This Author published in this journals
All Journal Jurnal Intake
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Desain Frekuensi Kontrol pada Hibrid Wind-Diesel Dengan PID–Imperialist Competitive Algorithm (ICA) Hidayatul Nurohmah; Machrus Ali; Muhammad Ruswandi Djalal; Budiman
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2015): Oktober, 2015
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v6i2.85

Abstract

Kualitas daya pada sumber energi terbarukan turbin angin yang dihibrid dengan diesel dapat dipengaruhi oleh perubahan fluktuasi frekuensi.Pembangkit Listrik Sistem hibrid (PLTH) adalah pembangkit listrik yang dari beberapa pembangkit tenaga energi terbaharukan seperti : turbin angin, sel surya, mikrohidro dan sebagainya. Dalam operasinya, ada beberapa permasalahan yang dapat meningkatkan osilasi frekuensi rendah, seperti tidak optimalnya setting gain dan kecilnya waktu konstan pada Automatic Voltage Regulator, juga jaringan transmisi yang panjang sehingga losses yang besar. Kontrol PLTH dalam penerapannya, dikontrol dengan kontroler PID, namun dalam penyetelan nilai gain dari PID masih dalam metode konvensional saja, sehingga sulit untuk mendapatkan nilai optimal dari PID. Dalam penelitian iniditerapkan desain kontrol dengan menggunakan Metode Cerdas dalam mencari nilai optimum ProporsionalIntergral Derivatif (PID) untuk mengatur frekuensi beban dengan program Matlab/Simulink. Pemodelan wind-diesel menggunakan fungsi transfer dari diagram turbin angin dan diesel. Respon sistem dengan Simulink/ Matlab denganmembandingkan dengan sistem tak terkontrol dan dengan metode PID-Trial Error, menunjukkan bahwa besar overshoot dan respon keadaanmantap (Settling Time) pada sistem terkontrol ICA menjadi berkurang dan lebih cepat
Performansi Thyristor Controlled Series Capacitor (TCSC) Pada Saluran Transmisi Menggunakan Bahasa Pemrograman PSAT Hidayatul Nurohmah; Machrus Ali
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2013): Oktober, 2013
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v4i2.102

Abstract

Perubahan kondisi beban pada sistem tenaga listrik yang melebihi kapasitas saluran transmisi dapat menyebabkan permasalahan kestabilan pada sistem tenaga listrik. Penggunaan Thyristor Controlled Series Capacitor (TCSC) pada sistem transmisi dapat mengatasi gangguan yang disebabkan oleh perubahan kondisi beban. TCSC sebagai kompensasi seri pada jaringan transmisi dapat mengatur besar impedansi jaringan transmisi. TCSC dipasang pada jaringan yang banyak dilalui beban dengan kondisi sistem yang kompleks dan nonlinier, maka dikembangkan suatu sistem kontrol modern yang dapat menangani permasalahan yang bersifat nonlinier, pemasangan TCSC diharapkan dapat menstabilkan sistem tansmisi. Sistem tenaga listrik multi machine (sistem Listrik Jawa Bali 500kV) yang digunakan untuk melakukan simulasi terhadap perbaikan kestabilan sistem mengunakan bahasa pemrograman Matlab based Power System Analysis Toolbox (PSAT).Dari hasil analisa dan simulasi pada saluran transmisi menggunakan bahasa pemrograman Matlab based PSAT didapat kesimpulan sebagai berikut: dengan penambahan TCSC pada jaring transmisi dapat mengurangi rugi-rugi daya pada saluran.Dengan penambahan TCSC dapat meningkatkan kstabilan tenaga pada sistem transmisi. Dengan penambahan TCSC dapat mengurangi daya reaktif pada sistem transmisi
Analisa Perencanaan Trafo Sisipan T. 416 Pada Trafo HL. 017 Di Jaringan Tegangan Rendah Desa Guyangan Kecamatan Bagor Kabupaten Jombang Hidayatul Nurohmah; Machrus Ali
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2012): Oktober, 2012
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v3i2.104

Abstract

Salah satunya yaitu standart mutu pelayanan terhadap tegangan yang diterima oleh pelanggan, yaitu rugi tegangan harus kurang dari 5%. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka PLN harus mengetahui besarnya susut tegangan, faktor – faktor yang menyebabkan adanya susut tegangan. Dari perhitungan sebelum adanya trafo sisipan dan perbaikan sistem jaringan didapatkan perbedaan antara hasil pengukuran dengan hasil perhitungan tegangan pada tiang ujung : Pada Trafo 017 dengan suplay Phasa R = 231; S = 230 ; T = 228 dengan line B Phasa R = 226.4, S = 225.4, T = 226.1 dan pada line D Phasa R = 229.1, S = 228.1, T = 226.1. Pada trafo sisipan T.416 diperoleh suplai Phasa R = 230 ; S = 231 ; T = 230 dengan tegangan line B Phasa R = 228.6 ; S = 227.9 ; T = 225.9 dan pada line D Phasa R = 227.8 ; S = 227.1 ; T = 225.1. Perbedaan ini menunjukkan kurang sempurnanya sambungan, atau penyambungan yang illegal. Beban pada konsumen sebesar 1525 Amper atau sejumlah 335 kVA, trafo yang terpasang 250 kVA. Maka diperlukan trafo sisipan sebesar 100 kVA pada Line D dan perbaikan sambungan dan penyaluran
Analisa Kontrol Daya Induction Furnace Pada Industri Peleburan Logam Machrus Ali; Dwi Ajiatmo; Hidayatul Nurohmah
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): April, 2011
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v2i1.128

Abstract

Induction Furnace adalah teknologi yang diterapkan dengan memanfaatkan Arus Eddy yang dihasilkan oleh medan elektromagnetik. Rugi-rugi akibat Arus Eddy yang menghasilkan disipasi panas inilah kemudian dimanfaatkan untuk dapat melebur logam. Penggunaan teknologi ini adalah sistem induksi, yaitu coil yang diberi tegangan AC dengan frekuensi tertentu, namun sistem ini juga melibatkan konversi daya dari AC menjadi DC dan sebaliknya serta sistem kontrol dan pengamanan. Permasalahan bagaimana prinsip dasar dari sistem induksi dalam pembangkitan panas untuk proses peleburan logam, bagaimana proses konversi daya listrik yang terjadi dalam sistem induktion dan proses kontrol daya listrik untuk membangkitkan sumber daya listrik induksi. Pemilihan Thyristor atau SCR dalam penyearah DC disebabkan oleh pertimbangan adanya ketepatan terjadinya konduksi untuk terjadinya penyearahan. Pengaturan penyalaan pada gate yang mempengaruhi waktu konduksi pada SCR menyebabkan keluaran yang lebih optimal dalam penyearahan. Selain itu dengan sifatnya yang memiliki gate sebagai pemicu konduksi, SCR memungkinkan adanya kontrol terintegrasi baik sebagai pengaman komponen atau dalam kaitannya dengan rangkaian lain. Pemilihan Thyristor sebagai komponen utama inverter, adalah disebabkan effisiensi kerjanya yang mencapai 90%, frekuensi kerjanya yang fleksibel 100Hz-10kHz, juga dayanya yang mencapai 10 MW. Pembangkitan daya induksi elektromagnetik akan menghasilkan arus beban yang tertinggal 900 pada fasa sehingga diperlukan kompensasi dengan menggunakan kapasitor yang harus memiliki reaktansi kapasitif yang hampir sama dengan reaktansi induktif pada coil. Dengan demikian terjadi frekuensi resonansi yang bukan saja mampu menahan laju arus akibat reaktansi induktif tapi juga memperbaiki faktor daya