Sad Windu Wisnu Broto, Felik
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya

IBM TKK SANTO YUSUP 1: IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL Sad Windu Wisnu Broto, Felik
ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol. 4 No. 01 (2019): ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1372.173 KB) | DOI: 10.37832/asawika.v4i01.10

Abstract

Ada banyak nama yang disandang oleh manusia, salah satunya adala homo sociale. Kata sociale berasal dari bahasa Latin yang artinya teman. Homo Sociale bisa diartikan secara sederhana sebagai mahkluk yang berteman. Mahkluk yang memiliki kodrat berteman, memiliki kecenderungan hidup bersama orang lain. Dalam dunia pendidikan, sosialitas dimulai sejak anak menginjak bangku sekolah di taman kanak-kanak. Anak-anak sudah diajari bagaimana dia harus berteman, bersosialisasi bersama teman-temannya yang lain. Paradoksnya, ketika anak-anak di sekolah diajar untuk berteman (bersosialisasi), justru di rumah anak-anak disuguhi permainan- permainan game online yang bisa menggiring anak pada mentalitas asosial. Berangkat dari realitas inilah penulis mengajukan program pengabdian untuk menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional, sebagai tindak lanjut dari penelitian yang menyimpulkan bahwa permainan tradisional ini justru mendukung anak untuk mampu bersosialisasi dengan orang lain. Permainan tradisional yang sudah diimplementasikan dalam progam pengabdian ini adalah permainan cublak-cublak suweng, jamuran, dakon, engklek, gobak sodor, bekelan, Gasing, ular naga, petak umpet, dan patil lele. Dari hasil pengabdian ini diketahui bahwa anak-anak yang mengikuti kegiatan permainan tradisional memiliki kemampuan bersosialisasi yang lebih baik.
IBDM PKK DESA PETUNGSEWU: PELATIHAN MERAJUT Yonda Asepta, Uki; Halim, Lidia; Sad Windu Wisnu Broto, Felik
ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol. 4 No. 01 (2019): ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1579.719 KB) | DOI: 10.37832/asawika.v4i01.13

Abstract

PKK desa Petungsewu kecamatan Dau kabupaten Malang memiliki potensi yang besar untuk berkembang, baik dari  perspektif  organisasi  maupun  sumber  daya  manusia.  PKK  desa  Petungsewu  sebagai  sebuah  organisasi kemasyarakatan telah memiliki struktur organisasi yang mapan, sudah memiliki jobdescription masing-masing. Semuanya tertulis dalam buku pedoman yang pengurus susun. Agenda kegiatanpun sudah tertulis dalam program kerja tahunan. Program kerja tahunan yang telah disusun, dipajang di ruang PKK sehingga siapapun yang datang berkunjung akan dengan mudah melihatnya. Beberapa kegiatan rutin yang sudah diagendakan adalah arisan, pengumpulan dan pembagian sembako, pengajian bersama dan posyandu. Semua kegiatan terarah untuk orang lain belum ada untuk pengembangan diri. Oleh  karena  itulah Tim Ma Chung Abdimas hadir  di PKK untuk memberikan pelatihan merajut. Harapannya dengan kegiatan ini seluruh anggota PKK desa Petungsewu memiliki ketrampilan  untuk  mengembangkan  dirinya.  Selain  untuk  pengembangan  diri,  ketrampilan  merajut  dari  sisi ekonomi  bisa  menjadi  salah  satu  alternatif  untuk  mendapatkan  penghasilan  tambahan.  Setelah  melakukan beberapakali pertemuan, baik itu Focus Group Discussion (FGD), rapat koordinasi maupun kunjungan keluarga, akhirnya Tim Ma Chung Abdimas bersama mahasiswa mengadakan pelatihan merajut untuk anggota PKK desa Petungsewu. Ada 82 anggota PKK desa Petungsewu yang hadir untuk mengikuti pelatihan. Ada berbagai bentuk rajutan yang dihasilkan. Mulai dari yang sederhana seperti tatakan gelas sampai yang agak rumit seperti topi dan tempat HP. Diakhir pelatihan, peserta diminta untuk menunjukkan hasil karyanya di depan trainer
IBM KARANG TARUNA PETUNGSEWU: REVITALISASI ORGANISASI Sad Windu Wisnu Broto, Felik
ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol. 1 No. 02 (2017): ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.692 KB) | DOI: 10.37832/asawika.v1i02.30

Abstract

Karang  Taruna  Desa  Petungsewu  adalah  salah  satu  organisasi  kepemudaan yang ada di desa Petungsewu, yang baru saja  dihidupkan kembali setelah sekian puluh tahun vakum, atau tidak hidup. Keberadaan Karang Taruna desa Petungsewu tak lepas dari tuntutan undang-undang desa. Sejak undang-undang desa diberlakukan, aparat desa mulai bergerilya mencari orang muda desa untuk diajak menghidupkan kembali Karang Taruna tingkat desa. Akhirnya terkumpulah puluhan pemuda yang siap untuk menghidupkan kembali organisasi Karang Taruna. Persoalannya, puluhan pemuda yang terkumpul ini berasal dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda, mulai dari lulusan SD, SMP sampai SMA. Dan mereka belum pernah berorganisasi sebelumnya. Atas persoalan inilah revitalisasi organisasi mendesak untuk dilakukan. Program pengabdian dilakukan untuk membantu anggota Karang Taruna memahami apa itu organisasi. Apa saja yang harus dilakukan anggota dalam organisasi? Bagaimana   menyusun visi dan misi organisasi? Bagaimana membuat struktur organisasi dengan pembagian tugasnya? Dan akhirnya bagaimana menyusun manajemen organisasi? Dalam pengabdian ini  telah dilakukan pembinaan  selama enam kali secara formal dan delapan kali informal melalui kunjungan dan pendampingan. Produk yang telah dihasilkan adalah visi dan misi, struktur kepengurusan dan tugas masing-masing, serta kemampuan anggota untuk berkomunikasi.