Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INTEGRASI ILMU DALAM KURIKULUM SEKOLAH ISLAM TERPADU DI ACEH (STUDI KASUS SD IT ACEH BESAR DAN BIREUEN) Hanum, Rafidhah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Darussalam-Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh telah melakukan reformasi pendidika Islam yang dikotomi dengan penerapan kurikulum integrase berbasil al-Qur?an dengan tidak lupa mengakomodasi kuriulum pendidikan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model integrasi ilmu dalam kurikulum di SD IT Aceh Besar dan Adzkiya Bireuen, untuk mengetahu implementasi model integrasi ilmu dalam kurikulum di SD IT Aceh Besar dan Adzkiya Bireuen, dan untuk mengetahu kelebihan dan kelemahan integrasi ilmu dalam kurikulum di SD IT Aceh Besar dan Adzkiya Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Model integrasi ilmu dalam kurikulum SD Islam Terpadu di Aceh Besar dan Bireuen adalah mengarah kepada model purifikasi-connected karena dilihat dari konsep kurikulum, konsep tujuan, konsep materi sampai pada konsep proses pembelajaran serta evaluasi yang dilaksanakan serta purifikasi (penyucian) yang berusaha menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai dan normal Islam secara kaffah dan commitment dalam menjaga dan memelihara ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan. 2). Implementasi model integrasi ilmu dalam pembelajaran di SD Islam Terpadu di Aceh Besar dan Bireuen dimulai dengan tahap perencanaan: penyusunan silabus, RPP dan buku siswa. Tahap pelaksanaan dan Tahap evaluasi. 3). Kelebihan dan kekurangan model integrasi ilmu dalam kurikulum SD Islam Terpadu di Aceh Besar dan Bireuen adalah sebagai berikut: a. Kelebihannya adalah: (1) siswa lebih mendekatkan dan mendalami seluk-beluk pengetahuan al-Qur?an, (2) penanaman al-Qur?an sejak dini kepada siswa, (3) siswa lebih termotivasi dalam belajar, (4) menumbuh kembangkan kebanggaan siswa terhadap Islam dan al-Qur?an, (5) senantiasa mencintai al-Qur?an dan menambah keimanan dalam mentauhidkan Allah Semata. b. Kekurangannya adalah: (1) kesulitan guru dalam menyeleksi ayat al-Qur?an yang sesuai dengan materi, (2) keterbatasan kemampuan guru dalam menafsirkan ayat al-Qur?an atau Hadits, (3) keterbatasan waktu dalam persiapan materi berbasis al-Qur?an pada setiap harinya, (4) pembelajaran integrasi al-Qur?an (fahmul Qur?an) sulit dijalankan dengan maksimal oleh guru yang belum training.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PETA MELALUI MEDIA PLASTISIN MENGGUNAKAN MODEL MIND MAPPING KELAS IV MIN 11 ACEH BESAR Hanum, Rafidhah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Darussalam-Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Mind Mapping dan didukung dengan media plastisin untuk membangun kreatifitas dan aktivitas siswa pada saat proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan judul ?Peningkatan Kemampuan Membaca Peta Melalui Media Plastisin Menggunakan Model Mind Mapping kelas IV MIN 11 Aceh Besar?.Data diperoleh dari hasil Observasi, dan Soal Post tes (LKPD). Adapun prosedur pengumpulan data adalah melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan tes. Sedangkan tehnik analisis data, peneliti menggunakan presentase sesuai dengan kriteria keberhasilan yang telah ditentukan. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Hasil penelitian dari lembar observasi aktivitas guru pada siklus I (3,00%) termasuk dalam kategori baik, dan pada siklus II meningkat menjadi (3,11%) meskipun masih dalam kategori yang sama yaitu baik, dan pada siklus III kemampuan guru terus meningkat menjadi (3,56%) yaitu dalam kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I (2,92%) dalam kategori baik, pada siklus II meningkat menjadi (3,38%) masih dalam kategori baik, kemudian pada siklus III terjadi peningkatan secara klasikal yaitu (3,69%) termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata diperoleh sebanyak 6,68 belum mencapai KKM, Pada siklus II nilai rata-rata sudah mengalami peningkatan menjadi 7,00. Kemudian pada siklus III juga mengalami peningkatan nilai rata-rata 8,89. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan model Mind Mapping melalui media plastisin pada pembelajaran IPS di kelas IV MIN 11 Aceh Besar menjadi lebih aktif, dan kreatif dalam pembelajaran, aktivitas guru menjadi lebih meningkat serta hasil belajar siswa yang semakin meingkat.
VOLUME III. NOMOR 1. JANUARI – JUNI 2017│45 MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF PADA ANAK USIA DINI Hanum, Rafidhah
Bunayya Vol 3, No 1 (2017): JANUARI 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.957 KB)

Abstract

Komunikasi merupakan suatu aktifitas yang sangat sering dilakukan oleh setiap orang dalam lingkup apapun, dimanapun, dan kapanpun. Karena komunikasi sangat penting bagi kehidupan kita. Semua orang pasti butuh yang namanya komunikasi karena adanya komunikasi semuanya menjadi lebih mengerti.Komunikasi mempertemukan antara komunikan dengan komunikator.Komunikan yang menerima sedangkan komunikator yang menyampaikan pesan. Berinteraksi dengan cara berkomunikasi tidak harus dengan ucapan kata-kata tetapi juga bisa menggunakan gerak mimik tubuh seperti tersenyum, mengedipkan mata, melambaikan tangan, juga bisa menggunakan perasaan yang ada dalam hati seseorang. Tetapi pesan komunikasi akan bisa diterima oleh komunikan apabila komunikan mengerti apa yang komunikator sampaikan. Dari seiringnya perkembangan zaman, kita tentunya perlu tahu bagaimana cara berkomunikasi secara efektif. Karena dengan dapat berkomunikasi secara efektif tentunya kita tak kalah saing dengan negara lain. Komunikasi merupakan salah satu sarana alternatif untuk melakukan komunikasi secara efektif.
INTEGRATION OF SCIENCE IN ISLAMIC SCHOOL CURRICULUM INTEGRATED IN ACEH (Case Study of Aceh Besar and Bireuen SD IT) Hanum, Rafidhah
FITRAH: International Islamic Education Journal Vol 1 No 1 (2019): Fitrah: International Islamic Education Journal
Publisher : FITRAH was published by the Center for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raniry Islamic State University Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh has reformed Islamic education with a dichotomy with the application of the Al-Qur'an-based integrase curriculum by not forgetting to accommodate the national education curriculum. This study aims to determine the integration model of science in the curriculum at Aceh Besar Elementary School and Adzkiya Bireuen, to find out the implementation of science integration models in the curriculum in Aceh Besar Elementary School and Adzkiya Bireuen, and to find out the strengths and weaknesses of science integration in curriculum in Aceh IT Elementary School Great and Adzkiya Bireuen. This study uses a qualitative approach with techniques for collecting data on observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that: 1). The model of science integration in the Integrated Islamic Elementary School curriculum in Aceh Besar and Bireuen is directed towards the purification-connected model because it is seen from the concept of curriculum, conceptual concepts, material concepts to the concepts of learning processes and evaluations carried out and purification which attempts to organize education in accordance with the values ​​and normal of Islam kaffah and commitment in maintaining and maintaining Islamic teachings in all aspects of life. 2). The implementation of the integration model of science in learning at the Integrated Islamic Elementary School in Aceh Besar and Bireuen begins with the planning phase: preparation of syllabus, lesson plans and student books. Implementation phase and evaluation phase. 3). The advantages and disadvantages of the science integration model in the Integrated Islamic Elementary School curriculum in Aceh Besar and Bireuen are as follows: a. The advantages are: (1) students get closer and explore the intricacies of the knowledge of the Koran, (2) the planting of the Koran from an early age to students, (3) students are more motivated in learning, (4) develop pride students towards Islam and the Qur'an, (5) always love the Koran and increase the faith in monotheizing Allah. b. The disadvantages are: (1) the difficulty of the teacher in selecting the verses of the Koran in accordance with the material, (2) the limited ability of the teacher to interpret the verses of the Koran or Hadith, (3) limited time in the preparation of Qur'an-based material every day, (4) learning the integration of the Koran (Fahmul Qur'an) is difficult to run optimally by teachers who have not been trained.
Motivasi Santriwati Dayah Salafiyah Bireuen Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Hanum, Rafidhah
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.613

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah santriwati dayah salafiyah yang belum menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sering diasumsikan sebagai kaum yang menutup diri dan cenderung apatis terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Untuk mengetahui bagaimana persepsi santri terhadap perguruan tinggi dan untuk mengetahui dorongan dan tantangan santri dayah salafiyah Bireuen untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Temuan dalam penelitian ini adalah motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebenarnya sangat antusias dikarenakan pendidikan di perguruan tinggi dapat menambah khazanah keilmuan seiring dengan tuntutan kemajuan zaman. Ada beberapa faktor yang dapat mendukung dan menghambat santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di antara faktor pendukungnya adalah adanya dukungan dan anjuran dari pimpinan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dukungan dari orang tua dan keluarga terutama dalam bidang materil juga merupakan faktor pendukung bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Adapun yang menjadi faktor penghambat bagi santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah kekurangan ekonomi, usia yang lanjut dan pemikiran santriwati sendiri yang telah mengikat pemikirannya untuk berkembang dan maju.