Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) LITERASI MEMBACA DAN MENULIS KREATIF MODEL JURNALISTIK SEKOLAH DI SMA SURYA WISATA DAN SMK NASIONAL TABANAN Suaka, I Nyoman; Soper, I Wayan
Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 9 No 2 (2018): Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS
Publisher : Forum Layanan IPTEKS Bagi Masyarakat (FLipMAS) Wilayah Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surya Wisata Senior High School (SMA) Kediri District and National Vocational School in Tabanan Regency are two schools as target partners. Problems that arise in these two schools related to the application of science and technology to society (Ib.M) are 1). lack of interest in reading students; 2, the low interest in writing students, 3) teachers rarely use the media in the process of learning to read and write; 4) students do not have skills in reading and writing, 5). teachers and students do not have school media as a medium of journalistic expression, 6) teachers and students do not have school journalistic understanding and skills; 7). Teachers and students have never managed school magazines as part of entrepreneurship. To overcome all of the above problems, both schools form student journalistic groups to strengthen literacy reading and writing. This group is responsible for facilitating students' interest in reading and writing by: covering school activities, reporting, designing, deciphering changes and publishing school magazines. Activities given to partner schools by providing education and journalistic training for two days. This activity invited competent speakers in their fields such as journalists, academics and journalistic practitioners. This Training and Education As an effort to provide understanding, skills and management of journalists' tasks on reading literacy, creative writing and school journalism. Then a selection was made of the writings of the students' work to be fit in the school magazine. Making magazines in schools to accommodate students 'interest in reading and writing so that it becomes a movement to cultivate students' interest in reading and writing. In addition, students get experience in organization, entrepreneurship, and media management management involving school residents.
THE CRISIS OF NATIONALISM IN INDONESIA-MALAYSIA BODER: A DISCOURSE ANALYSIS OF THE NARRATIVE FILM OF 'TANAH SURGA...KATANYA’ Suaka, I Nyoman; Temaja, I Gede Bagus Wisnu Bayu
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.392 KB) | DOI: 10.26858/retorika.v13i1.11527

Abstract

This study aimed to identify the nationalism values in ?Tanah Surga...Katanya? film. It is a qualitative descriptive study based on audiovisual of film. The results indicate that, in the border, the value of Indonesian nationalism is faded, such as lack of recognition of the Indonesia Rupiah, low appreciation on the national anthem, and looking down on the potential of the region. That condition is due to the government?s lack of attention to education, health, transportation, communication, and economic facilities. But, on the other hand, the spirit of nationalism and nationality emerged, as well as sacrifice to defend the country.
UNSUR INTRINSIK ROMAN SALAH ASUHAN KARYA ABDOEL MOEIS Nurhidayah, Nurhidayah; Karmini, Ni Nyoman; Suaka, I Nyoman
Suluh Pendidikan Vol 16 No 1 (2018)
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.438 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik yang terkandung dalam roman Salah Asuhan karya Abdoel Moeis. Objek penelitian ini berupa karya sastra. Karena itu, penelitian ini merupakan penelitian sastra atau disebut juga penelitian kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan metode observasi dan metode dokumentasi dengan teknik catat. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode hermeneutika atau metode verstehen. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif dengan teknik induktif dan deduktif.
KURSI PEMILU: SASTRA DAN BUDAYA DEMOKRASI PRAREFORMASI Suaka, I Nyoman
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.948 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i02.p05

Abstract

Novel Kursi Pemilu (1982) karya Sinansari Ecip dibahas dengan latar belakang politik tentang pemilihan kepala desa (Pilkades). Pada tahun 1970-an, politik negara berlangsung dalam pengaruh kekuasaan Orde Baru. Pemasalahannya adalah bagaimana pelaksanaan pilkades sebagai perwujudan demokrasi di tingkat bawah dan bagaimana kekuasaan politik itu dijalankan sebagai realitas politik pada zamannya? Teori yang digunakan adalah teori hegemoni dari Antonio Gramsci dengan menggunakan pendekatan hermeneutika (interpretatif) untuk mengungkapkan kekuatan teks sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuasaan politik orde baru sangat kuat mengakar di masyarakat.  Kontestan Pemilu yang dilukiskan dalam novel Kursi Pemilu seperti, Goljo, Golning, dan Golrah tiada lain adalah akronim dari Golongan hijau (goljo), Golongan kuning (Golning), dan Golongan merah (Golrah). Goljo identik dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golning serupa dengan Golkar dan Golrah adalah Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Tafsir itu semakin akurat kalau dihubungkan dengan basis pendukung masing-masing golongan. Goljo dalam novel itu didukung oleh alim ulama, pesantren, dan golongan tua yang taat beribadah. Golning tiada lain adalah barisan aparat pemerintah dari tingkat desa, camat, bupati, dan seterusnya. Golrah mendapat simpati dari sebagian besar generasi muda yang sangat mendambakan perubahan dan antikemapanan. Menjelang reformsi kondisi ini banyak digugat karena model demokrasi seperti itu lebih bersifat sentralistik untuk melanggengkan kekuasaan golongan tertentu.
SASTRA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA: TINJAUAN BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Suaka, I Nyoman
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.348 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i01.p03

Abstract

Pengarang Indonesia yang paling banyak mendapat sorotan dunia adalah Pramoedya Ananta Toer, seorang pengarang kontroversial pada era orde baru. Sastrawan besar Indonesia ini menghasilkan 53 buku yang telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa  di dunia. Berdasarkan angka-angka itu, dapat dikatakan bahwa karya-karya Pramudya mampu menerobos sastra  dunia. Beberapa kali Pramudya masuk nominasi untuk meraih hadiah nobel di bidang kesusastraan. Novelis hebat ini namanya menjulang tinggi dengan karya-karyanya, seperti Keluarga Gerilya, Cerita dari Blora, Bukan Pasar Malam, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca,  dan Gadis Pantai. Novel Bumi Manusia (2001) yang dikerjakan selama mendekam di Pulau Buru sebagai tahanan politik merupakan   karya puncak kepengarangan Pramudya.  Isi dan penyajiannya sangat menarik dan menantang, sekaligus mampu  menghadirkan beberapa pesoalan lintas budaya. Tokoh Sanikem alias Nyai Ontosoroh tidak silau dengan pengaruh budaya Barat, untuk berubah sebagai wanita modern. Padahal, jalan ke arah itu dengan mudah didapat  karena sebagai  selir Tuan Mellema yang kaya dan mempunyai kekuasaan. Tokoh Nyai ciptaan Pramoedya ini walaupun mendapat gempuran  budaya  Eropah, tetap pada pendirian dengan konsep kejawaan. Sedikit pun tidak mengalami guncangan budaya (cultural shock) seperti halnya tokoh-tokoh lain dalam sastra Indonesia.
Literasi Media Kritis dalam Adaptasi Novel Salah Asuhan ke Sinetron dan Film Suaka, I Nyoman
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol. 35 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v35i2.972

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mengetahui hasil adaptasi dari teks novel Salah Asuhan ke film dan sinetron. Masalahnya adalah sejauh mana perubahan teks tersebut dan faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadi perubahan?. Masalah tersebut akan dikaji dari teori literasi media kritis dari Devito (2008), sebab peran media dan aktor-aktor media sangat menentukan keberhasilan sebuah program acara. Objek Penelitian adalah novel Salah Asuhan (2008) karya Abdul Muis, film Salah Asuhan (1972), sutradara Asrul Sani dan sinteron Salah Asuhan (1994), sutradara Ami Priyono. Data-data dalam film dan sinetron diperoleh melalui VCD Salah Asuhan. Data-data dikumpulkan dengan teknik catat dan audio visual. Berdasarkan analisis data, maka temuan penelitian adalah, film Salah Asuhan sutradara Asrul Sani merupakan adaptasi murni dari novelnya, sedangkan sinetron Salah Asuhan merupakan adaptasi bebas dari sutradara Ami Priyono. Sinetron tersebut berhasil menggali ide atau gagasan asli pengarang Abdul Muis. Teks novel Salah Asuhan yang beredar di pasaran merupakan karya yang sudah disensor oleh redaksi Volkslectuur, sebuah penerbitan di bawah pemerintah kolonial Belanda. Dengan demikian, melalui literasi media kritis dapat menempatkan teks Salah Asuhan dengan variasi masing-masing sesuai konteks zamannya.
Refleksi Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam Cerita Rakyat Bali Tuwung Kuning: Analisis Feminisme Suaka, I Nyoman
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 8 No 2 (2018): PENGOBATAN DAN TUTUR DALAM TEKS BALI
Publisher : Pusat Kajian Bali Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2018.v08.i02.p05

Abstract

The purpose of this article is to examine Tuwung Kuning (Yellow Egg Plant) folklore based on the feminist approach. The object of the study is the drama script and performance Tuwung Kuning recording. Data were analysed with hermeneutic method, namely the interpretation of text both written and audiovisual texts. The results of the study show that the manuscripts and theater express the theme of domestic violence. The female character of the story, Tuwung Kuning, is very weak and in an oppressed conditions. The bullying was carried out by the husband and by environmental conditions of a gambler family. The female character was powerless and oppressed by male-based power of patriarchy, even though in a state of old pregnancy, when giving birth and caring for the child. She was threatened, terrorized and killed. This condition is very contrary to the spirit of feminism that fights for gender equality so that the position of women is equal to men. The change in the fate of this female character is not by herself, but by an angel, as a fortune.