Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN KONDOM PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL (WPS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARBARU KECAMATAN SIBOLANGIT TAHUN 2020 Dewi Rismauli Bancin; Surya Anita; Juneris Aritonang
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 13 No. 1 (2020): Vol. 13, No. 1 Edisi Maret 2020
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36746/jka.v13i1.67

Abstract

Salah satu diantaranya adalah upaya menurunkan insiden penyebaran IMS, HIV/AIDS dari pelanggan ke WPS dan sebaliknya. Perilaku menggunakan kondom 100% atau konsistensi menggunakan kondom pada setiap hubungan seksual seharusnya dilaksanakan termasuk antara WPS dengan pelanggannya. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan desain cross sectional yang bertujuan untuk menganalisa berbagai faktor yang berhubungan dengan pemakaian kondom dan teridentifikasinya pemakaian kondom pada WPS. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru. Sampel dalam penelitian ini yaitu penghuni WPS yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bandar Baru yaitu 84 orang. Hasil penelitian tentang pemakaian kondom oleh WPS, hasil penelitian variabel yang berhubungan dengan pemakaian kondom adalah variabel cara negosiasi dengan nilai OR = 4,455 artinya WPS yang memiliki cara negoisasai tidak baik mempunyai peluang 4,4 kali lebih berisiko tidak memakaian kondom dibanding WPS yang memiliki cara negoisasai yang baik. Dengan diketahuinya bahwa variabel yang berhubungan terhadap pemakaian kondom oleh WPS di Bandar Baru adalah cara negosiasi maka variabel tersebut penting dirubah ke arah yang positif sehingga menjadikan perilaku yang benar yaitu menggunakan kondom setiap melakukan hubungan seks untuk pencegahan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.
Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Ibu Tentang Pola Makan dengan Kenaikan Berat Badan pada Trimester III Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Huta Baginda Tapanuli Utara Tahun 2019 Anita, Surya; Parapat, Friska Margareth; Bancin, Dewi Rismauli
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKondisi terpenuhinya kebutuhan zat gizi janin terkait dengan perhatian asupan gizi dari makanan yang adekuat agar tubuh kembang janin berlangsung optimal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang pola makan dengan kenaikan berat badan pada ibu hamil trimester III dengan p-value = 0,020  (p < 0,05). ada hubungan tindakan tentang pola makan dengan kenaikan berat badan pada ibu hamil trimester III dengan p-value = 0,000  (p < 0,05). Bagi ibu yang sedang hamil harus memenuhi nutrisi yang seimbang sehingga janin nya dapat gizi yang seimbang dan tidak menglami kurang gizi.  
PEMBINAAN KELOMPOK REMAJA MELALUI EDUKASI & PEER EDUCATORS KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA TANJUNG REJO Purba, Agnes; Kartika, Eva; Bancin, Dewi R
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v3i1.509

Abstract

Remaja mempunyai permasalahan yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialaminya. Masalah yang menonjol di masa remaja yaitu permasalahan seksualitas, HIV dan AIDS, Napza, rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan usia pernikahan yang relatif masih muda. Permasalahan ini muncul sebagai konsekuensi dari rendahnya pendidikan, lingkungan sosial yang tidak baik serta pendidikan seks yang tidak diinformasikan oleh orang terdekat. Pemberian edukasi dan pembentukan peer educator dilakukan sebagai wadah bagi remaja untuk memperoleh lingkungan sosial yang baik mengingat bahwa secara psikologis remaja suka berkumpul dengan teman sebaya. Selain itu kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi/pendidikan seks dini bagi remaja, pergaulan bebas dan kenakalan remaja.