Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERTANYA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PONOROGO Rahmawati, Nadia
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 3 (2017): volume 7 nomer 3
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil asessmen kebutuhan yang telah dilakukan oleh peneliti terdapat 9 siswa yang memiliki keterampilan bertanya yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bertanya siswa menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-experimental design berupa one group pre test  post test design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup dengan 4 pilihan jawaban untuk mengetahui skor keterampilan bertanya siswa. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 9 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic non parametric dengan Uji Tanda (Sign Test)  Hasil analisis menunjukan bahwa nilai ρ = 0,0352 lebih kecil dari  σ = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan keterampilan bertanya siswa antara sebelum dan sesudah diberikan bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan penelitian tersebut, guru pembimbing atau konselor sekolah dapat menerapkan bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan bertanya siswa.   Kata Kunci: Keterampilan bertanya, Bimbingan kelompok, Teknik sosiodrama
Pendidikan infeksi menular seksual untuk remaja laki-laki Yogyakarta Rahmawati, Nadia; Hapsari, Elsi Dwi; Lismidiati, Wiwin; Pangastuti, Nuring
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 9 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.261 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35477

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) yang terjadi pada remaja terutama remaja laki-laki memiliki kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Indonesia merupakan salah satu Negara di Asia yang memiliki tingkat kejadian IMS cukup tinggi yakni sebesar 7,4%-50% pada tahun 2007. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian IMS pada remaja laki-laki di Indonesia adalah karena kurangnya pengetahuan remaja tentang IMS, yang nantinya akan berpengaruh terhadap kebutuhan pendidikan kesehatan dari remaja terutama remaja laki-laki. Tujuan: Mengetahui pengetahuan remaja laki-laki dan kebutuhan pendidikan kesehatan tentang IMS di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional, dengan total sampel sebanyak 418 siswa laki-laki kelas XII SMA. Penelitian ini dilakukan di SMA wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan September-November 2017. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disusun oleh peneliti untuk mengukur pengetahuan remaja laki-laki dan kebutuhan pendidikan kesehatan tentang IMS yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden 17 tahun sebanyak 61,5%, sumber informasi terbanyak adalah pelajaran di sekolah sebesar 67,2%, 90,7% siswa tinggal bersama orang tua dan hasil pengetahuan remaja laki-laki di DIY buruk sebesar 52,4% dan baik sebesar 47,6%. Variabel luar yang berhubungan dengan pengetahuan adalah sumber informasi dengan p=0,001 (p<0,05), materi yang ingin diketahui remaja laki-laki dalam pendidikan kesehatan tentang IMS adalah pencegahan yang dilakukan sebesar 81,8% dan 54,8% memilih media video sebagai metode yang diinginkan. Kesimpulan: Peran dari dunia pendidikan memiliki pengaruh sangat besar dalam memberikan informasi tentang IMS kepada remaja laki-laki, adanya kerjasama antara pemerintah dengan pihak-pihak terkait akan meningkatkan pengetahuan remaja laki-laki. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan penyuluhan kesekolah-sekolah terutama tentang pencegahan IMS dan menggunakan media audiovisual, selain itu peran dari masyarakat dan keluarga terutama orang tua akan sangat berpengaruh terhadap pengetahuan remaja laki-laki.Kata Kunci: Pengetahuan, Remaja laki-laki, Kebutuhan Pendidikan Kesehatan, Infeksi Menular Seksual.
Pelayanan Kesehatan Dan Beban Kerja Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit X Pontianak Rahmawati, Nadia; Widia, Widia; Anggreini, Yunita Dwi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 3, Issue 1 : Januari 2021
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v3i1.51

Abstract

Latar Belakang : Salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien dan rendahnya beban kerja perawat. Perawat di dalam melakukan pekerjaannya memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar kepada pasien dan keluarganya, sehingga seorang perawat dituntut untuk profesional dalam melayani pasien, bila perawat memiliki beban kerja yang tinggi, maka dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap pelayanan, sehingga tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan mengalami penurunan.Tujuan : Mengetahui hubungan antara pelayanan kesehatan dan beban kerja perawat dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit X Pontianak.Metode : Penelitian ini menggunakan metode explanatory research dengan pendekatan Cross sectional dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 59 pasien, dengan cara purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pearson product moment. Hasil : Hasil penelitian analisis diketahui hubungan pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit X Pontianak dengan nilai signifikan (p=.000) lebih kecil dari (0.05), maka Ha diterima ada hubungan antara pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di rumah sakit. Sedangkan untuk hubungan beben kerja perawat dengan kepuasan pasien di peroleh nilai signifikan (p=-0.826) lebih besar dari (a= 0.05), maka Ha ditolak yaitu tidak ada hubungan antara beban kerja perawat dengan kepuasan pasien di rumah sakit.Kesimpulan: Dapat disimpukan bahwa ada hubungan korelasi antara pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di rumah sakit sedangkan untuk variabel beban kerja perawat tidak ada ada hubungan korelasi dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit X Pontianak.