Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI POTENSI ANTIDIABETES SARI BUAH MARKISA UNGU (PASSIFLORA EDULIS VAR EDULIS) PADA TIKUS MODEL DIABETES MELITUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN Muntafiah, Alfi; Pratama, Tisna Sendy; Ati, Viva Ratih Bening
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.953 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.03.5

Abstract

Markisa ungu mengandung komponen nutrisi dan fitokimia non nutrisi, dan potensinya pada beberapa kondisi medis telah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi antidiabetes sari markisa ungu. Penelitian true experimental ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar, dibagi 5 kelompok: I) kontrol normal,  II) kontrol DM, dan III, IV, V perlakuan sari markisa ungu dosis 1,05; 2,1; dan 4,2mL/200gBB/hari melalui sonde, selama 21 hari. Induksi diabetes dengan aloksan intraperitoneal 120mg/kgBB dosis tunggal. Sampel darah diambil sebelum induksi, setelah induksi dan setelah perlakuan, melalui vena infra orbita. Kadar GDP diukur menggunakan spektrofotometer. Uji Wilcoxon terhadap kadar GDP pasca induksi dan perlakuan, didapatkan p=0,000, menunjukkan perbedaan signifikan kadar GDP antar kelompok normal dan DM. Uji Kruskal-Wallis terhadap kadar GDP pasca perlakuan juga demikian, didapatkan p<0,05. Uji post hoc Mann-Whitney: I vs II p=0,006; I vs III p=0,006; I vs IV p=0,045; I vs V p=0,025; II vs III p=0,361; II vs IV p=0,917; II vs V p=0,584; III vs IV p=0,715; III vs V p=1,000; IV vs V p= 0,584, yang berarti perbedaan hanya antara kelompok normal dengan kelompok diabet dengan atau tanpa perlakuan sari markisa ungu, namun tidak ada perbedaan antar kelompok DM tanpa atau dengan perlakuan sari markisa ungu. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat perbedaan kadar GDP antara kelompok kontrol DM dengan kelompok yang diberi perlakuan sari markisa ungu berbagai dosis. 
PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP SWAMEDIKASI OBAT HERBAL PADA MAHASISWA KEDOKTERAN SELAMA PAN-DEMI COVID19 Septianawati, Paramita; Pratama, Tisna Sendy; Pratiwi, Hadis; Sumoprawiro, Mambodyanto
Herb-Medicine Journal Vol 3, No 2 (2020): Herb-Medicine Journal Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v3i2.7474

Abstract

Latar Belakang : Coronavirus disease (COVID 19) sudah terjadi hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. FK UMP memiliki misi keunggulan dalam bidang Herbal. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap pola penggunaan obat herbal pada mahasiswa FK UMP selama menghadapi COVID 19. Jenis penelitian adalah penelitian cross sectional yang dilakukan pada April 2020. Dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai media untuk memperoleh data. Jumlah sampel penelitian ini berjumlah 41 responden. Analisis deskriptif dilaporkan untuk menggambarkan demografi, frekuensi pengetahuan dan sikap mahasiswa FK UMP terhadap swamedikasi obat/ramuan herbal selama Pandemi COVID 19. Sebanyak 46,4% mahasiswa meminum obat herbal selama pandemic COVID 19. Adapun ramuan herbal yang dikonsumsi adalah jahe (15%), bawang putih (24,4%), Echinacea sp. (7,3%), kunyit (5,1%), kemangi (10,3%), kurma merah (7,7%), jeruk (43,6%) dan jambu (17,9%). Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan mahasiswa mengenai obat herbal dan pengetahuan tentang COVID 19 adalah baik. Sikap tentang penggunaan obat herbal dan sikap selama menghadapi pandemi COVID 19 pada mahasiswa FK UMP termasuk kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa swamedikasi obat herbal selama pandemic COVID 19 di kalangan mahasiswa FK UMP rendah, dikarenakan obat herbal yang dikonsumsi selama pandemic COVID 19 hanya untuk peningkatan imunitas tubuh.
Ekspresi Realtif mRNA LMP2A Virus Epstein Barr Pada Berbagai Stadium Karsinoma Nasofaring di RSUD prof. Dr. Margono Soekarjo Pratama, Tisna Sendy
Herb-Medicine Journal Vol 1, No 2 (2018): Herb-Medicine Journal Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v1i2.2564

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah keganasan yang tersering di kepala dan Leher. Karsinogenesis KNF dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor lingkungan, genetik, dan infeksi virus. Epstein Barr Virus (EBV) terbukti berperan penting dalam karsinogenesis KNF dan salah satu protein yang berperan penting adalah LMP2A. Penelitan ini mengidentifikasi hubungan antara stadium klinis KNF, klasifikasi TNM, dan ekspresi relatif mRNA LMP2A EBV. Biopsi formalin-fixed parafin-embedded (FFPE) dari jaringan tumor primer terkumpul dari 24 pasien KNF. Sampel diproses menggunakan qRT-PCR. Data di analisa dengan metode 2-ΔCt dan dianalisis secara statistik. Seluruh sampel mengekspresikan LMP2A. Berdasarkan analisis statistik tidak ditemukan hubungan stadium tumor dan klasifikasi TNM dengan ekspresi relatif mRNA LMP2A. Namun demikian  terdapat tren penurunan Ct dengan peningkatan stadium klinis KNF.