Heriana, Cecep
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Determinants of Tourism and HIV/AIDS Incidence in West Java Heriana, Cecep; Suparman, Rossi; Rana, Sohel; Sukmanawati, Dera
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 12, Issue 4, May 2018
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21109/kesmas.v12i4.1293

Abstract

Indonesia defined as tourist destination where the international and domestic tourists enjoy the tourist attractions. Prostitution existing in tourism place may increase the prevalence of HIV/AIDS. The incidence and spread of AIDS in many areas in West Java is a problem for tourism industry. These issues become acute in locations where sexual attraction is used as a determinant of tourist portability. The aim of this study was to determine relation between tourism and the incidence of HIV/AIDS in West Java. Non-reactive research design was used to collect secondary data from the Central Bureau of Statistics in 2016 from 26 districts/cities in West Java. This study was conducted in January - October 2016. Univariate and bivariate analysis methods with Spearman’s statistical test and multivariate analysis (multiple logistic) were applied. Bivariate analysis results showed the number of star hotels had p value = 0.003, r = -0.552), visit to accommodation had p value = 0.009, r = 0.499) and averageguest per day had p value = 0.022, r = 0.447. Results of multivariate analysis showed that accommodation visits had p value = 0.000). In conclusion, tourism determinants associated with the incidence of HIV/AIDS are the number of star hotels, visits to hotel, and the average guest per day.
KESIAPAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT (SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT) UNTUK BERMITRA DENGAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DALAM UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF Suparman, Rossi; Saprudin, Ade; Heriana, Cecep
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.789 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.98

Abstract

Pelayanan kesehatan dalam Pelaksanaan JKN di Indonesia terdiri dari Promotif, Preventif, kuratif dan rehablitiatif, namun pada pelaksanaannya pelayanan promotive dan preventif oleh FKTP belum dilaksanakan secara optimal, salah satunya disebakan karena tidak tersedia Tenaga Kesehatan Masyarakat. Tenaga Kesehatan Masyarakat atau Sarjana Keshatan Masyarakat (SKM) dapat bermitra dengan FKTP untuk melaksanakan upaya promotive dan preventif dengan persyatakan tenaga kesehatan masyarakat harus siap melaksanakan kemitraan sebagai implementasi prakatik kesehatan masyarakat. Sampai dengan saat ini tidak tersedia data tentang kesiapan tenaga kesehatan masyarakat untuk bermitra dengan FKTP. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesiapan Tenaga Kesehatan Masyarakat/SKM yang mandiri untuk bermitra dengan FKTP di Kab. Kuningan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 80% responden tidak memiliki STR, sebanyak 85% belum menjadi anggota IAKMI, 90% tidak memiliki pengalaman bermitra dengan FKTP. Sebanyak 100 persen SKM siap bermita dengan FKTP dan memiliki kepercayaan diri atas kompetensinya. Simpulan bahwa sebagain besar tidak memiliki STR, bukan anggota IAKMI, pengetahuan baik, tidak memiliki pengalaman bermitra dan memiliki kepercayaan diri. Saran diharapkan SKM meningkatkan kompetensi untuk mendapatkan STR dan tergabung dalam orgnisasi profesi IAKMI dan bagi IAKMI dan AIPTKMI harus menyusun panduan praktik kesehatan masyarakat dan kemitraan dengan FKTP sebagai bagian dari praktik mandiri kesehatan masyarakat.
ANALISIS DETERMINAN PENURUNAN FUNGSI PARU PADA TENAGA KERJA INDUSTRI KAPUR DI CV SUMBER REJEKI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2020 Heriana, Cecep; Ropii, Ahmad; Setiawan, Wawan
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Journal of Public Health Innovation
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v1i1.200

Abstract

Lingkungan kerja yang penuh oleh debu uap, gas, dan yang lainya di satu pihak mengganggu kesehatan. Sebanyak 60.322 kasus jumlah kasus penyakit akibat kerja ditemukan di Jawa Barat tahun 2012. Berdasarkan data di Puskesmas Sumberjaya pada tahun 2015 adalah penyakit pneumonia sebanyak 53,94%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan fungsi paru pada tenaga industri kapur di CV Sumber Rejeki Kabupaten Majalengka tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional. Adapun desain yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 50 responden yang ada di Industri Kapur CV Sumber Rejeki. Sampel dalam penelitian ini bersifat sampel total (total sampling). Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Pemeriksaan fungsi paru menggunakan alat spirometri serta menggunakan kuesioner untuk mengetahui umur, lama kerja, masa kerja, kebiasaan merokok, penggunaan APD masker, dan riwayat penyakit. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara umur (p =0,008), masa kerja (p =0,004), penggunaan APD masker (p =0,020), serta tidak ada hubungan antara lama kerja (p =0,890), kebiasaan merokok (p =0,339), dan riwayat penyakit (p =0,765) pada penurunan fungsi paru. Adanya hubungan antara umur, masa kerja, penggunaan APD masker serta tidak adanya hubungan lama kerja, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit dengan penurunan fungsi paru pada pekerja industry kapur.
HUBUNGAN LAMA KALA III PERSALINAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN PADA IBU POST PARTUM DI RSUD 45 KUNINGAN Dwi Kurniasih, Nita Ike; Heriana, Cecep; Soviyati, Evi; Apriyanti, Ryan
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Journal of Public Health Innovation
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v1i2.302

Abstract

Persalinan kala III merupakan bagian dari proses persalinan yang tidak bisa di pandang sebelah mata karena Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi salah satunya adalah perdarahan sebesar (42%) dimana sebagian besar disebabkan oleh atonia uteri dan retensio plasenta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Kala III Persalinan Dengan Kejadian Perdarahan Pada Ibu Post Partum di RSUD 45 Kuningan Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan kohort retrospektif menggunakan metode kuantitatif. Jumlah sampel ditentukan dengan perhitungan slovin sebanyak 92, dengan teknik pengambilan random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa dari 92 ibu bersalin waktu lama kala III ≤ 15 menit sebanyak 64 orang (69,6%), sedangkan yang mengalami perdarahan post partum sebanyak 21 orang (22.8%). Uji Chi Square diperoleh nilai p value = 0,044 < 0,05. Berdasarkan penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan lama kala III dengan kejadian perdarahan pada ibu post partum di RSUD 45 Kuningan Kabupaten Kuningan. Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan lebih meningkatkan kualitas dalam prosedur penanganan persalinan terutama dalam penerapan manajemen aktif kala III untuk menurunkan angka kejadian pascapersalinan..
KESIAPAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT (SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT) UNTUK BERMITRA DENGAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DALAM UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF Suparman, Rossi; Saprudin, Ade; Heriana, Cecep
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.98

Abstract

Pelayanan kesehatan dalam Pelaksanaan JKN di Indonesia terdiri dari Promotif, Preventif, kuratif dan rehablitiatif, namun pada pelaksanaannya pelayanan promotive dan preventif oleh FKTP belum dilaksanakan secara optimal, salah satunya disebakan karena tidak tersedia Tenaga Kesehatan Masyarakat. Tenaga Kesehatan Masyarakat atau Sarjana Keshatan Masyarakat (SKM) dapat bermitra dengan FKTP untuk melaksanakan upaya promotive dan preventif dengan persyatakan tenaga kesehatan masyarakat harus siap melaksanakan kemitraan sebagai implementasi prakatik kesehatan masyarakat. Sampai dengan saat ini tidak tersedia data tentang kesiapan tenaga kesehatan masyarakat untuk bermitra dengan FKTP. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesiapan Tenaga Kesehatan Masyarakat/SKM yang mandiri untuk bermitra dengan FKTP di Kab. Kuningan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 80% responden tidak memiliki STR, sebanyak 85% belum menjadi anggota IAKMI, 90% tidak memiliki pengalaman bermitra dengan FKTP. Sebanyak 100 persen SKM siap bermita dengan FKTP dan memiliki kepercayaan diri atas kompetensinya. Simpulan bahwa sebagain besar tidak memiliki STR, bukan anggota IAKMI, pengetahuan baik, tidak memiliki pengalaman bermitra dan memiliki kepercayaan diri. Saran diharapkan SKM meningkatkan kompetensi untuk mendapatkan STR dan tergabung dalam orgnisasi profesi IAKMI dan bagi IAKMI dan AIPTKMI harus menyusun panduan praktik kesehatan masyarakat dan kemitraan dengan FKTP sebagai bagian dari praktik mandiri kesehatan masyarakat.
HUBUNGAN ANTARA SUMBER INFORMASI DENGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG RESIKO PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI SMAN 1 CIBINGBIN TAHUN 2020 Nurasiah, Ai; Rizkiyani, Ai; Heriana, Cecep
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.173

Abstract

Pernikahan dini pada remaja akan berdampak buruk terhadap kesehatan reproduksi diantaranya abortus, persalinan premature, anemia kehamilan, berat badan lahir rendah, kelainan bawaan, mudah terjadi infeksi dan kematian pada ibu. Data Kementrian Agama Kabupaten Kuningan pada tahun 2019 dari 32 kecamatan jumlah remaja yang melakukan pernikahan di usia kurang dari 19 tahun yaitu 74 orang terdiri dari remaja laki-laki dengan jumlah 31 orang dan remaja putri dengan jumlah 43 orang. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja tentang resiko pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi di SMAN 1 Cibingbin kabupaten kuningan tahun 2020. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dan rancangan penelitian crossectional. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian menggunakan teknik purposive, yaitu remaja putri kelas XII di SMAN 1 Cibingbin yang berjumlah 65 orang. Analsis data menggunakan analisis bivariat dan instrument yang digunakan dengan menggunakan kuesioner on line. Hasil analisis univariat diketahui bahwa dari 65 remaja putri sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 49,23%, sebagian besar remaja putri memiliki mendapatkan informasi langsung melalui guru sebanyak 53,84%, dan sebagian besar memiliki pengetahuan dari sumber informasi tidak langsung internet sebanyak 55,39%. Hasil analisis bivariate terdapat hubungan antara sumber informasi langsung dengan pengetahuan remaja dengan nilai p=0,007 dan tidak ada hubungan antara sumber informasi langsung dengan pengetahuan remaja dengan nilai p=0,624. Saran kepada SMAN 1 Cibingin agar dapat memberikan lebih banyak lagi pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga remaja putri lebih paham tentang resiko pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi dan dapat menunda pernikahan diusia muda
KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP PERILAKU PEMERIKSAAN KESEHATAN TERDUGA TBC KE FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI JAWA BARAT Rahim, Fitri Kurnia; Diniah, Bibit Nasrokhatun; Wahyuniar, Lely; Susianto, Susianto; Puspanegara, Aditiya; Hamdan, Hamdan; Heriana, Cecep
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.204

Abstract

Indonesia memiliki kasus terbanyak ke-2 didunia. Sebanyak 32% kasus TBC tercatat sebagai un-reach atau detected but un-notified. Berdasarkan kegiatan pemberdayaan investigasi kontak masih ada sekitar 54% terduga TBC yang tidak melakukan pemeriksaan TBC di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) setelah dirujuk. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku pemeriksaan ke fasyankes adalah karakteristik individu terduga TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan karakteristik individu yang mempengaruhi perilaku pemeriksaan ke fasyankes pada terduga TBC. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 426 responden. Sampel dalam penelitian ini bersifat probability sampling. Dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner online dengan google form Analisis yang digunakan adalah analisis chi-square dan multiple logistik berganda dengan nilai siginifikansi 95 %. Hasil penelitian menunjukan terdapat 56,6 % terduga TBC yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan (fasyankes). Sebagian besar terduga yang tidak melakukan pemeriksaan yaitu memiliki latar belakang pendidikan SMP (30,3 %) dan tidak bekerja (47,7%). Faktor dominan yang mempengaruhi perilaku pemeriksaan TBC ke fasyankes adalah pendidikan (OR: 1,981; 95 % CI: 1,181-3,325; p 0,010), pekerjaan (OR: 1,738; 95 % CI: 1,1140-2,681; p 0,010), dan suku (OR: 0,382; 95 % CI: 0,159-0,916; p 0,031). Faktor dominan yang mempengaruhi perilaku pemeriksaan pada terduga TBC adalah pendidikan, pekerjaan dan suku. Oleh karena itu, dalam program penemuan kasus perlu difokuskan pada masyarakat yang berlatar belakang pendidikan rendah, masyarakat yang tidak bekerja dan masyarakat yang berasal dari suku jawa.