Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kadar Tantalum dan Niobium Oksida dari Terak Timah Bangka Menggunakan Pelarut NaOH dilanjutkan HNO3 dan H3PO4 Abdul Majid, Rafdi; Permana, Sulaksana; Soedarsono, Johny Wahyuadi; Kartika, Wahyu; Munira, Munira; Darnengsih, D; Mustafiah, M
Journal of Chemical Process Engineering Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.336 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.468

Abstract

Terak Timah merupakan produk samping dari proses peleburan timah yang mengandung unsur logam tantalum dan niobium. Beberapa sumber unsur tantalum dan niobium yaitu columbite, tantalite, tantalo-columbite, dll. Tantalum & niobium memiliki banyak aplikasi seperti industri pesawat terbang, elektronik dan super alloy. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kadar unsur logam tantalum dan niobium dari terak timah melalui proses pelindian asam maupun basa. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemanggangan yang dilakukan tidak mengalami dekomposisi thermal, selanjutnya proses pelindian basa dengan NaOH mengakibatkan penurunan yang sangat kecil terhadap niobium yaitu dari 0,75 menjadi 0,73%, sedangkan proses pelindian dengan HNO3 dan H3PO4 memberikan peningkatan terhadap tantalum dan niobium yaitu dengan HNO3 2M menghasilkan Ta dan Nb berturut-turut 0,17 menjadi 0,85 dan 0,73 menjadi 1,49. Hal ini juga terlihat pada pelindian menggunakan campuran HNO3: H3PO4 menghasilkan peningkatan Ta dan Nb berturut-turut menjadi 0,88-0,9% dan 1,46-1,54% di setiap peningkatan variasi konsentrasi H3PO4
Produksi Bahan Bakar Slurry Tempurung Kelapa Sawit Sebagai Alternatif Minyak Diesel Umar, Almukmin; Yani, Setyawati; Abdul Majid, Rafdi; Arman, Muh
Journal of Chemical Process Engineering Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.315

Abstract

Keterbatasan serta meningginya harga bahan bakar minyak menjadi aspek utama permasalahan energi didunia sehingga mendorong pengembangan bahan bakar minyak terbarukan. Slurry fuel merupakan salah satu energi terbarukan yang berasal dari biomassa. Penelitian ini bertujuan Untuk menghitung nilai kalor dari arang tempurung kelapa sawit dan stabilitasnya (settling index) melalui proses pencampuran dan beberapa variable. Hasil kualitas analisis proximasi (sifat thermal) slurry fuel memiliki nilai kalor 19,6 Mj/Kg, kadar air 5,9 %, kadar zat terbang 4,4%, kadar abu 17,8% dan kadar karbon 77,8%. sedangkan stabilitas (settling index) biomassa dan aquades pada rasio 39:60 samadengan 1,00 nilai kalor 1196 Mj/Kg. selain itu juga stabilitas secara visual terhadap biomassa dan aquades yang memiliki pengendapannya paling lama yaitu pada rasio 49:50 selama 4 jam dengan memiliki nilai kalor 1000 Mj/Kg.