Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Endapan Batu Lempung Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau Bastira, Shahnaz Noveta; Hadian, Mohammad Sapari Dwi; Muljana, Budi; Putra, Dewandra Bagus Eka
Bulletin of Scientific Contribution: GEOLOGY Vol 18, No 2 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc geology.v18i2.28897

Abstract

Pulau Bengkalis memiliki kondisi geologi yang sebagian besarnya terisi oleh endapan yang paling tua yaitu endapan alluvium dan sebagiannya lagi oleh gambut. Endapan alluvium yang terdiri dari lempung, lanau, dan pasir serta sebagian gambut. Endapan alluvium tersebut sebagian besar memiliki mineral lempung dibandingkan dengan mineral kuarsa. Karakteristik endapan alluvium dengan material lempung, lanau, dan pasir secara umum memiliki warna abu – abu kehitaman dengan butiran yang didominasi oleh lempung, lanau, dan pasir yang terendapkan secara perselingan dan juga memiliki tekstur kebundaran yang sangat bundar dengan kemas yang terbuka. Pada sebagian daerah penelitian yang terisi oleh gambut memiliki komposisi yang berupa akar – akar tumbuhan yang berserabut. Pada daerah penelitian terdiri atas empat satuan batuan yaitu satuan batupasir, satuan batulempung, satuan batulanau, satuan endapan alluvium dan sebagian gambut. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki mineral lempung jenis kaolinit dengan persentase sebanyak 7% dengan komposisi AL2Si205(OH)4 serta mineral penyerta terdiri atas mineral kuarsa dengan komposisi Si02 sebanyak 85%, clinochlore sebanyak 4% dengan komposisi Mg5Al2(Si,Al)4O10()H)8, muscovite sebanyak 4% dengan komposisi KAl2(Si3Al)O10(OH,F)2. Geomorfologi pada daerah penelitian terdiri atas dua satuan geomorfologi yaitu satuan geomorfologi pedataran landai alluvial dan satuan gemorfologi pedataran agak landai alluvial. Tujuan penelitian ini mengetahui kondisi geologi Pulau Bengkalis berdasarkan pada pengamatan geologi daerah penelitian serta mengetahui karakteristik endapan batulempung pada daerah penelitian berdasarkan hasil analisis mineral lempung.Kata kunci : batulempung, kuarsa, kaolinit, chinochlore, muscovite, XRD (X-ray diffraction).
Hidrogeologi Desa Perapat Tunggal dan Sekitarnya, Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau Bastira, Shahnaz Noveta; Muljana, Budi; Hadian, Mohamad Sapari Dwi; Putra, Dewandra Bagus Eka
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.116-128

Abstract

Pulau Bengkalis merupakan daerah yang memiliki kondisi air tanah yang tidak layak dipakai dalam kehidupan sehari – hari. Tersusun oleh litologi lempung, pasir dan sebagian rawa gambut yang mempengaruhi kondisi air tanah. Tujuan penelitian ini mengetahui potensi airtanah berdasarkan pengamatan pada sumur gali. Hasil penelitian menunjukkan kadar Ph berkisar antara 7,13 sampai 5,37. Hasil pemetaan muka air tanah menunjukkan arah aliran airtanah pada barat daya sesuai dengan topografi pada daerah penelitian. Rata – rata curah hujan pada daerah penelitian sebesar 1873 mm/tahun dan evaporasi sebesar 2437,1 mm/tahun serta defisit air sebesar 575,22 mm/tahun. Perhitungan neraca air menghasilkan debit presipitasi efektif sebesar 968,27 m3/tahun, debit infiltrasi sebesar 387,31 m3/tahun, dan debit run-off sebesar 580,96 m3/tahun. Pengukuran geolistrik 2D sebanyak empat titik menggambarkan tiga bagian nilai resistivitas bawah permukaan yang menunjukkan kondisi geologi. Batuan terdiri dari lempung, lanau, lempung pasiran dan pasir kasar. Bagian pertama 0 – 56,3 Ωm pada kedalaman 0 – 15 meter merupakan lanau – lempung, bagian kedua 56,4 – 162 Ωm pada kedalaman 32 meter merupakan lempung pasiran serta bagian ketiga 163 – 500 Ωm pada kedalaman 48 meter merupakan pasir kasar yang diperkirakan menjadi potensi akuifer pada kedalaman 20 meter sampai dengan 50 meter.