Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Desain Optimal Automatic Voltage Regulator Pada Pembangkit Listrik Mikro Hidro Menggunakan Fuzzy Logic Controller Agus Raikhani; Machrus Ali; Dwi Ajiatmo; Budiman
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Vol. 7 No. 1 April 2016
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v7i1.16

Abstract

Tegangan dan frekuensi listrik yang dihasilkan generator mikro hidro sangat dipengaruhi oleh kecepatan putar generator. Sedangkan kecepatan putar generator dipengaruhi oleh beban. Pada malam hari (diatas pukul 23.00), sembilan puluh persen rumah mematikan lampu, maka beban mikro hidro menjadi turun. Hal ini akan mengakibatkan roda gerak berputar lebih cepat. Akibatnya tegangan listrik akan naik dan bila terlalu tinggi akan mengalami rugi-rugi daya listrik dan bisa juga merusak alat-alat elektronik yang digunakan di rumah-rumah. Oleh karena itu, pengendalian tegangan agar selalu berada pada daerah kerja antara 219 volt – 221 volt sangat diperlukan. Mekanisme pengontrolan dilakukan secara otomatis yaitu dengan mengatur posisi bukaan gate sehingga aliran air yang masuk dapat disesuaikan dengan beban, ataupun menyesuaikan daya beban pada sistem dengan pembangkitan untuk peredaman osilasi tegangan yang terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah teknologi untuk mengoptimalkan kinerja dari unit pembangkit mikro hidro, yaitu dengan mengaplikasikan Automatic Voltage Regulator (AVR) yang dikontrol dengan menggunakan PID kontroler, yang memiliki kemampuan memperbaiki tegangan yang diakibatkan oleh terjadinya perubahan beban daya listrik dari pelanggan yang dapat beroperasi secara cepat dan otomatis. Dari perbandingan hasil penelitian, sistem PLTMH dapat disimpulkan bahwa kontroler terbaik pada penelitian ini adalah FUZZY yaitu didapatkan undershoots = -1,18x10-5 (399,996 Volt) pada saat t = 0,45 dengan settling time 4,22 detik. Ini berarti bahwa kesetabilan tegangan antara 399,996 sampai dengan 400,000 Volt, yang berarti lebih baik dari kesetabilan tegangan yang diperbolehkan pada sistem, yaitu 5 % tegangan nominal (380 – 420 Volt).
Analisa Perlindungan Efektif Terhadap Sambaran Petir Pada Tegangan 70/20 KV Gardu Induk Ploso Muhlasin; M. Habibi; Dwi Ajiatmo; Rusklin
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): April, 2014
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v5i1.60

Abstract

Petir adalah suatu fenomena alam yang timbul bila terjadi banyak kondensasi dari uap air dan ada udara yang naik dengan arus sangat kuat. Hal ini diyakini oleh dunia ilmu pengetahuan dan teknologi setelah melalui banyak pembuktian dan pengamatan. Masalah utama yang menjadi kendala adalah tidak diketahuinya dengan pasti pada detik kapan peristiwa sambarannya terjadi, seberapa besar intensitasnya dan di titik mana sambaran itu mengenai obyeknya, sehingga akan jauh lebih mudah upaya pengamanan bisa dilakukan.Walaupun demikian, ternyata dari banyak pembuktian atas hipotesa-hipotesa yang ada, dapat dilakukan penangkalan terhadap kemungkinan terjadinya sambaran petir dalam suatu ruang lindung tertentu. Dengan pertolongan hipotesa-hipotesa yang ada tersebut, secara teoritis dapat diperhitungkan suatu perencanaan pengamanan terhadap obyek sambaran, misalnya bangunan gedung, pabrik, gudang dan sebagainya. Mengingat Gardu Induk Ploso merupakan fasilitas penting, maka tidak mengherankan jika segala antisipasi telah dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para karyawan yang ada di dalamnya, terutama terhadap gangguan yang membahayakan, misalnya sambaran petir. Sejauh mana rancangan instalasi petir dalam memproteksi Gardu Induk Ploso. Arrester adalah suatu peralatan yang dirancang untuk melindunggi peralatan sistem tenaga listrik dari tegangan lebih dengan jalan membatasi tegangan lebih yang datang dan mengalir arus surja ke tanah tanpa mempengaruhi kelangsungan kerja sistem. Dengan kata lain dalam keadaan tidak ada gangguan, arrester bersifat sebagai isolator yang dapat menahan tegangan kerja. Sedang bila suatu saat timbul arus atau tegangan surja maka arrester bersifat sebagai konduktor yang meyalurkan surja tersebut ke tanah
Analisis Gangguan Pada Sistem Tenaga Listrik Jawa Bali 500 kV Menggunakan Power World Simulator Dwi Ajiatmo; Imam Robandi; Machrus Ali
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 10 No. 1 (2019): Vol. 10 No. 1 April 2019
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v10i1.50

Abstract

Short circuit is one type of interference that often occurs in electric power systems. The interference if it lasts a long time will affect the quality and continity of electrical power distribution as well as the reliability and safety of the equipment on the system. To minimize the possibility of interference and to minimize the consequences caused by interference, an analysis of disturbances in the electric power system is needed. This study discusses the classification and analysis of disturbances in the electric power system. The type of interference in the electric power system is classified into two, namely symmetry and non-symmetrical interference. Symmetry disturbances are three phase disturbances which are described by the equation of the sequence of the symmetry component system. Sequence equations from the symmetry component system are positive sequence equations, negative sequence equations, and zero sequence equations. Non-symmetrical interference is a disorder that often occurs in electric power systems, namely the interference of one network to the ground, network interference to the network and interference of two networks to the ground. This research is to classify and to analyze the types of disturbances in the Java-Bali electric power system 500 kV 20 buses in the form of a single line diagram, using Power World Simulator and ETAP Software applications. The simulation results are calculated and display the simulation design of the power system with the tools contained in the program.
Analisis Pengendalian Kecepatan DC Motor Berbasis Buck-Boost Konverter Dwi Ajiatmo; Imam Robandi
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 9 No. 2 (2018): Vol. 9 No. 2, Oktober 2018
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v9i2.44

Abstract

Buck Boost converter controls the use of efficient and economical low and medium power applications, another advantage is its simple design. Very fast response speed, low harmonic distortion components, and high power factor. In this paper, simulation control of the Buck-Boost DC Motor is presented using PSIM software. The results of the analysis and simulation with the PSIM program can be summarized as follows: In open loop dc motor speed, stable in 4.181 seconds and DC motor speed -2.499 rpm. In a closed loop controlled condition, the dc motor speed is stable at 2,308 seconds and the DC motor speed is 6,702 rpm.
Optimasi Kualitas Tenaga Listrik Di Area Banyuwangi Menggunakan Radio Gateway Over Internet Protocol Machrus Ali; Dwi Ajiatmo; Al Hadid Zulkarnain; Muhlasin
Jurnal JEETech Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : TE-UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jeetech.v1i1.3

Abstract

One of the communication problems at PLN is communication in areas that are not covered by radio frequencies. With the limitation related to radio frequency because the blankspot can have an impact on the speed of service, both in terms of recovering when disturbances occur, communication for coordination between officers, and maintenance work. Meanwhile, efforts to expand radio frequency coverage areas by building tower repeater links and BTS tower rentals require relatively large costs. Information technology that is developing now makes it easy for everyone to communicate through various media, one of which is an internet connection. Widespread development of infrastructure owned by telecommunications providers, the wider availability of internet connections in the blank spot area. To overcome the blank spot areas that have an impact on SAIDI and SAIFI, Radio Gateway Over Internet Protocol is used in the working area of ​​PT. PLN (Persero) Banyuwangi area that connects communication radios with mobile phones through the internet network. From the calculation using the average formula in the Microsoft Excel program the average value of SAIDI is better than before. Meanwhile, the average SAIFI score afterwards is also better than before. By using the T-Test test analysis it is known that the calculated t value is better, and for SAIFI it is known that the calculated SAIDI data is also better.
Analisis Perencanaan Investasi Jaringan Tenaga Listrik Dwi Ajiatmo
Jurnal JEETech Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : TE-UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jeetech.v1i2.11

Abstract

Electricity is able to make a positive change and contribution to people's lives and well-being. This study aims to assess the feasibility of investment in the construction of low voltage electricity networks. The method used with project evaluation analysis is based on financial analysis. The criteria used to analyze activities carried out for 10 years use payback period (PP) analysis, net present value (NPV), internal rate of return (IRR), and profitability index (IP). The results showed that the analysis of investment planning can be carried out with the consequence of the results obtained in the form of not so large returns. PP results show the investment value with the payback period method will Return in the 9th year, while the positive NPV value is still above zero while the IRR value shows the value of 11% below the social discount rate as well as the IP value showing the value of 0.90. The feasibility of investment in terms of economic-financial analysis by looking at per criteria shows that investment is still feasible to be carried out with minimal profit levels.
Kajian Mencari Alternatif Keandalan Sistem Kelistrikan Dan Efisiensi Jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah Dwi Ajiatmo; Aryo Hadi Wigantoro
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): April, 2013
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v4i1.93

Abstract

Keandalan terhadap pelayanan kontinuitas pada penyulang tipe radial sangat rendah. Gangguan yang terjadi pada penyulang menyebabkan gangguan listrik pada konsumen namun gangguan dapat diisolasi terhadap penyebabnya dengan peralatan pemutus seperti pengaman lebur (fuse cut out), pemutus seksi otomatis (sectionalizer), pemisah (disconnect switch) atau penutup balik otomatis (recloser). Gangguan pada SUTM sebesar (indek SAIFI = 0.23293) menyebabkan kegagalan pelayanan yang tertinggi, sehingga diperlukan perhatian yang lebih. Dari data gangguan penyebab pemadaman adalah karena gangguan pemutusan tegangan menengah terbuka, pelebur tegangan menengah putus karena dahan, binatang, hujan, gangguan sementara. Bahwa kinerja waktu pemulihan akibat pemadaman semakin cepat, yaitu dibawah angka 0,7 (indek SAIDI) dari bulan ke bulan. Peran dari indek beorientasi pelanggan adalah dengan indek ini akan terlihat ketangguhan dari sistem mana yang sering terjadi gangguan dan mana yang lama dalam penanganannya dengan indek ini maka akan terlihat kontinuitas keandalan sistem dalam melayani konsumen/pelanggan baik itu di JTR, JTM, GTT, Sambungan. terlebih berguna untuk menentukan kebijakan manajemen dalam peningkatan pelayanan pada pelanggan
Analisa Sistem Instalasi Penangkap Petir Pada Bangunan Bertingkat Dwi Ajiatmo; Angga Yodhas Tangkara Arga Prabowo; Machrus Ali
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): April, 2012
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v3i1.112

Abstract

Petir suatu fenomena alam yang timbul bila terjadi banyak kondensasi dari uap air dan ada udara yang naik dengan arus sangat kuat. Hal ini diyakini oleh dunia ilmu pengetahuan dan teknologi setelah melalui banyak pembuktian dan pengamatan. Masalah utama yang menjadi kendala adalah tidak diketahuinya dengan pasti pada detik kapan peristiwa sambarannya terjadi, seberapa besar intensitasnya dan di titik mana sambaran itu mengenai obyeknya, sehingga akan jauh lebih mudah upaya pengamanan bisa dilakukan. Walaupun demikian, ternyata dari banyak pembuktian atas hipotesa-hipotesa yang ada, dapat dilakukan penangkalan terhadap kemungkinan terjadinya sambaran petir dalam suatu ruang lindung tertentu. Dengan pertolongan hipotesa-hipotesa yang ada tersebut, secara teoritis dapat diperhitungkan suatu perencanaan pengamanan terhadap obyek sambaran, misalnya bangunan gedung, pabrik, gudang dan sebagainya
Analisa Kontrol Daya Induction Furnace Pada Industri Peleburan Logam Machrus Ali; Dwi Ajiatmo; Hidayatul Nurohmah
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): April, 2011
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v2i1.128

Abstract

Induction Furnace adalah teknologi yang diterapkan dengan memanfaatkan Arus Eddy yang dihasilkan oleh medan elektromagnetik. Rugi-rugi akibat Arus Eddy yang menghasilkan disipasi panas inilah kemudian dimanfaatkan untuk dapat melebur logam. Penggunaan teknologi ini adalah sistem induksi, yaitu coil yang diberi tegangan AC dengan frekuensi tertentu, namun sistem ini juga melibatkan konversi daya dari AC menjadi DC dan sebaliknya serta sistem kontrol dan pengamanan. Permasalahan bagaimana prinsip dasar dari sistem induksi dalam pembangkitan panas untuk proses peleburan logam, bagaimana proses konversi daya listrik yang terjadi dalam sistem induktion dan proses kontrol daya listrik untuk membangkitkan sumber daya listrik induksi. Pemilihan Thyristor atau SCR dalam penyearah DC disebabkan oleh pertimbangan adanya ketepatan terjadinya konduksi untuk terjadinya penyearahan. Pengaturan penyalaan pada gate yang mempengaruhi waktu konduksi pada SCR menyebabkan keluaran yang lebih optimal dalam penyearahan. Selain itu dengan sifatnya yang memiliki gate sebagai pemicu konduksi, SCR memungkinkan adanya kontrol terintegrasi baik sebagai pengaman komponen atau dalam kaitannya dengan rangkaian lain. Pemilihan Thyristor sebagai komponen utama inverter, adalah disebabkan effisiensi kerjanya yang mencapai 90%, frekuensi kerjanya yang fleksibel 100Hz-10kHz, juga dayanya yang mencapai 10 MW. Pembangkitan daya induksi elektromagnetik akan menghasilkan arus beban yang tertinggal 900 pada fasa sehingga diperlukan kompensasi dengan menggunakan kapasitor yang harus memiliki reaktansi kapasitif yang hampir sama dengan reaktansi induktif pada coil. Dengan demikian terjadi frekuensi resonansi yang bukan saja mampu menahan laju arus akibat reaktansi induktif tapi juga memperbaiki faktor daya