Badriyyah, Yoyoh
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Model Pembelajaran PAI Berbasis Ekstrakurikuler Badriyyah, Yoyoh
Eduprof : Islamic Education Journal Vol 1 No 2 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i2.17

Abstract

There are many efforts made by schools in efforts to develop Islamic Education learning in schools. However, sometimes these efforts are still unable to solve the problems that arise in schools. Management of extracurricular programs in schools requires a well-planned and comprehensive design that includes all learning components. Because these learning components contribute to the success rate of the implementation of learning. Krida Nusantara, as a public-based school has shown a model in the development of Islamic Education learning in public schools, namely through an integrated approach with well-managed extracurricular religious programs. The results of this study show that the success of implementing Islamic Education learning in schools is supported by the extracurricular religious education program. (penag) which is well designed and implemented, starting from the aspects of learning design (learning objectives, teaching materials, process and evaluation), management staff (religious leaders), teaching staff, and controlling learning constraints. Abstrak Banyak upaya yang dilakukan sekolah dalam upaya pengembangan pembelajaran PAI di sekolah. Namun upaya-upaya tersebut terkadang masih belum mampu mengatasi persoalan yang muncul di sekolah. Pengelolaan program ekstrakurikuler di sekolah dibutuhkan suatu desain yang terencana dengan baik serta komprehensif mencakup seluruh komponen-komponen pembelajaran. Sebab komponen-komponen pembelajaran tersebut ikut andil mempengarhui tingkat keberhasilan pelaksanaan pembelajran. Krida Nusantara, sebagai sekolah yang berbasis umum telah menunjukan sebuah model dalam pengembangan pembelajaran PAI di sekolah umum yaitu melalui pendekatan inegrasi dengan program ekstrakurikuler keagamaan yang terkelaola dengan baik.hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran PAI di sekolah karena ditunjang oleh program ekstrakurikuler pendidikan agama (penag) yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik, mulai dari aspek desain pembelajaran (tujuan pembelajaran, materi ajar, proses dan evaluasi), tenaga pengelola (pamong agama), tenaga pengajar, serta pengendalian kendala pembelajaran.
EVALUASI PROGRAM KEAGAMAAN SEBAGAI MILEU PEMBENTUKAN AKHLAK TERPUJI TERHDAP SESAMA SISWA DI MA MANBAUL HUDA CISAMBENG-MAJALENGKA Sulaeman, Eman; Badriyyah, Yoyoh; Mulyadi, Kodim
Edulead : Journal of Education Management Vol 2 No 2 (2020): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji evaluasi terhadap program pembiasaan keagamaan kaitannya dengan pembentukan akhlak terpuji di kalangan siswa terhadap sesama. Penelitian ini menjadi penting karena keunikan sekolah dalam membangun akhkal siswa yaitu melalui program pembiasaan. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana keberhasilan program tersebut dalam membentuk akhlak terpuji siswa di sekolah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan penelitian lapangan yang bersifat evaluatif. Dengan menggunakan model evaluasi program CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi untuk menilai siswa oleh guru serta penilaian diri oleh siswa. Objek penelitian yang dilibatkan adalah 5 orang guru dan 86 orang siswa. Hasil penelitian ditemukan bahwa program pembiasaan keagamaan di MA Manba'ul Huda Cisambeng telah menunjukan keberhasilannya dalam membentuk akhlak terpuji siswa terhadap sesama. Keberhasilan ini tidak lepas dari faktor-faktor pendukung seperti kejelasan dalam merancang kegiatan, kualitas input program yang memadai serta adanya proses pelaksanaan kegiatan yang terkendali dan termonitoring.