Sastrini, Yovita Erin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN, STATUS KERJA IBU TERHADAP FREKUENSI MELAKUKAN PIJAT BAYI TAHUN 2018 Sastrini, Yovita Erin
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 1 No 2 (2019): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v1i2.72

Abstract

Stimulasi pijat bayi menjadi salah satu upaya pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau untuk membantu mengurangi angka kematian bayi. Pemijatan bayi adalah salah satu tugas domestik seorang ibu dalam rumah tangganya. Status pendidikan dan pekerjaan seorang ibu dapat menjadi faktor yang diperhitungkan dalam melakukan tugas domestiknya. Metode analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Uji signifikansi pengaruh tingkat pendidikan terhadap frekuensi pijat bayi dilakukan menggunakan teknik statistik analisis varians 1-jalur dan uji signifikansi pengaruh status kerja terhadap frekuensi pijat bayi dilakukan menggunakan teknik statistik t-student sampel saling bebas. Hasil: analisis varians memberikan hasil bahwa rata-rata frekuensi pijat bayi antara kelima kategori tingkat pendidikan tidak berbeda secara signifikan, sehingga disimpulkan bahwa tingkat pendidikan ibu tidak berpengaruh terhadap frekuensi melakukan pijat bayi. Analisis assosiatif antara variabel status kerja dengan frekuensi pijat bayi ditemukan kenyataan bahwa keterlibatan ibu sebagai angkatan kerja berpengaruh negatif terhadap frekuensi melakukan pijat bayi. Analisis statistik t-student sampel saling bebas untuk uji perbedaan rata-rata memberikan hasil bahwa ibu yang tidak bekerja lebih sering melakukan pijat bayi dibandingkan ibu yang bekerja dengan perbedaan 1.15 poin. Kesimpulan: 1) terdapat perbedaan status pekerjaan ibu terhadap frekuensi melakukan pijat bayi, 2) tidak ada perbedaan antara pendidikan terhadap frekuensi ibu melakukan pijat bayi. Rekomendasi: Penyuluhan/pemberian informasi dan pelatihan kepada masyarakat luas hendaknya digalakkan tanpa memandang pendidikan ibu dengan melibatkan pihak swasta serta didukung oleh pemerintah.
GAMBARAN TINGKAT TEKANAN DARAH PADA KELOMPOK USIA LANJUT ST. MONIKA DI SAMARINDA Sastrini, Yovita Erin
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 2 No 1 (2020): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v2i1.136

Abstract

Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajad kesehatan masyarakat yang optimal ,yang ditandai dengan penduduk yang sehat. Meningkatnya usia harapan hidup manusia Indonesia menjadi 72 tahun, memberikan konsekuensi dengan permasalahannya sendiri dan merupakan pengguna layanan kesehatan paling banyak. Berdasarkan data dari badan pusat statistik (Bapenas) tahun 2019 dalam publikasi statistik penduduk lanjut usia (lansia) 2019 menyebutkan bahwa Kurun waktu hampir lima dekade, prosentase lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat (1971-2019), yakni menjadi 9,6 persen (25juta-an) di mana lansia perempuan sekitar satu persen lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki (10,10 persen banding 9,10 persen). Pada tahun 2019 sudah ada lima provinsi yang memiliki struktur penduduk tua di mana penduduk lansianya sudah mencapai 10 persen, yaitu: DI Yogyakarta (14,50 persen), Jawa Tengah (13,36 persen), Jawa Timur (12,96 persen), Bali (11,30 persen) dan Sulawesi Barat (11,15 persen). Metode penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif univaria dan deskripsi bivariat. Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan melihat prosentase data yang terkumpul dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik tertinggi pada kelompok lanjut usia dan terendah pada kelompok usia pertengahan, rata-rata tekanan darah diastolik tertinggi pada kelompok usia pertengahan dan terendah pada kelompok lanjut usia. Rata-rata tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik pada kelompok responden yang paling tua yaitu kelompok usia tua, nilainya justru diantara kedua kelompok usia lainnya. Kesimpulan: Berdasarkan data tersebut tidak ada hubungan antara usia dengan tingkat tekanan darah pada manusia usia lanjut yang menjadi responden penelitian ini, yang berarti bahwa para manusia usia lanjut semuanya memiliki risiko yang sama untuk mengalami hipertensi tanpa mengenal klasifikasi usia
KOMPARASI HASIL BELAJAR MAHASISWA MENGIKUTI KULIAH DARING MATA KULIAH K3 ANTARA MAHASISWA YANG TINGGAL DI KOTA SAMARINDA DAN LUAR KOTA SAMARINDA TAHUN 2021 Sastrini, Yovita Erin; Herni Pertiwi, Gracia
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 3 No 1 (2021): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v3i1.185

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang perbandingan hasil belajar mahasiswa dalam mengikuti kuliah daring antara mahasiswa yang tinggal di Wilayah Kota Samarinda dan di luar Wilayah Kota Samarinda (Pelosok). Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui hasil belajar mahasiswa yang mengikuti kuliah daring Mata Kuliah K3 di Kota Samarinda, 2) mengetahui hasil belajar mahasiswa yang mengikuti kuliah daring Mata Kuliah K3 di luar Kota Samarinda, 3) mengetahui perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang mengikuti kuliah daring Mata Kuliah K3 di Kota Samarinda dan mahasiswa yang mengikuti kuliah daring di luar Kota Samarinda.Penelitian ini merupakan penelitian komparasi dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 orang mahasiswa yang berdomisili di Samarinda, dan 15 orang mahasiswa yang berdomisili di luar samarinda yang saat kuliah dilaksanakan tidak berada di Kota Samarinda. Data hasil belajar diperoleh berdasarkan evaluasi hasil belajar mahasiswa pada Mata Kuliah K3 di semester enam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai mahasiswa yang mengikuti kuliah daring di kota Samarinda adalah 83.27, sedangkan rata-rata nilai mahasiswa yang mengikuti kuliah di luar Kota Samarinda adalah 81.87. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang mengikuti kuliah di wilayah Kota Samarinda dengan mahasiswa yang mengikuti kuliah di luar kota samarinda. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini melalui penelitian kualitatif untuk menggali pengalaman mahasiswa dalam mengikuti kuliah daring selama masa Pandemi Covid-19.