Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisa Perlindungan Efektif Terhadap Sambaran Petir Pada Tegangan 70/20 KV Gardu Induk Ploso Muhlasin; M. Habibi; Dwi Ajiatmo; Rusklin
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): April, 2014
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v5i1.60

Abstract

Petir adalah suatu fenomena alam yang timbul bila terjadi banyak kondensasi dari uap air dan ada udara yang naik dengan arus sangat kuat. Hal ini diyakini oleh dunia ilmu pengetahuan dan teknologi setelah melalui banyak pembuktian dan pengamatan. Masalah utama yang menjadi kendala adalah tidak diketahuinya dengan pasti pada detik kapan peristiwa sambarannya terjadi, seberapa besar intensitasnya dan di titik mana sambaran itu mengenai obyeknya, sehingga akan jauh lebih mudah upaya pengamanan bisa dilakukan.Walaupun demikian, ternyata dari banyak pembuktian atas hipotesa-hipotesa yang ada, dapat dilakukan penangkalan terhadap kemungkinan terjadinya sambaran petir dalam suatu ruang lindung tertentu. Dengan pertolongan hipotesa-hipotesa yang ada tersebut, secara teoritis dapat diperhitungkan suatu perencanaan pengamanan terhadap obyek sambaran, misalnya bangunan gedung, pabrik, gudang dan sebagainya. Mengingat Gardu Induk Ploso merupakan fasilitas penting, maka tidak mengherankan jika segala antisipasi telah dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para karyawan yang ada di dalamnya, terutama terhadap gangguan yang membahayakan, misalnya sambaran petir. Sejauh mana rancangan instalasi petir dalam memproteksi Gardu Induk Ploso. Arrester adalah suatu peralatan yang dirancang untuk melindunggi peralatan sistem tenaga listrik dari tegangan lebih dengan jalan membatasi tegangan lebih yang datang dan mengalir arus surja ke tanah tanpa mempengaruhi kelangsungan kerja sistem. Dengan kata lain dalam keadaan tidak ada gangguan, arrester bersifat sebagai isolator yang dapat menahan tegangan kerja. Sedang bila suatu saat timbul arus atau tegangan surja maka arrester bersifat sebagai konduktor yang meyalurkan surja tersebut ke tanah
Pengaturan Kecepatan Motor Shunt Berbasis PID Auto-tune Matlab Muhlasin; Rukslin
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Vol. 9 No. 1 April 2018
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v9i1.37

Abstract

The shunt motor cannot produce large currents when starting to do a rotation as in the series coil field. This means that parallel motors have weak initial torque. When the voltage is applied to an electric motor, high resistance to the parallel coil keeps the current flowing slowly. This will affect the motor's rotational speed. To overcome this problem, a PID controller is used which detuning using the Auto tuning program in matlab. From the simulation results it was found that the PID auto tune control method is the best method of three simulated designs. At the speed output the best speed is 300 rpm with the fastest settling time is 0.832 seconds, while the output current is also the best control design with a current of 1,959 amperes and the settling time is 1,523 seconds.
Optimasi PID Controller Pada Pada Mikrohidro Dengan Tuning PSO Machrus Ali; Muhlasin; Budiman
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Vol. 7 No. 1 April 2016
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v7i1.17

Abstract

Indonesia sangat banyak akan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Akan sangat disayangkan apabila potensi sungai yang besar ini dibiarkan tanpa ada inovasi untuk memanfaatkan potensi sungai ini agar bermanfaat bagi warga sekitar yang kebanyakan terdiri dari warga golongan ekonomi kelas menengah kebawah, mengingat juga tarif dasar listrik saat ini semakin naik. Permasalahan yang sering terjadi pada sistem pembangkit mikro hidro adalah terjadinya putaran tidak konstan generator yang disebabkan oleh perubahan beban yang tersambung. Sehingga menyebabkan terjadinya fluktuasi frekuensi pada sistem yang dapat mengakibatkan kerusakan peralatan listrik. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibahas sebuah strategi pengendali frekuensi berbasis Proportional Integral Derivative (PID). PID merupakan alat kontrol yang dapat mengontrol frekuensi agar bisa stabil. Untuk mendapatkan parameter PID yang optimal pada sistem pembangkit mikro hidro ini digunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan PSO terhadap PID pada sistem pembangkit mikro hidro, dapat mempercepat settling time respon perubahan frekuensi dan juga memperbaiki overshoot respon frekuensi sistem.
Optimasi Kualitas Tenaga Listrik Di Area Banyuwangi Menggunakan Radio Gateway Over Internet Protocol Machrus Ali; Dwi Ajiatmo; Al Hadid Zulkarnain; Muhlasin
Jurnal JEETech Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : TE-UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jeetech.v1i1.3

Abstract

One of the communication problems at PLN is communication in areas that are not covered by radio frequencies. With the limitation related to radio frequency because the blankspot can have an impact on the speed of service, both in terms of recovering when disturbances occur, communication for coordination between officers, and maintenance work. Meanwhile, efforts to expand radio frequency coverage areas by building tower repeater links and BTS tower rentals require relatively large costs. Information technology that is developing now makes it easy for everyone to communicate through various media, one of which is an internet connection. Widespread development of infrastructure owned by telecommunications providers, the wider availability of internet connections in the blank spot area. To overcome the blank spot areas that have an impact on SAIDI and SAIFI, Radio Gateway Over Internet Protocol is used in the working area of ​​PT. PLN (Persero) Banyuwangi area that connects communication radios with mobile phones through the internet network. From the calculation using the average formula in the Microsoft Excel program the average value of SAIDI is better than before. Meanwhile, the average SAIFI score afterwards is also better than before. By using the T-Test test analysis it is known that the calculated t value is better, and for SAIFI it is known that the calculated SAIDI data is also better.
Analisa Perencanaan Trafo Sisipan T.166 Pada Jaringan Distribusi T.92 di Ds. Selorejo Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang Rukslin; Muhlasin
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2014): Oktober, 2014
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v5i2.70

Abstract

Salah satunya yaitu standart mutu pelayanan terhadap tegangan yang diterima oleh pelanggan, yaitu rugi tegangan harus kurang dari 5%. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka PLN harus mengetahui besarnya susut tegangan, faktor – faktor yang menyebabkan adanya susut tegangan. Dari perhitungan sebelum adanya trafo sisipan dan perbaikan sistem jaringan didapatkan perbedaan antara hasil pengukuran dengan hasil perhitungan tegangan pada tiang ujung : Dari hasil perhitungan diatas diperoleh tegangan paling rendah pada tiang D05C06D02C11D02C09D04 ( 5 tiang arah barat, 6 tiang ke selatan, 2 tiang ke barat, 11 tiang ke selatan, 2 tiang ke barat, 9 tiang ke selatan dan 4 tiang ke barat) dengan tegangan ujung 182,5 Volt. Dari hasil perhitungan diatas pula kita bisa lihat trafo daya tambahan yang harus diberikan yaitu sebesar 100 kVA. Sehingga dapat dikatakan bahwa jaringan JTR Ds. Selorejo Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang, jika dilihat dari sisi penyaluran ternyata susut tegangannya lebih dari 5%. Ada perbedaan antara hasil pengukuran (175 Volt) dan perhitungan (182,5 volt) hal ini dimungkinkan karena adanya penyambungan yang kurang baik, pentanahan yang kurang baik atau mungkin ada penggunaan energi listrik yang illegal. Setelah dipasang trafo sisipan T.166 tegangan akan merata dan mempunyai tengan yang baik, dengan tegangan ujung 217,1 Volt pada line D dan 203,0 Volt pada line B.
Desain Optimasi Kecepatan Motor Dc Menggunakan PID (Proportional Integral Derivative) Cotroller Dengan Metode Auto-Tuning Matlab Muhlasin; Machrus Ali; Rukslin
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): April, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i1.78

Abstract

Kekurangnya model dinamis non linier motor DC adalah memiliki keterbatasan pada perancangan pengendali umpan balik loop tertutup rangkaian. Saturasi dan gesekan dapat menurunkan kinerja dan standar kontrol konvensional. Kontroler PID sering digunakan untuk aplikasi kontrol motor karena strukturnya dan algoritma kontrol sederhana yang mudah dimengerti. Parameter Controller umumnya menggunakan Try And Error. Metode ini memiliki hasil yang sukses namun cukup lama dan untuk mendapatkan sistem respon yang memuaskan. Model kontrol kecepatan motor DC ini dirancang dengan menggunakan beberapa kontrol, seperti pengendali PID, PID Ziegler-Nichols dan Auto-tuning PID control Matlab. Hasil kinerja model Kontrol kecepatan motor DC dengan menggunakan Matlab Auto-tuning ditemukan memiliki error steady state terkecil, settling time dan overshoot lebih baik dari PID Controller dan PID-ZN (Ziegler Nichols PID). Dari hasil running program Auto-tuning Matlab dalam penelitian ini adalah pengendali terbaik dengan settling time tercepat yaitu 0.2656 detik dan overshot terkecil adalah 1.0591
Analisa Perencanaan Trafo Sisipan T. 416 Pada Trafo HL. 017 Di Jaringan Tegangan Rendah Desa Guyangan Kecamatan Bagor Kabupaten Jombang Muhlasin; Machrus Ali
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): April, 2012
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v3i1.113

Abstract

Salah satunya yaitu standart mutu pelayanan terhadap tegangan yang diterima oleh pelanggan, yaitu rugi tegangan harus kurang dari 5%. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka PLN harus mengetahui besarnya susut tegangan, faktor – faktor yang menyebabkan adanya susut tegangan. Dari perhitungan sebelum adanya trafo sisipan dan perbaikan sistem jaringan didapatkan perbedaan antara hasil pengukuran dengan hasil perhitungan tegangan pada tiang ujung : Pada Trafo 017 dengan suplay Phasa R = 231; S = 230 ; T = 228 dengan line B Phasa R = 226.4, S = 225.4, T = 226.1 dan pada line D Phasa R = 229.1, S = 228.1, T = 226.1. Pada trafo sisipan T.416 diperoleh suplai Phasa R = 230 ; S = 231 ; T = 230 dengan tegangan line B Phasa R = 228.6 ; S = 227.9 ; T = 225.9 dan pada line D Phasa R = 227.8 ; S = 227.1 ; T = 225.1. Perbedaan ini menunjukkan kurang sempurnanya sambungan, atau penyambungan yang illegal. Beban pada konsumen sebesar 1525 Amper atau sejumlah 335 kVA, trafo yang terpasang 250 kVA. Maka diperlukan trafo sisipan sebesar 100 kVA pada Line D dan perbaikan sambungan dan penyaluran.