Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF FREQUENCY RESPONSE FUNCTION ON TAPPER BEARING MAINTENANCE Susanto, Ari; Yusuf, Setyo Qomarudin; Hamid, Abdul; Wahyudi, Haris; Subekti, Subekti
SINERGI Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.129 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2019.2.006

Abstract

Bearing acts as a pad that supports a shaft to rotate without excessive friction, hold the radial load and maintain the motion towards the left and right shafts (Thrust Load) when turning together. Due to frequent taper bearing damage to the wheels, predictive maintenance is therefore necessary. One of the predictive maintenance methods widely used today is vibration analysis. The principles of vibration-based bearing damage detection using the Frequency Response Function (FRF) method will be shown in this paper. Harmonics signal is given to the bearing surface in a vertical or perpendicular direction to the taper bearing surface. The vibration response measurement was carried out on three axes (x, y, and z). The results of this study indicated the ability of FRFs to predict any damage on the bearing taper.  
Perancangan dan Pembuatan Alat Uji Beban Generator Set Menggunakan Larutan Potassium Hydroxide dengan Mekanisme Rack and Pinion sebagai Penggerak Nurrahman, Arief; Wahyudi, Haris
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v7i1.2277

Abstract

Alat uji beban Generator Set (Genset) merupakan suatu instrumen yang bertujuan untuk pemeriksaan dan penilaian performa genset pada saat diberi beban (ampere) sesuai dengan label yang tertera pada mesin. Alat uji ini mempunyai sistem kerja yang sama dengan sistem elektrolisis. Larutan potassium hydroxide (KOH) berfungsi sebagai larutan elektrolit dan tembaga persegi (Cu bar) berfungsi sebagai elektroda. Terdapat perbedaan penggunaan jumlah elektroda untuk genset 1 phasa dengan 3 phasa (genset 1 phasa menggunakan 2 buah elektroda yaitu phasa dan netral, sedangkan genset 3 phasa menggunakan 3 buah elektroda sebagai phasa yaitu R, S, T). Didapatkan beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya ampere yang dikeluarkan genset antara lain: banyaknya  Cu yang masuk ke larutan, jarak elektroda yang satu dengan yang lainnya, dan kepekatan larutan. Indikator beban yang diterima oleh genset dapat dilihat di panel control alat uji ini, di panel manual single operation yang ada pada unit genset atau secara manual dengan menggunakan digital clamp ampere meter yang di clamp ke kabel phasa. Alat ini telah berhasil menguji genset dan mampu mengeluarkan daya maksimal 6600Watt. Adapun kapasitas genset yang bisa di uji adalah minimum 660Watt sampai 6600Watt dengan pengaturan yang ideal yaitu molaritas 0,01M sampai 0,02M dan jarak elektroda ke elektroda 250mm sampai 200mm. 
DESIGN AND ANALYSIS OF EJECTOR PIN IN THE OIL SEAL MOULD TO IMPROVE ITS MECHANICAL PROPERTIES Wahyudi, Haris; Pratiwi, Swandya Eka; Firdaus, Irwan
International Journal of Advanced Technology in Mechanical, Mechatronics and Materials Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institute for Research on Innovation and Industrial System (IRIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.512 KB) | DOI: 10.37869/ijatec.v1i1.8

Abstract

Ejector pin in the mould is used to release (eject) the finished product, to vent gas out of the cavity and to expedite the material flow. It must have high strength, good hardness, good wear and corrosion resistance to withstand high pressure. Poor ejector pin may result in defect of finished product and delay the process due to additional time was required to release sticking product in the mould. The aim of this research is to select proper material for the ejector pin and analyse it not to experience plastic deformation. Three specimens? steel was considered for making the pin, SUS 304, normal SKS 3 and heat treated SKS 3. Hardness and tensile test were used to examine the mechanical properties of specimens and impact was utilized to obtain impact energy using Charpy method. Static stress analysis was also used to simulate the working load using SolidWorks.  Rockwell hardness test recorded that SUS 304, normal SKS 3 and heat treated SKS have 23.2 HRC 9.6 HRC and 38.03 HRC, respectively. Tensile test produced yield strength of 452.9 MPa for SUS 304 and 432.6 MPa for SKS 3. Impact energy absorbed during Charpy test for SUS 304 equal to 0,804 J/ mm2 and specimen SKS 3 equal to 0,863 J/mm2. By taking the mechanical test result and SolidWorks simulation, it was concluded that the suitable material for ejector pin is SUS 304.
PENGEMBANGAN FORMULA COMPOUND RUBBER DALAM PEMBUATAN SOL SEPATU Suliknyo, Suliknyo; Wahyudi, Haris
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v6i1.1198

Abstract

Sol sepatu  adalah  bagian terbawah dari bagian sepatu yang kontak langsung dengan tanah. Sol ini harus memiliki sifat fisik yang baik seperti tegangan putus, perpanjangan putus, Modulus, kekerasan, dan ketahanan. Sifat fisik barang jadi karet sangat dipengaruhi oleh perancangan awal formula kompon karet sol sepatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemakaian IR 2200 dan KNB 40H sebanyak 10, 10.25, 10.5 phr terhadap sifat mekanik. Bahan digiling menggunakan dua rol terbuka, sedangkan pencetakan digunakan mesin hydraulic press. Hasil uji menunjukan bahwa vulkanisat karet dengan hasil terbaik diperoleh dengan pemakaian IR 2200 dan KNB 40H sebanyak 10.5 phr dengan nilai tegangan putus 13.42 MPa, perpanjangan putus  713,86%, kekerasan 67.8 shore A, ketahanan sobek 16.34 MPa, dan abrasi 0.22 cc. Hasil uji tersebut memenuhi persyaratan Nike Test Method.
Inovasi dan Implementasi Model Pembelajaran Berorientasi Luaran (Outcome-Based Education, OBE) dan Washington Accord di Program Studi Teknik Mesin Universitas Mercu Buana Wahyudi, Haris; Wibowo, Ignatius Agung
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v7i2.4214

Abstract

Pembelajaran Berorientasi Luaran (Outcome-Based Education, OBE) adalah metode pembelajaran yang memili fokus pada luaran yaitu capaian pembelajarn. Identifikasi dan penentuan capaian pembelajaran sangat penting pada metode OBE karena akan menentukan metode pembelajaran dan perencanaan asesmen. Berbeda dengan metode pembelajaran tradisional dimana fokus utama adalah proses belajar mengajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan model pembelajaran berorientasi luaran (OBE) dan Washington Accord. Pelaksanaan OBE dilakukan dengan mengintegrasikan beberapa proses antara lain desain kurikulum, asesmen dan metode belajar mengajar yang memberi tumpuan kepada apa yang mahasiswa bisa lakukan.  OBE menekankan agar capaian pembelajaran dapat dipenuhi dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai keadaan sosial, ekonomi dan budaya akademik. Dengan mengadopsi metode dan sistem pembelajaran berorientasi luaran, diperoleh hasil yang baik dimana kelulusan pada mata kuliah Perancangan Produk menunjukkan nilai di atas 80%.
ANALISIS KEGAGALAN SOOTBLOWER TERHADAP PERPINDAHAN PANAS DI PIPA BOILER Purnama, Nurul Chandra; Wahyudi, Haris
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v6i3.1968

Abstract

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut konsumsi listrik nasional saat ini masih terbilang mini, yaitu seperempat dari indikator negara maju di dunia. Dengan angka 956 per Kilowatt-hour (kWh) per kapita, konsumsi listrik Indonesia baru mencapai 23,9 persen dari konsumsi listrik negara maju sebanyak 4 ribu kWh per kapita. Salah satu komponen utama pada sistem pembangkit adalah boiler. Uap hasil produksi Boiler ini digunakan untuk memutar turbine yang akan menggerakkan generator guna menghasilkan listrik. Sootblower merupakan peralatan penunjang pada boiler yang berfungsi untuk membersihkan jelaga. Oleh karena itu peranan sootblower sangat penting dalam menjaga effisiensi boiler. Tujuan dari dilakukan analisis ini adalah mampu mengidentifikasi penurunan perpindahan panas yang terjadi pada pipa boiler, mengidentifikasi faktor penyebab kegagalan pada Sootblower, mengurangi energi yang terbuang akibat pengoperasian Sootblower. Metode penelitian untuk melakukan pelaksanaan analisis sootblower ini terdiri atas berbagai bagian, antara lain: studi literatur, proses pengumpulan data, kemudian data diolah dan dilakukan analisis guna mengetahui penyebab kegagalan pada sootblower. Hasil dari analisis kegagalan pada sootblower ini didapatkan bahwa sootblower gagal beroperasi karena ada masalah pada lance tube yang sering bengkok sehingga mempengaruhi proses perpindahan panas di pipa boiler, oleh sebab itu di rekomendasikan untuk penggantian material lance tube dari carbon steel A105 dengan defleksi 1,1 m menjadi chrome moly (AISI 4130) dengan defleksi 1,05 cm  dan dilakukan perawatan sootblower lebih baik dan rutin lagi.