Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH ELEMEN-ELEMEN RANCANG KOTA DI KAWASAN JALAN GAJAH MADA DENPASAR BALI Mahendra, I Made Agus
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2019): Transformasi Ruang Budaya
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v1i1.260

Abstract

Elemen-elemen rancang kota merupakan bagian-bagian yang membentuk karakteristik kawasan. Elemenelemenrancangkotadapatdikategorokanberdasarkanjenis,bentuk,ukuran,sifat,hinggapadapenggunannya.Elemen rancang kota pada umumnya dibagi berdasarkan sifatnya yaitu elemen rancang kota bersifat fisik maupun elemenrancang kota bersifat aktivitas. Elemen fisik rancang kota cenderung bersifat ragawi (tangible) dan elemen aktivitascenderung bersiat non-ragawi (intangible) Kawasan Jalan Gajah Mada di Denpasar merupakan kawasan pusat kota yang padat dalam kapasitas penghunidan pengguna jalan. Sehingga menimbulkan berbagai masalah berupa kemacetan dan tingkat polusi yang tinggi.Ditambah dengan kurang tertatanya tata hijau dalam kawasan dan peraturan bangunan setempat yang dilanggar.Sehingga ruang jalan dalam kawasan perlu dihijaukan karena fungsi ruang jalan sangat vital dan tidak dapat berubahmaka penataan tata hijau perlu ditinjau kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menemukan pengaruh elemen fisik terhadap elemen aktivitaspada “kehidupan” fungsi kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar serta memberikan arahan penataan pada elemen fisikdan aktivitas yang dapat menghidupkan kawasan Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan data yang diolah secara kualitatif. Data berupaliteratur dan peta dikumpulkan untuk melihat tanda-tanda dan temuan di lapangan. Kemudian menyusun konsepsualisasiteoritik berdasarkan teori-¬teori yang ada dari variabel penelitian.Dalam penelitian ini juga dilakukan proses MetodeAnalisa deduksi yaitu usaha menjelaskan atau meramalkan tentang adanya fakta/ kejadian di lokasi penelitian menurutlandasan teori yang sudah diperoleh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada penggal amatan pertama dan ketiga sudah memiliki tata vegetasiyang baik pada sisi sebelah timur, terlihat dari jenis, fungsi, tajuk dan ketinggian, serta ketersediaan lahan yang baikserta memenuhi peraturan bangunan setempat. Dan pada penggal amatan kedua memiliki tata vegetasi yang kurang,dikarenakan tidak adanya ketersediaan lahan yang baik pada kedua sisi, serta tata vegetasi kurang terlihat dari jenis,fungsi, tajuk dan ketinggiannya.
Pengembangan Kawasan Perkotaan Di Bali Sebagai Konektivitas Industri Pariwisata Mahendra, I Made Agus
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.885 KB) | DOI: 10.47532/jiv.v1i2.27

Abstract

Development of Urban Areas Today More Rapidly, various components of the city become a success in the development and structuring of an integrated City. City planning is an activity to formulate a policy that can be used to make a city plan in the future. Urban planning will be better, if there is harmony and mutual understanding between government and private forces that complement each other. This study uses a rationalistic approach with data that is processed qualitatively. Data in the form of literature and maps were collected to see signs and findings in the field. Then compile theoretical conceptualization based on existing theories of the research variables. Planning as a whole cannot only be done by one or several people but must be synergistic with all stakeholders. The role of government, city planning must be in accordance with the legislation applies to certain urban and regional areas, which are related to health, safety and community welfare, land use, distribution of parcels and environmental quality. Urban planning must also be in accordance with the culture and social conditions of the people living in the city. Because in essence city planning is made to provide security, comfort, provide convenience, and can even improve the welfare of the people who inhabit the city. Good intercity connectivity can provide a major contribution to tourism destinations in each city / region. In the future, it will be a great work if the development of urban areas on the island of Bali as a connectivity path for the tourism industry is integrated into one urban planning guideline