Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA PERBANDINGAN TEKNIK TRANSISI, DUAL-STACK DAN TUNNELING Abdullah, Akbar Abbas; Rizkillah, M.
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 1 No 1 (2019): Volume
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.755 KB)

Abstract

Teknik dual-stack merupakan salah satu teknik transisi dari IP4 ke IPv6 dengan menerapkan penggunaan IPv4 dan IPv6 berjalan secara bersamaan. Selain teknik dual-stack, teknik lain yang digunakan adalah teknik tunneling. Teknik tunneling merupakan mekanisme node IPv6 yang akan berkomunikasi membuat suatu tunnel untuk melewati jaringan IPv4 yang ada di antaranya. Teknik tunneling IPv6 diatas IPv4 melalui enkapsulasi dan melewatkannya diatas jaringan IPv4. Pengamatan yang dilakukan dari teknik dual-stack dan teknik tunneling adalah penggunakan IPv6 lebih baik dibandingakn IPv4 yang terdapat pada jaringan dual-stack dengan rata-rata kecepatan packet loss client A (IPv4) adalah 8.2 ms dan kecepatan delay padajaringan dual-stack pada client A (IPv4) adalah 7 ms ? 9 ms, sedangkan rata-rata kecapatan packet loss client B (IPv6) adalah 7.4 ms dan kecepatan delay client B (IPv6) pada jaringan dual-stack adalah 5.6 ms ? 8.8 ms. Kemudian penggunaan IPv6 yang terdapat pada jaringan tunneling dari client A (IPv6) ke client B (IPv6) adalah client A (Pv6) lebih baik dibandingakn client B (IPv6) dengan dengan rata-rata kecepatan packet loss client A (IPv6) ke client B (IPv6) adalah 45.6 ms dan rata-rata kecepatan delay client A (IPv6) ke client B (IPv6) pada jaringan tunneling adalah 8.8 ms ? 46.2 ms. Sementara pada client B (IPv6) ke client A (IPv6) adalah rata-rata kecepatan packet loss adalah 41.4 ms dan rata-rata keceptan delay pada jaringan tunneling adalah 9 ms ? 51.6 ms. Hal tersebut dikarenakan pada jaringan tunneling antara client A dan client B dapat berkomunikasi secara langsung, sedangkan pada jaringan dual-stack antara client A (IPv4) dan client B (IPv6) tidak dapat berkomunikasi secara langsung. Selain itu juga, pada jaringan tunneling waktu yang digunakan lebih baik dibadingkan jaringan dual-stack.