Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Gangguan Pada Sistem Tenaga Listrik Jawa Bali 500 kV Menggunakan Power World Simulator Dwi Ajiatmo; Imam Robandi; Machrus Ali
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 10 No. 1 (2019): Vol. 10 No. 1 April 2019
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v10i1.50

Abstract

Short circuit is one type of interference that often occurs in electric power systems. The interference if it lasts a long time will affect the quality and continity of electrical power distribution as well as the reliability and safety of the equipment on the system. To minimize the possibility of interference and to minimize the consequences caused by interference, an analysis of disturbances in the electric power system is needed. This study discusses the classification and analysis of disturbances in the electric power system. The type of interference in the electric power system is classified into two, namely symmetry and non-symmetrical interference. Symmetry disturbances are three phase disturbances which are described by the equation of the sequence of the symmetry component system. Sequence equations from the symmetry component system are positive sequence equations, negative sequence equations, and zero sequence equations. Non-symmetrical interference is a disorder that often occurs in electric power systems, namely the interference of one network to the ground, network interference to the network and interference of two networks to the ground. This research is to classify and to analyze the types of disturbances in the Java-Bali electric power system 500 kV 20 buses in the form of a single line diagram, using Power World Simulator and ETAP Software applications. The simulation results are calculated and display the simulation design of the power system with the tools contained in the program.
Pengaturan Debit Air Berdasarkan Volume Air Dalam Tangki Berbasis Imperalis Competitive Algorithm (ICA) Markhaban Siswanto; Mohammad Hasib Al Isbilly; Asnun Parwanti; Machrus Ali
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2017): Vol. 8 No. 2 Oktober 2017
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v8i2.29

Abstract

An aquatic industry needs a good fluid flow measurement control system. Determination of the quantity of water is reduced because the volume of water in the holding tank varies. The effort to overcome this problem is made a system of performance regulation of water flow based on the volume of tanks with PID controls based on Imperalis Competitive Algorithm (ICA). This system uses ICA as a PID controller controller on a mini computer, flow sensor as a water speed detector, electric ball valve as an actuator. The working principle of this tool is to stabilize the output water speed per minute at a predetermined set point. This study compares 3 models; without control, PID control, PID Ziegler Nichols control, and PID controlled ICA controls. The simulation results in the study showed that the best control design in the study was the PID-ICA with the smallest overshot water level of 0.0154 pu, the smallest undershot water level of 0.0134 pu, the smallest overshot flow of 0.0102 pu, and the smallest undershot of 0.0097 pu.
Optimasi Pengaturan Kecepatan Motor Shunt Berbasis Imperalist Competitive Algorithm (ICA) Machrus Ali; Agus Raikhani; Hendi Sopian; Izzatul Umami
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Vol. 9 No. 1 April 2018
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v9i1.38

Abstract

Imperalist Competitive Algorithm (ICA) is one method of artificial intelligence inspired by competition for power. In system optimization this method gets better results than other artificial intelligence methods. DC shunt motors do not need a lot of space because of the small wire diameter, but the output power is very small because the amplifier current is small. A good shunt motor setting is needed to produce the desired motor speed. In this study PID controls were tuned using ICA. This good PID guide will get a good system optimization. As a comparison, the control of the shunt motor speed without control, with PID control, with detuning ICA PID control (PID-ICA). The results showed that the results of PID-ICA had the smallest overshot and undershot, with a speed of 500.00 rpm and the fastest settling time : 1201 s. This research will be developed using other artificial intelligence methods.
Penataan Kembali Jaringan Distribusi Radial Menggunakan Modified Firefly Algorithm (MFA) Pada Penyulang Jogorogo Ngawi Machrus Ali; Miftachul Ulum
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2017): Vol. 8 No. 2 Oktober 2017
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v8i2.30

Abstract

The configuration of radial distribution networks is very diverse and difficult to simplify. Reconfiguration of the distribution network is used to reset the network configuration form by opening and closing switches found on the distribution network. Reconfiguration of the distribution network is needed to reduce power losses and improve system reliability. The number of feeders and buses on the network requires a very long time if calculated manually. Because of that, it is necessary to solve problems using artificial intelligence or AI. Firefly Algorithms (FA) are widely used in research to solve optimization problems. Modified Firefly Algorithms (MFA) is an FA modification designed to solve optimization problems in a discrete combination. MFA can find the best network reconfiguration so that it can reduce losses and improve the voltage at the end point of this method can later use other artificial intelligence or can be applied to other feeders, so as to reduce electrical energy losses.
Fuzzy Logic Controller Sebagai Pengatur Kecepatan Motor Shunt Machrus Ali; Budiman; Yanuangga Gala Hartlambang; 4 Dwi Ajiatmo
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Vol. 8 No. 1 April 2017
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v8i1.23

Abstract

Telah banyak penelitian pada motor shunt, karena kumparan penguat medan diparalel terhadap kumparan armatur. Motor DC shunt tidak terlalu membutuhkan banyak ruangan karena diameter kawat kecil, tetapi daya keluaran yang dihasilkan kecil karena arus penguatnya kecil. Metode Fuzzy Logic Control (FLC) telah banyak digunakan untuk optimasi suatu system. Penelitian ini membandingkan antara desain tanpa controller, dengan PID controller, dan FLC controller. Dari ketiga desain, menunjukkan bahwa desain control Fuzzy Logic Controller terbaik dari ketiga desain dengan besar putaran 300.0 rpm dengan settling time 1.702 detik dan besar Arus Rotor Motor Shunt (A) sebesar 1.9598 A, dengan setling time 1.323 detik. Penelitian ini akan dikembangkan menggunakan metode kecerdasan buatan lainnya
Metode Particle Swarm Optimization Untuk Mengontrol Frekuensi Pada Hibrid Wind-Diesel Muhammad Ruswandi Djalal; Machrus Ali
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2016): Vol. 7 No. 2 Oktober 2016
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v7i2.18

Abstract

Fluktuasi frekuensi pada pembangkit terbarukan sangat mempengaruhi kualitas daya dalam hal ini turbin angin yang dihibrid dengan diesel. Sistem pembangkit listrik hibrid adalah jaringan terkontrol dari beberapa pembangkit tenaga energi terbaharukan seperti : turbin angin, sel surya, mikrohidro dan sebagainya. Permasalahan tidak optimalnya setting gain dan kecilnya waktu konstan pada Automatic Voltage Regulator, Terlalu banyak jaringan transmisi yang panjang sehingga kemampuan lemah (weak line). Dalam penerapannya sistem wind-diesel dikontrol dengan kontroler PID, penyetelan nilai gain dari PID masih dalam metode konvensional saja, sehingga sulit untuk mendapatkan nilai optimal. Dalam penelitian ini diterapkan desain kontrol dengan menggunakan Metode Cerdas dalam mencari nilai optimum Proporsional Intergral Derivatif (PID) untuk mengatur frekuensi beban dengan program Matlab/ Simulink. Pemodelan wind-diesel menggunakan fungsi transfer dari diagram turbin angin dan diesel. Respon sistem dengan Simulink/ Matlab dengan membandingkan dengan sistem tak terkontrol dan dengan metode PID-Trial Error, menunjukkan bahwa besar overshoot dan respon keadaan mantap (Settling Time) pada sistem terkontrol PSO menjadi berkurang dan lebih cepat.
Optimasi PID Controller Pada Pada Mikrohidro Dengan Tuning PSO Machrus Ali; Muhlasin; Budiman
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Vol. 7 No. 1 April 2016
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v7i1.17

Abstract

Indonesia sangat banyak akan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Akan sangat disayangkan apabila potensi sungai yang besar ini dibiarkan tanpa ada inovasi untuk memanfaatkan potensi sungai ini agar bermanfaat bagi warga sekitar yang kebanyakan terdiri dari warga golongan ekonomi kelas menengah kebawah, mengingat juga tarif dasar listrik saat ini semakin naik. Permasalahan yang sering terjadi pada sistem pembangkit mikro hidro adalah terjadinya putaran tidak konstan generator yang disebabkan oleh perubahan beban yang tersambung. Sehingga menyebabkan terjadinya fluktuasi frekuensi pada sistem yang dapat mengakibatkan kerusakan peralatan listrik. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibahas sebuah strategi pengendali frekuensi berbasis Proportional Integral Derivative (PID). PID merupakan alat kontrol yang dapat mengontrol frekuensi agar bisa stabil. Untuk mendapatkan parameter PID yang optimal pada sistem pembangkit mikro hidro ini digunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan PSO terhadap PID pada sistem pembangkit mikro hidro, dapat mempercepat settling time respon perubahan frekuensi dan juga memperbaiki overshoot respon frekuensi sistem.
Desain Optimal Automatic Voltage Regulator Pada Pembangkit Listrik Mikro Hidro Menggunakan Fuzzy Logic Controller Agus Raikhani; Machrus Ali; Dwi Ajiatmo; Budiman
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Vol. 7 No. 1 April 2016
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v7i1.16

Abstract

Tegangan dan frekuensi listrik yang dihasilkan generator mikro hidro sangat dipengaruhi oleh kecepatan putar generator. Sedangkan kecepatan putar generator dipengaruhi oleh beban. Pada malam hari (diatas pukul 23.00), sembilan puluh persen rumah mematikan lampu, maka beban mikro hidro menjadi turun. Hal ini akan mengakibatkan roda gerak berputar lebih cepat. Akibatnya tegangan listrik akan naik dan bila terlalu tinggi akan mengalami rugi-rugi daya listrik dan bisa juga merusak alat-alat elektronik yang digunakan di rumah-rumah. Oleh karena itu, pengendalian tegangan agar selalu berada pada daerah kerja antara 219 volt – 221 volt sangat diperlukan. Mekanisme pengontrolan dilakukan secara otomatis yaitu dengan mengatur posisi bukaan gate sehingga aliran air yang masuk dapat disesuaikan dengan beban, ataupun menyesuaikan daya beban pada sistem dengan pembangkitan untuk peredaman osilasi tegangan yang terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah teknologi untuk mengoptimalkan kinerja dari unit pembangkit mikro hidro, yaitu dengan mengaplikasikan Automatic Voltage Regulator (AVR) yang dikontrol dengan menggunakan PID kontroler, yang memiliki kemampuan memperbaiki tegangan yang diakibatkan oleh terjadinya perubahan beban daya listrik dari pelanggan yang dapat beroperasi secara cepat dan otomatis. Dari perbandingan hasil penelitian, sistem PLTMH dapat disimpulkan bahwa kontroler terbaik pada penelitian ini adalah FUZZY yaitu didapatkan undershoots = -1,18x10-5 (399,996 Volt) pada saat t = 0,45 dengan settling time 4,22 detik. Ini berarti bahwa kesetabilan tegangan antara 399,996 sampai dengan 400,000 Volt, yang berarti lebih baik dari kesetabilan tegangan yang diperbolehkan pada sistem, yaitu 5 % tegangan nominal (380 – 420 Volt).
Particle Swarm Optimization (PSO) Sebagai Tuning PID Kontroler Untuk Kecepatan Motor DC Machrus Ali; Izzatul Umami; Hendi Sopian
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Vol. 7 No. 1 April 2016
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v7i1.14

Abstract

Motor DC yang terhubung dengan seri atau shunt banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Karena memiliki torsi yang relatif tinggi untuk memikul beban dibandingkan dengan motor permanen magnet dengan ukuran yang sama. Motor permanen magnet bersifat linear sedangkan motor DC bersifat non linea. Ketidaklinearan dari motor DC tersebut akan mempersulit dalam aplikasi yang memerlukan kecepatan kontrol secara otomatis. Sayangnya, non linear model dinamik dari motor DC memiliki keterbatasan pada desain dari ragkaian close-loop feedback kontroler. Karakteristik non linear dari motor DC seperti saturasi dan gesekan dapat menurunkan kinerja dari konvensional Kontrol. Pemodelan system pengaturan motor Motor DC harus disesuaikan dengan karakteristik motor DC dan model pengaturannya. Metode kontrol Proporsional-Integral-Derivative (PID) banyak diterapkan di bidang industri. Kontroler ini memiliki parameter-parameter pengontrol, yaitu Kp, Ki, dan Kd. Ketiga parameter tersebut diturunkan dari perhitungan matematis pada metode PID konvensional. Metode osilasi Ziegler-Nichols merupakan sebuah metode penalaan PID yang dapat dilakukan secara otomatis tanpa memodelkan sistem. Paper ini digunakan untuk membandingkan perancangan kecepatan motor DC tanpa controller, dengan manual controller, dengan PID tanpa Artificial Intelegence (AI) dan dengan menggunakan Proporsional-Integral-Derivative (PID) yang dituning dengan 2 (dua) AI. AI yang digunakan adalah Particle Swarm Optimization (PSO). Sistem kontrol kecapatan motor DC yang paling baik adalah kontrol PID-PSO, kemudian dengan kontrol, PID-ZN, PID dan Nonkontrol. Didapatkan nilai; overshoot tanpa kontrol 0 dengan settling time 7,634 detik, overshoot PID standart 1,513 dengan settling time 10 detik, overshoot PID-ZN 1,495 dengan settling time 2,023 detik, overshoot PID-PSO 1,103 dengan settling time 1,32 detik.
Optimasi Kualitas Tenaga Listrik Di Area Banyuwangi Menggunakan Radio Gateway Over Internet Protocol Machrus Ali; Dwi Ajiatmo; Al Hadid Zulkarnain; Muhlasin
Jurnal JEETech Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : TE-UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jeetech.v1i1.3

Abstract

One of the communication problems at PLN is communication in areas that are not covered by radio frequencies. With the limitation related to radio frequency because the blankspot can have an impact on the speed of service, both in terms of recovering when disturbances occur, communication for coordination between officers, and maintenance work. Meanwhile, efforts to expand radio frequency coverage areas by building tower repeater links and BTS tower rentals require relatively large costs. Information technology that is developing now makes it easy for everyone to communicate through various media, one of which is an internet connection. Widespread development of infrastructure owned by telecommunications providers, the wider availability of internet connections in the blank spot area. To overcome the blank spot areas that have an impact on SAIDI and SAIFI, Radio Gateway Over Internet Protocol is used in the working area of ​​PT. PLN (Persero) Banyuwangi area that connects communication radios with mobile phones through the internet network. From the calculation using the average formula in the Microsoft Excel program the average value of SAIDI is better than before. Meanwhile, the average SAIFI score afterwards is also better than before. By using the T-Test test analysis it is known that the calculated t value is better, and for SAIFI it is known that the calculated SAIDI data is also better.