Rusdiantoro, Achmad
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XII MELALUI BUDAYA LITERASI PADA MATERI DIMENSI TIGA Rusdiantoro, Achmad
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 4, No 3 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui pengaruh pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 6 Semarang. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, implementasi, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pada siklus I 78.14 serta persentase ketuntasan klasikal 62% belum mencapai persentase ketuntasan KKM secara klasikal yang ditentukan yaitu 80% dan berdasarkan lembar kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I mencapai skor 1235 dengan persentase penilaian 65.15% dengan kriteria sedang dan siklus II kemampuan berpikir kritis siswa mencapai skor 1462 dengan persentase 77.27%, dengan kriteria tinggi dan nilai rata-rata kelas 86.54 dengan persentase ketuntasan klasikal pencapaian KKM sebesar 95% telah melebihi yang ditentukan yaitu 80 % ini berarti menunjukkan bahwa tingkat penguasaan materi oleh siswa sudah tercapai. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan membudayakan literasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar pada kompetensi dimensi tiga bagi Siswa Kelas XII- MIPA SMA Negeri 6 Semarang Tahun Pelajaran 2018/2019.
IDENTIFIKASI KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA DENGAN TEKNIK ANALISIS MILES DAN HUBBERMAN Rusdiantoro, Achmad
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya peserta didik yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal induksi matematika, di mana mereka tidak tahu letak kesalahan dalam menjawab soal-soal tersebut. Hal ini menyebabkan perolehan hasil belajar peserta didik pada materi induksi matematika rendah dan belum mencapai ketuntasan belajar klasikal yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal materi induksi matematika. Metode Penelitian ini adalah adalah penelitian kualitatif deskriptif bersifat eksploratif. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teknik Miles dan Hubberman diperoleh data bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal induksi matematika adalah kesalahan prosedural dalam menjawab soal dan kesimpulan yang hilang. Pada kelompok atas, kecenderungan mengalami kesalahan pada kategori adanya kesimpulan yang hilang. Kelompok sedang mengalami kesalahan pada kategori kesimpulan hilang, data hilang dan masalah hirarki keterampilan. Untuk kelompok bawah, kesalahan yang dilakukan meliputi kategori prosedur tidak tepat, data hilang, kesimpulan hilang, masalah hirarki keterampilan dan kesalahan selain ketujuh kategori. Manfaat penelitian ini bagi siswa sebagai bahan evaluasi dalam menyelesaikan soal matematika, sedangkan bagi guru untuk memperbaiki pembelajaran terutama penanaman konsep sehingga peserta didik tidak mengalami kesalahan yang sama dalam menyelesaikan soal induksi matematika.
EFFECTIVENESS OF SCAFFOLDING STRATEGIES IN LEARNING AGAINST DECREASE IN MATHEMATICS ANXIETY LEVEL Kusmaryono, Imam; Gufron, Akbar Muntoha; Rusdiantoro, Achmad
NUMERICAL: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/numerical.v4i1.770

Abstract

This study is a mixture of quantitative and qualitative with sequential explanatory designs. The study aims to (1) analyze the improvement of student achievement in learning after scaffolding, (2) evaluate the level of students 'mathematics anxiety, and (3) describe the role of scaffolding in changing students' perceptions of mathematics anxiety in classroom learning. Sampling through random sampling techniques obtained by students of class X-IPA-1 and X-IPA-2 in SMA Negeri 6 Semarang. Quantitative data analysis uses statistical test techniques: normality test, paired sample t-test, and N-gain test. Qualitative data analysis through interactive methods namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validation techniques through the source and method triangulation. The results showed that (1) there was an increase in student learning achievement after the application of the scaffolding strategy by 33.0% to 34.5%; (2) there was a decrease in the level of mathematics anxiety in students by 90.4%; (3) through scaffolding, students succeed in reflecting and correcting mistakes in solving previous problems. This means scaffolding can be an effective strategy to help students move across different Zones of Proximal Development (ZPD). The scaffolding strategy has also created a positive classroom environment that encourages students to learn mathematics without fear.