani, Mouliza Kristhopher Donna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLITICIZATION OF IDENTITY IN LOCAL ELECTION AS A SOFT SECURITY THREAT: A CASE OF 2017 JAKARTA GUBERNATORIAL ELECTION Kristimanta, Putri Ariza; Sweinstani, Mouliza Kristhopher Donna
Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities Vol 8, No 2 (2018): Special Issue: "Democracy, Identity, and Religion in Contemporary Southeast Asia
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1626.174 KB) | DOI: 10.14203/jissh.v8i2.134

Abstract

The background of this study is the DKI Jakarta 2017 local election, which was followed by a series of demonstration and identity politicization against the prospective candidate from minority groups. A similar pattern had been applied in 2018 local election and 2019 national election where SARA (shortened from Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan or ethnicity, religion, race, and intergroup relations) is used to mobilize voters through black and negative campaigns. This study aims to explore how the politicization of identity in the DKI Jakarta Gubernatorial Election 2017 can be a soft security threat to human and societal security. By conducting literature studies to related documents, the authors conclude that what happened in DKI Jakarta is categorized as politicized collective identity. The results of the study describe that politicization of identity could cause three effects that can threaten security, namely (1) increasing negative sentiment towards minority groups; (2) increasing the number of cases of persecution and discrimination in the name of religion or ethnicity; and (3) causing community polarization on social media. The study recommends to the government to strengthen national identity, which involves all components of the state and society so that the issue of identity will not be shifted for negative connotation of short-term electoral agenda.
Formula Konversi Suara Sainte Lague dan Dampaknya pada Sistem Kepartaian: Evaluasi Pemilu Serentak 2019 Sweinstani, Mouliza Kristhopher Donna
Jurnal Penelitian Politik Vol 16, No 2 (2019): Evaluasi Pemilu Serentak 2019
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4945.992 KB) | DOI: 10.14203/jpp.v16i2.812

Abstract

Dalam sebuah negara demokrasi, pilihan dari sistem pemilu perlu untuk dipilih dan dirumuskan secara komprehensif karena masing-masing memiliki konsekuensi politik yang berbeda. Tidak terkecuali di Indonesia, perubahan unsur sistem pemilu pada Pemilu Serentak 2019 juga memiliki konkuensinya tersendiri. Salah satu perubahan yang menarik untuk dikaji lebih dalam adalah perubahan formula elektoral dari Hare LR menjadi Sainte Lague (SLM). Dengan melakukan simulasi penghitugan formula Hare LR, SLM, dan dua alternatif lain, yaitu d’Hondt dan Hungarian Sainte Lague, diketahui bahwa SLM memberikan dampak yang nyaris identik dengan Hare LR dalam hal jumlah partai politik yang potensial dihasilkan. SLM masih berpotensi besar menghasilkan multipartai ekstrem karena formula ini tidak dapat secara optimal menyederhanakan partai politik terpilih. Kondisi ini tentunya membuat perubahan formula ini masih belum sejalan dengan kepentingan penguatan sistem presidensialisme yang memerlukan adanya penyederhanaan partai. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan perlunya perubahan formula elektoral dalam sistem daftar proporsional yang diterapkan di Indonesia. Dengan memperhatikan LSq dan BONUSRAT, studi ini merekomendasikan formula Hungarian Sainte Lague sebagai alternatif formula elektoral yang dapat digunakan di Indonesia.Kata Kunci: Formula Elektoral, Hare LR, Sainte Lague, Sistem Kepartaian