Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERUBAHAN KUALITAS HIDUP LANSIA (WHOQOL-BREF) SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI UNTUK MENINGKATKAN KADAR HIDRASI KULIT DI STW CIBUBUR Elizabeth, Jessica; Tan, Sukmawati Tansil; Firmansyah, Yohanes; Sylvana, Yana
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v26i1.1797

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi pada kulit adalah masalah kulit kering dan gatal. Gangguan ini mempengaruhi kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kualitas hidup lansia secara holistik setelah intervensi peningkatan hidrasi kulit. Kualitas hidup secara holistik mencakup empat domain yaitu kesehatan fisik, psikologi, hubungan sosial, dan lingkungan. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019. Penelitian dilakukan secara quasi experimental, menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji statistik Paired T-Test dengan uji alternatif Wilcoxon. Hasil menunjukkan terdapat 13 dari 26 butir pertanyaan pada WHOQOL-BREF yang mengalami perubahan yang signifikan karena intervensi yang dijalankan, yaitu pertanyaan Q1, Q2, Q10, Q15, Q16, Q5, Q6, Q11, Q19, Q26, Q23, dan Q24 (nilai p<0,05). Terdapat juga peningkatan nilai dari seluruh domain WHOQOL BREF (p <0,05). Disimpulkan bahwa terdapat perubahan total nilai yang bermakna pada total seluruh domain antara sebelum dan sesudah intervensi peningkatan status hidrasi kulit (p< 0,05).
PERBAIKAN KADAR HIDRASI KULIT DENGAN INTERVENSI MINYAK KLENTIQ PADA LANSIA STW CIBUBUR PERIODE SEPTEMBER 2019 Tan, Sukmawati Tansil; Firmansyah, Yohanes; Sylvana, Yana; Tadjudin, Noer Saelan
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.6042

Abstract

The Population Reference Bureau (PRB) estimates that Indonesia will experience a population surge to 365.3 million by 2030, which will further affect the surge in the elderly population and increase health problems occurring in the elderly. One of the elderly health problems that often occur on the skin is skin hydration. The purpose of this study is to look for an increase in the hydration level of elderly skin after intervention studies in the form of Klentiq oil. This research is a quasi-experimental study, with a total sampling method in the form of sampling. The study was conducted at the STW RIA Pembangunan Cibubur in September 2019, using the statistical test Repeated Measurement results a significant increase in hydration (p-value <0.001) between measurements after giving intervention in the form of Klentiq Oil. The highest increase of  hydration level is between the measurement of week zero and week three which is 2,637 (0,300)%. It is advisable to continuously (routinely) use Klentiq oil for at least 3 weeks in order to improve the hydration level and skin hydration status, and doesn?t have to worry about being used in the long term usage.ABSTRAK Population Reference Bureau (PRB) memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami lonjakan populasi menjadi 365,3 juta jiwa pada tahun 2030 yang selanjutnya akan berdampak terhadap lonjakan populasi lanjut usia serta peningkatan permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia. Salah satu permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi pada kulit adalah masalah hidrasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari peningkatan kadar hidrasi kulit lansia setelah penelitian intervensi berupa minyak Klentiq. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan Minyak Klentiq selama 21 hari dan variabel tergantung dalam penelitian ini adalah perubahan kadar hidrasi kulit lengan kanan bawah. Hubungan antar variabel di uji dengan Repeated Measurement. Terdapat 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan mengikuti penelitian hingga akhir. Uji statistik Repeated Measurement didapatkan hasil kenaikan hidrasi kulit pada lengan kanan bawah yang bermakna (p-value < 0,001) antar pengukuran setelah pemberian intervensi berupa Minyak Klentiq. Peningkatan kadar hidrasi lengan kanan bawah paling tinggi adalah antara pengukuran minggu ke nol dengan minggu ke tiga yaitu sebesar 2,637 (0,300)%. Sebagai kesimpulan, Minyak Klentiq terbukti meningkatkan kadar hidrasi kulit pada lansia (p-value < 0,001) dengan pemakaian selama 21 hari.
Implementation of International Relations on Illegal Fishing Activities by Chinese Fisherman in the Exclusive Economic Zone of the Republic of Indonesia Natural Island S, Michelle Angelika; Firmansyah, Yohanes; Wijaya, Hanna; Sylvana, Yana
International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) 2020: Volume 1 Issue 2
Publisher : Indonesian Academy of Social and Religious Research (IASRR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2020/ijssr.v1i2.18

Abstract

The territorial sea is the area of the sea zone closest to the coast, entirely subject to coastal sovereignty. Meanwhile, what is meant by the Economic Exclusive Zone is an area outside and adjacent to the territorial sea whose boundaries are 200 nautical miles measured from the base of the coast. The northern Natuna Islands are an Indonesian territorial area included in the Economic Exclusive Zone of the Republic of Indonesia. In areas that are the source of the power of nature are plentiful, including a source of power sea. It's led to interest from the foreigners to master the source power. The state of China announced that territory northwest china south is the territory of china based Map nine-dash line, which triggers the occurrence of the disputed territory of sea between Indonesia and china because it crosses the boundary north is Natuna Island the impact on the ships of foreign without permission to enter and steal the source power of nature in the Economic Exclusive Zone of the Republic of Indonesia because it is the actual effort of government Indonesia to eradicate illegal fishing both through relationship diplomacy maritime and businesses more. Researchers using qualitative descriptive research. The methodology of qualitative as the procedure of research that produces the descriptive data form of words written or spoken of people and behaviors that can be observed.
Perbaikan status hidrasi kulit dengan intervensi krim plasenta domba pada lansia STW Cibubur periode September 2019 Tan, Sukmawati Tansil; Firmansyah, Yohanes; Sylvana, Yana
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v19i3.18115

Abstract

Abstrak: Population Reference Bureau (PRB) memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami lonjakan populasi menjadi 365,3 juta jiwa pada tahun 2030 yang selanjutnya akan berdampak terhadap lonjakan populasi lanjut usia serta peningkatan permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia. Salah satu permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi pada kulit adalah masalah hidrasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari peningkatan kadar hidrasi kulit lansia setelah penelitian intervensi berupa krim ekstrak plasenta domba. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019, dengan hasil penelitian uji statistik Cochran dan uji statistik Friedman didapatkan perubahan status hidrasi kulit yang lebih baik setelah penggunaan krim ekstrak plasenta domba secara rutin selama 3 minggu (p-value 0,05). Dianjurkan untuk secara terus menerus (rutin) menggunakan krim ekstrak plasenta domba minimal 3 minggu dalam rangka agar terjadi perbaikan kadar hidrasi dan status hidrasi kulit, serta tidak perlu khawatir untuk digunakan dalam jangka panjang.Kata-kata kunci: Status Hidrasi, Plasenta domba, lansiaAbstract: The Population Reference Bureau (PRB) estimates that Indonesia will experience a population surge to 365.3 million by 2030, which will further affect the surge in the elderly population and increase health problems occurring in the elderly. One of the elderly health problems that often occur on the skin is skin hydration problem. The purpose of this study was to look for an increase in the hydration level of elderly skin after intervention research in the form of sheep placenta extract cream. This research is a quasi-experimental study, with a total sampling method in the form of sampling. The study was conducted at the STW RIA Pembangunan Cibubur in September 2019, with the results of the study using the Cochran statistical test and the Friedman statistical test found that better changes in skin hydration status after regular use of sheep placenta extract cream for 3 weeks (p-value 0,05). It is advisable to continuously (routinely) use sheep placenta extract cream for at least 3 weeks in order to improve the hydration level and skin hydration status, and doesn’t have to worry about being used in the long term usage.Keywords: Skin hydration, sheep placenta, Elderly
PERBAIKAN STATUS HIDRASI KULIT DENGAN INTERVENSI KRIM PLASENTA DOMBA PADA LANSIA STW CIBUBUR PERIODE SEPTEMBER 2019 Tan, Sukmawati Tansil; Firmansyah, Yohanes; Sylvana, Yana
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v19i3.15075

Abstract

Abstrak: Population Reference Bureau (PRB) memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami lonjakan populasi menjadi 365,3 juta jiwa pada tahun 2030 yang selanjutnya akan berdampak terhadap lonjakan populasi lanjut usia serta peningkatan permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia. Salah satu permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi pada kulit adalah masalah hidrasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari peningkatan kadar hidrasi kulit lansia setelah penelitian intervensi berupa krim ekstrak plasenta domba. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019, dengan hasil penelitian uji statistik Cochran dan uji statistik Friedman didapatkan perubahan status hidrasi kulit yang lebih baik setelah penggunaan krim ekstrak plasenta domba secara rutin selama 3 minggu (p-value 0,05). Dianjurkan untuk secara terus menerus (rutin) menggunakan krim ekstrak plasenta domba minimal 3 minggu dalam rangka agar terjadi perbaikan kadar hidrasi dan status hidrasi kulit, serta tidak perlu khawatir untuk digunakan dalam jangka panjang.
Uji fitokimia biji cempedak (Artocarpus integer) Sylvana, Yana; Firmansyah, Yohanes; Gunawan, Shirly
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15688

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat profil fitokimia biji cempedak (Artocarpus integer) dan menentukan metabolit sekunder yang dominan serta berpotensi sebagai fitofarmaka. Dilakukan uji fitokimia baik pada bahan segar maupun ekstrak kloroform biji cempedak untuk mendeteksi senyawa seperti alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin, dan fenolik. Berdasarkan uji fitokimia bahan segar biji cempedak dan ekstrak kloroform, senyawa yang terdeteksi paling tinggi adalah senyawa terpenoid, sementara metabolit sekunder lainnya seperti alkaloid dan steroid terdeteksi lemah dalam tanaman uji. Hal ini berarti bahwa biji cempedak memiliki kadar terpenoid yang tinggi sehingga berpotensi sebagai antiinflamasi, antimikroba, dan antikanker.